Gempa 4.5 SR Situbondo ini beda lagi dari yang sebelumnya
11 September 2007 at 6:04 pm | In Bencana Alam, Dongeng Geologi, gempa | 13 CommentsSudah mendengar gempa di Situbondo ? Gempa berkekuatan 4,5 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (10/9) sekitar pukul 06.30 WIB? Ya gempa ini meyebabkan dua ratus lebih rumah rusak.
Lokasi gempa ini sangat dekat dengan kota Situbondo dengan kedalaman pusat gempa 35 Km.
Pak Awang dalam diskusi di kalangan IAGI – Ikatan Ahli Geologi Indonesia langsung menjelaskan fenomena gempa yang kali ini. Lokasi kedalaman pusat gempa 35 km dan jaraknya cukup jauh dari batas konvergensi Iempeng Samudera Hindia dengan Eurasia. Ini tetap merupakan overriding plate-earthquake; tetapi kompresi dari konvergensi lempeng terjadi jauh ke selatan. Yang lebih penting sebagai pemicu patahan adalah backarc thrusting yang merupakan kepanjangan Flores Thrust.
“Halllah, Pakdhe Awang ini kok pakai istilah untuk mereka yang IPK-nya tinggi to pakdhe ? Mbok dijelasin apa itu operverseneling plate dan bek ah, mboh gimana bacanya yang itu ?
Lanjutnya Pak Awang mengutip dari USGS juga yang menyebutkan posisi episentrum gempa Situbondo secara tektonik, segaris atau pada posisi perpanjangan sebelah barat dari Flores Thrust yang berarah barat-timur terletak di sebelah utara Pulau Flores. Di sebelah utara Flores Thrust, kerak samudra Laut Banda Selatan menyusup ke bawah island arc Nusa Tenggara dalam pola foredeep (mungkin bukan subduction trench).
Mungkin sudah ada yang mengerti bahwa batuan-batuan sedimen itu terkumpul dalam sebuah wadah yang disebut cekungan atau basin. Nah gempa yang terjadi di Situbondo itu terletak pada pinggiran sebuah basin juga, yaitu Bali Basin. Bali Basin di wilayah ini terbentuk akibat downwarp atau bagian yang turun ambles pada kerak Paparan Sunda oleh patahan naik yang disebut sebagai thrusting sepanjang Flores backarc thrust zone. Arah slip atau arah pergeseran untuk zone backarc thrusting (atau patahan naik dibelakang busur vulkanik) berdasarkan orientasi slip vector gempa merupakan bagian dari konvergensi lempeng yang searah dengan konvergensi antara Busur Sunda dan lempeng samudera Hindia. Keberadaan backarc thrusting menunjukkan coupling antara lempeng Samudera Hindia dan Sunda arc.
“Ya wis thole, kene tak gambarke yang lebih mudah ya ?”
Flores thrust ini sakjane ya sama saja dengan patahan, patahan naik seperti yang ada di selatan Jawa. Tetapi patahan ini berada disebelah utara dari Pulau Flores, sehingga disebut Flores Thrust, itu tuh yang warnanya ungu itu. Ahli geologi ini sering memberikan nama-mana sesuai nama geografisnya supaya lebih mudah mengingat lokasinya.
Flores Thrust digambarkan berwarna ungu dalam gambar di sebelah in. Patahan naik Flores ini memang selama ini hanya berdasarkan data permukaan, namun sangat mungkin patahan ini manaerus ke arah barat, lihat tanda titik-titik menunjukkan bahwa diperkirakan menerus ke barat. Patahan ini sekarang diketahui merupakan patahan aktif juga kan ?. Dan memang patahan-patahan di Jawa perlu diwaspadai keaktifannya.
Kalau dibandingkan dengan gempa-gempa sebelumnya maka dapat secara mudah digambarkan seperti dibawah ini. Coba bandingkan dengan gempa di Pantura Jawa kemarin, tahukah bedanya ?
“Anu Pakdhe, gempa yang di Pantai Utara Jawa kemarin merupakan kepanjangan dari penunjaman, sedangkan yang ini bukan”
“Lantas apa bedanya dengan gempa di Jogja thole ?”
“Nanti dulu Pakdhe, aku buka tulisan kemarin disini, Gambarnya yang ini sepertinya mirip ya Pakdhe, merupakan gempa-gempa akibat patahan yang ada pada kerak benua. Gitu, kan ?”
“Wah kowe wis dadi geolog ngono looh”
“Haiyak, Pakdhe niku”
![]()
Gempa di Pantai Utara Jawa kemarin walaupun kekuatannya besar tetapi berada jauuuh dibawah sana. Sehingga daya rusaknya tidak sehebat gempa di Situbondo ini. Walaupun kekuatannya dibawah 5 MW, tetapi merusak beberapa bangunan di Kabubapten Situbondo.
Daerah ini memang merupakan perjumpaan gaya tektonik (tectonic style) antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur yang “amburadul“. Gambaran Tektonik Indonesia Timur memang agak bikin pusing, terutama sekitar Irian. Coba tengok gambar disebelah ini yang patahannya sendiri saling terpatahkan
Bacaan terkait :
13 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

“Halllah, Pakdhe Awang ini kok pakai istilah untuk mereka yang IPK-nya tinggi to pakdhe ? Mbok dijelasin apa itu operverseneling plate dan bek ah, mboh gimana bacanya yang itu ?
“Ya wis thole, kene tak gambarke yang lebih mudah ya ?”




tahun 1800an ama tahun 1960an ada gempa hebat di seririt, buleleng, bali. yg menewaskan orang banyak. posisi buleleng bali emang ada di utara bali yg dilewati oleh patahan flores. patahan ini kayaknya aktif bangat. tapi pusat kedua gempa itu ga tau dimana. dankedua gempa ini sangat terkenal di bali, blum ada yg ngalahin korban ama besarnya. ini menurut pandangan masyarakat
Komentar oleh La An — 11 September 2007 #
Pak Dhe,
Saya barusan baca koran Jawapos tadi pagi,
Disitu di tulis,air yang ada di kawah gunung kelud bertambah panas kalo ndak salah sampai 3 derajat celcius,selain itu pekerja-pekerja yang di situ pada sesak nafas semua,katanya sih ada peningkatan gas, apa memang itu pengaruh dari gempa situbondo ? terus bisa ndak pengaruh dengan gunung ijen,semeru dan bromo yang kebetulan letaknya sekitar situ juga.
Komentar oleh supriyanto — 12 September 2007 #
Dear Pak Dhe,
Thrust fault di back arc basin ini, yang gede2 dan yang diprediksi bisa menimbulkan gempa…apa aja ya…
Faktor apa saja yang menyebabkan pusat gempa bisa mempunyai kedalaman yang berbeda-beda ya Dhe…?
Terimakasih buat jawaban nya…
Regards
Sigit
Komentar oleh Sigit — 12 September 2007 #
wah si thole tambah pinter yo….IPK nya pasti di atas 3.5 tuh….selain itu pertanyaan pakdhe terlalu gampang buat si thole….habis gambar yg di kasih sama pakdhe persis dgn gambar ilustrasi gempa jogja dulu…sesarnya kelihatan di tutupin sama pakdhe..terus dipindah ke tempat yang lain…he..he (komennya ora mutu yah….he..he.)
Komentar oleh kakang — 12 September 2007 #
Dear Sigit
Gempa itu bukanlah getaran yang disebabkan oleh sebuah titik seperti ledakan tetapi bayangkan saja sebuah bidang yang saling bergeser. Proyeksi pusat gempa dipermukaan disebut episenter. Dibawah sana disebut hiposenter, titik lokasi ini hanyalah “titik abstrak” dimana pusat energi yang terlepaskan saat gempa. Jadi pusat gempa itu sebenernya “titik yang tidak ada”.
Mengapa berbeda-beda ?
Hal ini disebabkan bidang yang saling bergeser ini letaknya memang berupa bidang pergeseran yang besar. Bidang yg bersingungan inipun tidak bergeser bersama-sama tetapi sepotong-sepotong seolah bergetaran. Sesekali yang dangkal yang bergerrak, lain kali yang dalam, sehingga kedalaman titik abstrak hiposenter ini tentunya juga mengikuti kedalaman bidang-bidang batuan yang bergeser ini.
Bidang saling bergeser inilah yang disebut patahan.
Komentar oleh Rovicky — 12 September 2007 #
http://abeeayang.wordpress.com/2007/09/12/warningwaktunya-tarawihdilarang-nge-blog-dulu/
Komentar oleh abeeayang — 12 September 2007 #
Baru aja ada gempa mas di Bengkulu nih, terasa banget ditempat saya, saya sampe terjatuh pas mau keluar ….apes
Komentar oleh djaloe — 12 September 2007 #
Sekarang, tepatnya hari ini gempa yang di Situbondo pindah ke Jakarta dan Padang mas
Komentar oleh evelyn pratiwi yusuf — 12 September 2007 #
Kalau lokasi koordinat gempa 4,5 di plotkan di peta jawa timur (google) maka lokasi gempa kedalaman 10 km itu ada di Kaldera G.ijen (tepi Kaldera bagian utara). Trus kalau dilihat dari data kegempaan g ijen memang sudah sering gempa dengan skala 2 – 4. Mungkinkah ini thrust fault ?.
Lokasi yang hancur itu di desa Asem bagus, atau di daerah dataran endapan lahar gunung ijen ( sebelah utara episenter gempa) dan kebetulan rumahnya kayak di yogya cuma bata ditumpuk
Komentar oleh Amien Widodo — 13 September 2007 #
[...] tidak akan mengulas banyak tentang hal ini karena pakdhe sudah mengulas banyak di sini, sini, sini, dan di sini. Yang mungkin perlu ditekankan lagi adalah bahwa di setiap kesempatan saya [...]
Ping balik oleh Black Quanta v1 » Seminggu Bersama Gempa di Indonesia Barat — 13 September 2007 #
Pak dhe atau siapa saja saya seneng banget baca rubrik mengenai gempa, lapindo dan penjelasan geologi mengenai bebrapa bencana di Indonesia.Soalnya susah memberi penjelasa terhadap kawan-kawan kerja di brunei
Komentar oleh Bambang — 16 September 2007 #
ini saya juga sedang mencari penjelasan mengenai gempa situbondo asembagus, maklum mertua disana pak dhe. dua tahun lalu kayaknya asembagus juga digoncang gempa, cuma ndak sehebat skr ini, yang saya herankan daerah panturan kan ndaka masuk ring of fire, ehh malahan daerah plat flores yang ylonong sampe situbondo
Komentar oleh Bambang — 16 September 2007 #
dear pak dhe,
aku jadi penasaran… di Indonesia Timur kondisi patahannya amburadul banget…gimana kita mo tentuin kalo daerah tersebut aktif gempa? Misalnya di daerah Nusa Tenggara Timur ada 4 patahan : Flores Thrust, patahan di Laut sumba n L Timor… apakah semuanya bisa menyebabkan gempa yang merusak? Gimana cara kita mengetahuinya? Apakah kondisi patahan itu benar2 ada? Gimana cara kita mengetahui keberadaannya kalau adanya di laut?
Komentar oleh Rossy — 17 Februari 2008 #