Ngitung gaji konsultan


Khusus dewasa !
Ngomongin gaji atau isi dompet orang lain itu PORNO !

Sepertinya akan lebih enak gaji ini diomongin terbuka, kalau cuman ngintip doank bikin ser kalau terbuka malah biasa saja.

Berita yang dilansir oleh Daily Investor cukup menggelitik. Bayangin aja ngomongin gajinya orang top markotop di perusahaan yang angka nolnya sampai ngabisin kertas … Wuikk !!

Quote “Daily investor” Saturday, 30 June 2007- Sementara itu, untuk level direktur ekspatriat bergaji EURO 150.000-250.000 per tahun, atau sekitar Rp 1,770-2,950 miliar per tahun atau Rp 147,5-245,833 juta/bulan. Ekspatriat yang bekerja di perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia pada level general manager/manager gajinya US$ 6.000-12.000/bulan atau sekitar Rp 52,200-104,400 juta/ bulan. Sedangkan posisi komisaris umumnya diduduki orang lokal.

:( “PakDhe niku kalau duwiknya dibeliin dawet bisa buat ngisi kolam renang ya, dhe ?”
+ :D “Halllah … wis … wis rasah ngomongin angkane …. carane ngitung wae lah”

Pegawai tetap atau pegawai kontrak

Seringkali diantara kita ada yang terheran-heran mengapa gaji orang konsultan kontrak lebih tinggi ketimbang pegawai-staff tetap. Bukanlah pegawai tetap itu justru harus lebih dihargai ketimbang pegawai kontrakan ? Untuk karyawan non-staff level memang pekerja kontrak mendapatkan remunerasi lebih rendah dibanding karyawan tetap. namun hal ini akan berbalik untuk pekerja staff. Apa sebabnya, aku tidak tahu pastinya tetapi secara mudah barangkali pekerja kontrak non-staff ini seringkali karena pekerjaannya untuk sementara atau seringkali karena bersifat percobaan sebelum diangkat sebagai pegawai tetap.

Tulisan lain disini membahas perbandingan pekerja kontrak vs permanen.

Gaji dan pengalaman kerja.

gaji-1.jpg

Untuk profesional-staff, maka besarnya gaji akan mengikuti kemampuan dan pengalaman kerja. Namun untuk mempermudah dapat disederhanakan seperti pada gambar disamping ini.

Gambar disamping ini menunjukkan hubungan antara umur yang tentusaja bisa relatif terhadap pengalaman kerja, dengan jenis pekerjaan dan jumlah hari kerja (billable days). Semakin tua semestinya semakin banyak pengalaman.

:) “Jadi semakin tua semakin berumur ya ? eh … semakin tua semakin tinggi gajinya ya, karena semakin banyak pengalaman, dhe ?”
:D “pengalaman dan lama kerja bisa saja disetarakan. Tetapi kalau kamu membuat satu peta dalam waktu setahun dan terus berlangsung selama 9 tahun itu artinya kau berpengalaman setahun diulang sembilan kali, tole”

Lihat gambar sebelah kiri di atas. Semakin banyak pengalaman yang biasanya juga semakin tinggi posisinya. Sehingga semakin sedikit aktifitas yang dilakukan sehingga semakin meningkat wisdom yang diperlukan. Pekerja yg lanjut biasanya lebih diutamakan untuk dipakai sifat kebijakannya (wisdom), sedang aktifitasnya berkurang, sehingga apa yang laku dijual dari seseorang sangat tergantung dari usianya (selaras dengan pengalaman dan posisinya). Yang perlu diperhatikan adalah ilmu (knowledge) akan selalu diperlukan berapapun usianya dan apapun jabatannya. Posisi tinggi juga memerlukan wisdom dan juga memerlukan aktifitas (fisik), itulah sebabnya CEO yang masih muda akan lebih aktif dan lincah. Walaupun posisinya tinggi, aktifitas masih jalan.

Pekerja tua berpengalaman (psst … seperti saya) mungkin akan semakin banyak bicara ketimbang bekerja aktif, semakin cerewet dan suka menasehati dengan gaya wisdom (gayane thok !). Padahal yang akan terjadi ketika bertemu pekerja muda adalah si pekerja tua seringkali merasa lebih tahu banyak karena sempat melihat sana-sini. Sedangkan pekerja muda merasa lebih uptodate dengan kondisi saat ini. Dan seringkali akan terdengar konflik diantara keduanya .. wuiiih serrru kalau ada pekerja tua membawa ketuaannya, bertemu dengan yang muda dan mengangkut kemudaanya. Masing-masing mengatakan akulah yang paling pas ! … :P . Padahal nanti kalau ketemu dan saling melihat gajinya, yang tua lebih gede walaupun pangkat sama yang muda pasti mencak-mencak ! Capede :P

Tidak selamanya perusahaan menghargai lama pengalaman kerja sebagai tolok ukur dalam C&B. Beberapa perusahaan di Middle East (Abudhabi, Qatar, Saudi) bahkan menggunakan faktor kebutuhan untuk menentukan besar kecilnya C&B (compensation and benefit). Misalnya, setiap pekerjanya mendapatkan fasilitas apartment sesuai jumlah anak. Lah yang memiliki anak 3 tentunya kebutuhannya beda dengan yg punya anak satu, walaupun sama usianya, dan sama pangkatnya kan ?

Semakin tua jumlah hari kerja konsultant semakin sedikit .

Membandingkan hari kerja konsultan dengan pegawai tetap dapat dilihat digambar di atas. Gambar disebelah kanan diatas memperlihatkan bahwa semakin banyak pengalaman (maksudte semakin tua, ga enak ngomongnya d) maka akan semakin sedikit hari (jam) kerjanya.

Pekerja tetap biasanya dibatasi usia maksimum 55-60 tahun saja, sedangkan batas usia konsultan tidak ada. Bahkan banyak yang sudah thuyuk-thuyuk, asalkan masih kuat fisiknya, masih banyak yang bekerja. tentusaja jam (hari) kerjanya juga jauh lebih sedikit. Dan itulah sebabnya banyak keluar dari tempat kerja sebelum masa pensiun (pensiun dini) tapi terus bekerja lagi sebagai konsultan.

:( “Pakdhe, kalau presiden Indonesia itu jabatan konsultan ya dhe ? Makanya ada yang sudah thuyuk-thuyuk masih mau jadi presiden.”
:D “Hust “

Menghitung gaji kerja harian

Yang dimaksud pekerja harian disini maksudnya pekerja yang gajinya dihitung berdasarkan hari kerjanya, setiap masuk kerja dibayar kalau ga masuk ya ngga dibayar. Berbeda dengan pekerja bulanan yang juga memiliki jatah cuti tahunan yang masih akan dibayarkan perusahaan.

:( “Kalau gitu kerja jadi konsultan sama kuli sama saja ya dhe ?”

gaji-2.jpg

Nomogram disebelah ini dapat dipakai untuk membantu kita menghitung dan memperkirakan kira-kira berapa padanan gaji bulanan terhadap gaji harian. Nomogram ini dibuat oleh Allan P. Juhas, yang dimuat di majalah The Professional Geologist Volume 37 – Number 10, NOVEMBER, 2000.

Untuk mempermudah aku beri tiga contoh Ir Hijau, Kuning MSc dan Dr Merah .

Si hijau ini gaji bulanannya 6 ribu USD.

:( “Whaddduh gede amaaat, Pakdhe ? “
:D “Ya wis ndak papap wong cuman contoh saja ada seorang yang pengalaman 15 tahun sebagai engineer. Wong ini dibuat standart gaji bule, tole”

Penghasilan si Hijau ini sebagai engineer dengan status pegawai tetap. Setiap bulan mengantongi 6K US$ sebagai penghasilan tetap. Jelas lah si Hijau ini senang dengan angka itu, tetapi ketika dia berjumpa kawannya yang berpenghasilan 500 US$/hari dia rada mbesengut. Lah iya kan. Wong kawan koleganya ini kerjaannya sama persis je. Lah kalau 500K/h tentunya gajinya berlipet-lipet dibanding dia yang sudah menjadi pegawai permanen … Blaik ! si pegawai tetap ini mungkin salah hitung.
profesi-1.gifBanyak yang keliru menghitung bahwa pekerja harian akan mendapat 30 kali perbulan atau 350 kali setahun. Padahal yang benar adalah, hari kerjanya rata-rata perbulan 20 hari saja, dan akhirnya tetap saja hanya 20 x 5K = 10 000K/bulan, masih harus dipotong pajak looh. Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya di blog ini juga, bahwa gaji untuk pekerja kontrak bisa satu setengah hingga dua kali. Dengan demikian perbedaan angka 40% ini sebenarnya tidaklah banyak berarti, karena mereka tidak mendapat bonus tahunan maupun bonus cuti dan bonus lebaran.

Tetapi kalau saja si Hijau ini bisa meningkatkan harga jualnya 50USD/hari, tentunya pendapatannya akan jauuh lebih banyak. Dan tentusaja ada risiko ketika bekerja kontrak, risikonya menjadi lebih berat ketika harus memperbaharui kontraknya yang bisa-bisa hanya setahun atau dua tahun saja. Senam jantung setiap dua tahun sekali ini bukan semacam olahraga memperkuat jantung, looh. Apalagi biasanya jaminan kesehatannya tidak sebagus pekerja permanen. Jelas harus dimengerti bahwa ada yang harus dibayarkan oleh pekerja kontrak ini walaupun perolehannya lebih besar dari si permanen.

Si Kuning karena usianya lebih tua dari si Hijau, maka jumlah billable days-nya juga lebih rendah. Pengalaman kerja si Kuning ini tarohlah 50 tahun dengan pengalaman kerja 15-20 tahun. Misalnya saja si Kuning ini kalau menjadi pegawai tetap mendapatkan gaji 10K USD/bulan, maka seandainya dia sebagai konsultan, maka kira-kira billable days-nya sekitar150 hari atau sebulan kerja sebulan nganggur (lah wong sudah berumur pingin agak nyantai). Sehingga seandainya saja dia memperoleh kontrak kerja harian dengan nilai 1000USD/hari (untuk selama 6 bulan saja) maka nilainya hampir sama ketika dia sebagai pegawai tetap bergaji 10K/bulan selama setahun.

Lah kalau setahun penuh dia bekerja terus berarti untung donk ?
Ya, disitulah peluang untuk mendapatkan pendapatan lebih diciptakan sendiri oleh si pekerja untuk bekerja keras supaya kontraknya berlanjut terus. Kalau kata simbah “No pain no gain !”

Si Merah karena sudah masuk masa pensiun dengan pengalaman kerja diatas 20-25 tahun, maka jumlah hari kerjanya semakin sedikit, sehingga beliau ini mungkin hanya mampu bekerja seratus hari dalam setahun, atau kira-kira sebulan kerja dua bulan jalan-jalan. Nah, untuk memperkirakan gajinya maka bisa dipakai kesetaraan dengan nomogram itu. Kalau sebagai pegawai tetap kirakira bergaji 14K US$/bulan, maka kerja hariannya dihargai 2000 USD/hari.

Pekerja kontrak ini juga tidak mendapatkan uang pensiun. Artinya mereka harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi pensiun nanti. Saat ini sudah banyak lebaga keuangan yang mengelola keuangan serta kesehatan semasa pensiun nanti. Jadi bisa saja diurus sendiri. Nah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahan yang berhubungan dengan gaji (C&B) ini disebut saja Burden Cost. Untuk tiap-tiap perusahaan bisa saja berbeda tetapi grafiknya si Jun ini dipakai utk burden cost permanen employee sebesar 42%,sedangkan utk kontrak sekitar 30% saja.

:( “Pakdhe, Kalau konsultan ga dapet pensiun karena kontrak kerjanya cuman dua tahun , kok DPR yang juga bukan pegawai tetap kok dapet uang pensiun ?”

Mengapa memilih kontrak ?

Tentusaja kalau melihat contoh diatas akan memperlihatkan bahwa bekerja kontrak dan bekerja harian akan lebih menciptakan peluang untuk mendapatkan lebih dibanding pekerja tetap. Lantas mengapa banyak yang saat ini memilih bekerja kontrak ketimbang permanen ? Jawabannya ada dibawah ini.

gaji-3.jpg

Contoh yang diambil disini hanyalah untuk geologi perminyakan. Namun tidak menutup kemungkinan bidang-bidang lain juga memiliki fenomena yang sama. Disebelah ini grafik yang menunjukkan kebutuhan tahun ini diperkirakan kekurangan 20% Geoscience di dunia.

Seperti sudah dijelaskan dalam tulisan workforce challenge, bahwa terjadi kelangkaan ahli geologi di dunia ini. Jadi tidak hanya di Indonesia saja tetapi ini gejala global. Maka kebutuhan ini harus dipenuhi dengan cara apapun.

Pekerjaan atau proyek yang dikerjakan geologist seringkali sifatnya tidak terus menerus selama satu tahun. Banyak pekerjaan-pekerjaan yang hanya memerlukan waktu satu hingga tiga bulan saja. Tentunya perushaan “menahan” geologist yang memiliki keahlian khusus ini tidaklah efisien. Bagi si geologist yang “senang bekerja” juga tidak optimal dalam mengumpulkan materi tentunya kerja kontrak akan sangat menantang.

:( “Pakdhe konsultan itu artine kongkonane wong sing kesulitan ya ? Pantesan gajine gede”
:D “Bukan Tole, itu artinya kongkonane sultan !”

Sumber :

About these ads

28 Tanggapan

  1. [...] pendidikan formal, bukan hanya ilmu dan pengetahuan saja yang diperlukan. Dalam tulisan sebelumnya tentang konsultan apa yang dapat dijual oleh seorang profesional tergambar disana bahwa knowledge akan selalu [...]

  2. Yang paling enak yah …mereka2 (yang dalam kondisi/posisi/status apapun) sanggup menggunakan akal, pikiran, tenaga dan hatinya untuk tetap dapat merasa-kan enak …..alhamdulillah …

  3. Nyang paling enak..kerja permanent di PSC di Indonesia…cari jabatan setingi2nya…pol usia 56 sesudah dapatkan tabel besar…jadi konsultan..mau harian ke..mau bulanan….atau mingguan.okey2 saja. Sekarang ini gaji harian Drilling Supervisor Indonesia Offshore yang baik dan berpegalaman antra $ 1000 -1400/ hari. Schedule gawe 28 on 28 off……

  4. Semangat

  5. Whaduh, bener juga nggih?!
    Saya ndak kepikiran je pak Dhe. walaupun disini bikin PeTe juga berarti bikin BeTe. belum apa2 orang-orang pajek udah ngantri mo njejalin PPh pasal 25-nya itu lho. Hixs!
    Tapi saya matur nuwun dengan info-nya. Mungkin saya bisa brainstorm untuk mengubah strategi bisnis jadi risk manager untuk kontraktor swasta kali. Biar lebih pasti gaji-nipun. (^l^)

  6. Wah kalau konsultan proyek pemerintah emang bukan kongkonane sultan tapi kongkonane setan ya … wuspt !!!
    Dalam hal project yang sering terjadi adalah sudah ada nilai atau harga tertulis berapa gaji konsultannya. Kalau di pemerintahan selalu harus ngikuti satndart daro BAPPENAS. Lah kalau protes ya protes sama Bappenasnya :(
    Akan lebih bagus kalau anda bukan sebagai konsultan tetapi sebagai “subcontractor”. Jadi anda diberi pekerjaan sebagai kontraktor bukan hanya konsultan. Emang sedikit tambah repot.
    Jadi buat aja PT sendiri yang sekaligus anda sebagai pemiliknya. Anda akan mendapatkan tambhan penghasilan dari porsi sebagai pemilik dan pekerja. Tanggung jawab ada pada PT anda bukan hanya pada anda sebagai perseorangan. Looh tambah enak kan ?

  7. Pak Dhe, nanya. kalo saya saat ini sudah memiliki pengalaman dalam mengelola proyek, sebagai real project manager gitu. kalo saya butuh pengakuan biar dapet fulus gede gimana yaa? habisnya saya selalu bekerja di belakang layar wong proyeknya notabene proyeke orang pemerintang yang mana pimpro-nya dalam kontrak selalu S-2 atau S-3 yang berpengalaman minimal 8 tahun.
    Padahal pak Dhe, secara de facto, saya yang mberesin segala aspek pekerjaannya mulai dari risk management, man management, strategy, technology, bahkan presentasinya, baik ke pejabat Eselon 2 maupun ke panitia proyeknya.
    Nah untuk gambaran saja, saya pernah ngurusin proyek basis data dan analisis dari Sumberdaya Air sampai Departement Perindustrian. Nilainya ratusan juta lho pak Dhe!!! tapi yang masuk kantong tipiss! ngga ada 5%-nya padahal 70% lebih saya yang bertanggung jawab pada hasil dan proses pekerjaan. Sedih Deh! (-_-) Mohon wejangannya pak Dhe. habis saya pingin nikah taon ini ngga ada tabungan babar blas??? Hixs! Psst… Kalo CV saya berkenan lihat saya imel ke pak Dhe.

  8. Priyo,
    Tahun 2007 kemarin aku sempat menjadi pembicara dalam satu forum dengan seorang HR dari Petronas. Menurut beliau saat ini bukan sekedar kekurangan Geologist ‘ansich’. Tetapi kekurangan geologist yang handal (bukan handal jepit), maksudnya kalau sekedar geologist mah banyak katanya. tetapi geologist yang sesuai dengan kualifikasi itu yang sulit. Menurunkan kualifikasi bukanlah hal mudah, karena tanpa kualifikasi yang cukup pekerjaan juga tidak terseleseiakn.
    Bahkan dengan pendapat ini pula makanya Mlaysia tidak menerima lulusan lokalnya dalam beebrapa tahun lalu. Karena kualifikasi lulusan lokal (malaysia) kalah dengan lulusan Indonesia. tetapi juga tidak semua lulusan Indonesia di terima di Petronas looh. Rata-rata 25 % saja dari yang diwawancara. Tetapi yang diwawancara sudah disaring juga sebelumnya. Artine dari kelulusan semua fresh grad dari Indonesia hanya 10% yang susuai kualifikasi Petronas !
    Tetapi yang 10% itu sangat jauuh dari yang diharapkan. Sedangkan menurunkan kualifikasi bahkan menjadi biaya tinggi, karena penggajian untuk orang Indonesia (pendatang/expat) tidak bisa murah. Kalau murah ybs pasti juga ngga mau kan ?. Yang perlu diketahui, kualifikasi ini bukan sekedar IP saja looh, masih ada uji psikotest, attitude dll.

  9. kalo sekarang kekurangan geologis kok banyak geologist nganggur ya pak dhe? piye iku hayo

  10. wah bingung kulo pak????/

  11. Mas Rovick,
    Pikiran saya toh kalau argonya kuda ya kerjanya juga harus siap-siap kayak kuda, apalagi kalau argonya kuda balap ya mesti kayak kuda balap juga. Atau at least expected result dari si pengguna kuda balap ini tinggi, jadi ya kadang-kadang ini yang mungkin tidak disadari oleh kawan-kawan, yang terlihat nilai uangnya, tapi harusnya sadar juga bahwa dibalik nilai kompensasi yang tinggi mentality sebagai expat yang skillful, ditunggu opini tajamnya, dan diandalkan untuk “mengajari” pribumi setempat harus dibawa.
    Tapi ya begitulah karena bau uangnya tercium dari pagar sebelah kadang-kadang ngga terlihat seperti apa kondisi tetangga sebelah.

    Enak juga kadang-kadang cuman kebagian aromanya…….

  12. uiihhh enaknya gaji segitu:D

  13. ada juga company yg ngasi kebebasan ber”konsultant” sekaligus sbg employee…asik tuh…gaji double..

  14. bagi dong!

  15. Gaji apa penghasilan ?… itu kan lain to dhe … mbok diulas duluan, biar mbandinginnya lebih pas :)

  16. yang salah (keliru/lupa/gak berani) ya kita juga, coba lihat di tabel remunerasi bappenas, remunerasi lokal dan asing cukup lumayan beda, padahal wong asing cuma pinter bikin presentasi pake bahasa inggris sampe yang denger gak bisa tanya takut inggrisnya belepotan dan bikin laporan yang jelimet biar susah bacanya.
    padahal dia cuma kontrak dan tahun depan pindah lagi konsultan lain dan yang lokal reguler di kantor konsultan lokal (tapi dapet nyatut tiket sama hotel kalau site visit, sementara si asing gak bisa nyatut)

  17. enaknya jadi konsultan: kerjaane kongkon-kongkon, usul-usul, bayarane kontan :)

  18. Jadi Pakdhe..kira-kira yang gajinya (gaji Pakdhe..bukan pendapatan..hehe) yang terbuuesssaar profesinya apa ya? Tapi bukan gaji pejabat-pejabat itu lhoo…tapi gaji yang murni swasta, dan dari Indonesia

    *yang mikir, jadi konsultan kayanya enak juga* :P

  19. -> Bangaitop
    Untuk mempermudah maka perbandingannya adalah penghasilan setahun. Karena semua erhitungan keuangan juga pajak adalah tahunan. Lah nek pajak dihitung harian mumet ngitunge, reeek

    -> Abe
    Pada prinsipnya Dokter memang konsultan kesehatan. Jadi kalau mau menghitung gaji donkter bulanan, saya tahu ada beberapa dokter yang kerja di katoran (tidak praktek) mereka bisa disebandingkan dengan gaji (perolehan kawannya yang buka praktek.

    -> Pujas
    Kontrak harian non staff dan staff memang jauh berbeda, yang nonstaff kebanyakan karena sifat pekerjaannya sementara dan juga pekerja sementara (honorer). Kalau yg staff ini, seringkali, karena kelangkaan orangnya yg punya spesialisasi.
    Kerja setengah tahun untuk hidup setahun memang enak, tapi ketika mau nyari kerjaan senam jantung juga. Lah aku dulu pernah merasakan kontrak 6 bulanan tambah “sprint jantung” tiap bulan :( Jadi enak ngga enak tergantung kacamata yg memandangnya. Masalahe jantungnya konsultan yg dag-dig-dug ini tidak terlihat … yg kliatan mobil BMW-nya doank :P

  20. Pak Dhe,
    Ini kan ngitung gaji kontrak di perminyakan, di dunia lain ada pegawai kontrakan yang dihitung harian malah lebih kecil dari pegawai tetap lpak dhe, apalagi pegawai rendahan (tentunya setelah disunat sana sini pulak).

    Ngelihat chartnya pak dhe kok knowledge gak nambah terhadap umur, apa memang knowledge umur 20 akan tetap sama porsinya (25%) sampai usia pensiun dan hanya nambah wise aja?

    Kalau ngeliat cara ngitung pak dhe, keliatannya masih tetep lebih enak jadi konsultan karena hanya bekerja separuh tahun, hasilnya sama dengan pegawai tetap yang setahun terus bekerja.

    Salam
    Pujas

  21. dokter konsultan jugakah?? *konsultan kesehatan mungkin?* :P

  22. Saya pikir membahas yang gajiannya perjam… Nggak taunya, pertahunan toh… hehe.

    Setahu saya, konsultan tertentu, dibayarnya dalam hitungan jam. Diantara lain, konsultan hukum, konsultan investasi, konsultan branding serta konsultan-konsultan lainnya. Biasanya jumlahnya tergantung nama serta portfolio. Ancer-ancer bayaran antara 300 hingga 700 Euro perjamnya. Tapi makin tinggi bayarannya, makin gede pula pajaknya.

    Lalu ada pula, konsultan yang dibayar berdasarkan ketenaran nama. Contohnya konsultan spiritual (*mau nyebut dukun, nggak enak*).

    hehe

  23. Pesangon dan Pensiun piye Pak Dhe?

  24. Wah, saya pikir nyasar ke blognya Mas Anjar tadi… kok tau2 Oom Rovick ikutan mbahas gaji orang juga :D

  25. Konsultan bule yang di Indonesia mendapatkan fasilitas tambahan karena dia sebagai ekspat. Hal yang sama dengan orang Indonesia yang bekerja di LN, mereka juga mendapatkan fasilitas sebagai expatriate.
    Namun memang harus disadari bahwa hampir semua perusahaan multi nasional memiliki angka tersendiri untuk tiap-tiap negara. Gaji untuk orang Jepang dan Amrik biasanya tertinggi. Orang Eropa ada berkelas-kelas juga. gajine wong itali lebih kecil dari gajine wong inggris. Yang dari ustrali juga lebih kecil dari gaji2 mereka yg dari eropa.
    Makanya Indonesia harus meningkatkan gaji pegawenya, bukan menurunkan harga supaya terbeli. Malah ga papa asalkan terbeli, itu nanti kalau kerja dengan wong asing juga bisa naik nilainya. Tentunya asalkan devisa negara juga membaik looh.

  26. Tapi kok gajih konsultan geologist di Indonesia tidak seperti yang sampeyan gambarke yo ? Opo kulite sing coklat, opo pancen kemampunne kurang ? Ono contohe ora Pak gajih konsultan geologist di Indonesia

  27. kalo buruh di perusahaan konsultan manajemen lokal (indonesia wabil khususi family business) ada datanya ga mbah? tx

  28. Jika geologist bekerja di perusahaan pengembang, penerapan ilmunya cenderung ke arah geoteknik yang menganalisa apakah lahan yang akan dikembangkan layak untuk menjadi daerah pemukiman atau industri. Kemudian, bagaimana teknisnya untuk mengelola lahan yang labil.
    Karena pekerjaan ini tidak selalu ada setiap hari, seorang geologist juga mempelajari dan menangani pekerjaan lainnya. Tanpa terasa seorang geologist telah beralih profesinya ke bidang lain.

    Ini terjadi pada teman saya dua orang geologist yang telah beralih profesi. Yang satu mendirikan konsultan yang berhubungan dengan infrastruktur PLTA, dan lahan industri. Yang satu lagi sebagai konsultan teknis penggunaan peralatan geoteknik buatan luar negeri.

    Ini mungkin salah satu mengapa terdapat kekurangan tenaga geologist di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.513 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: