Blue Energy – Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia !
10 Desember 2007 at 6:07 pm | In Diskusiku, Dongeng Geologi, Energi | 232 CommentsTags: bbm, blue energy, Dongeng Geologi, joko, minyak
Istilah Blue Energy tiba-tiba marak dalam minggu-minggu ini karena berita di koran yang cukup bombastis dengan mengatakan bahwa Blue Energy Versi Indonesia ini berbahan dasar air laut. Bahkan bahan bakar ini juga hanya dengan menggunakan mesin diesel, tanpa modifikasi lagi. Silahkan baca websitenya Pak Presiden SBY
Blue Energy atau Minyak Indonesia Bersatu adalah bahan bakar sintetik yang dibuat dari substitusi molekul Hidrogen dan Karbon tak jenuh. Proses pembuatannya sama dengan minyak fosil, namun dengan kadar emisi yang jauh lebih rendah.
“Pakdhe, Jangan-jangan Pak SBY kena HOAX ?”
“Hust !”
Yang ternyata lebih menghebohkan adalah kutipan dari Jawapos sini
“Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.“
Wah mentang mentang warna biru itu warna laut terus dibilang bahwa yang dimaksud blue energy itu berbahan dasar air laut … Blaik !!!
Akhirnya istilah blue energy ini mungkin sudah menjadi sebuah kelirumologi di Indonesia ketika bersamaan dengan konferensi UNCCC di Bali tentang Global Warnming . Yang jelas mesti ada teori yang berbau keilmuan dibelakang semua ini, dan ada sesuatu ang dapat dipakai sebagai dongengan, kan ?
Apaan sih Blue energy
Tidak ada satu kalimat yang tepat yang saya temukan untuk mendefinisikan Blue Energy. Istilah Blue energy hanyalah istilah yang sering dipakai untuk menamakan sumber-sumber penghasil energi yang ramah lingkungan. Biru sering dianggap sebagai manifestasi langit biru ataupun laut biru yang jernih dan bebas polusi. Ada juga yang mengistilahkan sebagai green energy, karena dianggap energi yang ramah lingkungan.
Sumber energi yang disebut-sebut sebagai Blue Energy seringkali bersumber dari sumber energi terbarukan termasuk sumber-sumber energi non-fosil, atau lebih tepatnya non carbon based energy, artinya bahan dasarnya bukan berupa rantai karbon. Misalnya Energi Air Laut, Energi Geothermal, Energi angin, Energi Surya, dan lain-lain.
Namun sepanjang perjalanan sejarah, energi karbon masih merupakan energi termudah untuk diolah dan didapatkan, ditransport juga dimanfaatkan. Termasuk didalamnya adalah BioEnergi. Bio Energi sendiri masih merupakan Carbon Based, atau masih berupa rangkaian karbon. Sumber Bioenergi ini bisa bersumber dari BioGas, Bio ethanol, minyak jarak, minyak goreng (CPO-Crune Palm Oil) yang diubah menjadi BioDiesel dll.
Energi berbahan dasar Karbon (Carbon Based Energy)
Awalnya pembakaran karbon sebagai sumber tenaga ini dimulai dari pemanfaatan batubara atau batu arang yang tentusaja masih merupakan rangkaian karbon (C). Namun dalam proses pemanfaatan atau konversi energinya, arang batu ini dibakar begitu saja dipakai untuk memanaskan air. Pemanasan air ini yang merubah energi panas menjadi energi tekanan dan menyebabkan pergerakan piston. Dan itulah awalnya mesin uap oleh James Watt. Yang akhirnya tenaga piston uap juga dapat menghasilkan listrik seperti PLTUap (berbahan bakar batubara) .
Minyak bumi sebagai bahan bakar masa kini.
Bahan bakar karbon itu termasuk bahan bakar fosil (minyak, gas dan batubara) dan juga sebenarnya Bioethanol dan Biogas-pun termasuk Carbon Based Energy, maksudnya merupakan energi yang bersumber dari pembakaran rantai H-C (Hydrogen dan Carbon). Dalam pemanfaatan Carbon Based Energy ini diperlukan mesin bakar (combustible) dalam menghasilkan energi yang akan dipakai. Carbon based energy ini mulai marak ketika diketemukan minyak dengan pemboran pada akhir 1800-an. Di Indonesia pencarian minyaknya juga sudah sangat lama, bahkan sumur Talaga Said (Sumatra Utara) termasuk pengeboran kedua di dunia. dibor tahun 1885.
Pemanfaatan minyak bumi sendiri akhirnya meningkat tajam sejak tahun 1950-an (pasca PD II) karena juga didukung oleh penemuan mesin bakar yang akhirnya locking (terkunci) antara mesin motor bakar dengan bahan bakarnya. Penguncian mesin dengan bahan bakar inilah yang menyebabkan kebutuhan batubara merosot tajam dalam penggunaannya. Jadi merosotnya penggunaan batubara ini bukan akibat batubara yang berkurang cadangan maupun produksinya.
Dengan meningkatnya teknologi serta peningkatan taraf hidup manusia, kebutuhan energipun meningkat. Kebutuhan minyak bumi tentusaja meningkat sesuai dengan tingkat hidup. Semakin meningkatnya kebutuhan minyak bumi ini menyebabkan harga minyak terus menanjak. Disatu sisi akhirnya justru menuntut manusia untuk meikirkan bahan-bakar lain supaya tidak perlu mengganti mesin tetapi membuat minyak buatan (synfuel).
Synfuel (Synthetic Fuel) – Bahan Bakar Buatan
Synfuel adalah singkatan dari Synthethic Fuel (bahan bakar sintetis) merupakan sebuah bahan bakar yang masih memanfaatkan rangkaian HC (Hidrokarbon) sebagai dasarnya. Synfuel ini masih menggunakan teknik subsitusi, artinya mengganti minyak alami dengan minyak buatan. ya buatan … prosesnya dengan dasar proses kimia sederhana yang sebenarnya sudah berusaia lebih dari ratusan tahun
.
Ada beberapa macam cara untuk memperoleh rangkaian Hidrokarbon ini. Masing-masing dikembangkan berdasarkan proses kimiawi yang berbeda. Di alam bebas, proses ini terjadi secara alamiah dengan memanfaatkan energi panas (dari bumi) dan mereaksikan unsur-unsur yang juga sudah ada secara alami. Namun proses ini sangat khusus, sehingga tidak disembarang tempat akan dijumpai minyak dan gas bumi.
1. Synfuel dari Coal Gasification:
- Gasification 2C + ½O2 + H2O → 2CO + H2
- Water gas shift CO + H2O → H2 + CO2
- F-T reaction CO + 2H2 → CH2 + H2O
- Net reaction 2C + H2O+ ½O2 → CH2 + CO2
Proses ini memerlukan 2C dan setengah O2 dan menghasilkan satu CO2 untuk setiap CH2 yang diproduksi. Artinya menggantikan minyak dengan bahan bakar sintetik dari batubara (coal synfuel) akan melipatgandakan hingga 3 kali lipat penggunaan batubara dan menghasilkan duakali lipat CO2.
(F-T atau Fischer- Tropsch reaction adalah reaksi (2n+1)H2 + nCO → CnH(2n+2) + nH2O
2. Synfuel dari Coal Gasification + H2 dari pemisahan air:
- Gasification C + 1/4O2 + 1/2H2O → CO + 1/2H2
- Water-splitting 3/2H2O + Energy → 3/2H2 + 3/4O2
- F-T reaction CO + 2H2 → CH2 + H2O
- Net reaction C + H2O + Energy → CH2 + 1/2O2
Dengan penambahan hydrogen (H2) dalam proses ini telah meningkatkan proses pembuatan synfuel dari batubara. Kebutuhan karbon menjadi berkurang setengah dari sebelumnya. dan TIDAK ada CO2 yang ikut terproduksi !
Tentunya hal ini akan sangat-sangat menarik karena akan dinilai ramah lingkungan ( environment friendly).
Pertanyaan selanjutnya adalah “darimana memperoleh Hidrogen ?” Salah satunya adalah dengan proses elektrolisa. Ya dengan memanfaatkan teknologi nuklir atau melalui PLTN.
![]()
“whaddduh, hati-hati Pakdhe nanti dianggap menyalahi hukum Islam kalau bilang PLTN
, soale sudah difatwa haram looh pakdhe”
“Hust ini bukan soal agama, ini sekedar ilmu untuk bermimpi
“
Untuk memperoleh Hidrogen ini ternyata ada bebrapa cara yang efisiensinya berbeda untuk berbagai cara pemanasan dengan cara elekstrolisa. Bisa dilihat perbedaanya seperti di sebelah ini. Sebagai catatan saja, produksi H2 saat ini yang sudah dapat diimplementasikan dengan elektrolisa temperatur rendah.
Jadi dengan demikian hanya dengan penambahan H2 dari proses water splitting sudah akan mengurangi kadar CO2 yang dihasilkan. Saat ini Amrik sudah mampu memproduksi 11 Juta ton H2 pertahun tetapi melalui proses penguapan dan pengalihan bentuk (reformation) dari metana (CH4). Dimana tentusaja proses ini masih tergantung energi fosil dan masih menghasilkan CO2 sebesar 100 juta ton pertahun. Masih belum benar-benar biru, ya ?
Menurut Schultz, dkk (baca referensi dibawah), sebuah pembangkit berkapasitas 1100MW mampu memproduksi 360 ton H2/hari dengan efisiensi sebesar 24% efficiency. Dengan demikian masih diperlukan ribuan PLTN untuk mensupport pembuatan serta transportasi pembuatan synfuel. Seandainya terdapat efisiensi perolehan H2 hingga 50% tentunya kebutuhan powerplant menjadi setengahnya.
3. Synfuel dari penangkapan CO2 (CO2 Capture) + H2 dari pemisahan air (Water-splitting):
- Reverse Water Gas Shift CO2 + H2 → CO + H2O
- F-T reaction CO + 2H2 → CH2 + H2O
- Water-splitting 3H2O + Energy → 3H2 + 3/2O2
- Net reaction CO2 + H2O + Energy → CH2 + 3/2O2
Tidak ada batubara yang diperlukan sebagai sumber Carbon. membutuhkan CO2 untuk memproduksi satu bagian CH2. Dan ketika CH2 dibakar maka emisi CO2 menjadi nol karena prosesnya menggambil CO2.
CO2 dari mana ?
Bagaimana kalau sekarang CO2nya juga diambil dari udara. Loooh hiya bisa saja, kan ?. Memang benar ada sebuah metode penangkapan CO2 dari udara, alatnya juga sudah ada CO2 capturing. Salah satunya dengan memanfaatkan karbon yang dilepaskan oleh cerobong gas disebut Flue Gas.
Powerplant (pembangkit) berbahan bakar batubara sebesar 1000MW menghasilkan 5.5 juta tons of CO2/tahun atau kira kira (14,500 tons/hari). Di amerika saja kira-kira 53% (0.38TWh) dari total pembangkit listriknya menggunakan batubara dan menghasilkan 2 billion tons of CO2/tahun ini sama saja total CO2 yang dibutuhkan untuk transportasi dalam setahun !! Jadi dengan recycle “flue gas” atau cerobong gas sudah mampu memotong 50% emisi karbon.

Dapat juga dipakai dengan CO2 yang ditangkap dari udara. Ya menangkap dari udara bebas. Bahkan saat ini sudah diproduksi walaupun masih untuk penelitian yaitu penangkapan CO2 dari udara seperti disebelah ini.
Jadi secara menyeluruh kalau saja proses ini semua sudah menjadi proses yang dapat dilakukan dalam sebuah pabrik minyak sinthetic akan terjadi proses daur ulang karbon yang benar-benar biru !
Nah sekarang kita tahu ada beberapa tahapan dalam menghasilkan synfuel atau BBS (bahan bakar sintetis). Pembuatannyapun berbeda-beda, masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Termasuk kelebihan menghasilkan CO2
.
Kalau saja proses itu semua disebandingkan maka akan diketahui seberapa besar karbon yang dihasilkan. Lihat dibawah ini :
Secara lengkap kalau keseluruhan proses ini digabungkan maka akan diperoleh sumber bahan-bakar yang mungkin akan benar-benar biru (BBB). Maksudnya mimpi manusia untuk mendapatkan bahan bakar yang benar-benar biru dalam artian akan ramah lingkungan, rendah atau bahkan tanpa emisi karbon.
Tapi sekali lagi, proses inipun masih menyisakan pertanyaan. Proses ini adalah proses endoterm, yaitu proses (reaksi kimia) yang membutuhkan energi. Nah dari mana energi ini ? Kan ini reaksi kimia biasa, masih tidak mungkin menyalahi hukum fisika. Ini dongengan selanjutnya saja ya
.
Blue Energy versi SBY !
“Pakdhe, jadi yang mana yang dibuat Pak SBY, dhe ?”
“Hust, Pak SBY ngga buat, beliau hanya mensupport sebuah usaha untuk mengurangi emisi Carbon. Dan juga beliau sangat menhargai penelitian tentang bahan-bakar sintetis ini”
Menurut bocoran dari dalam kubu SBY, bahwa yang sudah dilakukan Indonesia adalah tahap dimana membuat synfuel ini dengan gasifikasi. Mungkin proses antara yang pertama dan kedua diatas. Dimana Hydrogennya diperoleh dari “pemecahan air” (water splitting). Untuk 2000 liter air perlu ditambah kira2 3-8 kg carbon (tergantung air yang dipakai) untuk menghasilkan 1600 liter BBM. Karena air ini sebagai komponen mayoritas maka beberapa orang salah kaprah bilang BBM dari air. Kalau air formasi (air dari separator proses pemisahan minyak dan air di sumur minyak) yang dipakai, carbon yg ditambah lebih sedikit karena air formasi banyak mengandung karbon bebas. Kelompok ini juga sudah mencoba coba air formasi dari 2 lapangan di Sumatra dan 1 Lapangan di Jawa Timur.
” eh, Pakdhe katanya ‘refinery‘ yang 5400 Bbl/hari sudah 95 % selesai, ya?. Wah bagus juga pak SBY”.
“Whallah koe iki mau ikutan tebar pesona !”
Yang mesti harus difikirkan adalah bagaimana emisi yg terbuang ketika memperoleh semua bahan-bahan ini termasuk ketika menghasilkan H2-nya dan juga pemanfaatannya (motor bakar). Karena walaupun pembakaran dalam mesin mobil dianggap lebih bersih, masih harus didihitungkan pula emisi yang terbuang ketika memproduksi synfuel ini.
Apapun yang telah dilakukan dengan Blue Energy ini di Indonesia (Minyak Indonesia Bersatu), tentusaja usaha ini harus diapresiasi. Karena sudah menunjukkan langkah kongkrit dalam mengatasi dan ikut serta berkiprah dalam pengembangan teknologi pembuatan minyak sintetis.
Namun harus tetap diingat dalam artikel ini hanya menunjukkan pembuatan minyak sitetis itu memungkinkan. Soal keekonomian serta bagaimana dengan mencari sumber energi primer (karena proses ini endoterm) ya silahkan baca tulisan lain dibawah ini.
Apakah yang diatas itulah yang dimaksud BE-nya si Minyak Indonesia bersatu ? Silahkan simak dibawah ini :
Dongengan terkait :
- Ini Looh Foto Blue Energi itu !
- Mengapa SBY menyebut Blue Energy, dan apa yg mungkin menghambat ?
- “Blue Energi”, itu Create value ? - HOT
- Prof. Koesoemadinata: Sumber Energi Dan Sistim Penyimpanan Energi – [WARM]
- Akademi Fantasi Energi – Mas Joko tereliminasi ? [HOT]
Referensi
- K. Schultz, L. Bogart, G. Besenbruch, L. Brown, R. Buckingham, M. Campbell, B. Russ, and B. Wong, “HYDROGEN AND SYNTHETIC HYDROCARBON FUELS – A NATURAL SYNERGY*“
- Wikipedia (gambar mesin 4-tak)
232 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
“Pakdhe, Jangan-jangan Pak SBY kena HOAX ?”
“Hust !”







Oooo, jadi nggak langsung air laut dmasukkan dalam tangki mobil to pakde? Terus kiro-kiro larang ora Pakdhe?
Komentar oleh Dee — 10 Desember 2007 #
Salut untuk pak dhe Rovicky.
Kok iso pinter ngono yoh? mbiyen lehe sinau piye kuwi….
Btw, salam kenal.
Komentar oleh Fathur — 10 Desember 2007 #
Matur suwun infonya, cukup mencerahkan.
Komentar oleh Nofie Iman — 10 Desember 2007 #
Patut diteliti serius dan didanai pemerintah maupun swasta demi kehidupan, kemakmuran dan kejayaan bangsa yang kini dipandang sebelah mata oleh bangsa lain maupun para pesimistis dinegeri sendiri. Bravo. Berbahagialah orang yang setia berusaha membawa harum nama Indonesia.
Komentar oleh Wahyu D Santoso — 10 Desember 2007 #
Pak Rofik,
Anda itu dari teknik kimia, teknik nuklir, apa teknik geologi ? .. opo mbalah teknik mesin ?
Lah kok semua ilmu diambil kabeh dibikin gado-gado disini. Tapi racikannya sudah lumayan sip. Mengunyahnya mudah
Matur nuwun
Komentar oleh Sarjono — 10 Desember 2007 #
Setahuku, dalam gasifikasi batubara, suhu di tungku pada saat proses pelepasan carbon dari batubara adalah pada kisaran 350 – 450 C deg. kemudian gas yg naik ditembak dg steam yg notabene adalah H2O dg harapan terbentuk metana, CH4. Inilah yg dibakar. Suhu operasi kurang dari diatas maka carbon dari btbara tidak mau lepas, dan jika diatas itu maka batubara akan menjadi api. Padahal api sangat dihindari pada proses ini, yg boleh hanya bara merah saja. Ilustrasi ini sekadar menunjukkan bahwa sulitnya mereaksikan C dan H2O padahal secara chem. properties, air dan coal mudah diatur. Sementara kalo mau mendapatkan C dari flue gas, suhu flue gas itu tak jauh dari 120 – 150 C deg, pada ujung keluaran cerobong. Nah kalo mau mengaktifkan/mereaktifkan lago supaya bisa saling mengikat dg H2O maka suhu flue gas perlu dinaikkan lagi. Ini energi lagi. Jika memang ada Blue Energy yg dari air (dominan), sangat bagus tapi sangat mungkin perlu penyempurnaan lagi biar murah.
Komentar oleh Assifa PA — 10 Desember 2007 #
Pak Rovi,
Pasti anda tahu, Dalam proses pematangan minyak bumi secara alamiah, ada tekanan dan suhu yang berperan. Apakah dalam alat ini juga memiliki kontrol di kedua faktor itu ?
Komentar oleh Sukotjo — 10 Desember 2007 #
wah bakal ada pengganti bensin nih cerita nya??
Komentar oleh dobelden — 11 Desember 2007 #
wah makasih pencerahannya pak dhe …
tapi apa emang si joko itu bisa? jangan2 dia cuma nepu SBY
saya cuman tahu blue energy versi wiki aja
Komentar oleh misterpopo — 11 Desember 2007 #
Pak Dhe Rovicky pancen pinter tenang. Mugo-mugo wong Indonesia akeh sing koyo Pak Dhe Rovicky.
Komentar oleh sufisika — 11 Desember 2007 #
Wah…. mudah2an ini nggak ada hubungannya dengan tahun 2008 ya….. blue energy seperti warna partainya………….ora mik guyon lho PakDe…. thanks atas infonya……….
Komentar oleh kang mijan — 11 Desember 2007 #
mmhh…
ada pembatasan pemakaian premium..
premium ganti pertamax..
pertamax ganti ke blue energy..
hhhh..
["curiga mode on"]
Komentar oleh dimensi2x2 — 11 Desember 2007 #
Kok saya kurang optimis dengan prospek synfuel untuk jangka panjang. Salah satu yang mengganjal adalah reaksi yang endoterm seperti pak Dhe katakan di atas. Kalau energi yang ditambahkan ke sistem supaya reaksi berlangsung berasal dari pembakaran karbon atau hidrokarbon kan akhirnya tidak biru juga tuh. Kalau toh dianggap biru, itu hanya penggunaan synfuelnya saja, sedangkan proses produksi synfuelnya tidak biru juga.
Kalau menurut pendapat saya, untuk mengurangi emisi CO2 musti dilakukan dengan pemanfaatan sumber energi non fuel seperti angin, sinar matahari, gelombang laut, pasang surut, geotermal, dsb. Untuk keperluan yang sulit menghindari penggunaan bahan bahan bakar nabati seperti biofuel, biogas, atau biomassa. Penggunaan bahan bakar nabati memang menghasilkan CO2 tapi secara prinsip tidak akan menambah jumlah CO2 di atmosfer asal diimbangi dengan penanaman kembali yang minimal sama dengan yang diambil. Jadi yang diperlukan adalah teknologi mesin dengan pembakaran yang sempurna sehingga menghasilkan emisi yang tidak beracun.
Soal kelakarnya pak Dhe tentang pak SBY kena hoax, itu mungkin saja terjadi karena kurang jelinya team dalam mengkaji teknologi synfuel yang mungkin masih kurang komprehensip. Selayaknya orang promosi produk teknologi baru, yang ditonjolkan oleh sang inventor adalah kelebihan dari produknya ( synfuel ) yang ramah lingkungan, sedangkan proses produksinya yang sangat mungkin tidak ramah lingkungan kemungkinan tidak diinformasikan secara memadai. Itu hanya analisa saya saja lho pak Dhe, tanpa bermaksud mendiskreditkan pak SBY dan teamnya maupun sang inventor.
Terimakasih dan salam eksperimen.
Komentar oleh Paijo — 11 Desember 2007 #
ya tuch… perlu di dukung dan di danai penelitian lebih lanjut, biar makin maksimal hasilnya dan minim efek negatif (jika memang masih ada). dan sekali lagi..daftarin di HAKI dong…ntar ada yang ngaku-ngaku miliknya… bravo energi alternatif
Komentar oleh azapoetrikoe — 11 Desember 2007 #
mmh..trus kapan realisasi komersil blue energy versi indonesia..?semoga lebih cepat lebih baik…agar bangsa ini hilang ketergantungannya mengimpor crude oil dari Luar negeri..
Komentar oleh Ryan — 11 Desember 2007 #
Salut buat anak bangsa. Kalau masalah melestarikan alam, pokoknya ikut mendukung.
Komentar oleh anas fauzi rakhman — 11 Desember 2007 #
Dhe, sebelumnya nyuwun sewu kalo saya salah. Dari searching saya di internet, sepertinya istilah “blue energy” dipakai untuk mengakomodasi kedua istilah energi yang renewable baik yang berasal dari bahan dasar non fossil dan juga energi gelombang laut. Di ensiklopedi Wikipedia, blue energy memeng merujuk pada energi yang diperoleh dari perbedaan konsentrasi garam air laut dan air sungai. Jadi kalo Pak SBY menggunakan istilah blue energy untuk mengistilahkan energi berbahan dasar air laut, maka saya kira itu bukan kekeliruan. Mungkin yang keliru adalah bila memahami blue energy hanya semata energi yang dihasilkan dari bahan dasar laut. Mohon koreksi, Pak Dhe. Suwun.
Komentar oleh hayati — 11 Desember 2007 #
Pakdhe,
Saya mbok sangat yakin kalau pemecahan air memerlukan energi yang sangat besar. Untuk itu saya pro Nuklir, hidup nuklir untuk memecah hydrogen dari Air!!!
Tri
Handicap ini memang paling berat. Ini merupakan tekateki baru untuk melakukan proses endoterm ini dengan lebih efisien, baik efisien biaya, tenaga maupun energi yang dipakai
Komentar oleh Tri — 11 Desember 2007 #
pak de jadi aer buangan dari kilang minyak saat ini, sangat bermanfaat untuk proses produksi minyak indonesia bersatu ya,
menurut pak de, untuk segera merealisasikan tetesan minyak indonesia bersatu di bumi indonesia, apa hambatan dan tantangannya.
Pertanyaan cerdas ini aku jawab terpisah ya ?
Komentar oleh QWERTY — 11 Desember 2007 #
Sebuah artikel yang sangat menarik.
Oh ya, boleh kami link web Anda di web kami?
Bagi mahasiswa Teknik Kimia Indonesia silakan mengunjungi Majari Magazine.
http://www.majarikanayakan.com
Komentar oleh Majari — 11 Desember 2007 #
Chayooo…..
Semoga apa yang kita usahakan dan impikan menjadi negara maju tercapai, amien …..
Komentar oleh Tito Reagen Gorbacev — 11 Desember 2007 #
ayo dukung anak bangsa kita. kapan lagi coba indonesia bisa berbuat banyak selain dari bulu tangkis dan olimpiade. biarkan anak bangsa berkreativitas asalkan pemerintah juga mendukungnya. serta asal tiada intrik politik di balik semua ini. kepada bapak Joko Suprapto yang sangat kreatif. ayo dukung blue energy dan bisa membawa indonesia pada kesejahteraan.
Btw kalo Malaysia mau curi hasil karya kita lagi, berarti emang mereka tiada malunya. He…he…he..
Komentar oleh amiz — 11 Desember 2007 #
wah rumit juga kalau mau menghasilkan energi yang benar2 ramah lingkungan ya!!!!!
jadi mimpi menggunakan 100% bio energi kira-kira prediksi dengan teknologi sekarang butuh berapa tahun lagi pa’ dhe?
Secara praktis ukuran labs sudah dilakukan di Indonesia. Sekarang sedang dicoba membangun kilang dengan produksi 5000-an barel/hari. Mudah-mudahan bisa lancar. Aku sih yakin hambatan akan selalu ada
Komentar oleh utomo — 11 Desember 2007 #
Di Nagari Awak Air Sungai sudah ratusan Tahun jadi Sumber Energy.Pemamfaatan BlueOcean kita dukung menggali potensinya.Bravo
Komentar oleh Firman.Sibuea — 11 Desember 2007 #
Wah Keren …
Salut deh sama anak bangsa yang pinter dan kreatif, dan kemajuan teknologi di Indonesia harus terus didukung bukan didemo.
Komentar oleh Greg — 11 Desember 2007 #
semoga bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas…
Komentar oleh alief — 11 Desember 2007 #
Hidup indonesia…
Komentar oleh edolaburger — 11 Desember 2007 #
ck ck ck .. mantap. coba yah para ilmuwan indonesia buat blog kayak gini. pasti banyak yang pinter nih.
Komentar oleh Freddy Hernawan — 11 Desember 2007 #
Pak Rovicki, bacanya kalo pas ada “rumus-rumus kimia”nya aku lewatin ya….:-)
Ternyata buat blue energy ga segampang buat…eh nonton blue f**m…
Komentar oleh sayasaja — 11 Desember 2007 #
maaf mas…numpang nanya nih…aga sedikit bingung…
katanya blue energy itu sama dengan green energy ya….
tapi di salah satu website yang saya baca…
blue energy itu adalah semacam teknologi ramah lingkungan yang berkaitan dengan semacam pembangkit listrik yang diperoleh dari tenaga air atau lautan.
websitenya: http://www.bluenergy.com/
mungkin bisa diterangkan kepada saya?
soalnya baru beredar nih dibidang lingkungan hidup jadinya kalo soal2 teknis aga kurang paham…makasih ya
Akan dijelasin terpisah
Komentar oleh rani — 11 Desember 2007 #
oalah.. baru tau istilah air formasi. tadinya saya kira besok2 orang bakalan rebutan air sama mobil dan bus. kalo energi matahari kurang efisien ya pak? padahal di negri kita kan berlimpah banget..
Komentar oleh mpokb — 11 Desember 2007 #
kalau reaksi endoterm yang dibutuhkan untuk mrnghasilkan H2, PLTN dah harus jadi nih…
Komentar oleh fandy — 11 Desember 2007 #
Untuk menghaslkan H2 dari water splitting itu bukannya perlu energi juga Pak? Kalo pake listrik, sementara listrik kita masih pake BBM, apa bukan artinya cuma konversi energi aja ?
Apakah nanti dalam proses ini Net Energi-nya (energi yg dihasilkan oleh Synfuel dikurangi energi yg dibutuhkan sepanjang proses menghasilkan synfuel) akan tetap Positif?
Kenapa sih SBY tidak meng-endorse yg sudah jelas2 saja aplikasi dan efisiensinya, seperti biodiesel dari kelapa sawit, atau bikin pembangkit tenaga angin seperti di Cina? Kok malah milih yg susah2 dan masih perlu riset lebih lanjut ya?
Mohon elaborasi lebih lanjut, pak…
Komentar oleh darwin — 11 Desember 2007 #
Wah..wah…kulasannya bagus Mas Rovicky…
Terus terang, pada dasarnya saya senang banget, ternyata ditengah keterpurukan bangsa kita, masih banyak orang2 pinter….
Intinya kalau memang hal ini bisa memberikan manfaat bagi banyak orang…saya setuju !!!
Salam sukses buat semuanya !!!
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Komentar oleh elindasari — 11 Desember 2007 #
Mantap mantap. Infonya bagus tuch. Lengkap lagi. Jadi ngerti tentang isu itu. Soalnya nyari di google, dapetnya blue energy kok turbin di laut yang memanfaatkan sifat arus laut
Komentar oleh Agyl Ardi — 11 Desember 2007 #
ooh gitu to, setahu saya kalau energi air itu ya pakai elektrolisa model accu basah itu lho, yang diisi dengan h2o, so seperti model mobil2 hybrid itu. semoga sukses dari fajar wisnu wijayanta di http://stembasurabaya.wordpress.com
Komentar oleh fajarwisnu — 11 Desember 2007 #
Pak Dhe..hehe jadi ikut2 manggil Pak Dhe, ini mungkin pertanyaan sederhana, jika energi ini di mass product, apakah Pak Dhe tidak akan merasa kehilangan pekerjaannya? dan bagaimana nasib negara-negara penghasil minyak,sentimen negatif pastinya lebih besar disana? jika pak Dhe boleh memilih, akan kah revolusi energi ini akan berdampak luas? terima kasih..
Sukses untuk Pak Dhe
Komentar oleh zeux — 11 Desember 2007 #
Duuh pusing bacanya (hehehe)….
Boleh nanya ga?Kira2 kapan direalisasikannya, blue energy itu….
Ayo ngeBlog™
Komentar oleh toni — 11 Desember 2007 #
Seworang guru di Poso ato di Palu sih, saya lihat beritanya kemarin di tv…..dah membuktikan kalo air tuh bisa juga dibikin sebagai Blue Energy.
Sudah sejak beberapa tahun guru itu memanfaatkan air sebagai bahan bakar motornya.
Ide ini muncul, ketika guru tersebut memperhatikan kalo musim hujan, bensin ko bisa awet. Lah makanya mincul ide itu.
Memang bagus dan cemerlah ide blue energy ini.
Bayangin aja…subsidi BBM pertahun mencapai 76 triliun.
Kalo uang itu dipake buat biaya pendidikan, Indonesia bisa kaya Jepang tuh…….
Komentar oleh lelakitomboy — 12 Desember 2007 #
Thanks buat pencerahannya….kira2 berapa besar effisiensi pembuatannya?
Komentar oleh Eko — 12 Desember 2007 #
Ulasannya jelas banget pakdhe Rovicky,
jadi kira2 Blue Energynya SBY itu merupakan minyak sintesis ya ? berarti yang salah arah adalah Public Relationnya dong, sehingga ditangkap secara salah oleh kita, atau spoke personnya salah ngomong ?
Komentar oleh andrias ekoyuono — 12 Desember 2007 #
ide dan pemikiran cemerlang tanpa disupport kemauan & goodwil pemangku kebijakan, sama aja boong..cuma jd komoditas tebar2 pesona “Indonesia Bersatu”. Ngomong2, budidaya jarak-nya sebagai biofuel gimana pak SBY ??
Komentar oleh indrapendent — 12 Desember 2007 #
Matur nuwun pak Dhe, tapi kalo lindungi para penggiat blue energy dari sergapan pemilik ladang minyak. Jangan sampe diabisin mereka.
http://en.wikipedia.org/wiki/Water_fuel_cell
Komentar oleh Herparingan — 12 Desember 2007 #
Sejak kapan ada fatwa haram tentang PLTN??? Kalau pun iya ada, dasarnya apa? Ayat Quran yang mana, hadis yang mana? Saya tidak pernah ingat adanya hal tersebut dalam Al Quran dan Hadis. Jaman Rasul tidak/belum ada teknologi nuklir dan Islam MENUNTUT manusia untuk terus belajar dan belajar sampai akhir hayat (masuk kubur).
Ikuti saja langkah Galileo Galilei, Copernicus, dkk yang menentang fatwa gereja tentang alam semesta, meski mereka sempat di kurung rumah!
Kalau misalnya anatomi difatwa haram, mana mungkin Ibnu Sinna (Avicenna) bisa menelorkan buku medis terkemuka di jaman pertengahan yang menjadi dasar ilmu medis modern saat ini?
Kalau pun ada fatwa haram tentang PLTN, maka mungkin itu salah satu fatwa yang TIDAK akan saya ikuti hehehe…..
wassalam,
Komentar oleh Gandhi — 12 Desember 2007 #
Penjelasan yang sangt menarik Pakdhe,
Tanpa bermaksud mengecilkan penemuannya, coba pak Joko yang mengklaim penemu blue energy tersebut bisa terbuka dan menjelaskan di forum ilmiah.entah buat artikel ilmiah ato presentasi langsung di hadapan para ahli.jangan cuma di depan media dan para pejabat aja.gatau ni sekarang pak jokonya kemana..
Komentar oleh ishal — 12 Desember 2007 #
Saya sendiri optimis teknologi ini bisa berkembang. Tidak tahu apakah Mas Joko ini yang akan berkembang atau kalau pemerintah dan perbankan Indonesia tidak tanggap maka teknologi ini akan ‘dijual’ juga ke negara lain, dan mungkin diklaim mereka. Bisa aja lho Malaysial mengklaim bahwa ‘Joko Suprapto’ adalah nama asli melayu hehehe…..
Teknologi Combustion memang sudah lama dan sudah waktunya untuk ‘leren’ (istirahat). Mungkin sudah sejak lama teori2 tentang energi alternatif bermunculan tetapi tenggelam karena ke-ekonomisan bahan bakar fosil (karena banyak yang pake tentunya). Insya allah jika energi alternatif sudah berkembang pesat, maka harganya akan murah juga.
Mengenai reaksi endoterm/eksoterm (untuk Mas Paijo), bahkan mesin bakar pun butuh energi ketika ‘menyalakan’ bahan bakarnya yaitu dengan spark plug/busi (bensin) atau tekanan (diesel) serta dalam pembuatannya. Jadi tentang pemakaian energi untuk memproduksi energi adalah PERLU. Misal pemakaian angin, gelombang, dsb pun perlu energi lain minimal untuk produksi peralatan tersebut.
Energi adalah siklus karena jumlah energi di alam semesta adalah tetap yaitu Allah sebagai energi mutlak yang satu (wallahu ‘alam bishowab).
wassalam,
Komentar oleh Gandhi — 12 Desember 2007 #
Ishal wrote:
“Tanpa bermaksud mengecilkan penemuannya, coba pak Joko yang mengklaim penemu blue energy tersebut bisa terbuka dan menjelaskan di forum ilmiah.entah buat artikel ilmiah ato presentasi langsung di hadapan para ahli.jangan cuma di depan media dan para pejabat aja.gatau ni sekarang pak jokonya kemana..”
betul. tadi cari di blackle.com (sodaranya google) tentang blu energy mas joko, tp kok ga ada launching resmi yah…adanya cuman ulasan jurnalistik ajah..dan blog2 (kyk mas rovi ini)..
mestinya sebagai produk ilmiah, blue energy-nya mas joko mesti ada penjelasan ilmiah. biar anak2 negeri ini bisa mnegembangkan lebih baik nantinya…
Komentar oleh imam alkarami — 12 Desember 2007 #
Jawabanku yg senada dari tulisan berikutnya
http://rovicky.wordpress.com/2007/12/12/mengapa-sby-menyebut-blue-energy-dan-apa-yg-mungkin-menghambat/#comment-14545
Ada tiga yg mungkin perlu disimak :
a) Uji saintifik, aku rasa ndak ada teori baru dalam hal ini. Kalau secara ilmiah proses kimiawinya sudah diketahui seabad lebih (Franz Fischer dan Hans Tropsch, bekerja di Kaiser Wilhelm Institute th 1920-an). Dan membuktikan proses ini bisa jalan.
b) Uji tekno dan ekonomi ini yang sulit. Karena ada faktor komersial. Saya tidak dapat membukanya karena harus menghormati yang memilikinya. Kitapun harus menghormati penemuan mereka. Nah, aku juga belum yakin keekonomian secara menyeluruh. Apalagi ini proses “endoterm” seperti yang aku wanti2 sebagai “the last puzzle” (teka-teki).
c) Uji politik ini bukan urusanku. Aku ya ngga nyandak kalau bicara soal hukum, ijin, politik dll. Tapi ini bisa jadi sebagai potensial penghambat utama.
Kenapa dipamerkan … aku hanya melihat bangsa Indonesia ini selalu saja masih terbawa keterpurukan krisis ekonomi dan berakibat pada krisis kepercayaan diri bangsa. Krisis ini harus diperangi terlebih dahulu. Kalau sudah ada keyakinan saya yakin dua tahap itu bisa dilalui dengan baik. Jadi ini seolah-olah mengikuti ajarannya the seven habit –>”started from the end”
Btw, mudah-mudahan nanti ketika kilang yang aku bilang 5000-an barel perhari itu sudah jadi aku diundang menengoknya. Nanti aku dongengkan
Komentar oleh Rovicky — 13 Desember 2007 #
mampir ngombe pakdhe:)
dongengnya apik tenan
Komentar oleh byotenega — 13 Desember 2007 #
kalo kata dosen saya ini namanya pseudoscience…
bentuk air adalah stabil
berikut komentar beliau :
–
Disebutkan, dasarnya adalah pengubahan H2O menjadi H+ dan O2 minus.
Jelas perubahan itu bukan menghasilkan energi, tapi membutuhkan energi.
Kecuali ada sumber energi lain yang mendampingi air tsb.
(yang hingga berita itu disebar, belum disebut-sebut oleh si penemu),
sehingga energi yang diceritakan sebetulnya bukan dari air.
Air sudah dalam posisinya yang paling stabil.
Untuk menghasilkan energi, perlu perubahan ke bentuk yang lebih
stabil lagi, dan tidak ada bentuk lain dg energi lebih rendah.
Komentar oleh ricky — 13 Desember 2007 #
Pakdhe,
Nunut tanya yaaa!!!
Gini Pakdhe,
Kalau saja synfuel ini nbisa diproduksi secara besar-besaran dan akhirnya digunakan oleh hampir 100% kendaraan di bumi ini, si kendaraan itu tentunya juga akan menghasilkan CO2 juga kan?! Nah, yang mau saya tanyakan: bagaimana menangkap sebagian CO2 dari milyaran kendaraaan yang tersebar di seluruh penjuru bumi itu Pakdhe????? (CO2-nya kan tetap akan membantu si monster “green house effect”?!)
Kalau yang dari pabrik kan bisa dengan menangkap dari cerobongnya langsung untuk kemudian diproses jadi synfuel lagi. Untuk yang dari kendaraan bagaimana? Gimana biar bisa dibuat synfuel lagi????? Thanks Pakdhe!!!!!
By: Nug.
Komentar oleh Nugroho — 13 Desember 2007 #
Tulisan diatas sangat memberi semangat bagi saya untuk terus belajar dan belajar lagi dan pemerintah harus selalu men’support’ aktifitas penelitian di Indonesia dengan cara meningkatkan dana pendidikan dan penelitian sebesar-besarnya.
Komentar oleh Muhammad Nur — 14 Desember 2007 #
[...] Teknis Detail [...]
Ping balik oleh Bahan Bakar dari Air Laut « Pikiran dan Perasaan — 14 Desember 2007 #
Bio-fuel adalah jalan buntu yang salah. Pertama, sudah banyak orang di dunia yang masih lapar, gizinya tidak optimal. Orang (negara) kaya bisa bayar lebih banyak daripada orang miskin untuk beli hasil bumi, maka kelaparan akan meningkat.
Kedua, ada ahli biologi yang hitung bahwa dari minyak bumi yang di ambil dari bumi dalam satu tahun, jumlah karbonnya sekitar 400 kali lebih banyak daripada semua karbon yang dihasilkan dari segala tumbuhan nabati dalam satu tahun (termasuk makanan dan yang tumbuh liar). Kalau benar, kita memboros hasil dari nabati purbakala yang terkumpul selama ratusan tahun dalam waktu satu tahun. Serakah.
Dua hal yang sulit harus diprioritaskan untuk selamatkan manusia dan planet bumi. (1) kurangi jumlah orang. Pertumbuhan populasi adalah bom waktu. (2) Kembangkan energi dari angin, arus laut dan matahari. Kembangkan bahan bakar hidrogen yang diperoleh dari sumber alam itu. Secepat-cepatnya ganti karbon dengan hidrogen karena siklus sempurna: hidrogen + oxygen = air = hidrogen + oxygen.
(Kok, program KB di sini sudah hilang momentum, dulu salah satu showcase untuk dunia. Memalukan.)
Komentar oleh Raymond — 15 Desember 2007 #
ah….. kalo ngarapin biaya pemerintah turun, jangan mimpi deh… wong pejabat korup kita buanyak, rata2/ 90 %. gimana tuh, seandainya biaya subsisidi pemerintah berkurang untuk masalah minyak + politik behind .lah lobang ama celahnya banyak. nggak dapat disini ambil disana. her he he seram. yang jelas tu rakyat harus cari solusi sendiri untuk hidup mereka.. tapi aku dukung buanget ne dg blue energy, kalo emeng bisa diteruskan, bagus . sehingga ongkos produksi bisa ditekan.
Komentar oleh zaq1 — 15 Desember 2007 #
Manfaatkan Air laut Biar gak Banjir
Komentar oleh dody — 16 Desember 2007 #
kasihan deh presiden indonesia, kapan kita na maju
Blue Energy sudah dikenal di BELANDA & NORWEGIA sejak lama.
http://en.wikipedia.org/wiki/Blue_energy
Quote:
Blue energy is the energy retrieved from the difference in the salt concentration between seawater and river water. Two practical methods for this are Reverse Electrodialysis [1] (RED), or Pressure Retarded Osmosis [2] (PRO)
…
The technology of both have been confirmed in laboratory conditions. Both are being developed in the Netherlands and Norway into commercial use.
In the Netherlands, for example, more than 3,300 m³ fresh water runs into the sea per second on average. The energy potential is therefore 3,300 MW, based on an output of 1 MW/m³ fresh water.
BUKU INI KALI DIJADIKAN RUJUKAN SI JOKO :
Referensi : Norman R. S. (1974). “Water Salination: A Source of Energy”. Science 186. doi:10.1126/science.186.4161.350.
Loeb S. (2002). “Large-scale power production by pressure-retarded osmosis, using river water and sea water passing through spiral modules desalination (Review)”. Journal of Membrane Science 143: 115-122. doi:10.1016/S0011-9164(02)00233-3.
Silahkan anda mengGOOGLE dan anda akan menemukan berbagai situs yg menjelaskan ttg MOBIL2 YG MENGGUNAKAN TENAGA AIR ! Google : Results 1 – 10 of about 433,000 English pages for cars running on H2O.
Running a Gasoline Engine on Hydrogen Using Water
http://www.spiritofmaat.com/archive/watercar/h20car2.htm
President Bush has made a challenge to the American people to begin running our cars on hydrogen as soon as possible, and has allocated over one billion dollars for research to find out how to do that.
In a suburb of Toronto, Canada, a small company called Rothman Technologies, Inc., has in fact discovered not one but two viable methods for breaking down ordinary water into hydrogen and oxygen.
Hydrogen: The Perfect Fuel”Running Cars on Plain H2O.” Newsweek 26 Dec. 1994: 108-109.
http://www.commutercars.com/h2/ – 17k – Cached – Similar pages
Save Gas By Running Your Car On H2O
http://www.realitywired.com/2007/11/ 16/save-gas-by-running-your-car-on-h2o/ – 48k – Cached – Similar pages
Is it possible to run a car with HHO or H2O ?
answers.yahoo.com/question/ index?qid=20071201060949AAiq6Cw – 30k – Cached – Similar pages
H2O Vehicles
Drive Your Hydrogen Car
Convert Your Car To Burn Water
http://www.Water4Gas.com/H2O-Vehicle
Hydrogen Boost Your Car
http://www.hydrogen-boost.com
YouTube – Car RUNS on H2O! Hydrogen better than Electric
Car RUNS on H2O! Hydrogen better than Electric … The car …
Watch video – 1 min 46 sec -
http://www.youtube.com/watch?v=jaC5idPDn48
YouTube – Cars Running on Water and More! – Part One
… energy spent to split is lower than the amount of energy …
Watch video – 11 min -
http://www.youtube.com/watch?v=Z_vpKMovHAk
Komentar oleh mean19 — 18 Desember 2007 #
“Pertanyaan selanjutnya adalah “darimana memperoleh Hidrogen ?” Salah satunya adalah dengan proses elektrolisa. Ya dengan memanfaatkan teknologi nuklir atau melalui PLTN.”
Nah pertanyaan ini mungkin mulai dijawab dengan rencana pembangunan PLTN oleh pemerintah yg di tentang banyak orang tersebut. Mungkin karena inilah Pak SBY begitu bersemangat mengkampanyekan bahan bakar yang katanya dari air laut ini.
Kalau Bahan bakar yg di temukan oleh Mas Joko itu saya pikir hanya bahan bakar alternatif saja pengganti bahan bakar fosil. Jadi kalau tujuannya untuk melepaskan diri dr ketergantungan dr bahan bakar fosil sangat tepat. Tapi kalau untuk dijadikan bahan bakar yang ramah lingkungan tunggu dulu…..
Komentar oleh riky — 19 Desember 2007 #
Banyak orang salah menafsirkan Blue Energy (Syntetic Oil). Pada umumnya manafsirkan: air yang diubah menjadi Blue Energy (Minyak Indonesia Bersatu). Yang benar adalah:
SUBSTITUSI HYDROGEN PADA CARBON ATAU RANTAI CARBON
Jadi ada dua unsur: Hidrogen dan Carbon sebagai bahan dasar.
➢ Hidrogen: dapat diperoleh dari
• Air daratan ( Deep water, sungai, danau, dlsb)
• Air laut ( resources tak terbatas dan tak mengganggu cadangan air)
• Air Formasi (Air buangan sisa pengeboran sumur minyak, air yang tersisa setelah separator dan tersisa dari water injection. Bisa juga air limbah dari Lapindo – (Tetapi bukan lumpurnya)
➢ Carbon: dapat diperoleh dari
• Kayu atau sisa2 kayu, arang dlsb
• Batubara
• Hasil dari Carbon Capture cerobong industri2, yang dilarutkan ke dalam air.
• Air formasi sumur2 minyak yang sudah ditinggalkan karena dianggap sudah tidak ekonomis
Proses reaksi tersebut diatas meniru proses terbentuknya minyak fosil yang ada di dalam bumi. Dalam bahasa Geologi dikenal dengan nama “Kitchen”.
Pertanyaannya “Kenapa diperlukan jutaan tahun.”
Menurut saya yang jutaan tahun itu bukan proses terjadinya minyak, tetapi proses “tertimbunnya Calon minyak fosil” ribuan meter kedalam bumi supaya mendapatkan kondisi Geologi yang tepat (Kitchen) agar dapat terjadi rekasi antara Karbon dan Hidrogen. Secara fisika tercapai suhu, tekanan dan kondisi-kondisi fisis tertentu untuk dapat terjadinya reaksi antara hidrogen dan karbon.
Sebagai pengandaian saja: Borobudur untuk bisa masuk kedalam bumi sedalam 4000M (i.e. Kedalaman Kitchen), butuh waktu jutaan tahun. Sekarang Borobudur sudah berumur lebih dari 1000 tahun, tapi masih berdiri dengan megah. Belum terliihat tenggelam ke dalam bumi.
Mas Rovicky sudah memberikan penjelasan, untuk referensi lain coba lihat web berikut: (BUKAN REAKSI SEBENARNYA) http://en.wikipedia.org/wiki/Alkene – Lihat addition reactions.
Terlihat adanya perubahan dari Carbon tidak jenuh menjadi carbon yang jenuh. Yang jelas: Bahan dasar tidak seperti yang tertulis di web dan tidak harus dari hydrocarbon. Bahan dasar dapat menggunakan seperti yang tercantum diatas. H+ yang terbentuk akan nengganggu ikatan C-C yang tidak jenuh. Terjadilah rangkaian C2nH(2n+2). Panjang rangkaian C yang menentukan perbedaan antara Kerosene, Dieseloil dan Gasoil. Produk dasar yang dihasilkan oleh BlueEnergy/ MIB. adalah K99, D99 dan G99.
Ada yang menuduh BE/MIB sebuah penipuan. Benarkah ada PENIPUAN?
Pertanyaan sebaiknya dibuat menjadi: Adakah yang dirugikan?
• Bisa dikatakan tidak ada penipuan. Mengapa? Dana yang dipakai untuk BE/MIB tidak se-SEN- pun diambil dari APBN, tidak dari Instansi pemerintah, tidak dari Yayasan yang berafiliasi dengan Pemerintah. Dana dari kantong para pendukung BE/MIB. Apakah masuk akal, untuk menipu diri sendiri?
• Sekarang ini sudah tersedia mesin yang menghasilkan BE/MIB sebesar 1000 liter/hari. Alat ini sangat sederhana dan dengan mesin inilah BE/MIB dihasilkan selama ini, termasuk BE/MIB yang dipakai road show ke Bali, untuk mencatu 5 kendaraan. Total BBM yang dipergunakan untuk 5 Kendaraan tersebut dan bbm yg dicoba oleh beberapa pihak di Bali sebesar 4000 liter Diesel (D99), 400 liter Kerosen (K99) dan 600 liter Gasoline (G99)
• Semua biaya road show – termasuk seluruh logistic, tidak satu SEN pun berasal dari APBN, tidak dari Instansi pemerintah ataupun Yayasan yang berafilliasi dengan pemerintah. Semua dari kantong pendukung BE/MIB yang militan.
• Mobil yang dipakaipun merupakan PINJAMAN dari pendukung BE/MIB. Jadi cukup besar pendukung BE/MIB. Dan para pendukung BE/MIB tidak ingin mengumbar janji, tapi lebih senang menyodorkan bukti. Untuk itu pendukung BE/MIB banyak yang keep silence. Hanya demi sosialisasi dilakukan Road show ke Bali.
• Tanah untuk membangun 5400 bbl/ day sudah tersedia. (5400Bbl/day masih sangat kecil dibanding kebutuhan Nasional > 1 juta bbl/day). Pembangunan proyek BE/MIB sedang berjalan. Kalau tidak ada aral melintang, akan selesai April 2008. Untuk itu mohon doa restu bangsa Indonesia. Dananya dari mana? Dari Kantong pendukung BE/MIB. Tidak akan ada masyarakat yang dirugikan. Sekali lagi doa restunya, bukan kantong anda yang di incar.
Jadi mohon kesimpang siuran yg terjadi bisa diakhiri.
Iswahyudi
Komentar oleh Iswahyudi — 19 Desember 2007 #
Bravo Blue Energy…
Saya salah satu Tim Expedisi Blue Energy ke Bali… Memang belum tahu proses pembuatannya…
Namun demikian, semua sudah terbukti bahwa bahan bakar tesebut sudah diuji coba dengan mobil (Rute Jakarta- Bali dan Bali Jakarta)
Alhamdulillah semua baik-baik saja..
Semoga Blue Energy Berguna bagi kehidupan manusia di bumi ini…
Akankah Menggeser Minyak ari Fosil? akankah Penelitian dan Penemuan ini dipantau oleh CIA?
Hehehe…
Wallahu’alam..
Salam
Komentar oleh GUNADI — 19 Desember 2007 #
asslm,,
Tidak perlu pusing memikirkan istilah blue energi atau nama lain yng mungkin sudah di pakai di negera lain. Namun disini yang penting dan membedakannya adalah “bagaimana prosesnya”, hal ini juga sudah menjadi ide saya sejak lama, dan saya berfikir saya bisa merubah “rumput” menjadi minyak sbg bahan bakar dan saya masih punya metode lain lagi utk mensintetis bahan bakar hanya saja saya msh belum sempat untuk mengeksperimenkannya krn masih sibuk menyelesaikan S1 sambil bekerja, dan memang benar untuk mensintetisnya butuh energi yg banyak tapi hal ini bisa diatasi jika energi yang digunakan untuk memproduksi blue energi diperoleh dari energi nuklir. Dengan kata lain conversi energi nuklir menjadi blue energi guna kemakmuran dan kejayaan bangsa Indoensia.
Mari kita bersama-sama tingkatkan kreatifitas kita untuk menemukan hal-hal baru. Saya adl org yg gemar dgn riset n teknologi dan saya masih punya banyak ide yang akan coba saya kembangkan utk kemajuan bangsa Indonesia setelah selesai S1 insya’Allah bulan Januari 2008.
wassalam…
Komentar oleh Adi Abadi — 19 Desember 2007 #
Wah…Bagus2 pak dhe
sayangx gak mudeng gw…
Tp salute buangeeed…!!
Dprcepat aj pak dhe…
Biar gw bisa sgr knsumsi…Wkwkwk…:D
Bensin dah naik lg neh…
Cpd…
Bravo anak negri…
Hiduplah Indonesia Raya…
1…2…
Komentar oleh Ayiiks — 24 Desember 2007 #
Hmmm… Jadi ingat pilemnya Val Kilmer dulu. The Saint.
Komentar oleh Krebo — 24 Desember 2007 #
saya sampe sekarang masih ga ngerti,
kenapa bahan bakar yang tak jelas prosesnya, belum diuji secara scientific oleh pihak yang independen juga, dan serba rahasia. kok bisa-bisanya langsung dipamerkan begitu saja.
seneng sih kalo emang ada bantuan ke arah pengembangan teknologi. apalagi kalo berhasil jadi state of the art. tapi mengingat sekarang serba rahasia gitu. kok jadi pesimis ya..
kalo sekarang saya beli pertamax, trus bahan bakarnya petronas, trus tambahkan shell juga, tambahin minyak wangi dikit dan pewarna biru.
trus ngumumin kalo saya berhasil menemukan bahan bakar biru dari udara, oktannya tinggi, wangi lagi, tapi prosesnya masih rahasia, yuk bikin kilang nya. saya minta 2 juta dolar lah kira kira.
bisa kan?
maaf jadi pesimistis gini.
Komentar oleh ydoea — 25 Desember 2007 #
Salut buat saudara kita yg tlah menemukan metode pembuatan synfuel yg praktis dgn polusi dibawah ambang batas kemampuan lingkungan (hutan/tumbuh2an) utk mendaur ulang CO2 yg dihasilkan dr proses pembakaran minyak fosil. Tidak ada sesuatu invention manusia yg sempurna masih memerlukan banyak penyempurnaan2 yg memerlukan waktu. mungkin suatu saat ada lagi saudara kita yg menemukan metode praktis untuk manghasilkan bahan baku (hydrogen) synfuel ini dengan cara yg sederhana dan murah, sehingga selain ramah lingkungan harganya pun terjangkau utk kalangan rakyat biasa.
Salut, maju terus, kalo kita tidak berusaha menemukan dan mencoba terobosan baru, maka nasib kita selalu berada ditangan negara2 penguasa teknology yg rakus energy.
Komentar oleh Angkasawan — 27 Desember 2007 #
bravo blue energy….!!!!
saya mungkin termasuk salah satu mahluk denpasar bali yang beruntung, dimana sy telah diberi kesempatan untuk melakukan pengetesan emisi serta tes drive pada kendaraan yang telah menggunakan bahan bakar blue energy, yang telah menempuh perjalanan dari ibu kota jakarta menuju kampoeng kami nan indah di pulau bali ini. pada awalnya sy dan temen2 agak ragu ragu, jangan jangan ini tipuan, dasar wong ndeso gampang ditipu. ternyata semua yang kita dapatkan sangat luar biasa….., bahan bakarnya unik tapi parameter pada mesin gas analyzer menunjukkan angka2 yang nota bene standart euro-2. mata kami terbelalak semua hah…huh…ruarr biasaaaa…dan ketika kami coba pervorment enginenya wuusss….wusss…wusss sangat responsive serta suara mesinnya halus sekali.dan hebatnya lagi untuk aplikasi bahan bakar ini tidak memerlukan tambahan alat apapun…weleh…weleh….kok enak temen yo….tinggal joorrr ketangki kendaraan. hebat….hebat…, penemuan yang luar biasa sekali oleh orang2 pinter indonesia . kami salut dan bangga akan prestasi penemuan ini dan semoga bermanfaat bagi masyarakat luas . namun apa yo cukup sampai disini…ditemukan terus ditenggelamkan……kami selaku rakyat jelata ini sangat mengaharapkan kenyataan, bahan bakar ini bisa ngocor dan harganya moerah meriah serta dapat dinikmati oleh seluruh negeri ini biar makmur sentosa, yang katanya sekarang ini kita hidup susah dan harus prehaten karena duit negoro habis untuk subsidi BBM. kalok bisa buat sendiri dan murah kenapa mesti beli mahal-mahal……yo!! …dan kepada peguoso saat ini, kita mesti berfikir positif dalam hal ini demi bangsa tercinta ini. bravo blue energy….maju terus pantang mundur dan jangan kendor, seluruh rakyat bumi pertiwi sedang menantimu…..wujudkan mimpi- mimpi mereka…..
Komentar oleh freng-Q-bali — 29 Desember 2007 #
muantab, terus dikembangin ya mas,, sukses dh atas penemuan ny
Komentar oleh bagong — 29 Desember 2007 #
he he,, bagus juga tuh,,, energi alternatipnya,, ayo kita dukung dan doakan supaya cepar realisasinya,, dan mudah-mudahan buka cerita dongeng.. Bravo Indenesia,,
cepat dong,,,, nich BBM mau naik,, kalo riset ini berhasil saya tinggal beli air laut aja,, ga perlu antri BBM, dan ga mungkin khan harga air laut Rp.7000. an.
Komentar oleh agus heriyadi — 31 Desember 2007 #
hargailah usaha dan kerja keras yang telah dilakukan oleh tim blue energy,bukan waktunya lagi buat kita bangsa Indonesia saling curiga dan menghujat.
kenapa kita harus saling bermusuhan?
saya kira apa yang telah dilakukan oleh tim blue energy adalah untuk bangsa kita sendiri,kita harusnya bangga dan memberi dukungan dengan apa yang telah mereka perbuat untuk bangsa ini,bukankah hasil yang akan dicapai untuk bangsa Indonesia!!!
seandainya masih banyak kekurangannya,itu adalah wajar,yang terpenting masih ada orang-orang Indonesia yang mau mencoba menciptakan sesuatu dan mau bekerja keras untuk mewujudkannya,
mungkin tidak sekarang tetapi mereka BERANI MEMULAINYA SEKARANG!!!untuk anak cucu kita!untuk bangsa ini!!!
Komentar oleh AXELIO TRISTAN — 1 Januari 2008 #
pak the’
Indonesia sudah Merdeka….merdeka dalam inovasi..MERDEKA..MERDEKA..MERDEKA…:-)
Komentar oleh insyirahman — 3 Januari 2008 #
BBM sintetis dari batubara maupun gas alam setahu saya aslinya masih berbentuk crude. Jadi diperlukan penyulingan agar masuk spesifkasi bensin atau solar. Kalau lihat mobil yang dipakai, hasil MIB (minyak Indonesia Bersatu) adalah solar. Kalau teknologi Nganjuk ini bisa langsung mengarahkan produknya ke solar berarti Pak Joko juga ahli katalis kaliber dunia.
Komentar oleh Tristan Prahastyawan — 4 Januari 2008 #
Produk MIB yang saat ini sudah siap ada 9 macam:
Kerosen Rumah Tangga (K-99) setara Minyak Tanah
Kerosen Industri (K-99 Plus) setara Minyak Tanah Industri (color soybolt)
Diesel (D-99) setara Solar 48
Biodisel (BD-99) Setara Bio Solar (dicampur dengan 2.5% Minyak Jarak)
Super Diesel (D-99 Plus) setara Solar 51
Gasoline (G-99) setara Premium 88
BioGasoline (BG-99) Setara BioPremium (dicampur alkohol 2.5%)
Super Gasoline (G-99 Plus) Setara Premium 95
Heating Oil (H-99) stara minyak bakar
Saat ini sedang dilakukan riset untuk membuat Avtur dan Avgas untuk bahan bakar pesawat.
Komentar oleh Xtrajos — 5 Januari 2008 #
Alhamdulillah . .. .
kok yo ada yang masih mikir energi biru
wong donyane wae arep kiamat.
Komentar oleh Kangaris — 8 Januari 2008 #
baca soal energi alternatif ini, saya malah ngeri dengan keselamatan tim yang membuatnya.
anggaplah semua ini benar dan benar2 ada, benar2 berjalan. apa disangka tidak ada satupun orang dari perusahaan minyak yg mengamati ini?
kuatnya lobi perusahaan minyak udah bukan rahasia lagi.
saya malah takut orang2 yg ada di balik tim ini bakal menghilang misterius sebelum sempat mengembangkan jerih payahnya..
mudah2an sikap diam yg diambil oleh teman2 tim blue energy ini salah satunya untuk keamanan tsb, mudah2an jg pihak pemerintah sudah membaca akan perlunya perlindungan atas keselamatan mereka2 ini.
semoga ini memang jalan keluar untuk semua masalah bangsa ini. semoga.
Komentar oleh beq — 9 Januari 2008 #
Kelangkaan minyak yang kadang-kadang terjadi di Bali sangat berpengaruh terhadap industri pariwisata Bali. Saya sangat tertarik dengan penemuan team Blue Energi untuk alternatif energi minyak yang digunakan selama ini. Saya warga Bali siap mendukung apabila di Bali dibuat pabriknya, agar kami selaku pelaku bisnis pariwisata di Bali tidak akan risau lagi akan kelangkaan BBM.
Komentar oleh Gde Sugiartha — 12 Januari 2008 #
Saya sangat antusias dengan Blue Energy, Bali sebagai tujuan pariwisata Internasional menjadi sorotan bagi negara-negara di seluruh dunia. Terlebih-lebih dalam hal pemanfaatan energy yang sebagian besar komponen pariwisata bersenyawa dengan bahan bakar.Mulai dari hotel, transport dan prasarana lainnya.
Kalau Pabrik Blue energy didirikan di Bali adalah keputusan yang tak bisa ditawar lagi.Sumber daya alamnya pun mendukung.
Komentar oleh Bagoes Suarnata — 12 Januari 2008 #
JAYA terus Blue Energy Indonesia!!!!!!!!!!!!
Komentar oleh mauL — 18 Januari 2008 #
Salut..salut.. Pakde Vicki bener2 jempolan.
Tapi ada yang masih ngganjel di benak saya, Dhe. Kalo penemuan di atas dapat diimplementasikan dan kualitas hidup manusia dapat meningkat, bagaimana dengan masalah pemenuhan energi untuk kebutuhan hidup manusia itu sendiri ?
Komentar oleh bapakne bocah-bocah — 20 Januari 2008 #
Rovicky, jadi air laut sebenarnya bisa nggak dijadikan bahan bakar kendaraan (mobil/bus) ? — sorry, habis pembahasannya canggih banget ….
Thanks
Komentar oleh Budi Aditia — 24 Januari 2008 #
Mas Budhi
Untuk saat ini belum ada yang mengunakan air laut sebagai bahan bakar (combustible engine). Yang mungkin pernah dicoba adalah menggunakan air laut sebagai cairan elektrolit untuk sumber listrik.
Istilah bahan bakar ini memang rancu, karena penerjemahan FUEL = Bahan Bakar.
Karena Fuel Cell itu menggunakan Hidrogen sebagai “Fuel” tetapi tidak dibakar looh.
Nah Blue Energy ini di “klaim” sebagai bahan bakar yang berasal dari air yang “dimasak” dengan carbon dan menjadi Hidrocarbon. Tetapi ingat, pembuatannya “membutuhkan” energi yang bisa jadi malah lebih banyak energi terbuang. Lah kalau energi “pemasak”-nya sudah muuuurah banget bisa saja tetap ekonomis.
Komentar oleh Rovicky — 24 Januari 2008 #
Assalamu’alaikum wb.
Bangsa kita ini sangat luar biasa, ikut memikirkan mahalnya bbm sekarang ini, shg ada ide2 cemerlang, semoga hal ini dapat direalisasikan/diujudkan dan segera dipasarkan sehingga kita tdk ketergantungan dengan bbm fosil yang lama kelamaan akan habis, dan harga mahal, saya menghimbau pemerintah bisa mempatenkan hasil temuan ini shg tidak dijiplak negara lain, kita bukan bangsa tempe, kedlai, bgs kere, tetapi kita bangsa yang kuat dan mandiri jangan ketergantungan dengan negara lain, kita bisa berdiri sendiri, dan mari kita terus berkarya agar negara kita cepat makmur, harga sembako bisa murah, rakyat miskin bisa bernafas lega, menyekolahkan anak2nya kejenjang yang lebih tinggi, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri tidak tergantung dng pemerintah atau yang lain, sekali lagi saya angkat tangan (hormat) bagi penemu ide2 yang cemerlang ini.
Wassalam….
Komentar oleh Budi Santoso — 28 Januari 2008 #
Hello!
Nice site
Bye
Komentar oleh Toustychoboto — 28 Januari 2008 #
cuma ikut nimbrung aja……..bagi saya yang paling penting adalah dukungan 100% bagi beliau2 yang menemukan blue energi, dukungan DOA dan MORIL atau pun semangat!!!bagi yang merasa WARGA INDONESIA cobalah untuk berani maju!!!!!
dan cobalah untuk menghargai karya orang lain!!
masih menurut saya..hehehehe, kita tidak perlu tau bagaimana proses air laut jadi bensin/solar/avtur/energi yang lain, tapi yang paling penting adalah wait n’ see launching blue energi….
sebagai Contoh, kita beli motor, kan kita tidak perlu tau bagaimana cara membuatnya,tapi paling penting adalah manfaat motor itu bagi kita!!!
atu kita beli handphone, kan ga perlu tau bagai mana membuat HP itu sendiri, yang paling penting manfaat yang dapat kita ambil dari memiliki HP tersebut!!!
terima kasih atas perhatiannya, saya mohon maaf jika ada kata2 yang tidak berkenan…
wassalam
Komentar oleh rakha — 29 Januari 2008 #
Ikutan Donk,
Setuju Mas Rakha, nggak perlu dipolemikan penemuan blue energy tsb. Banyak orang sinis dgn penemuan blue energy tsb karena mereka juga nggak ngerti (hanya kira-kira). Dan saya rasa Mas Joko punya hak untuk tidak memberitahu siapa-siapa, karena penemuannya bukan public domain melainkkan hasil kerja keras.
Banyak yang mengkritik kalau penemuan Mas Joko nggak ilmiah dll. Tapi saya pikir dia juga ilmuwan kayak yang lain cuman bedanya dia mengerjakan sesuatu yang ia yakini akan bermanfaat bagi banyak orang, sedang yang lain hanya bisanya mengkritisi dan tidak berbuat apa-apa.
Saya terus terang nggak tahu penemuan Mas Joko, tapi saya rasa perlu critical mass orang-orang kaya dia.
Kalau Mas Joko baca blog ini, saya mungkin bisa ikutan kontribusi pemikiran menjadikan air sebagai sumber energi yang murah.
Salam
Komentar oleh Jan — 2 Februari 2008 #
Ikutan Donk,
Setuju Mas Rakha, nggak perlu dipolemikan penemuan blue energy tsb. Banyak orang sinis dgn penemuan blue energy tsb karena mereka juga nggak ngerti (hanya kira-kira). Dan saya rasa Mas Joko punya hak untuk tidak memberitahu siapa-siapa, karena penemuannya bukan public domain melainkkan hasil kerja keras.
Banyak yang mengkritik kalau penemuan Mas Joko nggak ilmiah dll. Tapi saya pikir dia juga ilmuwan kayak yang lain cuman bedanya dia mengerjakan sesuatu yang ia yakini akan bermanfaat bagi banyak orang, sedang yang lain hanya bisanya mengkritisi dan tidak berbuat apa-apa.
Saya terus terang nggak tahu penemuan Mas Joko, tapi saya rasa perlu critical mass orang-orang kaya dia.
Kalau Mas Joko baca blog ini, saya mungkin bisa ikutan kontribusi pemikiran menjadikan air sebagai sumber energi yang murah.
Salam
Komentar oleh Jan — 2 Februari 2008 #
pak dhe Rov,
Saya mulai bisa sedikit tersenyum. karena banyak yang mulai mendukung. Paling tidak dibandingkan dengan awal2 BE/MIB diliput dan dipublikasikan.
Adalah wajar prosesnya dirahasiakan oleh penemunya. adalah wajar juga banyak yang tidak memahaminya, lalu skeptis menerimanya. Semua adalah bagian dari demokrasi. nach yang paling penting sekarang ini adalah, atap pabrik 5400 bbl sudah dipasang Jumat 1 feb kemaren. Berarti tidak lama lagi, produksi akan dimulai. Kita doakan bersama agar semua sesuai rencana. Hingga april nanti, BE/MIB siap diluncurkan…!!! Bravo… Blue Energy, Bravo…. Minyak Indonesia Bersatu.Jayalah Bangsa Indonesiakoe…!!!
Komentar oleh Made in Bali — 5 Februari 2008 #
saya setuju samamas jan,banyak orang yang bisanya cuma sinis dan pesimis tapi tidak bisa melakukan sesuatu.
kalau hasil kerja keras mas joko atau tim blue energy dianggap meniru,saya kira kurang tepat,karena walau bagaimanapun mereka tetap melakukan kerja keras untuk menemukan metode yang tepat untuk membuat BBM alternatif
and buat mas rov,bisa nggak dibikin forum yang lebih spesifik tentang Blue energy,buat diskusi mengenai cara bikin,kendala dan mungkin cara bikin BBM alternatif yang lain selain BE
Komentar oleh axel — 17 Februari 2008 #
Axel,
Silahkan saja bergabung dengan mailist
Indoenergi dengan mengirim email ke
Ditunggu partisipasinya
Komentar oleh Rovicky — 17 Februari 2008 #
Walaupun ilmu sudah setinggi langit, tapi coba untuk tidak menyimpang kesana-kemari dong, seperti mengaitkan dengan Al Quran dan hukum Islam mengenai PLTN dan sebagainya. Ini memancing penilaian yang keliru tentang anda, disamping kekakguman yang berhasil ditumbuhkan.
Terus berguru dan jangan sombong yaaa…
Komentar oleh Atmo — 5 Maret 2008 #
Hahahaha….
Santai saja
Mohon jangan pada sewot, saya juga mengerti perasaan anda2 semua, apalagi saudara2 yang sudah tahu dan paham cara membuat bensin sintesis , jika anda sudah tahu bikin saja coba kecil2an , rumusnya ada sudah dijelaskan diatas , seperti saya ingin juga tahu beliau membuatnya , pake jalur/sistem yang mana ya ? hehehe
Bagi yang belum tahu sama sekali berharap segera cepat terrealisasi…. terus bensin murah ….
rumus ada cara buanyak….
buktinya ada juga pembuat Banyu geni dari jogja…
iya kan…. maka terbukti fuel sintesis bisa dibuat ,lha yang pada gak percaya ini pasti juga pingin buat sendiri hehehe
padahal sudah tahu rumusnya …. berarti males / wegah (bhs jawa) mencoba coba , di internet buanyak sekali caranya…
hehehe sabar dulu ya seperti saya rasakan juga
salam
Komentar oleh Pakdehari — 8 Maret 2008 #
Jika sudah ada kilangnya, perusahaan mana yang membangun kilang tersebut dan diserahkan pada siapa yang mengelola kilang tersebut ? Ada yang bisa kasi komentar tentang ini ?
Thanks
Komentar oleh Dua — 28 Maret 2008 #
luar biasa….
Komentar oleh e=mc2 — 23 April 2008 #
[...] atau dikenal dengan water-splitting. Ini dapat dilihat di tulisan tentang blue energi sebelumnya disini. Prosesnya sederhana tetapi memang masih merupakan proses endoterm atau sebuah proses yang [...]
Ping balik oleh Penasaran “Blue Energi” ? « Dongeng Geologi — 1 Mei 2008 #
Ayo kita kembangkan energi alternatif ini (maaf bukan energi perdukunan ya….) tapi energi untuk digunaan bersamaan dengan energi yang ada, selama ini kita pake minyak.
Lha minyak ini kenyataannya naik terus, makin tidak terjangkau rakyat kecil. Katanya mau diganti gas lpg, nyatanya saat ini gas juga seret. Padahal katanya lho negara kita kaya minyak> (Kata siapa ya……….), lhao kok kita sendiri gak bisa ngontrol harga, atu bahkan produksinya………. bahkan konon katanya lagi kita impor bahan bakar minyak…….. lha kan sontoloyo………..
Kita yang pasti bukan penemu energi ini, wong di Amrik udah rame sejak tahun 70-80-an udah mulai dikoprek orang banyak. Sekarang kalo kita iqro di beberapa website, wuah ruame sekali. Bahkan orang Amrik sendiri mencibir teknologi ini. Jadi wajar saja kalo kita di negara yang katanya sedang berkembang ini menolak bahkan mencela hal ini.
Saya juga lagi mencoba teknologi bahan bakan dari air. Saya tahu kalo yang dibakar adalah hidrogen, tapi kan berasal sari air dan yang diproses air, bukan gethuk kan. Reaktornya mestinya tidak mahal kalo bahannya ada di dalam negeri. Hasilnya mungkin baru untuk perorangan saat ini. Tapi kalo setiap orang pake energi ini kan penggunaan bahan bakar bisa dikurangi, kalo benar bisa dibuktikan menghemat sd 40%, bayangin aja. Berapa yang bisa dihemat negara, tapi memang yang disedot oleh yang suka nyedot negara ini jadi berkurang.
Nah bukannya kalo ini kita garap berjamaah, dengan istiqomah, berlandaskan asas iqro kan negara ini jadi “teratur”.
Ayo bangkitlah manusia indonesia, jangan ndoprok aja, kita sekarang sedang susah (bagi yang merasa susah), ayo kita jangan ’songgo uwang’ ae rek. Kita mulai berfikir untuk hal yang baik, beramal jariyah dan membagi ilmu yang bermanfaat, agar kita selamat paling tidak di akhirat nanti, kalo bisa menikmati juga di dunia ini pula.
Bismillah kita mulai bangkit.
mas Tekop
Komentar oleh mas Tekop — 4 Mei 2008 #
Mas lha nek hydroksi sing Amrik niko damel ngurubaken montor niko nopo nggih termasuk blue energy niki? nyuwun pirso nggih mas? Lha jarene nggih ndamel toyo kados nggodok wedang mawon? Lha nek niku didamel teng ngriki lak pajeng to mas? Pripun?
Komentar oleh Kodok Ngorek — 7 Mei 2008 #
Pemerintah sekarang ini masih memprioritaskan Biofuel yang di Pare2, yaitu Biofuel berbahan dasar Lumut untuk Diesel.
Idealnya, sih, yang di Pare2 jalan (diesel), Blue Energy juga jalan (Diesel, Avtur, dll).
Tapi, saya punya major Hypothesis bahwa pemerintah lambat memutuskan karena:
1. Tidak ada lahan untuk Korupsi di Blue Energy.
2. Belum ada Investor dari Pihak Swasta untuk membangun Pabriknya.
3. Memang Pemerintah kita identik dengan “lambat”, sesuai peribahasa “alon2 asal…..(guess next)”
Coba deh anda semua bandingkan dengan Pabrik PT. Jatayu di Pare2 yang masih dalam tahap pembangunan…..
Sukses untuk Indonesia!
Komentar oleh introzip — 7 Mei 2008 #
Wah harus segera di patent kan tuh penemuan itu, nanti bisa diambil sama negara tetangga kan repot, orang kita yang capek mikir mereka yang klaim, buruan deh pemerintah supaya di patentkan tuh, itu kan penemuan yang fantastis, klo di komersilkan bisa bikin negara arab miskin tuh hahahahahaha……
Bravo INdonesia, terus maju ya…..
Komentar oleh SI_BIRU — 10 Mei 2008 #
[...] Blue Energy tidak lepas dari adanya kekeliruan pemahaman antara Energy Source dengan Energy [...]
Ping balik oleh Prof. Koesoemadinata: Sumber Energi Dan Sistim Penyimpanan Energi « Dongeng Geologi — 12 Mei 2008 #
terus kapan bahan bakar ikut ada di pasaran ??
alangkah baiknya keluarnya sebelum harga minyak naik. ya khan !!
Komentar oleh AHMAD — 15 Mei 2008 #
Saya dengar berita dari RCTI hari Selasa (20 Mei 2008), penemu Blue Energy dari air laut DICULIK orang ? Apakah ada yang bisa mengklarifikasi berita heboh ini ? Wah….tampaknya ada mafia atau oknum yang gak mau rezeki dari jualan BBM terancam bangkrut shg menculik penemu tsb ?
Mohon infonya …
Komentar oleh Harasono — 20 Mei 2008 #
Saya sebelumnya belum tahu ttg ‘cerita keren’ ini, tapi barusan tadi lihat berita di RCTI ttg hilangnya mas Joko ini, terus sampai deh ke blog pakde.
Ya, moga2 mas Joko bisa segera ditemukan.
Komentar oleh Alex Budiyanto — 20 Mei 2008 #
Bener ya, hilang? Wah, konspirasi apa lagi ini dan kalau benar, wah tamparan keras bagi RI, ditengah Kebangkitan Nasional, tamu negara koq hilang. Wahh..wah…
Komentar oleh Opo Meneh — 20 Mei 2008 #
Mars Air:
Blue Energi,
Energi Blue
Dari Air
Kena Energi
Jadi Energi
Kembali ke Air
Komentar oleh gapradi — 22 Mei 2008 #
penasar ama joko hubungi indra 08121900777
Komentar oleh Bambang — 22 Mei 2008 #
akhirnya saya ketemju pembahasan yangmasuk akal tentang bahana bakar air ini, masalahnya isu pembodohan terhadap masyarakat ini sudah berlangsung beberapa lama, dan masuk di pers. kayaknya terakhir dari indo yang saya tau ya publikasi orang-orang yang suka cari popularitas di UMY.
Komentar oleh primus — 23 Mei 2008 #
wah gawat pak joko penemu blue energy d culik, amerika aja dah ngluarin dana trilyunan dollar US (cadangan devisa RI aja gak nyampe 70 milyar dollar) buat perang spy dapat proyek minyak timur tengah, tiba2 pak joko nemu bahan bakar dr air, bisa bangkrut negara. hati2 mata2 antek2 asing d skliling anda. sebarin aja fotonya sluruh dunia, ntar kita sama2 bantuin cari… aset masa depan tuh…
Komentar oleh boytoy — 23 Mei 2008 #
Adalah kebanggaan bila ditemukan sumber energi baru oleh putra indonesia, saya juga yakin ini bukan isu belaka…tapi knp ya harganya kok kga beda jauh mahal dari elpiji. Harapan kita energi itu menjadi murah untuk mencukupi dalam negeri…
Komentar oleh kopong — 23 Mei 2008 #
yo wis ben …., sing penting BBM regane mundhak..,
pancen wong ndukuran indonesia wis dadi anthek-e wong kapitalis…
Komentar oleh sableng — 23 Mei 2008 #
[Okezone.com]
Menghilang, Penemuan Blue Energy Diragukan
Rabu, 21 Mei 2008 – 01:35 wib
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/21/1/110951/menghilang-penemuan-blue-energy-diragukan
Komentar oleh YoHang 07 — 23 Mei 2008 #
moga2 beneran bisa jadi… ^^ dan jangan lupaa…. DIPATENIN!!! hahahaha…
Komentar oleh fierman much — 23 Mei 2008 #
Bosss…ada yang punya potonya pak joko yang ilang gak ya?..waduh saya sangat tertarik dengan penemuannya..fotonya mau tak pajang di blog saya neh sebagai tokoh kebangkitan nasional juga sebagai inspirasi bagi para ilmuwan2 indonesia…
sapa tau pak joko aja lewat depan rumahku…he,,,he
Komentar oleh Artha — 23 Mei 2008 #
[...] on 23 May 2008 by bataviase 9 Januri 2008, ada sebuah komentar menanggapi tulisan Blue Energy – Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia ! : baca soal energi alternatif ini, saya malah ngeri dengan keselamatan tim yang membuatnya. [...]
Ping balik oleh Blue Energy, sang BBM sintetik « Bataviase Nouvelles — 23 Mei 2008 #
Hebat buat P Joko!! Perlu didukung! Blue Energy untuk rakyat!!
Produksinya jangan ngelibatin Pertamina yang korup.
Komentar oleh bmukti — 23 Mei 2008 #
saya pernah berkhayal tentang bahan bakar yang di ciptakan dari pemecahan unsur hidrogen dari air, akan tetapi hal ini sudah ada berjuta juta tahun yang lalu dimana tumbuhan rantai bawah telah bekerja sesuai dengan kodratnya… menyerap air dan co2 menghasilkan hidrocarbon dan oksigen…
andai jamur mau memberikan rahasianya padaku maka kudapat teknologi muthakir ciptaan tuhan di rantai tumbuhan paling bawah …
Mari kita dukung Pak Joko… walau indonesia dipandang tertinggal boleh lah kita menjadi pioneer nya …
semoga ilmu jamur menjadi nyata… dimana rantai yang bawah mengawali terjadinya kehidupan dan bahan bakar alam.
Komentar oleh antidinus — 23 Mei 2008 #
Bejo,
Walaupun banyak yang skeptis dengan temuan Pak Joko, tapi saya tetap mendukung anak-anak bangsa yang selalu ingin berprestasi utk bangsanya. Saya kira perlu Critical mass orang-orang seperti dia.
Sukur akhirnya pak Joko nggak jadi hilang dan ditemukan oleh Densus 88. Semoga dia cepat sembuh dan meneruskan pembuatan blue enegy.
Jadi kalau bahan bakar ini harganya lebih murah maka akan banyak membantu negara mengurangi subsidi dan bisa membantu rakyat dgn menyediakan bahan bakar murah. Sehingga mahasiswa nggak perlu lagi demo minta penurunan harga BBM, yang ongkos sosialnya mahal. Belum lagi kalau ada pihak-pihak yang memanfaatkan demo-demo sebagai manuver politik utk menjatuhkan pak SBY.
Himbauan saya maka Pak SBY perlu memberikan perlindungan pada TIM Blue energy. Kasih fasilitas seperti pusat-pusat riset pemerintah Amerika, ilmuwannya diindungi guna kepentingan nasional.
Bravo Pak Joko
Komentar oleh bejo — 23 Mei 2008 #
Hiduplah Indonesia raya …merdeka-merdeka
Q MAKIN CINTA MA INDONESIA…….apalagi klo banyak yang pinter pinter kayak pakdhe n mas joko suprianto……
Komentar oleh irma suryanie — 23 Mei 2008 #
Ati-ati Pak Joko, karena Anda hidup di Indonesia, Anda bisa hilang karena Anda dituduh terlibat komunisme, atau penganut aliran sesat, atau terlibat konspirasi politik menggagalkan program asingisasi oil & gas pemerintah. Ilmuwan, orang pintar, biasanya disia-siakan pemerintah. Pemerintah datang dan dengan kekuasaan birokratisnya akan membuat Anda menjual hak cipta Anda, seperti mereka menjual BUMN. Tentu saja kalau Anda menolak, Anda dituduh tidak patriotik karena tidak mendukung program pemerintah menjual asset. Masih untung bukan dituduh komunis atau didatangi FPI !
(Nggak nyambung ya)
Komentar oleh pejabat sontoloyo — 24 Mei 2008 #
Stan Meyer pembuat mobil Bahan Bakar Air aja dibunuh. Kejamnya……….jangan sampe kena deh
Komentar oleh Pramudita — 24 Mei 2008 #
[...] http://rovicky.wordpress.com/2007/12/10/blue_energy/ [...]
Ping balik oleh Blue Energy « Yusuf Yudi Prayudi — 24 Mei 2008 #
mantap bener nih..
saya bangga sx ma negara kita.., negara INDONESIA..!!
warga negaranya aja uda berusaha keras nemuin bahan bakar baru..
ayooo..!! terus b’juang..!!
majukan negara kita..!!
jgn maw kalah dari negara lain..!!
Komentar oleh Furi — 24 Mei 2008 #
blue energy ga akan pernah berkembang di indonesia >> rakyat masih ‘terhipnotis’ dgn kebiasaaaan memakai bbm, lagipula pemerintah ga akan mensuppurt (kalo pun mensupport hanya sebatas keterpaksaanan)
wkwkwkwkwkwk negara hampir hancur >> piterin dulu rakyat baru ‘blue energy’ bicara, soal publikasi / dokumentasi belum bisa mempengaruhi pola pikir rakyat yang sudah ‘mencintai’ BBM.
wakaooo
(hamba biasa) ^-^
Komentar oleh glaydenty — 24 Mei 2008 #
gimana dengan ethanol, khan bisa dibuat dari hasil taneman tuh, selain dapet bahan buat bahan bakar. dapet juga tuh efek tanemannya ( nyerap karbon ). plus banyak hutan yang ga produktih / terbakar ijo lagi .
“cuman sekedar nyentil. ga da maksud lain.”
Komentar oleh foolbaby — 24 Mei 2008 #
ternyata ethanol masih berdampak pada lingkungan ya pak dhe.
hmm klo gtu masih make fossil fuel ya . tapi di hemat ya pak dhe.
ngimpi aja sapa tahu ntar lagi ujan minyak
Komentar oleh foolbaby — 24 Mei 2008 #
Gak usah banyak bacot and omong keminter yang penting kita dukung itu rencana menjadi kenyataan.
kalo bisa ikut jadi membantu biar itu doa kek, relawan kek, tekek kek, ketek kek
terpenting cpt jadi dan murah banget harganya, biar dapat kemana mana ongkosnya murah
ok Mr Djoko
aq tunggu blue energinya
Komentar oleh topx — 24 Mei 2008 #
Harusnya pemerintah cepat tanggap kalau memang penemuan dari Pa Joko ini bisa menghemat penggunaan BBM kita.
Harusnya didukung dan Hak patennya bisa segera keluar, agar kalau memang betul Blue Energi ini nantinya betul2 bisa dipasarkan.
Ini betul2 dapat membantu rakyat Indonesia dari kemiskinan karena sekarang dengan kenaikan BBM, sudah pasti diikuti kenaikan harga lain2.
Bagaimana pemerintah dalam menanggapi penemuan pa Joko ini, ayolah cepat kau dukung daripada keburu diambil oleh Negara lain, nanti kita bukan hanya kelilangan anak bangsa tapi akan kelilangan juga kesempatan untuk penghematan BBM
Komentar oleh Teddy.S — 24 Mei 2008 #
Bangun…. bangun… sudah siang!!!
Komentar oleh Yusuf — 24 Mei 2008 #
lah yg ini nih yg ga jelas…terlalu banyak rumus…terus gembar gembor…mana lom ada pembuktian sampe 70% trus langsung di dana in? hummmabis deh duit negara…padahal masalah banjir lom teratasi di jkt eh udah dana in yg laen…giliran banyak bensin..kebanjiran deh…bukti dulu baru nyontong
Komentar oleh wajib nama — 25 Mei 2008 #
Yang tau ilmu energi ato fisika, pasti dah bilang NO WAY!
Komentar oleh Murtadha — 25 Mei 2008 #
Dear all,
Selamat & salam kepada Penemu BE / MIB.
Saya sebagai salah satu rakyat Indonesia mengucapkan banyak terima kasih atas usaha dan perhatian serta hasil riset bapak 2x sehingga dapat menjadi titik terang bagi bangsa dan negara indonesia.
Selanjutnya saya mengharapkan sikap dan reaksi para wakil rakyat dan pemimpin negara ini pada semua lini terutama para penjaga hukum (Polri, Jaksa, menteri terkait) agar bersatu dan segera berkooridnasi untuk merespons secara positip dan melaksanakan aksi perlindungan hukum baik secara de jure ataupun fisik (Polri) untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia.
Segera melakukan hak paten sehingga terprotect dari tangan jahil (kapitalis & mafia ekonom) sehingga BE/MIB menjadi salah satu kekayaan bangsa Indonesia dan jangan lupa menghargai hak dan benefit bagi Penemunya.
Sekali lagi respons dan aski Pemerintah dan Wakil Rakyat secara cepat dan tepat sangat di tunggu sehingga penemuan ini dapat terealisir secara nyata bagi bangsa dan rakyat Indonesia khususnya dan umat manusia pada umumnya.
Salam Indonesia Bersatu, MERDEKA
Komentar oleh hasan wibawa — 25 Mei 2008 #
[...] Blue Energy – Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia ! [...]
Ping balik oleh Blue Energy, seriuskah ? « The works of Wiryanto Dewobroto — 25 Mei 2008 #
Lho.. Ternyata klaimnya sampai tidak perlu modifikasi mesin? Bombastis sekali….
Komentar oleh kunderemp — 25 Mei 2008 #
mbois tenan, yang comment banyak sekali jadi bingun mo ngomong apa?
Komentar oleh transmorfosis — 25 Mei 2008 #
Aku bangga dengan indonesiaku ……..
Aku bangga pada mereka, sang pahlawan……
aku salut untukmu anak negeri yang berkarya…
Tapi tidak untuk koruptor di negeri kita ini….
blue energy oke banget yo, pak dhe …..
Komentar oleh adi — 25 Mei 2008 #
gak cuman gawe pilem mesum lan pilem demit wae ..
iki lho putra saka ibu pertiwi wis pinter nemok’e blue energy…. semangat terus yo….
tapi kapan iso dinikmati…?
Komentar oleh hogeng — 25 Mei 2008 #
Hosh hosh hosh,,, biar dah gak ngos2 an dan banyak gak mudeng nya,, tapi kok saya senang yaaahhh
pasti tujuan nya baguus
trus kan puaaakde
Komentar oleh osem — 25 Mei 2008 #
pak joko jatuh pingsan pada sesi wawancara mugi2 ngak boong, tobat-tobat kiamat udh dekat…..
Komentar oleh roy — 26 Mei 2008 #
Blue Energi memang patut untuk di kembangkan, moga aj Proyek pengembangan dan Penelitiannya cepat rampung, dan berdo’a aja Bapak Joko cepaet sembuh…..biar penemuannya bisa di nikmati rakyat Indonesia.
Komentar oleh diyah — 26 Mei 2008 #
Indonesia BISA………..! Alhamdulilah, ternyata Indonesia emang ‘bisa’ dari bisa demonstrasi yang hampir tiap hari, sampai bisa menemukan blue energy. Cuma saya rada kawatir pak dhe, kalau yang menemukan tidak ‘dirawat n dijaga’ bakalan mabur n menclok ke negara laen yang bisa dan mau merawatnya dengan baek. Hal tersebut dah banyak terjadi, dari muali atlit sampai ilmuwan. Mbok yao, mereka yang punya prestasi itu diperhatikan. Setuju ora pak dhe?
wasalam
Komentar oleh andre — 26 Mei 2008 #
Mestinya si Joko ini mempublikasikan konsepnya di jurnal reguler supaya bisa di cermati bersama. Gw rasa ini lebih ke synthetic fuel yang prinsipnya menggunakan H2 dari air yang di pecah dengan electrolisis (tentunya electrolisis ini perlu energi, musti pake sumber energi yang gak pake minyak, e.g. nuklir ato tenaga surya) dan di campur dengan sumber co2 (contohnya air buangan pengolahan minyak yang kaya dengan co2). Ada artikel (free access) yang berkaitan dengan konsep ini, baru di publikasikan 2008 awal. Baca whitepaper nya jugakalo mau tau detailnya.
http://www.lanl.gov/news/index.php/fuseaction/home.story/story_id/12554
Komentar oleh denny — 26 Mei 2008 #
mimpi boleh, jangan berdebat yang masih menjadi mimpi. moga-moga blue energy emang btul, dan bs d buktikan secara ilmiah dan realistis serta bukan mistis dunk…!
Komentar oleh boytoy — 26 Mei 2008 #
cerdas, mantab, ilmiah!… pak dosen gitu loh
Komentar oleh Bri — 26 Mei 2008 #
indonesia telah tak sabar menunggumu pak joko
Komentar oleh pigel amga — 26 Mei 2008 #
Blue energy ok, blue moon juga ok banget….apalagi blue film….Becanda pak Joko….
Komentar oleh Adi Anugrah — 26 Mei 2008 #
[...] Blue Energy – Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia ! [...]
Ping balik oleh Blue Energy « Kliping Online — 26 Mei 2008 #
Blue Energy Yes kaya di negara sebelah kita aja tapi
jangan seperti republik mimpi
Komentar oleh escada — 26 Mei 2008 #
keren banget pak karya anda!!!
andai saja bapak tinggal di kota saya pasti saya akan berguru pada anda!
sukses terus buat pak joko dan tim-nya!!
Komentar oleh wahyu — 26 Mei 2008 #
terimakasih pakde pencerahan
Komentar oleh julak — 26 Mei 2008 #
Memang kudu nye kita dukung kok….. lah wong enda pake uang nya pemerintah sama sekali… Maju terus…..
Komentar oleh DS — 27 Mei 2008 #
Terimakasih boss atas pencerahannya.
Apapun alasannya menurut saya blue energy harus kita dukung.
Bravo pak Joko. Maju terus pantang mundur.
Komentar oleh joko metro — 27 Mei 2008 #
BAGOOS
Komentar oleh kissia — 27 Mei 2008 #
Orang memang selalu cenderung utk percaya apa yang dia INGIN percayai…..
Klo ilmuwan pasti dia akan uji apa yg dia Ingin percayai, sebelum dia mempercayainya…. disinilah arti sikap skeptis seorang ilmuwan… nggih mboten Pak Dhe…??
Komentar oleh Murtadha — 27 Mei 2008 #
Omongannya gampang banget ya? Kayak tinggal ngerangkai hidrogen sama carbon. Mentang-mentang sebutannya hidrocarbon.
Darimana hidrogennya aja belum jelas. Carbon oklah, cuma carbon yang bagaimana dulu kan belum jelas juga. Dan kok seolah-olah tinggal bikin begini nih:
CHCHCHHCHHCHCHC
Bukan skeptis, semoga aja benerlah. Susahnya kalau sudah menjadi tumpuan harapan. Apalagi harapan SBY? Harapan kita semua?
Sekali lagi semoga tim ini memang punya KEAJAIBAN.
Komentar oleh ibanezholic — 27 Mei 2008 #
[...] dari : Rovicky. 2008. Blue Energy – Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia !. http://rovicky.wordpress.com/2007/12/10/blue_energy/ [27 Mei [...]
Ping balik oleh Blue Energy « Dunia Dalam Satu Blogger — 28 Mei 2008 #
[...] 28, 2008 by handyaswan Blue Energy tidak lepas dari adanya kekeliruan pemahaman antara Energy Source dengan Energy [...]
Ping balik oleh Apakah Joko dan Djoko ‘Blue Energy’ ini saudara kembar? « handyaswan.web.id — 28 Mei 2008 #
klo mang terealisasi, gw rela mobil gw jd percobaan…..
Komentar oleh sofie — 28 Mei 2008 #
Wah sampean ki kok pinter to mas,..salut deh
Komentar oleh Genx — 28 Mei 2008 #
Hi all,
Menurut saya teknologi ini bukan yg baru saja diciptakan oleh Indonesia karena sudah ditemukan sebelumnya bahkan penemunya saja sampai mati terbunuh (Stan Meyer) dan teknologi ini dinamakan WaterFuel. By the way, kita patut berbangga bahwa ada pemerintah kita yang mau mendukung pengembangan teknologi tersebut. Karena di luar sana BIG OIL Company merasa gerah dengan berkembangnya teknologi ini.
Ini ada link untuk info lebih detail mengenai Waterfuel => http://educate-yourself.org/fe/fewaterasfuel28jan02.shtml
Komentar oleh Ray Christian — 28 Mei 2008 #
Saya tidak ragu dengan penemuan blue energy. Walaupun komposisinya masih sedikit, di Pulau Borneo air sudah dipakai sebagai campuran solar untuk BBM alat berat ditambang batu bara. Dengan komposisi 200 liter air per 5000 liter solar ditambah 2 kg ditergen bubuk maka jadilah blue energy versi penambang. Sementara belum ada penelitian tentang dampak negatifnya terhadap mesin alat berat yang menggunakan BBM tersebut. Mungkin mereka memakai EGP(emang gue pikirin) karena alat beratnya hanya sewa doang alias punya orang lain.
Komentar oleh Sofian Ansyari — 28 Mei 2008 #
bingung aku, klo bener sukur bisa kesampean beli spd motor.
bravo mas joko
Komentar oleh yoga — 29 Mei 2008 #
Buat semuanya,blue energy dan pembangkit ajaib tenaga jin nya cuma HOAX…
Kasihan ya negeri ini, presidennya bisa kena tipu.gimana rakyatnya ya?coba buka di http://www.detik.com.
Terbukti hampir ketauan menipu rektor UGM.
Komentar oleh Luthfie — 29 Mei 2008 #
saya masih simpan prototypenya enertgi panel sinar matahari yang dikembangkan djoko, cuma saya kemabngkan sendiri tidak bias, untuk sekedar lamou nyala terang seh bisa saja tetapi langsuing habis buat rice cooker, oanel matahari + inverter + poenguat ampher + langsung output, cuma sayangnya arusnya masih kecil banget meski sudah sampe 240 voltage nya
Komentar oleh Bambang — 29 Mei 2008 #
o… jadi blue energy ini cuma memindahkan energy dari listrik bentuk fuel?
apa bedanya dengan isi ulang baterei?
jika listriknya masih bersumber dari bahan bakar fosil, omong kosong dong kalo dibilang blue energy ramah lingkungan?
Komentar oleh notwelldefined — 30 Mei 2008 #
^_^ Wah.. menarik sekali dongengnya. Belum aku cerna bener-bener nih pak. Tapi saya bookmark dulu deh linknya. Terima kasih banyak pak!
Komentar oleh insansains — 30 Mei 2008 #
pak de rovicky
Dalam sebuah pembuatan teknologi energi baru dalam hal ini blue energy tidak hanya sekedar air itu bisa menyulut api tetapi yang tidak kalah penting adalah EFISIENSI PRODUKSI MASSALNYA..benar tidak?? klo sdr joko tersebut mengungkapkan dalam media bahwa biaya produksi lebih murah 5X dari minyak konvesional koq saya bertanya2 dan penasaran apa benar??karena setahu saya dari baca2&browsing teknology BBA (bahan bakar air) kusussnya air laut sudah ada beberapa penemu yang berhasil tetapi pengembanganya utk diproduksi masal terhenti karena soal itu tadi..efisiensi produksi, butuh energi lebih mahal dari energi yang dihasilkan.setahu saya penemu BBA air laut ini seorang dari neg paman sam bernama john kenzius dan penemuanya itu sudah diakui oleh beberapa univ di amrik.
Komentar oleh hdjar — 30 Mei 2008 #
Teruslah bermimpi, mana tahu dalam mimpi itu akan ada inspirasi ntuk membuat suatu yang baru, sebab betapa banyak kenyataan hari ini yang diawali dengan mimpi atau hayalan penemunya. Kalau Allah ingin menunjukkan ke jalan yang benar … why not?. Ya ndak… ya ndak.
Komentar oleh rijalabdullah — 30 Mei 2008 #
Ya mudah-mudahan penemu blue energy versi indonesia ini bukan hanya trick magic yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah sehingga pemerintah/investor mau mendanairisetnya dan Hidup Indonesia, sekali ini kita tunjukkan bahwa bangsa kita bukan pecundang.
Komentar oleh tatok — 30 Mei 2008 #
Udah deh… pake Nuklir ajah ! Coba kalo sejak tahun 80-90-an kita membangun PLTN, kan kita gak terlalu repot deh meski harga BBM melangit seperti sekarang(setidaknya gak deg-deg-an bahwa listrik bentar lagi akan naik, mesti kena pemadaman, dll). Kenyataannya hampir semua negara maju menggunakan PLTN. Di Jepang yang negera gempa (gempa di sana jauh lebih sering ketimbang di negara kita loh) jumlah PLTN-nya udah lebih dari 50 buah, di Korea juga ada 20-an dan akan dibangun 23 lagi, juga di Perancis dan negara2 lainnya. Iran pun juga loh ! Masa sih kita enggak percaya akan kemampuan bangsa kita untuk membangun PLTN. Secara teknologi pasti kita mampu kuasai lah (meski awalnya mungkin perlu di QC oleh tenaga berpengalaman dari manca negara dulu ya). Kalo soal “keamanan”nya dll.. ya… kita awasi aja bersama-sama dengan ketat, pembangunannya, amdalnya, dll. Toh selama puluhan tahun ini PLTN yang “bocor” cuman sedikit sekali (Cherbobyl aja ?) di antara ratusan PLTN yang ada di dunia. Soal biaya… itu bisa diatasi lah, nanti kalo dah selesai dibangun kan kita bisa mendapatkan harga listrik yang murah, jauh lebih murah ketimbang listrik dengan BBM, batubara, dll yang kita gunakan sekarang.
Yuk… kita bangun PLTN.
Komentar oleh Nuning — 30 Mei 2008 #
ini 100% jelas penipuan, :
1. Penipu selalu menguasai calon mangsanya (masyarakat yang kurang kritis dan emosional)
2. Memanfaatkan momentum/ keadaan dimana kondisi sosial sedang mengalami gejolak.
3. Isyu dibuat berdasarkan permasalahan yang lagi trend.
4. Dan hal ini akan terus terulang di negeri tercinta ini,
5. dan masih banyak lagi , aku nggak sampai hati menyampaikan disini.
6.
Komentar oleh ix_zam — 30 Mei 2008 #
Aku Salut deh dengan yang punya blog ini, demikian antusiasnya menuangkan ilmu yang dimiliki, semoga amal dan semangatnya bermanfaat buat orang banyak.
Saya melihat isyu Blue Energy ini terasa sekali aroma akal2annya :
ini 100% jelas penipuan, :
1. Penipu selalu menguasai calon mangsanya (masyarakat yang kurang kritis dan emosional)
2. Memanfaatkan momentum/ keadaan dimana kondisi sosial sedang mengalami gejolak.
3. Isyu dibuat berdasarkan permasalahan yang lagi trend.
4. Dan hal ini akan terus terulang di negeri tercinta ini,
5. dan masih banyak lagi , aku nggak sampai hati menyampaikan disini.
Komentar oleh ix_zam — 30 Mei 2008 #
[...] Sumber energi yang disebut-sebut sebagai blue energy seringkali bersumber dari sumber energi terbarukan termasuk sumber-sumber energi non-fosil, atau lebih tepatnya non carbon based energy, artinya bahan dasarnya bukan berupa rantai karbon. Misalnya energi air laut, geothermal, angin, Surya, dan lain-lain. Namun sepanjang perjalanan sejarah, energi karbon masih merupakan energi termudah untuk diolah dan didapatkan, ditransport juga dimanfaatkan. Uraian lengkap di link ini. [...]
Ping balik oleh Blue Energy dan Polemik Bangsa Pandir « kisah komunikasi — 31 Mei 2008 #
klo emang benar yang dikatakan ma ini orang,langsung aja dipublikasikan dan diolah menjadi BBM.sekarangkan BBM sedang mahal2nya.setidaknya bisa mengurangi beban masyarakat…
Komentar oleh A Lahm — 31 Mei 2008 #
Terus terang aku berusaha untuk berpikiran positif, semoga benar dan memang bisa diaplikasikan, karena terus terang saja aku tidak mampu mengikuti kerangka teorinya…
Komentar oleh tono — 31 Mei 2008 #
wah-wah, kelihatannya perlu baca-baca teori dimas prof. eistein. tentang hukum kekekalan energy.
Energy tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan, tapi hanya berubah bentuk satu ke bentuk lainnya. untuk mengubah perlu energy lagi. Jadi kita ini sebenarnya cuma mengubah2 energy saja dari satu bentuk ke bentuk lain. Salah satu bentuk energy adalah ….
Indonesia kan kaya dengan lautnya kenapa tidak pakai tenaga Ombak saja, ini kan salah satu sumber tenaga yang dapat diubah, apalagi kalau pake Ombak laut Selatan, tenaganya besar sekali.
Siapa tahu dibantu sama Tenaga Dalam Nyi Roro Kidul, mungkin bisa menghasilkan listrik 1 TWatt (T= Trilliun). ….. gak bakalan kekurangan listrik, saya jamin 1000%. Percaya deh. Tapi kira2 siapa yang bisa bangun? Pasti Bisa.
Komentar oleh oentoeng — 1 Juni 2008 #
wah asik juga neh cerita, tapi kira kira indonesia mau kerja ngak buat mewujudkannya, jangan hanya seperti PT DI yang cuma ngeruk harta negara, atau wacana biofuel yang tinggal cerita.
Komentar oleh dokinoku — 1 Juni 2008 #
Jangan Mudah percaya sama ki Joko Suprapto. Dia emang hoax. Ini baca penjelasan dari pihak UGM yang coba di kibulinya.
Misteri Blue Energy
Kronologi Kunjungan Joko Suprapto cs ke UGM
General Thu, 29 May 2008 15:44:00 WIB
Jakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) pernah didatangi oleh Joko Suprapto dan Purwanto cs untuk meminta pengakuan atas penemuan pembangkit listrik ajaib dan bahan bakar air. Namun, UGM tidak terkecoh. Pihak UGM melakukan diskusi dan menyimpulkan temuan mereka tak bisa dibuktikan secara ilmiah. Mereka juga telah berupaya menipu.
Berikut kronologi kunjungan Joko Suprapto cs ke UGM sekitar tahun 2005/2006, yang ditulis oleh Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM Sudiartono. Redaksi detikcom mendapatkan kronologi ini pada Rabu (28/5/2008) kemarin. Kronologi berikut sesuai tulisan dalam kertas dua halaman itu:
1. Pada tahun 2005/2006, Joko Suprapto Cs (+/- 8 orang) datang ke UGM untuk memperlihatkan hasil temuannya dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga (?), dengan menggunakan +/- 2 mobil.
2. Rombongan diterima oleh Rektor UGM (Prof Sofyan Effendi) di rumah dinas rektor. Yang membawa rombongan adalah teman Prof Sofyan Effendi dari Magelang.
3. Dari pihak UGM hadir Sudiartono dan Kusnanto dari PSE UGM, Rektor UGM (Prof. Sofyan Effendi) dan Dr. Chairil Anwar (WR Bidang Kemahasiswaan) .
4. Purwanto, pembicara dari rombongan Joko Suprapto menjelaskan dan mendemokan Pembangkit Listrik Tenaga (?), dengan menggunakan 4 buah batu baterai kecil ABC, dan ada lampu (+/- 60 Watt) serta panel surya.
5. Kata Purwanto, Pembangkit Listrik Tenaga (???) yang diperlihatkan mempunyai kapasitas 25 KiloWatt, sehingga membuat Rektor UGM tertarik untuk membeli untuk keperluan listrik di perumahan UGM.
6. Dalam presentasi, saya tanya apakah di dalam ada accu dan inverter? Dia jawab tidak ada. Kemudian saya tanya lagi berapa jam lampu akan menyala, dia jawab selamanya (dari sini saya mulai tidak percaya, karena menyalahi hukum kekekalan tenaga).
7. Dari diskusi sederhana tersebut, kami sudah mulai curiga, apa maunya. Maunya adalah minta selembar surat MoU/pengakuan atas hasil ciptaannya dari UGM, syukur kalau UGM mau membantu membiayai riset untuk menyelesaikan Pembangkit Listrik Tenaga (???) kapasitas Megawatt pesanan dari PT Leces, Jawa Timur. Saat itu dia memperlihatkan surat pesanan dari PT Leces ke Rektor UGM.
8. Kemudian dia membagikan kartu nama PT Brahma ……, di bidang energi alternatif berteknologi Mata-Hati. Kemudian dilanjutkan makan siang, dan kemudian Rektor UGM meminta saya untuk mendiskusikan secara ilmiah di Pusat
Studi Energi UGM pada hari berikutnya.
9. Sebagai catatan, selama presentasi di rumah dinas Rektor, sopir saya bertanya ke sopir-sopir mobil rombongan. Ternyata mobil yang digunakan adalah rental dari Surakarta .
PADA HARI BERIKUTNYA
10. Di Pusat Studi Energi UGM, salah seorang dari kelompok Joko Suprapto, yaitu Purwanto datang di PSE-UGM dengan menggunakan taksi. Dari Pusat Studi Energi yang melayani untuk diskusi adalah Sudiartono (Fisika/Geofisika FMIPA-UGM) dan Kusnanto (Teknik Fisika UGM).
11. Sebelum diskusi, saya tanya latar belakang pendidikan dari Purwanto, dia mengaku jebolan dari Fisika IKIP Yogyakarta (yang sekarang UNY). Dan di kartu nama hanya tertulis nama Purwanto, tidak ada gelar Drs. Dan Joko Suprapto lulusan/jebolan Teknik Elektro UGM. (Tetapi sebagai catatan, saat ini Purwanto sudah menggunakan gelar Drs, yang akhir-akhir ini mencoba mengelabui UMY dengan Pembangkit Listrik Tenaga (???) dan Banyugeni-nya) .
12. Dari hasil diskusi seputar pembangkit listrik tenaga (???), yang katanya tidak ada accu-nya, beliau mulai kesulitan menjawab hukum kekekalan tenaga, dengan mengatakan dan menceritakan perputaran elektron di orbit suatu atom serta tenaga eksitasi elektron yang pindah orbit, dll, dll, yang intinya menceritakan table atom di kuliah Kimia Dasar (Kalau dia dari Fisika memang akan mendapat materi tersebut).
13. Didalam cerita, beliau mempu menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari kapasitas GigaWatt, dengan cara melobangi Ozon. Dan dari sini kami mulai sudah tidak menanggapi lagi, karena sudah kelihatan penipuannya. Dan mulai melontarkan Bahan Bakar Air, dan kami tidak menanggapi.
14. Karena kesulitan menjawab berbagai pertanyaan seputar Pembangkit Listrik, akhirnya saya tebak apakah kotak ajaib yang didemokan merupakan PLTJ (Pembangkit Listrik Tenaga Jin), dan dia jawab tidak. Kemudian saya tanya
tempat workshop kotak ajaib, dia jawab di Surakarta Jalan Serengan sesuai dengan alamat kartu nama.
15. Pada hari Sabtu, saya ke Surakarta untuk mencari alamat yang dimaksud, dan setelah ketemu ternyata alamat tersebut adalah alamat Direktur PDAM Surakarta dan orang sekitar tidak tahu nama Purwanto dan PT Brahma … yang ada di kartu nama. Di kartu nama ada nomor fax dengan kode wilayah klaten (0272), nomor tersebut saya kontak yang menerima anak kecil perempuan. Dan nomor tersebut berada diwilayak Pakis-Delanggu.
16. Dan saat itu juga, saya telepon no. HP Purwanto, dan saat saya telepon katanya posisi di Magelang. Dan saya katakan, anda penipu, alamat workshop yang ditunjukkan adalah rumah Direktur PDAM Surakarta. Dan saya katakan putus komunikasi, karena anda penipu.
17. Hanya yang kami sayangkan, saat di rumah dinas rektor UGM waktu itu, dia mengambil foto-foto Rektor dan yang lain. Yang kami khawatirkan, dengan foto-foto tersebut mungkin akan digunakan untuk mencari mangsa di tempat lain.
18. Berkaitan dengan PT Leces, saya menyuruh staf PSE untuk melacak ke Jawa Timur by phone kebenaran surat
pemesanan itu
Demikain sekilas informasi tentang kelompok Joko Suprapto di UGM. Ini semua karena kepanikan masyarakat dan para pimpinan pemerintahan berkaitan krisis energi. Sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan dan popularitas. Pihak Perguruan Tinggi (UGM/ITB) perlu tanggap dengan hal tersebut, tidak perlu menyalahkan siapa pun, semua salah. Dan mari kita di UGM kita jalin kebersamaan dan keterbukaan baik keilmuan maupun yang lain untuk melakukan riset berbasis produk nyata yang dapat digunakan untuk mengatasi krisis energi dan krisis segalanya.
Yogyakarta, 28 Mei 2008
Pusat Studi Energi UGM
Kepala
SUDIARTONO ( asy / nrl )
Sumber: detikcom
Komentar oleh inal — 2 Juni 2008 #
semoga blue energy bisa menggantikan BBM&pokoknya kembangkan lagi!!!!
Komentar oleh ari — 2 Juni 2008 #
loh yang dipakai uji coba ke bali itu opo yooooo, jadi aku percoyo nek blue energy iki ono lan iso digawe.
Komentar oleh toto — 2 Juni 2008 #
Memang banyak orang yang pingin jalan pintas dan itulah indonesiaku, cepat jadi artis, cepat jadi Bupati/walikota dll.
Kalau mau lihat alat elektrolisa yang bener bisa merubah air menjadi gas yang langsung bisa dibakakar, silahkan ke ISED, Kawasan Puspiptek, Serpong, Gedung Balai Inkubator Teknologi
Saat ini masih belum ekonomis mas untuk merubah air jadi gas tersebut.
Salam,
Pudji Untoro
Komentar oleh Pudji Untoro — 2 Juni 2008 #
waduh ga dong babar blas tapi lumayanlah buat nambah2 pengetahuan..maklum anak sosial pengen baca2 aja masalah yang lagi hangat2nya.
Komentar oleh shinbe — 2 Juni 2008 #
keknya blue energy tu hoax aja deh, di amrik pernah juga tu ada kejadian kyk gini : http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_pill
Komentar oleh vrlck — 6 Juni 2008 #
wah saya dukung nih, tapi pemerintah jangan hanya rencana saja kembangkan dengan serius ya!
Komentar oleh firman — 8 Juni 2008 #
Marilah berpikir ilmiah, bekerja dengan kerangka metode ilmiah sehingga bisa mendapatkan kesimpulan ilmiah.
Komentar oleh danil — 10 Juni 2008 #
[...] kepala warna biru. Bukan lantaran terinspirasi oleh Blue Energi yang konon — meminjam istilah Pakdhe Rovicky – dianggap sebagai manifestasi langit biru atau laut biru yang jernih dan bebas polusi, tetapi [...]
Ping balik oleh Mengapa Statistik Blog Berada di Titik Nol? | Catatan Sawali Tuhusetya — 12 Juni 2008 #
pakdhee…..
http://watonmuni.wordpress.com/2008/06/13/akhirnya-polemik-banyugeni-berakhir/
Komentar oleh ariebp — 14 Juni 2008 #
Memalukan.! Orang luar sudah menemukannya ratusan tahun thn lalu kok ada orang indo yang ngaku2 menjadi penemu..! :<|
Komentar oleh Guset — 14 Juni 2008 #
jangan cuma gembosi bantu dong supaya cita-cita pakde mendekati kenyataan
Komentar oleh rayan — 16 Juni 2008 #
udah waktunya si pendekar biru ucul biar nieh indonesia kagak jadi negara miskin mlulu udah capek deh
so gue termasuk nih pakarnya fisika and nurut gue semuanya tentang paparan blue energi masuk akal
go blue energy
Komentar oleh trans juwono — 16 Juni 2008 #
ati-ati lho…ntar jangan2 AS akan invasi negara kita karena telah ditemukan bahan bakar non fosil.Ngapain susah2 nyerang Iraq yang banyak minyaknya? mending nyerang Indonesia khan lebih dekat tinggal nyebrang samudera Pasifik hehehe…..
Komentar oleh arif — 19 Juni 2008 #
Mas…Lam kenal ya..Saya sangat tertarik dengan artikelnya. Boleh memforward artikelnya?
Komentar oleh wahdi — 20 Juni 2008 #
Kalau BLUE ENERGY masih menjadi impian – ternyata si JOKO nyontek si JOKO pula – coba saja BLUE MOON. Melayang deh….. Itu baru blue energy beneran …….
Komentar oleh Mikael — 20 Juni 2008 #
memang indonesia perlu menerapkan energi alternatif, ya buktikan saja deh soal blue enrginya. Yang pasti aja kaya PLTN malah di tunda2, padahal hanya Indonesia saja yang ketinggalan dalam menggunakan reaktor nuklir untuk pembangkit listrik.
{wah sedih tenan}
Komentar oleh WEST — 20 Juni 2008 #
Begini Tahun depan kan dah bisa blue energy blom ?? kalau udah brp harga seliter ?? Hmmmm……… mudah mudahhan harga seliter 1000 rupiah ya !!!!!! kalau begitu bikin donk motor yg bisa pake blue energy ya dan kasi aku motor gratis ya !!!!!!!! awas kalau enggak bla bla bla !!!!!!!!! dah ah capek nulis nya hahaahahahhaahah !!!!!!!!!!!
Komentar oleh wahyu — 20 Juni 2008 #
Yaah…bginilah yang dibutuhkan indonesia…ben cpet maju,Ora ketinggalan wae…
Indonesia…BISA!!!
Komentar oleh Rendra — 20 Juni 2008 #
…Usut tuntas soal blue energy biar MASYARAKAT LUAS JELAS siapa penciptanya…
kalo bisa pemerintah transparan mengenai hal ini…jangan ditutup-tutupi lah..
Komentar oleh agie — 21 Juni 2008 #
black energy is mesin uap
white energy is kerja paksa
red energy is listrik
blue energy isu tak berkelanjutan
Komentar oleh sby — 22 Juni 2008 #
sby opo piro kocok boh ngentot
Komentar oleh sosilo bombong yodhoyono — 22 Juni 2008 #
wahh tambah rame ya pak dhe.
pak dhe, klo bisa bahas dung alat nya pak lik Stan Meyer.
khan masih berhubungan ma water based energy
Komentar oleh foolbaby — 22 Juni 2008 #
indonesia kalau untuk hal yang spektakuler sangat yahuuut,tapi apa bener blue energy bisa dikerjakan oleh otak bumi putra ini,wlh alam
Komentar oleh rudy — 22 Juni 2008 #
saya mendapat berita bahwa lembaga IFID (International Fund for Indonesian Development) yang berkantor di Hong Kong mau memberikan jaminan bagi bank atau investor yang mau membiayai untuk pengembangan blue energy temuan Joko S. Hanya IFID tidak tau harus melalui jalur mana di Indonesia. Nah, jika teman-teman ada jalan tolong kasi tau saya. Kan lumayan ada dukungan financial bagi Joko. Tak tanggung-tanggung, konon kabarnya IFID bersedia jamin hingga USD 2 milyar (sekitar Rp 18 triliun). Maklum temua Joko S itu bermakna bagi kehidupan ummat manusia.
Komentar oleh dyandra zafira alya — 22 Juni 2008 #
–> Dyandra
Jangan menyebarkan isu baru. Mau nyebar uang trilliunan pula ?
Komentar oleh Wart — 22 Juni 2008 #
Mengapa dibuat njelimet. Pro dan Kontra, dlsbgnya.
Sesiapa mau develop, silakan.
Joko mau bikin silakan. Joko mau sembunyi-sembunyi, silakan. Joko mau protect hak ciptanya silakan.
Joko mau cari atau pun tidak mau pakai pemodal, silakan.
Joko mau alon-alon silakan. Ada yang mau meloby Joko silakan.
Joko mau menipu, yang merasa tertipu silakan melapor, silakan nuntut.
It’s Joko’s Way. It’s his Life. So be it. Let He Does His Own Life.
Sing penting, saya konsumen, menunggu harga jualnya saja. Lebih mahal atau murah. Tinggal saya pilih saja.
Komentar oleh mindYourOwn — 23 Juni 2008 #
Oalah Tole saintis :
Simbah ini bukan seorang politikus atau bisnis man yang pandai menambah sabun detergent ke dalam air bilasan cucian yang sudah hampir jernih. Begini tak kandani yo le :
Kamu tau ndak dari apa BBM itu dibuat? Dari air (plangkton di dalam laut yang mengendap). Tapi kalau banyu geni ini imitasinya. Cuma sedang dalam uji coba baik (psikologis teori, teknis teori, aplikatif teori). Nah ini penting dilalui thole. Kalau kita sabar nanti kita akan ketahui apa hasilnya. Tentu kita juga tidak boleh lupa asal-usulnya. Nah apakah banyu geni ini punya UMY? Atau UMY sedang mau beli dari Joko S CS itu? Kita lihat “generator” yang dibongkar di UMY itu sepertinya menurut penerawangan simbah memang mirip dengan inverter. Tahukah dirimu inverter itu apa thole? Inverter adalah alat yang mengubah tegangan listrik rendah menjadi tegangan listrik tinggi. Barang jadi mininya kamu bisa jumpai di tamplekan nyamuk yang dijual ditoko-toko pake batre 1,5 v 2 biji itu. Sesekali kamu coba test tegangan yang bisa bakar nyamuk jadi gosong di raket itu berapa volt. Kalo mbah yang nyoba test hampir 275 volt. Tapi thole coba test sendiri aja. Jangan2 multitester simbah dah rusak. Nah itu buat rambutmu aja bisa njegrak kalo kesetrum.
Coba bayangkan kalau perlu thole buat sekalian prototipenya dengan perbandingan komponen tertentu dan trafo yang gedhe. 10 amper lah gitu karena di tamplekan nyamuk itu trafonya cuma sak ujung jarinya simbah. Nah tole buat pake trafo yang 10 amper tuh. Semoga tole ndak sombong dan main unjuk diri pegang arus keluaran trafo inverter yang 10 amper pake skema elektronik pembunuh nyamuk itu. Bukan pa-apa, mbah cuma takut nda bisa layat ke rumah tole karena mbah ini ada di planet lain.
Coba tole ikuti saran mbah ini untuk dicoba. Mbah liat difoto bongkaran pembangkit Jodhipati itu ada 1 atau 2 kumparan toroidal (sama dengan trafo) segedhe kepalan tangan. Ya mbah hanya bisa nerawang aja kemungkinan itu baru inverternya saja. Mungkin memang 3 KV. karena dari besar kumparannya mbah melihat perbandingan dengan yang di tamplekan nyamuk di toko. Nah masalahnya UMY juga nda komit sama JOKO CS. Karena rahasia perusahaan JOKO CS dah diacak-acak sama UMY dengan bantuan dan saran para pemeimpi ilmuwan UGM. Nih mbah juga kurang setuju. Untung saja pembangkit arusnya belum dipasang sama JOKO CS. Tapi paling nda UMY dan UGM dah tahu bahwa Inverter ini kalau dioptimalkan bisa jadi pembantu untuk membangkitkan arus dari generator yang kapasitasnya kecil. Kalo masalah generator sederhana coba tanya bengkel dinamo atau pak Jojo Sutrisno yang buat alat penghemat BBM pake kumparan yang bikin elektromagnetis untuk selang bensin, pasti beliaunya juga tahu.
Ya saran saya buat para pembongkar inverter JOKO CS, kembangkan rangkaian inverter itu jadi 100Mwatt. Itu kalau panjenengan semua nda pingin malu kalah kreatif dibanding JOKO CS. Sebenarnya teknologinya JOKO CS itu sederhana. Cuma kita malas untuk eksperimen. Apa lagi dosen-dosen jaman sekarang. Kalau keluar uang pribadi untuk riset kaya JOKO CS ya sorry lah. Tapi kalo ada proyek hibah ratusan juta juga sama aja ngilernya trus laporan praktikum mahasiswanya dimodif dan disulap jadi proposal riset yang Gress seolah-olah.
Istighfar simbah tole……..
Dah dulu ya thole… semoga jadi bahan renunganmu betapa sebenarnya orang kreatif di negeri kita banyak. Tahu kenapa mereka nda muncul? Karena takut difitnah (bukan lulusan UGM lah, ITB lah, ITS lah apalagi UMY, he…). Tapi faktanya lulusan universitas itu hampir 80 persen mandul dan pilih jadi PNS kan! Karena apa? Mainstream thole… nek peneliti kaya JOKO CS tanpa instansi mesti imagenya Apus-apus, HOAX, PENIPU dll.
Komentar oleh Mbah Ruwet — 23 Juni 2008 #
Mbah Ruwet, sebagai dukun bayi aku ya ra ngerti opo kui inverter. Tapi dukun jaman saiki sudah pakai notebook, gawanane HP blekberi. Kalau ditanya langsung tanya Google … breeeng metu hasile.
Kalau hanya membuat inverter ndak masalah, tapi tenogone ya tetep saja perlu ada sumber energi utama to Mbah. Inverter bukan melipat gandakan energi, itu cuman nggelontorke tenaga sak gejrotan jrot, langsung habis.
Itu kawan situ si Joko mbok yo jangan ngawur ngomong 100 000 Mwatt !!! Sak-indonesia raya ini listriknya cuman seper sekian dari situ !
Joko neliti ya boleh saja, tapi jangan mintak presidenku ngurusi barang itu sampai lupa tugasnya yang lain yang lebih penting.
Lah iki saja aku ninggalke ono wong arep bayen
Mengko sik ya.
Dhukun Bayi
Komentar oleh Dhukun Bayi — 23 Juni 2008 #
Wis.., Presidenmu DI-mintak ken opo inner circlenya yang kurang kerjaan ngurusin Joko ? Mbisikin PresidenMu?
Komentar oleh SampunPerinipun — 23 Juni 2008 #
Tenan to Pah Dhe Viky…
Orang Indonesia ada juga yang mirip “mbah dukun bayi”. Sukanya merespon negatif apapun aja yang diterimanya sebelum tuntas membaca dan merenungi info yang didapatkannya. Padahal ya sudah bisa ngenet.
Mbah ini kan ngasih sebuah metafor, paradoks dan personifikasi supaya kita semua yang menganggap diri kita lebih waras dari JOKO CS ayo kita sokong perkembangan ilmu pengetahuan ini. Ternyata mbah malah rada kecewa. Karena ternyata sebagian banangsa ini memang ndak membutuhkan tantangan. Yang dibutuhkan hanyalah ancaman dan gugatan. Syukur-syukur umpatan. Pak Dhe-Pakdhe….
Saya didongengin aja kapan kita akan kena bencana yang agak gedhe supaya saya siap-siap buat pesawat UFO untuk kabur ke galaksi lain. Minimal 1 DNA saya saja selamat dan nanti bisa autoclonning disana…..
Komentar oleh mbah ruwet — 26 Juni 2008 #
Simbah nambah dikit lagi ya….
Supaya genap warisan simbah melalui pesan ini. Sepertinya JOKO CS cukup bisa melihat kemungkinan kecolongan. Karena “pembangkit” yang ditanam di UMY itu ternyata cuma “inverter”. Jadi pembangkit yang sebenarnya belum dia pasang sambil menanti bagaimana respon UMY terhadap hak keamanan risetnya. Dan betullah apa yang disangka JOKO CS. Ternyata UMY membongkarnya. untung baru inverternya. Untuk pembangkitnya masih disimpan JOKO dinganjuk sana. Dari penerawangan simbah “pembangkit Joko itu tidak jauh beda dengan genset. Hanya dia melakukan re-clonning” energy dari listrik PLN ke dalam automatic genset yang dibuat dari berbagai barang bekas alternator maupun sepul-sepul genset beneran. Energy ini memng terkesan abadi.Tetapi itu personifikasi saja. Tetap ke depannya perlu re-Charge sparepartnya. Misal magnet berputarnya, lakernya, dan beberapa kabel yang digunakan. Pasti butuh recovery.
Ini simbah nda nerawang sembarangan. Apalagi lewat google. Simbah berusaha mengkonprehensifkan pemahaman kita yang kita peroleh sejak SD, SMP, SMU, Kuliah, S2, S3 dst.. Nah hasilnya ya memang kita bisa membuat pembangkit semacam impian JOKO CS itu. Tetapi ya nda nyampai Milyar rupiah. Cukup 5 juta aja selesai. Syukur-syukur kita mau ke pasar klithikan untuk cari barang-barang yang diperlukan sambil sedikit-sedikit dimodifikasi. Ambil kasus Coil alternator sepeda motor itu sudah bisa memproduksi 10.000 V listrik. Nah tinggal kerja sama dengan PLN apa bisa kita buat Master Planning semacam ini untuk direalisasikan. Syukur-syukur dosen ITB, UGM, ITS untuk ikut serta terlibat. Syaratnya ga usah pake hak paten-paten lah. Toh juga untuk maslahat bersama. Nanti idealnya tiap rumah punya pembangkit masing-masing. PLN tinggal bantu perawatan dan penyediaan Trafo-trafo penurun dan penaik tegangannya untuk di konversi ke 220 v, 340 v dst. UMY ikut sekalian terlibat aja biar semakin paham meneliti itu seperti apa prosesnya. Baik trial and eror maupun yang sistematik. Jangan sampai kita ke depannya ikut jadi orang yang berperan menyuruh ndandhakke “skripsi”.
Mbah dukun bayi… udah lahir belum bayinya???
Bayinya ini Minyak Sintetis atau Pangan Murah? Nek sudah lahir nanti saya akan kasih inspirasi lagi untuk manak sing akeh.
Di sini saya juga ikut jadi dukun bayi. Membimbing lahirnya Ubi kayu segedhe Paha orang dewasa. Namanya MUKIBAT. Ini bisa dikembangkan untuk buat bioethanol yang lebih efektif. MUKIBAT ini asli nama orang dan penemunya. Nah saya ini cucunya Buyut MUKIBAT dari susunan gen dan DNA kekerabatan. Karena mbah mukibat dan saya Asli orang Jawa. Ayo mbah dukun bayi nglahirin yang lainnya ya. Padi segede timun apa gimana gitu bulirnya. Biar beres krisis pangan di negeri kita ini. Nah kalo pangan dah cukup dan perut kenyang kita nanti bahas lagi masalah pembangkit listrik yang tahan lama dan hemat energy.
Pak Dhe aku pamit ya…..
Komentar oleh mbah ruwet — 26 Juni 2008 #
yang pasti hasil terbesar dari Mas Joko
adalah Bisa menyakinkan Mr. presiden,
coba ada sing iso opo aro menyakinkan SBY?
selamat Mas Joko, lanjutkan perjuanganmu,
dengan atau tanpa SBY.
buktikan kamu BISA?
bersama kita bisa,,,,
bisa makan,
bisa minum,
bisa busung lapar,
bisa sengsara,
dan bisa-bisa lainnya.
semboyan kok ora ono mutune’ babar blas.
Komentar oleh e-neuro — 26 Juni 2008 #
Apa betul tuh ada bio energy temuan joko suprapto yang lagi ngetren diributkan.
Kepada pejabat yang berkepentingan terutama di istana presiden tolong donk informasinya, jangan kami masyarakat bengong sendiri. dan kalau memang ada kenapa Patennya tidak atas nama joko sang penemu tersebut.
Terima kasih
Salam sejahtra selalu
Ery Iswandi
Komentar oleh Ery Iswandi — 29 Juni 2008 #
He…uem…uemm…. iya pak dhe, maaf. Bukannya nda sabar, tapi gemes nek liat orang nda mau meneliti tapi pada saling skeptis…
Komentar oleh mbah ruwet — 30 Juni 2008 #
semoga bio energy bisa jadi alternatif bukan cuma pengalih perhatian buat kenaikan harga bbm
save our green
Komentar oleh muhammadfatony — 30 Juni 2008 #
kok, isinya blog ini, makin lama seperti dari grupnya joko yang penipu itu ya.
guuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuobbblooooooooooook
. . . saya doakan disamber petir dan mati pelan2, lu, biar mampus.
Komentar oleh paijo — 3 Juli 2008 #
hemmmmmm
Komentar oleh antokmeok — 3 Juli 2008 #
ya…. bagus tue,,, tapi kalo tidak ada tindak lanjudnya yaaaa…. percuma.
Komentar oleh yasin — 10 Juli 2008 #
tahniah rakyat indonesia !!!.cita2 anda memang besar..itu tidak salah.tapi kenapa dalam blog ini masih ada orang indonesia yg mahu menuduh malaysia akan menciri lagi???.BLUE ENERGY yg anda semua banggakan dari penemuan PAK JOKO adalah satu penipuan untuk seluruh rakyat indonesia yg sememangnya suka ditipu.seorang pencuri,penipu dan sebagainya akan menuduh orang lain yg mencuri,menipu.indonesia lah sebenarnya yg mencuri dari malaysia…ada lebih 50.000 ribu bahasa indonesia adalah bahasa melayu malaysia..
Komentar oleh malaysia — 11 Juli 2008 #
@malaysia
Salah kamar bung!, cari blog lain saja. Bedakan antara celetukan dan topik utama. Bedakan antara kosa kata dan bahasa (kalimat). Ah, anda bikin saya jadi ikutan salah kamar. Mohon maaf kepada Admin blog ini.
Komentar oleh welwh — 14 Juli 2008 #
crucial
Komentar oleh skytradeinc — 14 Juli 2008 #
Aku akan meluncurkan solusi untuk mengatasi krisis energi dengan pembangkit listri Tenaga Air Pasang Surut dan TeGAL Tahun 2014 tunggu ya teman2 aku buat miniaturnya dulu pokok nya Indonesia Akan Jaya dan Bener bener Jaya aku tidak bohong harap sabar
Komentar oleh gerga — 17 Juli 2008 #
Alat Penambang Tenaga Air Pasang Surut (TAPS) dan Tenaga Air Laut (TeGAL) Solusi Terbaik untuk pengganti Bahan Bakar untuk pembangkit Listrik Nasionall
Dihitung Penduduk 300.000.000. Jiwa dengan jumlah Jiwa rata – rata 1 Kepala Keluarga terdiri dari 4 (empat) Jiwa = Jumlah Kepala Keluara Indonesia Seluruhnya adalah = 300.000.000. di bagai 4 = 75.000.000. Kepala Keluaraga
Jika setiap KK di beri 2.000 Watt (2 KWh) maka dengan demikian kebutuhan listrik untuk keperluan Dapur dan lain – lain = 150.000.000.000. Watt = 150 Gega Watt. jkantakan tambah untuk industri 30 gega sehingga Jumlah Total Kebutuhan Listrik = 180.000.000.000. Watt (180 Gega Watt)
Dari mana untuk mencukupi itu semua ?
Ada pada Panjang Pantai seluruh Pulau Kepulauan Indonesia yang memiliki jumlah panjang 108.000 km dan 93.000 km2 luas lautan Indonesia
Dari jumlah Panjang Pantai indosesia dapat ditambang tenaganya untuk membangkit listrik dan jika dibangun pembangkit listrik dengan daya 500 Mega Watt untuk sepanjang 1 Km panjang pantai Maka dengan demikian untuk panjang 108.000. km dapat menghasilkan 108.000/2 = 54.000 Gega Watt
Untuk itu tunggu tahun 2014 saya akan luncur Penambang TAPS dan TeGAL
sementara kuselesaikan karya tulisnya dan miniaturnya
Komentar oleh gerga — 17 Juli 2008 #
Keserakahan akan kenikmatan hidup di dunia yg membuat kita mengalami krisis energi. Makin tinggi kebutuhan akan kenikmatan dlm hidup, makin tinggi energi yg dibutuhkan:
AC, Kulkas, ==> menguras listrik dan Gas Freon. Kendaraan/moda transportasi bermotor (mobil, motor, pswt, KA, Kapal,dll)==> menguras BBM.
Bayangkan kalo tiap pribadi ingin punya moda transportasi: motor, mobil, pswt, KA, Kapal sendiri… betapa byk energi yg dihabiskan oleh 1 orang saja?!
Rumah mewah, furniture alami yg wah ==> menguras berpuluh2 batang pohon jati, bambu, kayu kalimantan/sulawesi/simatera,dll
Kuncinya adalah kesederhanaan/kebersahajaan dlm hidup, ramah lingkungan ==> Hemat energi!
Kalopun sdh ada energi pengganti BBM, Nuklir, Gas, Angin, Panas, pasang laut, Blue energi, dll tapi manusianya tdk ada mental berhemat & hidup sederhana, sampai kapanpun krisis energi ini tak akan selesai !
Komentar oleh alhiko — 17 Juli 2008 #
maaf ini blog teknologi atau blog untuk menjelek2kan agama lain??? setau saya islam tidak pernah melarang penggunaan nuclear… kecuali amerika sendiri….!!!!… islam cuma tida mengijinkan sesuatu yang akan menimbulkan kerusakan…..!!!!! bodoh kali sampeyan itu
Komentar oleh conan edogawa — 19 Juli 2008 #
cayup betulllllll
Komentar oleh saya — 21 Juli 2008 #
Optimis Pakdhe? saya tunggu biOEnergynya………
Komentar oleh satu — 23 Juli 2008 #
saya hanya berharap agar harga bbm jangan naik lagi…tul ga?
Komentar oleh yusuf hasibuan — 8 September 2008 #
Duygusal özlemli şiir Flash
He…uem…uemm…. iya pak dhe, maaf. Bukannya nda sabar, tapi gemes nek liat orang nda mau meneliti tapi pada saling skeptis…
Komentar oleh Duygusal Özlem Sevgi — 20 September 2008 #
hmm.. keren sih blue energy itu.. tapi sekarang gimana kelanjutannya? apakah masih berlanjut, or bagaimana? kok beritanya ngga se”kenceng” pada waktu yang lalu? hmm.. pengen berita lebih lanjut negh…
Komentar oleh Vickydbz — 2 Oktober 2008 #
Kalau teknologi yg manggunakan air biasa dan tidak pakai katalis untuk menghasilkan Hydrogen dan oksigen murni. PT LINAD telah memproduksinya, namum telah hadir pula tiruannya yg lebih murah namun tidak tahan lama. WATERFUEL karya bangsa indonesia yg bisa di sejajarkan dengan bangsa lain. Sejak 1995 telah di terapkan di indonesia. Teknologi yg berasala dari pembelajaran langsung dengan pencipta HHO. Menggunakan frekuensi yg aman dan tidak beracun bagi pemilik dan kendaraan. JANGAN memekai produk yg memakai KATALIS karena berbahaya, WATERFUEL tidak menggunakan air kimia(soda kue, soda api, koh, garam dll) hanya air biasa. konsumsi listrik hanya 12VDC 3-8 A, 150-1000 cc / menit gas hydrogen dan oksigen. bisa tel 021 91303345 – 021 91499472 dengan aditya indra (PT LINAD MULTYPOLLAR)
Komentar oleh aditya — 17 Nopember 2008 #
hehehehe nice… blue energy. esok apa lagi yah.. Mobil Terbang kali yah….
Komentar oleh Bima Primaga Yudha — 18 Nopember 2008 #
BLUE ENERGY dari penemuan PAK JOKO adalah penipuan……apa enak dibodohkan oleh bangsa sendiri….??…ya….TERUSKAN MIMPI KALIAN SEMUA……hahaha……
Komentar oleh INDON — 4 Desember 2008 #
Pak.. mau jadi Direktur PERTAMINA ga? bakalan kosong tuh :-” hehe
Komentar oleh izoel — 22 Januari 2009 #
[...] atas bila alat ini dikembangkan? Beliau mungkin akan bernasib sama dengan Pak Djoko yang menemukan Blue Energy itu, beliau telah dibungkam oleh perusahaan-perusahaan itu agar tak bisa mengungkapkan penemuannya [...]
Ping balik oleh Mas Anton…. » Blog Archive » Sirkulator Pompa Air Tenaga Gravitasi — 8 Mei 2009 #
trytr565yuo890bvnmbnkiuoiuo4r56y
Komentar oleh bedsfleedyfekuolpe — 23 Mei 2009 #
Hayo siapa lagi yang dapat gunanin energi yang yang berlimpah yang ada di Sioarjo, Hayo ngacung!
Pak Dhe kalau energi di lumpur lapindo dapat dimanfaatin apakah itu termasuk BLUE ENERGI ?
Komentar oleh Joko S — 3 Juni 2009 #