Gunung Kelud beraksi
3 Oktober 2007 at 1:45 pm | In Bencana Alam, gunungapi | 53 CommentsTags: bencana, gunung meletus, gunung api, kelud,
Gunung kelud kemarin dikabarkan beraksi, tapi bukan beraksi karena ada truk tanpa mesin berjalan naik akibat adanya Misteri jalan bermagnet di Gunung Kelud. Tetapi gunung Kelud dikawatirkan meletus. Bahkan kemarin (2 Okt 2007) kabar-kaburnya akan meletus dalam 3-4 hari lagi.
Tetapi dalam diskusi di IAGI-net (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) disebutkan kalau Gunung Kelud/Kelut akan meletus 3-4 hari lagi tentunya status Kelud harusnya sudah ditingkatkan ke Level IV (Awas), tetapi data terakhir di sampai pagi ini (3 Okt 2007) status Kelud masih di Level III (Waspada SIAGA).
Letusan terakhir (1990) terjadi ketika temperatur air kawah sekitar 45 deg C dan buih putih sudah memenuhi semua danaunya. Saat ini temperatur-nya masih di sekitar 36 deg C dan buih putih sembulan gas magmatik masih setempat2.
Nah ini bukan untuk menakut-nakuti tapi untuk berjaga-jaga saja, apa yang mesti dilakukan apabila ada gunung meletus. Panduan yang dibuat oleh Pak Amien Widodo dari ITS ini moga-moga berguna. Dokumen lengkap dapat diambil disini :
Silahkan diunduh (download) bagi rekan-rekan yang membutuhkan.
Ada bebrapa hal penting yang perlu diingat-ingat adalah kenali dan catat tanda-tanda alam yang biasanya akan muncul sebelum bencana akan meletus atau akan mengeluarkan sesuatu. Menurut Pak Amien, untuk itu perhatikan, dengarkan dan rasakan adakah sesuatu yang berbeda di sekitar kita bila dibandingkan dengan keadaan biasanya misalnya :
- Hewan-hewan liar yang berlarian turun atau bersuara keras dan nampak gelisah. Atau hewan-hewan peliharaan kita apa menunjukkan gejala yang sama (misal burung dalam sangkar terbang gelisah, nabrak-nabrak sarang). Ini terjadi karena sifat material yang akan pecah atau tergerus akan mengeluarkan gelombang elektromanetik sehingga membuat hewan-hewan menjadi gelisah atau melakukan hal-hal yang tidak biasa. Atau adanya peninglatan panas di kawah gunungapi, dan peningkatan gempa volkanik
- Ada suara keras yang tidak pernah didengar sebelumnya misalnya suara gemuruh akibat kubah lava yang runtuh atau akibat longsor, ada kebakaran hutan,ada pohon yang tumbang akibat longsor, dll.
- Ada bau yang aneh yang tidak biasanya misal bau aneh (bisa bau belerang, bau basin yang menyengat).
- Ada perubahan mendadak sehingga kulit kita merasakan sesuatu yang tidak biasanya misalnya merinding.
“Pakdhe itu tuh kok bisa merinding keterangan saintifiknya ada nggak ?”
“Seperti yang dijelaskan soal rambut berdiri di sekitar LuSi binti LuLa, Barangkali saja akan ada sifat eletrostatis yang barangkali karena adanya gesekan-gesekan akibat gerakan magma. Tapi ini masih roti spekuk”
“Apa, spekuk Pakdhe?
“Spekulasi !, wong aku belum pernah tahu juga thole”
![]()
Untuk diketahui juga Menurut Volkanologi Survey Indonesia sistem pemantauan sehari-hari G.Kelud dipusatkan di Pos Pengamatan Margomulyo, meliputi pemantauan visual dari warna, ketebalan dan tinggi asap solfatara dan cuaca di sekitar puncak. Disamping itu pula dilakukan pengamatan langsung ke kawah meliputi pengukuran suhu air dan pengamatan perubahan warna air kelut serta pengamatan pergeseran gelembung-gelembung gas yang muncul yang dapat diamati pada permukaan air kawah. Selain secara visual pemantauan G. Kelut juga dilakukan dengan metoda sismisitas atau kegempaan.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Iklan Gratis



Pertamax ….
Komentar oleh sigid — 3 Oktober 2007 #
Saya jadi ingat waktu dulu G. Kelud meletus, abu volkaniknya bahkan sampai ke Gunungkidul.
Setelah 17 tahun tidak aktif, apakah menurut Pak De ada kemungkinan bahwa letusan G. Kedul bisa sebesar letusan sebelumnya.
Komentar oleh sigid — 3 Oktober 2007 #
Waspadalah…Kalo di G. Kelud ga punya juru kunci yang nungguin seperti Mbah Marijan ya?
Komentar oleh prasso — 3 Oktober 2007 #
Gunung Kelud ini letusannya bisa lebih berbahaya dari Gunung Merapi. Gunung ini cukup memiliki keunikan yaitu ada pada bagian kawahnya yang berbentuk danau katanya volume air dikawah ini 2,5 juta meter kubik.
Letusannyapun tidak seperti Merapi yang dapat diikuti dengan mudah. Kadangkala hanya tanda-tanda kenaikan suhu air danau ini. Trus tiba2 jegleerr !!
Komentar oleh Rovicky — 3 Oktober 2007 #
Kalo ndak salah justru gunung api aktif yang terdapat danau atau crater lake ini yang berbahaya ya? Bisa dianalogikan seperti kita menggoreng dengan minyak yang tercampur air di dalamnya, maka ekspansi gas dari air yang terpanaskan tersebut akan membuat letupan-letupan yang menyakitkan kita kalo kena. Bener begitupak Dhe?
Komentar oleh prasso — 3 Oktober 2007 #
Betul Pras,
Terutama karena seringkali tidak didahului “petunjuk” atau tanda-tanda akan meletus. Ketika dasar danau ini retak dan danau bocor ke magma inilah terbentuk letusan-letusan akibat ekspansi air yang mendidih dan berubah fase dari cair ke gas.
Komentar oleh Rovicky — 3 Oktober 2007 #
tetapi data terakhir di sampai pagi ini (3 Okt 2007) status Kelud masih di Level III (Waspada).
Koreksi sedikit pakde.. Level III itu Siaga. Satu level sebelum Awas.
Komentar oleh echo — 3 Oktober 2007 #
Thanks Pakde…
aku forward ke kawan-kawan yang ngurusin disaster preparedness yaaa….
Komentar oleh Tys — 4 Oktober 2007 #
ada satu tanda yang dapat dilihat, yang pasti akan terjadi bencana. yakni bila terlihat lava mengalir ke daerah penduduk. betul?
Komentar oleh semprul — 4 Oktober 2007 #
hehehe.. aku kok kepengen liat lagi to pakdhe..
pas gununge mbledos mbiyen, aku sik cilik, sik kelas 5 sd…
sakno bapak ibu, emperane omah ambrol gak kuat nahan wedi ne gunung kelud.
tapi pas iku mbledos apik banget lo pakdhe… kan pas iku isa di delok langsung, posisi jam 12 awan ae podo karo jam 12 bengi, petheng ndedet… trus nek arah gunung kelud’e pas sakdurunge jeglerrr… enek koyo semacam petir (koyo nyulut ngono lo..) nek duwure gunung kelud, mari ngono JEGLERRRRRR….. subhanallaahh..
aneh yo pakdhe… iku pengamlan ku sing gak iso diilangne
Komentar oleh bayuart — 4 Oktober 2007 #
makasih atas informasinya..
selain infonya akan terjadi bencana, ternyata ilmu bumi menarik juga.. sampai2 ada poin “Ada perubahan mendadak sehingga kulit kita merasakan sesuatu yang tidak biasanya misalnya merinding.”..
subhanallah..
Komentar oleh arie — 4 Oktober 2007 #
Pak dhe,
Sebenare yang menentukan karakteristik letusan gunung kuwi perkorone opo ae sih de, kok sifate gunung kalau mledug kok bedo-bedo,gunung merapi koyo wedus gembel,terus kelud kok moro-moro mledug terus gunung sing ndek hawai kok koyok lelehan gulo
Komentar oleh supriyanto — 4 Oktober 2007 #
Hati-hati mungkin tanda-tanda akan ada gempa tektonik disekitar itu, seperti di Jogya.
Komentar oleh Dedi Ganedi — 5 Oktober 2007 #
ya…. memang g. kelut punya keunikan tersendiri. Tahun 1990 lalu rumah saya yang sejauh skt 35 km tepatnya di kec. wlingi menerima kiriman kerikil mulai 13.30 dilanjutkan pasir sampai abu sampai esok hari pukul 10.45. ketebalan material di atap terukur 7 cm. dimana jeglerrrr pertama yg terdengar dari rumah pukul 08.40 wib. jadi itulah keunikan Kelut “ujug-ujug” mak JEGLER….. ngoten nggih Pak Dhe……
Komentar oleh pitono — 5 Oktober 2007 #
apa bedanya letusan gunung kelud dan gunung galungung serta tingkat bahayanya….?
Komentar oleh zaenal — 6 Oktober 2007 #
Ini info dari Pak Kirbani dari MIPA Geofisika UGM:
Yth. Rekan2,
Saya mencoba membuat histogram data letusan (website DVMBG), waktu istirahat (repose time,T) erupsi Gunungapi Kelud mempunyai distribusi statistik eksponensial Poissonian dengan N= 21e-(0.0354*T) . Mean Value = 28 tahun (Catatan: hanya 2.75 tahun untuk Merapi Jogja); Mengikuti analisis Wickmann 1965, pada saat ini yaitu setelah beristirahat 17 (2007-1990) tahun mempunyai kebolehjadian tidak terjadi letusan Gunungapi Kelud =1,9% dan akan semakin kecil dengan bertambah lamanya T.
Ini berarti bahwa bahwa saat ini ada nilai risiko yang harus ditanggung (value at risk) yang hampir tidak dapat diabaikan kemungkinan terjadinya, sehingga tidak ada jalan lain kecuali harus ada tindakan mitigasi untuk meminumkan dampak negatif akibat erupsi Gunungapi Kelut ini. Masih banyak yang harus dikerjakan untuk itu. Selamat bekerja untuk Pak Surono dkk.
Saya juga mecoba menghitung b value untuk gempabumi disekitarnya:
B-value runtun waktu gempabumi di sekitar Gunungapi Kelud dkl dalam kawasan -3 LS –17LS dan 111,8 BT – 112.8 BT:
Maret 1973-10 Februari 1990 0,8817
10Februari 1990-4Oktober 2007 1,0147
Maret 1973-4Oktober 2007 1,0032
Artinya apa ya? Mungkin lebih baik sebagai bahan diskusi kita yang sedang dalam suasana malam seribu bulan ini.
Kirbani SB.
Komentar oleh Rovicky — 6 Oktober 2007 #
kalo gunung kelud meletus, daerah mana dulu yang kena?…makaci.
Komentar oleh mahendra — 7 Oktober 2007 #
kelud meletusnya besar g??
Komentar oleh wisnu wardhani — 7 Oktober 2007 #
Pak Rovicky
Salut atas ‘kemasan’ nya, semestinya ‘ilmu’ itu dikemas dengan nalar yg sederhana.
Tidak banyak yang punya kemampuan seperti ini, sebagai negara ‘bahari’ mudah mudahan ulasan tentang fenomena laut bisa ditambah
Selamat dan sukses
Wassalam
Komentar oleh Bobby — 7 Oktober 2007 #
Kapan gerhana matahari kapan gerhana bulan manusia pinter sudah bisa menentukan waktunya, sampai jam menit detiknya tahu, nun jauh-jauh sebelum itu terjadi dan sudah bisa dibuat catatan kejadian gerhana yang akan terjadi. Karena manusia sudah bisa menghitung dan menguasai simulasinya.
Namun, kapan gunung meletus kapan gempa bumi terjadi manusia belum bisa memastikannya. Belum bisa menghitung dan membuat simulasi. Hanya Pencipta Alam Semesta yang mengetahuinya, bahkan sudah ada catatan kejadiannya dalam “Kitab yang jelas” (lauful Mahfuz).
Komentar oleh ganedio — 8 Oktober 2007 #
Pakde, di koridor antara Prupuk – Purwokerto – Kroya, ada sesar aktif enggak? Gunung Slamet masih aktif?
Komentar oleh Irwan Joe — 9 Oktober 2007 #
menurut gue…gunung selamet masih aktif..nanti juga kelihatan
Komentar oleh Mahendra — 13 Oktober 2007 #
Baru dapat dengar dari teman dia bilang orang orang di Blitar pada disuruh ngungsi, ini betul engga?
Komentar oleh Widystuti Winarto — 17 Oktober 2007 #
Menurut berita direktorat Volkanologi memang begitu yang terjadi Statusnya pada tanggal 16 Okt 2007 STATUS AWAS !
http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/
Sehubungan dengan status G. Kelut Awas (level IV), maka kami (VSI) rekomendasikan:
§ Pemerintah Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang (SATLAK PB Kab. Kediri, Kab. Blitar dan Kab.Malang) segera mengungsikan masyarakat di wilayah dalam radius 10 km dari puncak G. Kelut.
Komentar oleh Rovicky — 17 Oktober 2007 #
belum jadi mbledos-mbledos yoo pak de.., mumpung mudik di daerah mblitar.
Malh geregetan lhoo liat ulah wartawan yg sok sokan protes Pak Surono, yg meminta mereka meninggalkan Pos pantau .., oalahhh leee leee wartawan dikandani orang ahli kok yoo sokk lebihhh ahli..,belum pernah ke bledosan ndas’e ….
Komentar oleh zhawelaze — 21 Oktober 2007 #
Yang perlu diperhatikan tanggal 26-28 okt ini. Saat “perigee”, jarak bumi bulan terdekat, pas purnama lagi.
Komentar oleh thole — 21 Oktober 2007 #
di G kelud ada Mbah Ronggo yang kemarin termasuk yang dipaksa untuk mengungsi pdahal beliau masih percaya bahwa G kelud belum akan meletus karena tanda-tanda alam yang biasanya muncul sebelum gunung meletus , seperti : – hewan-hewan turun gunung, burung-burung belum menghilang, belum ada pohon-pohon yang mati/layu dll. Pendapat beliau ini masih sangat dipercaya masyarakat lokal. Makanya beliau diungsikan paksa. Saat ini masih ada masyarakat yang tidak mau ngungsi dengan alasan tersebut diatas.
Kontroversi antara kearifan lokal dan hasil pengukuran, menurut saya sangat menarik dan perlu dikaji dengan seksama. Perbedaan ini perlu dijembatani. Sudah waktunya masyarakat lokal dilibatkan dalam pengambilan keputusan tingkat bahaya (level gunung kelud.
AW
Komentar oleh Amien Widodo — 22 Oktober 2007 #
kacian sm pengungsi apalagi anak2, jgn sampai peringatan SIAGA, WASPADA DAN AWAS!!! membuat trauma yg berkepanjangan mereka………
Lindungi mereka dan berikan yang terbaik buat mereka……… trims p’de
Komentar oleh beni — 23 Oktober 2007 #
Dongenge G Kelud ktk aku masih kecil sangat unik. selain ada yang bernuansa mitos, ada juga yang bernuansa religi, dan ada pula yang bermaksa “jarwa dhosok”. “samangsa ana laar (lahar) Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, lan Tulungagung dadi kedung”. Kenyataannya ternyata benar. pada letusan tahun 1965, hal tersebut terbukti. Saya ada di desa Kendalrejo merasa was-was juga. Moga2 tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Amin
Komentar oleh mbah brata — 26 Oktober 2007 #
karakteristik gunung satu ini memang sangat unik,konon dr dulu gunung kelud meletus selalu pada saat masyarakat lengah,pada tahun 1991 setelah 2 hari pengungsi kembali ke rumah mereka masing2 karena sudah mulai bosan dipengungsian karena gunung kelud tidak meletus2 malah gunung kelud meletus dan banyak menewaskan warga sekitar,dan dr kejadian itulah saat ini sulit diambil keputusan untuk status gunung kelud.
Komentar oleh nie — 28 Oktober 2007 #
menurut prediksi para vulkanologi, apakah dlm waktu dekat ini akan meletus…??apakah daerah Ngletih Kandat akan t’kena semburannya….???
Komentar oleh Putri Thita — 30 Oktober 2007 #
mmm,,katanya, kemaren kelud sempat batuk2 kecil. saya salut akan tindakan aparat dengan mengungsikan masyarakat secara paksa. soalnya,kalo tiba2 kelud meletus tyuz masyarakat yang gak mau mengungsi ternyata jadi korban, yang disalahkan kan juga aparatnya,,,
lagian, kan kasihan juga masyarakat yang deket dengan lereng2 kelud kalo jadi korban. tapi, kalo dalam pengungsian, jaga harta benda masyarakat ya…sekalian, lindungi masyarakat dalam pengungsian.
btw, aQ jg mw tnya. kira2 nti letusannya berbentuk apa? katanya, yang sebelum tahun 90 itu hujan kerikil, tyus tahun 90 hujan pasir. sekarang kira2 apa ya? n daerah sekitar pasar nglegok itu kena apanya ya? kQ kayaknya masyarakat disana santai2 aja…
Komentar oleh ifa — 4 November 2007 #
klau merinding bulu romaku,apa ada kaitanya dengan gunung pacarku yah hahhahhaha
Komentar oleh gambrong — 4 November 2007 #
pak de, aku melu nimbrung ki heheh, aku cah blitar tepate ndek wlingi iki,, pancen bener G. Kelud gak iso di prediksi, tapi G. kelud ki opo pancen ono seng nunggu yo????????
Komentar oleh puli — 4 November 2007 #
melu maneh hahahahahah…… iki jane tanggal 3/11/07 wes fase krisis G. Kelud… tapi kok hurung mbledos yo ??? opo seh penyebab e ???
Komentar oleh puli — 4 November 2007 #
sodara2, ada yang tau ga?
hubungan antara gempa bumi di mentawai dengan aktifitas kelud?
mohon bantuannya ya,,,
Komentar oleh reza juanda — 5 November 2007 #
Kasih info aja. Sekarang Gunung Kelud Mulai Muncul Asap Putih tebal….??Rumah saya di Blitar Selatan dekat sungai Brantas, kira2 terkena dampaknya tidak ?? insya4JJ1…..
Komentar oleh Rizal — 5 November 2007 #
Bulan Januari waktu adam air dinyatakan hilang salah satu stasiun TV memberitakan bahwa ada fenomena alam di sekitar Gn Kelud,didiberitakan ada medan magnet yang bisa menarik benda besar seperti mobil.a
Komentar oleh ita — 5 November 2007 #
untuk mbak ita : benar, bahwa jauh sebelum Kelud diberitakan akan meletus, sekitar 4-5 km sebelum kawah, ada sebuah ruas jalan yg mempunyai fenomena medan magnet yang sangat unik. Kalo anda pernah pergi ke sana, anda mungkin baru percaya cerita itu.
Ada jalan dengan panjang sekitar 100m, dengan kondisi jalan yang miring/menurun, dari arah pos pengamat Sugihwaras jalan itu menurun…jika anda bermobil berhentilah di bagian bawah jalan itu. Matikan mesin mobil, lepas hand rem, maka ajaib…mobil anda akan bergerak mundur seperti ada kekuatan yg menariknya..
Anda mengira itu medan magnet ? Belum tentu…magnet lazimnya akan menarik benda2 yg terbuat dari logam…..Silakan coba anda taruh botol kemasan air mineral yg 1,5 liter itu (tentunya dg isi air di dalamnya)…maka botol air itu pun akan menggelinding….Ya menggelinding KE ATAS…
Subhanallah….
Komentar oleh andri /6 — 6 November 2007 #
dengan tersumbatnya kawah gunung kelud, menyebabkan efek pada gunung berapi lainnya, seperti semeru, anak krakatau yang juga turut aktif. Apa betul demikian…
wallaahu a’lam…
Komentar oleh darto Bravo Siera ldy — 7 November 2007 #
aku masih pusing..blog ku gak bisa diakses lewat search engine seperti google misalnya. gimana donk tolongiiiiiiiin.
Komentar oleh seno — 12 November 2007 #
Pakde…kata temen-temen,gunung kelud kemaren udah mbledhos!!!(soalnya kemaren gak liat TV blasss)Tapi kok mbledosnya gak seru gitu…padahal dalam bayangan saya tu ntar bakalan kayak bom gitu.Ada bunyinya JDERRRRRR.E…gak taunya kok cuman gitu doank…Serunya sih cuman gerimis abu aja(seru karena belom pernah ngrasain seumur-umur)Itu aja gak layak disebut gerimis,cuman kayak bedak tipis aja.Cuman,warnanya abu-abu.Pakde…gimana dong..Ada kemungkinan gak kelud mbledos lagi?Trus kalo aksinya cuman gini doang,gimana nasibnya magma dibawahnya,yang selak gak sabar pengen keluar,kayak jerawat-jerawatzku gitu?Kalo magmanya ngendon lama,apa bisa suatu saat dalam waktu dekat,bisa saja tiba-tiba meletus gitu?makasih Pakde…..
Komentar oleh Elizabeth Swann — 13 November 2007 #
gunung kelud punya anak, wAH berapa bulan yach ngandungnya???????
Komentar oleh herman — 17 November 2007 #
sebelumnya thanks atas informasimya walaupun saya sendiri g tinggal di surabaya,harusnya bersyukur hanya seperti itu yang hanya seperti gerimis abu ngga ngeluarin lava yang besar yang bisa ngerusak semuanya atau yang parah lagi bisa ada korban jiwa
Komentar oleh peot — 18 November 2007 #
sempat was-was kalo sampe kelud mbledos,
kan ga ada tempat refreshing yang bagus lagi di wilayah Kediri dan sekitarnya.
juga agak nervous ketika dikabarkan akan benar2 bleeeedar, takut, kan kekasihku tinggal di daerah situ……
hehehehe
untunglah sekarang agak aman, meskipun ada rumor akan terjadi pendeman bledosan di sana terkait gak jadi bledosnya itu…..
tapi sekarang kawahnya ilang yaaaa…
jadi sedih ;-(
Komentar oleh cece — 30 November 2007 #
emang aneh tapi itulah nyatanya.
Komentar oleh IMADE — 16 Desember 2007 #
kalo karakteristiknya gunung kelut gimana pakde?crita dunk…..
Komentar oleh sha_sha — 2 Maret 2008 #
sebaik nya warga segera di ungsikan&di bangunkan rumah baru
Komentar oleh tiara — 19 April 2008 #
[...] By soccertop Gunung Kelud beraksi [...]
Ping balik oleh Soccertop’s Blog — 18 Desember 2008 #
nanya pkdhe…
dengan danya gejala2 vulkanis di beberapa daerah….
pa kah akan mempengaruhi titik hotspot purba yang telah lama mati??
suwun
Komentar oleh geo — 8 Februari 2009 #
sekarang gmn keadaan disekitar gunung kelud?
pa tempat wisata disana sudah membaik?
Komentar oleh Mrs.kelud — 11 Mei 2009 #
Kelud sebenarnya mempunyai panorama yang cukup indah, tp suatu saat juga bisa menyeramkan…sampai bisa membuat orang mengungsi
Komentar oleh amim — 8 Agustus 2009 #
gunung kelud tempat yang bagus..sebelum meletus,kawahnya yang hijau sangat indah,sayangnya setelah meletus saya belum berkunjung lagi..
Komentar oleh rera — 16 Oktober 2009 #