Setahun BPLS : Dongengannya Pak Hardi Prasetyo seputar Segitiga Masalembo

10 April 2008 at 9:17 am | In Bencana Alam, Dongeng Geologi, RuPa-RupI |

Dalam menyambut setahun BPLS (8 April 2008), Pak Hardi Prasetyo dari BPLS kembali menuliskan makalah sains. Walaupun kali ini Pak Hardi Prasetyo berbicara soal Tampomas di Segitiga Masalembo - Segitiga Masalembo - The Indonesian “Bermuda Triangle”, namun semangat bahwa didalam setiap kebencanaan akan muncul pemikir-pemikir baru yang akan bermanfaat.

Beliau sebagai anggota BPLS mengajak pembaca untuk tidak berhenti berpikir pada apa penyebab Semburan Lumpur Sidoarjo saja tetapi juga meneliti fenomena alam ini sebagai wacana ilmiah

:( “Wah Pakdhe, Sepertinya penelitian ilmiah dengan tragedi Lusi ini memang diteruskan ya Pakdhe ?”
:D “Betul Thole, Pak Menteri Teknologi Kusmayanto yang secara politis menyatakan Lusi sebagai bencana alam tidak boleh brenti disini saja. Beliau justru menjadi orang yang paling bertanggung jawab untuk meneruskan dan mendukung penelitian ilmiah soal Lusi ini, Thole”

Kali ini Pak Hardi melakukan flash back atau klias balik bagaimana beliau juga pernah dihadapkan pada sebuah tragedi nasional ketika sedang berpikir ilmiah.

KILAS BALIK ‘SEGITIGA MASALEMBO ANTARA TRAGEDI KEMANUSIAAN ’TAMPOMAS’ DENGAN INSPIRASI ILMU KEBUMIAN’ DALAM UPAYA MENCARI ‘MIGAS’ SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM TAK TERBARUKAN DI KAWASAN FRONTIER

Sekilas saya membaca satu kata kunci ’TAMPOMAS’ pada dongeng di atas yang juga dapat dikaitkan judul besar ‘Segitiga Masalembo’ Respon atas Komentar oleh EG Giwangkara S — 17 Januari 2007 #

Sumber Tempointeraktif Judul tersebut mengingatkan kenangan masalau yaitu dengan kejadian ’TRAGEDI TAMPOMAS’ Musibah Terbakar dan Tenggelamnya Kapal Penumpang Tampomas II di segitiga Masalembo.

Pada Tragedi Kemanusiaan Tampomas II tersebut saya bersama sahabat lama saya Dr. Herry Haryono (sekarang Deputi di LIPI) sebagai saksi sejarah (historical fact). Saat itu kami sedang melakukan survei marine geosciences (seismic refraction, reflection, graviy, megnetic) di Selat Makasar dengan Kapal Riset Sonne (Jerman), selanjutnya kita mendapatkan sinyal SOS..SOS. Ringkasnya dari rekaman dari even itu selanjutnya adalah:

1) Bagaimana kapten kapal riset Sonne untuk memutuskan pilihan Ekspedisi seismik refleksi harus segera dihentikan (termination), di sisi lain para geoscientist dari Jerman saat itu masih memikirkan apakan SAR bisa ditunda sampai selesainya satu lintasan survei?

2) Bagaimana Kapten Kapal segera membuat keputusan segera rubah haluan kapal menuju tempat ’tragedi TAMPOMAS’ di Segitiga Masalembo, persiapan2 yang dilakukan (crew, scientists, dokter, peserta Indonesia, pembagian tugas,

3) Melakukan SAR di lokasi, bagaimana standar operation prosedure diterapkan,

4) Mendapatkan dari laut 25 korban, dimana satu diantaranya masih hidup, dan bagaimana treatment dilakukan dibawah koordinasi tim medis, termasuk melakukan kami melakukan wawancara untuk lebih menelusiri apa yang terjadi sebelum, saat kebakaran, saat ia memutuskan untuk terjun dan tidak melakukan upaya apaun selain ’keep floating’ sambil membacakan ’Allahu Akbar’!,

5) Bagaimana dokter mengidentifikasi korban ’telah menjadi mayat’ dengan cermat, penuh rasa kemanusiaan, dan menyusun data base,

6) Bagaimana momen penting ketika saya dan Herry Haryono akhirnya dapat mengidentifikasi bahwa salah satu dari 25 korban tersebut adalah Almarhumah Kapten Tampomas II , Abdul Rivai, yang akhirnya jenasah yang sudah dimakamkan dibongkar kembali untuk akhirnya disemayakan di Makam Pahlawan.

Segitiga Masa Lembo sangat berarti bagi saya pribadi sebagai salah satu insan ilmuwan kebumian saat itu, ketika akhirnya tahun 1995 saya mendapatkan kehormatan yang sangat bernilai dari Pemerintah khususnya melalui Dewan Riset Nasional (DRN) dan Menristek, dimana saya telah dikukuhkan sebagai Peneliti Terbaik Indonesia , dalam bidang Ilmu Kebumian, dalam Kerangka Riset Unggulan Terpadu (RUT). Dengan orasi ilmiah berjudul PERKEMBANGAN GEOLOGI; TEKTONIK “DOANG BORDERLAND” DAN CEKUNGAN SPERMONDE, LEPAS PANTAI SULAWESI SELATAN, KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI): Implikasi Terhadap Prospek Hidrokarbon.

Demikian pula sebelumnya saya patut bangga karena salah satu karya pemikiran telah diterima oleh Indonesian Petroleum Association tahun 1992 untuk dipresentasikan dimana wilayah cakupan termasuk Selat Makassar, Segitiga Masalembo, dengan judul THE BALI FLORES BASIN: GEOLOGICAL TRANSITION FROM EXTENSIONAL TO SUBSEQUENT COMPRESSIONAL DEFORMATION. Sebagai catatan pada makalah ini saya sudah menampilkan penemuan fenomena ’mud diapirsm and mud volcanism, dan memperkenalkan ’Bali Fold” sebagai wujud struktur ekstrusi pada rezim tektonik kompresif terhadap sedimen ’overpressure’. Mud diapir dan Mud Volcano juga diketemukan di Flores Thrust Zone sebagaimana dideteksi pada Citra Mozaik SEAMARC II dan rekaman seismik refleksi berfrekuensi tinggi (water gun).LAMPIRAN 2.

Saya juga telah mengembangkan pemikiran pada tataran global (new global tectonics) ketika dalam satu bulan pelayaran di Zona Kerjasama Celah Timor (Timor Gap Zone of Cooperation) menggunakan Kapal Rig Seismic milik AGSO (Australian Geological Survey Organisation), saat itu saya menjadi wakil Pemerintah Indonesia dalam Joint Research ‘deep seismic profiles’ untuk mendalami arsitektur struktur dalam (deep structural architecture) Celah Timor untuk mendukung eksplorasi Migas, saya mendapat inspirasi untuk menyusun tulisan ilmah yang intinya membuat perbandingan perkembangan tektonik antara Doang Borderland di Segitiga Masalembo yang merupakan bagian dari ‘Eastern Sunda Shield Margin‘ dengan Cekungan Bonaparte merupakan ‘Southwest Australian continental margin’. Paper ini COMPARISON OF THE BONAPARTE BASIN, TIMOR SEA AND SOUTHWEST SULAWESI MARGIN, EASTERN INDONESIA saya tulis bersama rekan dari Australia Chris Pigram, kita presentasikan pada pertemuan CCOP di Bali? LAMPIRAN 3.

Nah, ternyata dari Misteri Masalembo (Barmudanya Indonesia) dan khuusnya ‘TRAGEDI KEMANUSIAAN TAMPOMAS’ telah melahirkan beberapa pemikiran inovasi dan kreatif di bidang Ilmu Kebumian, bahkan saya mendapatkan gelar ‘Peneliti Terbaik Indonesia bidang Kebumian versi DRN’.

Sari makalah atau makalah lengkap bila mungkin akan saya tempatkan pada situs, yang segera akan saya diluncurkan dikaitkan dengan umur satu tahun Badan Pelaksana, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BAPEL BPLS), dimana saya saat ini terlibat, dan berupaya berkontribusi.

Bagi yang berminat untuk mendapatkan makalah silahkan hubungi saya pada samenergi@yahoo.com.

Salam Hormat

Hardi Prasetyo

‘DIRGAHAYU BAPEL BPLS 8 APRIL 2007-2008’ BERORIENTASI KE DEPN MENUJU SOLUSI YANG KOMPREHENSIF, INTEGRAL DAN HOLISTIK

Detail abstract tulisan-tulisan diatas dapat diperoleh disini : http://geoblogi.wordpress.com/2008/04/10/hardi-prasetyo/

Masih belum ada komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.