Segitiga Masalembo - The Indonesian “Bermuda Triangle”
16 Januari 2007 at 11:04 am | In Dongeng Geologi, RuPa-RupI |
Dua kecelakaan lalulintas pada awal tahun ini sangat memperihatinkan. Yang pertamana kecelakaan lalulintas laut yang menimpa kapal laut Senopati Nusantara, yang kedua kecelakaan Pesawat Adam Air. Keduanya diduga terjadi pada waktu yang berdekatan di kawasan yang sama berdekatan juga di laut Utara Jawa, dan yang satu di seputar Masalembo.
Duapuluh enam tahun yang lalu KM Tampomas II terbakar di laut dan karam pada tanggal 27 Januari 1981. Ah kenapa pada bulan-bulan yang sama ya ? memang bulan-bulan ini merupakan bulan-bulan puncak perubahan musim seantero Indonesia yang kepulauannya berada di sekitar katulistiwa.
Tetapi kenapa kejadian kecelakaan ini di lokasi yang kira-kira sama ?
Ah jangan-jangan barangkali mungkin saja …
Pulau Masalembo sebenarnya sebuah pulau kecil yang berada di ujung Paparan Sunda (hayo masih ingat Paparan Sunda dan Paparan Sahul nggak ?, ini pelajaran SD dulu kan ?). Pulau-pulau kecil ini berada di daerah “pertigaan” laut yaitu laut jawa yang berarah barat timur dan selat Makassar yang memotong berarah utara-selatan.
Pola kedalaman laut di Segitiga Masalembo ini sangat jelas menunjukkan bentuk segitiga yang nyaris sempurna berupa segitiga sama sisi. Lihat gambar dibawah.
Pada peta kedalaman laut atau peta bathymetri diatas dapat dilihat adanya bentuk kepulauan yang berbentuk segitiga. Tinggian yang terdiri beberapa pulau-pulau ini saya sebut sebagai “SEGITIGA MASALEMBO” atau “THE MASALEMBO TRIANGLE“.
Nah, ada apa saja di daerah seputaran Segitiga Masalembo ini. Coba kita buka-buka dikit-dikit ya. Tapi jangan mengharap banyak dari sisi mistisnya, akan lebih banyak saya urai sisi kebumian dan kelautannya saja
Pertemuan ARLINDO (Arus Laut Indonesia)
Indonesian Throughflow (ARLINDO), indicate the relationship between the relationship between ARLINDO and El-Nino Southern Oscillation (ENSO) (Source, Gordon, A., 199
Di atas ini digambarkan arus laut di Indonesia, terutama Indonesia Timur. Coba perhatikan arus yang melewati Segitiga Masalembo ini. Pada bagian atas (garis hijau) menunjukkan air laut mengalir dari barat memanjang di Laut Jawa, berupa monsoonal stream atau arus musiman. Arus ini sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Sedangkan dari Selat Makassar ada arus lain dari utara yang merupakan thermoklin, atau aliran air laut akibat perbedaan suhu lautan. Kedua arus ini bertemu di sekitar Segitiga Masalembo.
Yah, tentusaja arus ini akan sangat mempengaruhi pelayaran laut disini. Arus musiman ini sangat dipengaruhi juga oleh suhu air laut akibat pemanasan matahari tentusaja. Kalau anda masih inget bahwa lintasan matahari itu bergerak bergeser ke-utara-selatan dengan siklus tahunan. Itulah sebabnya pada bulan-bulan Januari yang merupakan saat perubahan arus musiman (monsoon).
Apa menariknya dari ARLINDO ini ? Arus ini membawa air laut dingin dari Samodra Pasifik ke Samodera Indonesia diduga dengan debit hingga 15 juta meterkubik perdetik !!! Dan hampir keseluruhannya melalui Selat Makassar !
Tentunya aliran air sebesar ini bukan sekedar aliran air saja. Banyak aspek lain yang ikut mengalir dengan aliran air sebanyak itu, misalnya akan terdapat pula aliran ikan-ikan laut, aliran sedimen laut, juga aliran temperatur air. Apa saja efek aliran ini dengan proses kelautannya sendiri ? Wah tentunya banyak sekali
Kalau digambarkan secara mudah barangkali profil selat makassar dapat dilihat seperti dibawah ini.
Pada profil dasar selat Makassar diatas terlihat batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan mencolok antara Indonesia barat dengan Indonesia Timur, seperti yg ditulis disini sebelumnya. Kalimantan merupakan bagian dari Paparan Sunda (Indonesia Barat) sedang Sulawesi merupakan bagian dari Indonesia Timur. Nah garis yang membaginya dulu diketemukan oleh Wallace disebut sebagai Garis Wallace (Wallace Line). Garis Wallace ini sebenernya hasil penelitian satwa Indonesia Barat-Timur, namun sebenarnya ada juga implikasi atau manifestasi dari aspek geologis (batuan penyusunnya).
Dari Batuannya kita tahu bahwa dibawah selat makasar ini terdapat tempat yang sangat kompleks geologinya, diatasnya terdapat selat Makassar yang juga memilki karakter khusus di dunia ini dimana mengalirkan air yang sangat besar.
Apa yang terlihat lagi ? Ya tentunya ada aspek meteorologis yang memisahkan antara daerah diatas air dengan daerah diatas daratan yaitu awan. Awan merupakan fenomena khusus yang paling banyak dijumpai diatas daratan. Itulas sebabnya kalau sedang di tengah laut coba tengok ke atas, carilah awan. Awan yang berarak akan lebih banya terdapat di daratan ketimbang di atas lautan seperti gambaran diatas.
Apa lagi selain awan ?
Angin, ya angin juga akan berhembus karena perbedaan tekanan udara panas. Pada malam hari saat bertiupnya angin darat, para nelayan pergi menangkap ikan di laut. Sebaliknya pada siang hari saat bertiupnya angin laut, para nelayan.
Perubahan angin darat laut karena suhu ini berubah dalam siklus harian, namun tentunya ada juga siklus tahunannya atau disebut siklus monsoon. Looh Monsoon, kok sepertinya juga ada monsoonal stream yang ada di Arlindo digambar atas. Ya, memang itulah siklus-siklus arus angin, siklus air itu bertemu bercampur di segitiga Masalembo ini. Runyem kan ?
Seringkali daerah Segitiga Bermuda dihubungkan dengan kondisi magnetisme. Adakah peta magnetik daerah Segitiga Masalembo ini ?
Nah aku beri sekarang peta deklinasi magnetik secara global seperti dibawah ini.
Tiga peta diatas menunjukkan intesitas magnetik total, peta deklinasi, dan perubahan deklinasi tahunan (sumber NOAA). Kalau tertarik detilnya tinggal di klik saja. Yang dapat dilihat dalam ketiga peta itu adalah, tidak adanya sesuatu yang mencolok baik di Segitiga Bermuda maupun di Segitiga Masalembo. Memang sejak dulu seringkali yang menyatakan adanya keanehan kompas magnetik apabila melalui daerah angker ini. Secara fisik (pengukuran magnetik) tidak terlihat anomali itu. Hanya terlihat bahwa Indonesia secara umum merupakan daerah yang memiliki deklinasi dan iklinasi sangat kecil. Dan merupakan daerah yang memiliki total intensitas magnetik rendah, barangkali karena Indonesia merupakan daerah yang relatif “muda” dibandingkan daerah2 lain.
Kalau dibandingkan dengan Segitiga Bermuda, lokasi Segitiga Masalembo juga tidak menunjukkan keanehannya. Sepertinya keangkeran segitiga Masalembo ini lebih ditentukan oleh faktor gangguan alamiah yang bukan mistis. Yang mungkin paling dominan adalah faktor meteorologis termasuk didalamnya faktor cuaca, termasuk didalamnya angin, hujan, awan, kelembaban air dan suhu udara yang mungkin memang merupakan manifestasi dari konfigurasi batuan serta kondisi geologi, oceaografi serta geografi yang sangat unik.
Kalau memang Masalembo Triangle ini banyak menimbulkan masalah transportasi (lalulintas), tentunya perlu rambu-rambu lalulintas laut yang lebih canggih ditempatkan di lokasi ini. Tetapi bukan berarti zona terlarang masa sih kita tidak boleh melewatinya sepanjang masa. Misalnya mercusuar khusus, penempatan radar pemantau. Juga yang tak kalah penting penelitian saintifik tentang perilaku arus air laut, serta cuaca di daerah ini.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik




*tengok kanan kiri*
Pertamax!!!!
Komentar oleh Luthfi — 16 Januari 2007 #
whalah … kok ga ada mistiknya …
ngga seru Pak Dhe
Mestinya dikasi mistiknya doonk
Komentar oleh gwe — 16 Januari 2007 #
Bagus banget penjelasannya … sangat rasional dan tidak berbau mistis saya suka
Komentar oleh Andy — 17 Januari 2007 #
Cenderung setuju untuk instalasi ‘rambu-rambu lalu lintas’ dilakukan di segitiga Masalembo secara terencana berdasarkan studi yg memadai (metereologi, geofisika, kelautan, dll). Pihak terkait yg berwenang agar jangan main tancap rambu seenaknya tanpa mengetahui fundamental permasalahan dan pemanfaatannya.
Pengetahuan manusia atas rahasia/tantangan alam ini sangat terbatas. Selain pendekatan eksakta, tidak ada salahnya untuk juga melibatkan unsur2x soft sepertihalnya budaya dan spiritual dalam pengambilan keputusan design dan penempatan ‘rambu’.
Komentar oleh Hendro HS — 17 Januari 2007 #
Sangat ilmiah sekali……………Makasih.
Komentar oleh arie — 17 Januari 2007 #
Siip lah..
jadi “mudheng” sekarang
Komentar oleh kuswara — 17 Januari 2007 #
Dari kemaren2 dah mikir kemungkinan adanya Triangle di Indo tapi apa iya…
Skarang jadi Ngeh… klo itu bener2 ada
siklusnya termasuk lama yach 15 thn.
Makasih…. Makasih……Makasih
Komentar oleh Adhe — 17 Januari 2007 #
mmm… kalo demikian apakah karena posisinya dekat dengan equator yang menyebabkan korelasi itu jadi berpengaruh?
Komentar oleh dan — 17 Januari 2007 #
Saya jadi rada takut juga Pak. Soalnya kalau saya pulang kampung pesawatnya lewat jalur itu juga. Mau naik kapal laut, lewatnya situ juga, sama. Akhirnya, pasrah saja sama yang kuasa. Kalau pemerintah sih tidak boleh pasrah, musti ada usaha yang riil dan berkesinambungan karena menyangkut keselamatan rakyat. Pemantauan cuaca lewat satelit dan pemasangan rambu-rambu laut mungkin dapat membantu asal hasil pantauan diinformasikan kepada masyarakat dan pelaku jasa transportasi laut dan udara secara rutin, sering, dan tepat sasaran. Terimakasih dan salam eksperimen.
Komentar oleh Paijo — 17 Januari 2007 #
Mas Rovicky,
kalo memang ada kemiripan, pesawat yang pernah hilang di Segitiga Bermuda, apa bangkainya ada yang ketemu.
kalo mencermati diskusi pak Roy Suryo dengan pakar2 dari bidang per satelit an di Metro TV, cara mencari lokasi bangkai Adam Air adalah salah satu nya dari gelombang yang dipancarkan (ELBA…?), intensitas nya apa tidak mengecil dibandingkan dengan berjalan nya waktu ya mas…
terimakasih
Sigit
Komentar oleh sigit ari prabowo — 17 Januari 2007 #
Dear Sigit,
Kalau memang benar AA (adam Air) jatuh di selat Makassar dan pas di Kanal Labani, maka saya yakin sudah terbawa arus ke arah selatan. Kalau kecepatan aliran sekitar 50cm/detik tentunya sangat mudah membawa body pesawat kearah selatan.
Jadi kalau mau mencoba mencari carilah ke arah selatan.
Komentar oleh Rovicky — 17 Januari 2007 #
saya jadi keingetan tampomas II yang kalau tidak salah tenggelam di masalembo juga.
tapi mumpung lagi cerita magnet bumi nih, teman kantor saya baru pulang dari haji dan cerita tentang jabal magnet di dekat madinah. konon dari jarak 1-2 km dari bukit batu tersebut sudah menimbulkan reaksi terhadap bis yang dikendarai mereka. anehnya reaksi tersebut bukan menarik besi, tapi menolak. sehingga untuk bisa mendekati area tersebut bis harus menggunakan gigi 1 perseneling 1 atau 2. dan kalau gigi perseneling tidak dimasukkan dan semua rem dilepas maka bis akan mundur, meskipun jalannya turunan / menurun.
kalau saya perhatikan peta magnet bumi diatas, nampaknya tidak ada anomali di sekitar madinah. jadi, kira2 penjelasannya seperti apa ya pak ?
Komentar oleh EG Giwangkara S — 17 Januari 2007 #
Bukan kah kapal Senopati Nusantara tenggelam di Perairan Mandalika, Jepara.
Komentar oleh bmw — 17 Januari 2007 #
Mas BMW terimaksih koreksinya
Komentar oleh Rovicky — 17 Januari 2007 #
tidak ada yang mencolok di peta magnetik global bukan berarti tidak ada yang mencolok (dari segi magnetik) di daerah itu kan?
sebelum interpretasi peta magnetik global, aku lebih suka titik-titik pengukurannya juga di-post di peta tersebut.
jangan2, di daerah angker tersebut ternyata tidak ada titik pengukuran magnetik, yah jelas aja tidak terlihat ada yang mencolok, kan tertutup dgn interpolasinya
Komentar oleh paulus — 17 Januari 2007 #
di pegunungan deket toraja(aku lupa nama pegunungannya) ada daerah yang gaya gravitasinya lebih tinggi drpd t4 lain. sebenernya tu t4 dah di luar segitiga masalembo tapi koq bisa sc gya grvitynya bisa beda ma t4 lain? kapan2 mbok dibahas,pakdhe!
Komentar oleh arfian bobby chan — 17 Januari 2007 #
hmm..apakah BMG juga sadar akan hal ini ya,apakah dinas pelayan juga sadar?..klo sadar..ya mohon dibikinkan juklak ato nth apa namanya gt..masa celaka kok di reply2 terus..emang maenan PS..yg bs di”restart”
Ane suka penjelasannya:)..thank you sir
Komentar oleh dadiq — 17 Januari 2007 #
Di kamar saya lebih aneh lagi, yaitu segitiga kamar. Entah mengapa barang2 sering hilang disana, padahal saya hidup sendiri. Bener2 pencurian ruangan tertutup!
Komentar oleh blackclaw — 17 Januari 2007 #
asyik jg!
Komentar oleh politea — 17 Januari 2007 #
Wah keren juga indonesia punya segitiga bermuda.Tapi ngomong2 mana nech tanggapan pemerintah tentang situs di atas tadi.
Weleh…Weleh….Welehh……..
WASPADALAH!!!!!!!!
Komentar oleh izal — 17 Januari 2007 #
Kenapa ya kebanyakan orang dalam menyebut daerah suka dengan “segitiga”…
segitiga bermuda, segitiga masalembo, kawasan segitiga emas de el el..
mbok ya sekali-kali segiempat ato segilima gitu…
Komentar oleh Mas Agus — 17 Januari 2007 #
Pak Dhe
Sulawesi itu pulau independent??????……., bukan bagian dari paparan sahul, elingku ngono Pak Dhe.
Salam
Komentar oleh mutiara aini — 18 Januari 2007 #
Disebut segitiga karena cukup dengan 3 “komponen” saja sudah bikin masalah, apalagi kalo segi empat atau segi lima, atau apalagi kalo disebut dengan segi banyak tak beraturan, wah ga kebayang kacau nya bagiamana.

Komentar oleh Yose — 18 Januari 2007 #
Dear Mutiara Ani ?
Memang sulawesi bukan bagian dari Sahul, tapi dia lebih sering disebut bagian dari Indonesia Timur
Komentar oleh Rovicky — 18 Januari 2007 #
hm…….asyik jg blognya om,..ajarin donk!
Komentar oleh akpernusja — 18 Januari 2007 #
Wah diajarin apanya, nih ?

Lah aku juga bukan ahli ngeblog je … kan banyak blogceleb yang ahli2 tuh
mreka pinter bikin tampilan lucu2 … lah blog ini malah ngajak mikir … wuikikiki
Komentar oleh Rovicky — 18 Januari 2007 #
Saya sangat setuju daerah tersebut diantisipasi dengan rambu-rambu atau tanda2 lalu lintas lainnya. Di daerah saya, Kalsel, ada juga sebuah tempat yang dibilang sopir2 daerah angker, tempatnya di tikungan sebuah gunung. Disana banyak sekali kecelakaan yang mengakibatkan mobil masuk jurang saat membelok kesana. Setelah diselidiki ternyata dari Konsultan Perencana proyek jalan tersebut diberitahukan bahwa tikungan tersebut Kecepatan Rencana (Vr) = kecepatan maksimum yang diperbolehkan untuk melewati tikungan itu adalah
Komentar oleh anak sultan — 18 Januari 2007 #
Artikel yg menarik…Akhir2 ini banyak kecelakaan lalu lintas komplit semua darat, laut, udara, miris sekali ya.. Sudah saatnya kita orang geologi mencermati hal ini…Fenomena dinamika bumi kan jadi kajian kita juga…Thanks
Komentar oleh Budi S — 18 Januari 2007 #
TOP Penjelasanya
TQ very nice 4 info’s-nya..
sangat jelas&ilmiah
4 mas sigit:

Kyaknya kl yg omong si Roy Suryo, ga usah telalu di dengar..
semua dikomenterari sama roy…bntr kg mo jd komenttor Seri A, Premier L,dll
Komentar oleh bAp — 18 Januari 2007 #
Memang segala sesuatu itu harus diprediksi,dianalisa dan di problem solving…. oleh ahlinya, lha wong Roy Suryo iko sekolah’e management ekonomi (S1), S2-ne juga masih ekonomi…….koq iso2 ne disebut sebagai pakar IT, heran aku karo wong wong sa’endonesia, lha lek …Pak Dhe pantes ngomong ttg geologi …wong elmune pancen ttg geologi….(kamsud’te opo???)hehehehe……maksud’te aku seneng lek pembicaraan dilakukan oleh ahline……HIDUUUP PAK ROVICKY….
Komentar oleh mutiara aini — 18 Januari 2007 #
masih bnyk ney kemungkina ilangnya AA…terakhir diarahkan ke sabotase militer blom tau motif na apa dan omongan ini msh bergulir di kalangan tingkat tinggi… (intermezzo aja)..hmm sdkt bnyk gw setuju sm ulasan di atas dan juga emang pnah kejadian pswt garuda juga ilang, trs tentara AS juga pnah ilang, dan klo emang segitiga masalembo itu pny kaitan dgn bermuda ya gw kaya na lbh ke arah mistisnya, krn dsn emang ada, dan hrsnya pemerintah indo minta bantuan david coperfield ngomong ttg die gw jd inget dgn buku yg berjudul “Dialaog Dengan Jin Muslim” sampe disitu jin kenal dgn David bahkan sangat dikenal dikalangan jin dan iblis malah disebutkan david ini mengetahui akhir dunia spt apa??? (klo yg ini gw gag yakin sey) thx mas vicky atas ulasannya..dan tolong jgn sebut Roy Suryo ….Hi roy…siape sey lu!!!
Komentar oleh wiedherry — 18 Januari 2007 #
setau saya roy suryo itu spesialis untuk mengamati gambar-gambar mesum hehehe..
Komentar oleh har — 19 Januari 2007 #
Terung terang, saya iri dengan tulisan2nya.
Tidak semua orang bisa mendongeng sehingga mudah dicerna. Fenomena segitiga bermuda, konon disebabkan oleh adanya negative buoyancy /akibat adanya gelembung2 gas yang mempunyai densitas rendah,sehinga kapal tidak bisa lagi bisa mengambang dalam air yang banyak gelembung2nya gas tadi, nyungseplah dia. Gas tersebut diduga berasal dari Hidrat metana (fasa padat seperti dry Ice)yang mengurai menjadi gas dan air. 1 satuan volume hidrat metana mengurai menjadi 164 satuan vol gas metan dan o.8 air.
Komentar oleh Kamtono — 19 Januari 2007 #
pernah terpikir untuk menjadikannya tempat wisata?
Komentar oleh ari — 19 Januari 2007 #
Mas Agus Says:
Januari 17th, 2007 at 4:46 pm
Kenapa ya kebanyakan orang dalam menyebut daerah suka dengan “segitiga”…
segitiga bermuda, segitiga masalembo, kawasan segitiga emas de el el..
mbok ya sekali-kali segiempat ato segilima gitu…
======
ada kok yang namanya serba segiempat ato segilima … misalnya cilandak town square, metropolitan town square dll … hehheheh
aku gak ngerti pembahasannya Pakdhe … hehehe lemot nih
Komentar oleh lia — 19 Januari 2007 #
mutiara aini ,
Roy suryo itu bukan S1 manajemen/ekonomi. Beliau malah lulusan fisipol. S2 nya saya kurang tahu. Tapi dia ini juga ngajar di program MM. Entah apa kualifikasi dan kompetensinya. Yang jelas, di UGM sendiri beliau “gak kepake”.
salam kenal, mas rovicky.
Komentar oleh martin chandra — 20 Januari 2007 #
Emang Segitiga Bermuda ada faktor mistisnya Om ? Well, kalau begitu spertinya Segitiga Bermuda butuh sesajen kambing deh
btw, kerja bagus. Artikel ini komplit dan sangat informatif
Komentar oleh MaIDeN — 21 Januari 2007 #
apa si adam air itu dibajak ufo, di segitiga bermuda juga banyak ufonya lho……
Komentar oleh Piye to, yoko — 22 Januari 2007 #
Wah yang komentar udah banyak, yang mau diomongin udah diomongin org laen.
Ya nggak papalah, sekali-kali dia ganti topik omongan, mgkn udah bosen liat vidio mesum. Orang kayak roy suryo kok ngomong apa aja bisa kepake ditipi ya?
Komentar oleh muftisip — 22 Januari 2007 #
Ooohh ngono tooo
Komentar oleh atiya — 23 Januari 2007 #
Wah Atiya ayu tenaann jeee….
Komentar oleh Gajah Oling — 23 Januari 2007 #
Om Rovicky,
asik euy penjelasannya…..rame….rame….
aku jadi seneng baca blog Om Rov….
terus terang aku baru liat skr hehe…..
telat yah
Komentar oleh rini — 24 Januari 2007 #
Rupanya daerah di bawah kaki sulawesi daerah bahaya ya karena pertemuan dua arus besar. Bahkan sewaktu awal january lalu angin (dan arus) di laut jawa sangat tinggi dari barat ke timur. Ada penumpang yg selamat (6 org?) yang terapung2 dilaut terseret sejauh 800 mil laut selama 4 hari! atau speednya 200mil/hari ! (padahal yg terapung2 kan nggak pake motor tempel). Kapal Nusantara tenggelam di utara Jepara, orang2 ini ditemukan jauh sekali disebelah timurnya madura. Ombak laut jawa yg biasanya tenang, bisa 4-5 meter tingginya; angin diatas 35 knot.
Alhamdullilah AA (bukan AA G kan?) sdh ditemukan kemarin dipalung laut sulawesi (kedalaman 1.8 sd 2 km). Wah bakal susah tuh ngambilnya, dalem banget. Tinggal KM Nusantara yg tidak ketahuan dimana teggelemnya. Padahal kedalaman laut jawa cuma sekitar 60-80 meter aja. Kok kapal nggak ada blackbox ya? Atau ada tapi rusak?
Komentar oleh kelapadua — 26 Januari 2007 #
Kalau Melihat Petanya ….Sepertinya P Masalembo besar dan agak ke barat dari segitiganya Kurang lebih 100 Nm.
kalau Arah arus dan kekuatan arus di daerah tersebut memang sangat kuat ( heavy Tidal Stream ) apalagi di Selat sapudi dan selat bali …….
But the way rencana untuk rambu rambu lalu lintas di lokasi kayanya engak usah dech ngabisin biaya ……karana yang penting daerah tersebut bisa aja dipetahkan dalam PETA LAUT (keluaran HidrosALri ) atau PETA Aeronautical bahwa daerah tersebut adalah Daerah Pusaran arus dan berbahaya bagi lintasan pelayaran.
Rest in peace for My Dad ( 27/01/1981 - KM TAMPOMAS I)
Komentar oleh andy — 5 Februari 2007 #
lhaa, . . . . . . . katanya segitiga masalembo, …… khok masalembonya gak disegitigain gitulho ???????
apa yang nggambar segitiga-nya sing kleru, kurang ke barat ???
atau ada segitiga laen yang lebih besar, sehinggo masalembo, tana toraja and pulo kecil2 itu termaszuk di dalemnya ??
gimana dhonk, Thanks
Komentar oleh im3ama — 5 Februari 2007 #
Memang pulau Maselembo-nya sendiri diluar segitiga. Tetapi kawasan ini oleh pelaut dan penerbangan lebih dikenal dengan nama Masalembo. Sebuah “pertigaan raksasa”.
Komentar oleh Rovicky — 6 Februari 2007 #
bentar dulu…emang segitiga bermuda ada nilai ilmiahnya? saya belom pernah nemu penjelasan valid mengenai makhluk segitiga yang satu ini nih…jangan2 cuma dongeng ya? mungkin bos Ropik bisa ngasih teu secara ilmiah gitu?
Komentar oleh heru — 9 Februari 2007 #
Salam Dhe Rovicky,
maaf ya agak nylentreng, cuman nyelo sampaikan pesen:
yaitu masih di utaranya Masalembo; di daerah Martapura, Kalimantan, kenapa di situ banyak intannya ???
Saya pernah baca, ga tau lagi dimana: ada dugaan bahwa jaman purba dulu kalimantan pernah dihantam oleh meteorit buesar, yang menyebabkan ledakan, panas dan tekanan dashyat, sehingga di sisi timur kalimantan banyak batubara dan intan. Apa memang ada hasil penelitian seperti itu Dhe? atau hanya dugaan belaka.
Hal lain, apa tidak ada data tentang meteorit besar yang pernah jatuh di Indonesia, atau memang belum pernah di tliti? Slaen itu aku sangat tertarik, gimana sih geologinya Kalimantan, kayaknya spesifik dan menarik?
Ni usul, mungkin bisa jadi topik misterius yang lain. Karena penasaraaan …. bgt. Trims.
Maaf … selingan ya temen-temen, teruskan rubrik Masalembonya ….
Wassalam
IM
Komentar oleh im3ama — 10 Februari 2007 #
hmmm….agak2 mistis jg ya…..
Komentar oleh gadis — 11 Februari 2007 #
Salam ….
#gadis
Jika SESUATU itu ada datanya yang cukup objektip, yang diungkap oleh ahlinya, dg sumber terpercaya, dengan metode pendekatan yang sistematis, …. insya alloh tu ‘kan jadi imu pengetahuan.
Namun jika SESUATU masih “terselubung”, belum terungkap duduk perkaranya memake metode pendekatan mana-pun, …. itulah “mystery” yang akan sangat menarik ketika mulai terungkap. Lain lagi ‘mistis’.
Yakin deh, uaasyik tenan, … tunggu aja pengungkapan pak Dhe, atau anda yg ‘kan mulai dulu!
Komentar oleh im3ama — 15 Februari 2007 #
Ass..
Kulodukun…!!
Sugeng enjing pakd..
Wah..salut buat penjelasane pakd..cm aku kok jd mubeng ya..
Skali kali di jelasin fenomena laut kidul gtu,yg lengkap ada bau mistik dan keilmuan serta bau2 yg laen..he he he..
Maturnuwun..
Komentar oleh Kk — 20 Februari 2007 #
Blog e Pak Rovicky kuerren. Saya link ke blog kami ya? Ato saya link ke blog saya juga, di http://www.agafya.blogspot.com
(hehe.. numpang promosi. Traffic blog Pak E manteb)
Komentar oleh environmentalist — 22 Februari 2007 #
numpang lewat ya om…….!
bagus banget penjelasannya sampai2 aq terharu…..
ternyata indonesia ini masih misterius ya……
damai itu idaman…
Komentar oleh kelana — 24 Februari 2007 #
tulisan ini berkaitan dengan urus-urusan segitiga-lah, saya copy paste dari link http://www.geocities.com/Area51/Dimension/7127/phila.html
semoga bisa menambah hasanah pengetahuan.
“( Menurut teori Albert Einstein, mengatakan bahwa dalam perhitungan-perhitungan ilmiah, manusia tidak hanya berurusan dengan tinggi, lebar dan panjang; melainkan juga dengan satu dimensi lain, yaitu waktu. Sebuah teori Einstein menyatakan bahwa konsep ruang waktu dan energi materi bukanlah dua kesatuan yang terpisah sama sekali. Keduanya bisa terjalin dalam keadaan tertentu. Dan kalau itu benar-benar terjadi, tidaklah mustahil benda bisa muncul dan lenyap secara mendadak, seakan-seakan mengalami proses dematerialisasi. Di mana proses pelenyapan pesawat terbang, kapal dan lainnya di Segitiga Bermuda tidak lain karena peristiwa ini.
Mungkin teori Einstein itu terlalu membingungkan. Penguraian teori yang rumit tersebut adalah sebagai berikut. Suatu muatan listrik pada sebuah kumparan tentu akan menciptakan medan magnetik tertentu yang menuruti arah kedua bidang tegak dan mendatar. Dengan jalan ini, mungkin sebuah medan lain (gravitasi?) dapat diciptakan menurut prinsip resonansi. Caranya ialah dengan menggantungkan sebuah generator elektromagnetik sedemikian rupa sehingga menciptakan pulsa-pulsa magnetik. Medan yang terjadi tersebut akan mengadakan “penyatuan” dengan kedua medan tegak dan mendatar itu.
Kalau kita mengembangkan pelaksanaan teori Einstein tentang “Unified Field” (penyatuan medan) yang menyatukan medan gravitasi dan elektromagnetik ke dalam teori ruang waktu, maka medan magnetik kalau cukup kuat akan dapat meyebabkan barang/benda atau manusia berubah dimensi dan menjadi tak tampak. Pandangan teori “Unified Field” kemudian disamakan dengan peristiwa segitiga bermuda. Dengan kata lain, kita pasti akan dapat membuat sebuah alat yang diinginkan oleh para penghayal yaitu “mesin waktu”.
Sekarang marilah kita mencoba mengikuti eksperimen Philadelphia. Secara tak sengaja Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan praktek penyatuan medan ini ketika mengadakan percobaan rahasia di sebuah kapal perusak pada tahun 1943 (ketika masih Perang Dunia II). Karena percobaan dilaksanakan di Philadelphia, maka kemudian eksperimen ini lebih dikenal sebagai Percobaan Philadelphia.
Tujuan intinya adalah menyelidiki pengaruh medan magnetik terhadapa kapal laut dan seisinya. Dua buah generator, yang satu menghasilkan pulsa magnetik dan yang satu tidak dihidupkan bersama-sama sehingga tercipta medan magnetik diatas dan disekeliling kapal. Hasilnya memang mengejutkan dan memang sangat penting, meskipun menimbulkan akibat buruk pada awak kapalnya.
Ketiga eksperimen mulai dijalankan, tampak suatu sinar kehijauan samar-samar. Perlu diketahui, bahwa laporan dari orang yang selamat dari Segitiga Bermuda, mengatakan menyaksikan kabut kehijauan. Peristiwa selanjutnya yang terjadi ialah seluruh kapal kemudian terselimuti kabut hujau dan akhirnya kapal bersama awaknya menghilang dari pandangan pengamat dan hanya garis permukaan laut yang kelihatan. Kapal itu tampak dan menghilang lagi, tampak dan menghilang lagi di daerah Norfolk, Virginia. Jadi percobaan itu dapat dikatakan sesuai dengan teori Unified Field.
Menurut seorang bekas awak kapal perusak itu, percobaan berhasil baik di lautan. Mereka telah berhasil menciptakan “ruang waktu” berbentuk spiral. Ruang waktu itu mempunyai radius sampai seratus yard atau 91 meter dari pusat pancaran magnetik, yang artinya setiap benda, manusia bila berada dalam radius itu akan lenyap dari pandangan, tetapi masih mungkin dapat diraba. Ketika kapal itu lenyap dari pemandangan, hanya lekukan kapal pada permukaan air yang tertindih kapal itu yang kelihatan. Semakin diperkuat gaya medan magnetik, mengakibatkan manusiapun turut lenyap, dan untuk dapat diketemukan, harus dengan jalan rabaan. Mereka baru tampak kembali setelah keluar dari medan magnetik itu. Istilah pelenyapan itu oleh mereka disebut “sedang mencair”.
Memang percobaan itu kelihatan berhasil, tetapi memerlukan korban yang tidak sedikit. Ada orang (awak kapal itu) yang akhir nya meninggal, ada beberapa lagi yang kehilangan ingatan. Tetapi ada juga yang membawa akibat baik. Yaitu ada orang yang indera keenamnya bertambah tajam. Yang lucunya, beberapa orang masih membawa akibat percobaan itu, yaitu kadang-kadang dengan sendirinya lenyap dan muncul lagi, baik di rumah lebih-lebih bila dijalan/dimasyarakat dapat mengejutkan orang yang melihatnya.
Percobaan Philadelpia ini sebenarnya sangat dirahasiakan. Dengan percobaan ini sekaligus diketemukan sebab-sebab kecelakaan di Segitiga Bermuda dan pembuktian teori Einstein “Unified Field” ternyata benar. Einstein sendiri belum pernah mencoba, karena ia telah meninggal dunia. Teori ini entah sengaja atau tidak telah terbukti, sehingga para ilmuwan tidak lagi meragukan. percobaan ini mengingatkan kita pada piring terbang yang menghilang bila sedang terbang. Inipun antara lain disebabkan adanya medan magnetik yang berasal dari piring terbang itu, tentunya tanpa membawa akibat apa-apa bagi awaknya. )”
Komentar oleh michael — 9 Maret 2007 #
Aduh, pake yang udah agak pasti aja deh. Philadelphia Experiment (ada film-nya, tuh. yang main Michael Pare) itu statusnya masih setengah dongeng? Masih katanya? Masih konon kabarnya? Buat yang demen conspiracy theory, mungkin emang udah diangggap fakta. Aku sendiri sangat tertarik dengan theory itu, tapi kalo belum terbukti ya ga’ berani aku pake referensi.
Sebenarnya, kalo’ ada yang mau serius bikin survey, apa benar jumlah pesawat/kapal yang hilang di Segitiga Bermuda ataupun laut Sargasso yang konon kuburan kapal lebih banyak dari daerah lain? Apakah bukannya karena kebetulan lebih ngetop aja?
Sebenarnya science yang kta kuasai sekarang masih terlalu dangkal untuk bisa memecahkan fenomena alam. Terlalu banyak faktor yang mungkin belum kita kenal, sehingga pada hakekatnya sebuah teori tidak bisa terbukti 100% kebenarannya, hanya bisa dikatakan paling benar selama belum ada teori yang lebih baik.
Anyway, oom Rovicky, keep up the good work. I really enjoy your scientific writings.
Komentar oleh Edwin — 14 Maret 2007 #
Saya putra asli Masalembo “the dark island”. Salam kenal buat semuanya. trims buat om Rosicky,eh Rofiky…..
Saya jd teringat wkt masa jecil dulu. Wkt saya jln2 di pantai Masalembo di pagi hari, ada bnyk bungkusan rokok+makanan ringan+mainan yang terapun-apung terbawa arus, eh ternyata di tengah laut ada kapal barang yang karam.
sodaraku semuanya, hampir tiap tahun “pasti” ada kapal tenggelam,terlanggar karang atau lainnya……tapi uniknya, kejadian itu “tidak pernah” menimpa pelaut pribumi masalembo.
Tapi jangan lupa, pulau Masalembo itu indah banget lho!sampe2 om Bruno dari Prancis menyebutkan bahwa keelokan pulau Masalembo setara dengan kepulauan di Selandia Baru. Jadi……..mampirlah ke sana, kapan2…..
Kami menunggu Anda….. Yeah……!!!!!!!
Komentar oleh ali akbar — 21 Maret 2007 #
Oya, ada yang lupa.
Dosen filsafat saya bilang bahwa di pereiran Masalembo terdapat kerajaan Jin. Tapi lebih kecil dari pada Laut Kidul. Perlu diketaui bahwa dosen filsafat saya itu juga merangkap sebagai paranormal.
Benar tidaknya, Allahu a’lam…..
Komentar oleh ali akbar — 21 Maret 2007 #
Dalam dimensi laen di muka bumi ini tentu banyak skali jin, tentu aja mreka itu banyak banget, lbh banyak dr manusia hidup skrg ini, lawong ribuan ampe jutaan taun mreka ga mati-mati, tapi trus beranak-pinak. Kagak kaget jika di Masalembo ada krajaan jin. Perlu diingat stiap orang manusia aja minimal diikuti satu jin, bisa lebih, dosen filsafat yang paranormal skalipun. Hiii hi hi hi …. Hiii hi hi hi ….!!!!
Komentar oleh mawari — 21 Maret 2007 #
Yg -normal mungkin sedikit ‘kali! ya?
Hiii hi hi hi …. Hiii hi hi hi ….!!!! — emang kuntilanak.
Bener bung Ali, jadi kepengen skali bisa mampir Masalembo yg misterius itu, tapi kagak pengen liat krajaan jin .. yeah.
Emang andanya nunggu di mana nech ….??
Komentar oleh mawari — 21 Maret 2007 #
Om roy suryo s2-nya kalau tidak salah ilmu komunikasi.
Tapi kalau beliau seneng ngobrol hal IT (dan yg disangkut-sangkutkan dg IT), toh tidak masalah,
(saya jg s1&s2 telekomunikasi, malah seneng ngobrol masalah kejawen ^_^), walau kadang bg yg ngerti, habis itu cuman mengerenyit dan komentar, “kok bisa gitu ya (yg dipikirkan dia)?”
Segitiga Masalembo, Segitiga Bermuda, mistis, ufo, jin… Membahasnya seperti orang buta rebutan menerangkan gajah. Soalnya tidak ada yg tahu pasti.
Tp, paling tidak, jika ada yg dijadikan landasan maka penjelasan seperti om rovicky di atas bisa membuka wawasan. Setelah ada yg diyakini sebagai sesuatu yg benar, maka langkah selanjutnya tetap berangkat dari landasan ini.
Salam kenal, om rovicky.
Komentar oleh odydasa — 21 Maret 2007 #
Mas Ody,
bikin segitiga sendiri yuk; Bawen-Kartosuro-Yogyo! Kan lewat Boyolali.
Komentar oleh im3ama — 21 Maret 2007 #
Lho… kok tahu mboyolali?
Segitiga?
Kan sudah ada kurva garisnya…
Ada poros laut kidul, kraton yogya, tugu, merapi
Ada poros lawu, sala, merapi…
Komentar oleh odydasa — 22 Maret 2007 #
mau tahu lebih banyak Roy Suryo, kunjungi situs ROY SURYO WATCH dan atau ROY SURYO WATCH WATCH, asyiiik !
Komentar oleh ompapang — 22 Maret 2007 #
kalau lautnya kering atau airnya surut tinggal 1 meter,mungkin udara didaratan menjadi dingin seperti diTawangmangu atau Batu Malang, soalnya kan elevasinya bertambah naik 1000 meter lebih diatas permukaan laut (karena muka laut turun).
Kapal-kapal karam bakal kelihatan, harta karun mudah didapat dari kapal-kapal kuno. Ikan-ikan tinggal jaring, transportasi gak usah pakai pesawat atau kapal, cukup transportasi darat yang lebih cepat dari kapal. daratan Indonesia tambah luas. Gak perlu anjungan minyak lepas pantai, gak perlu jembatan Sura madu dsb.
Mungkin lebih enak Ya?
Komentar oleh ompapang — 22 Maret 2007 #
Mas Ody - Lawong jenengan dewe sing “pasang iklan” lho (by klik on Ody…
Ooo baru tahu aku, ada poros-porosan gitu ya.
Tapi bukan “poros tengah” kan? (emang ada poros di pinggir ya). Klo poros Yogya mungkin ada lagi yg se-poros, yi Monumen Yogya dan Plawangan Merapi, trus Puncak Merapen (gitu ‘kali). Mungkin apa beda versi aja ya, biasanya tempat-tempat misterius trus disegitigaain gitu lho mas. Salam kenal mas.
Ompapang - Hehe …. bisa aja, trus sing nyedot yo sopo om? apa lautnya diselang aja buat nyiram planet Mars yg udah kering itu ya. Ada yg bilang air itu stabilizer suhu, seandainya laut jawa tinggal semeter, mungkin yang terjadi … ya siang teramat panas, malam bertambah dingin. Teka-teki.
Komentar oleh im3ama — 22 Maret 2007 #
Salam kenal ugi…
Komentar oleh odydasa — 25 Maret 2007 #
Mengenai Roy Suryo,..saya pernah baca di suatu majalah,..”kepakarannya” dibidang IT dimulai dr koleksi telpon genggam(HP)…..Kalo diluar negeri,..kepakaran (EXPERTISE)biasanya didasarkan,..atas pendidikan,..professi yg digeluti thnan/puluhan tahun…atau achievementnya di bidang tersebut…biasanya Pakar,juga anggota asosiasi dibidangnya,…dan aktif riset/menulis di jurnal2 ilmiah professinya.
Komentar oleh bun — 2 April 2007 #
Maaf, tanggapannya jadi OOT…
Kalau dalam ilmu jurnalistik, ada namanya lingkaran
sumber. Makin dekat suatu sumber ke event berita, makin relevan sumber itu. Makin jauh dia dari event-nya, makin tak relevan pula.
Misalnya, kecelakaan lalu lintas. Seorang saksi mata tentu lebih berharga daripada seorang kepala polisi yang lagi main golf nun di ujung kota. Petugas ambulance di lingkaran
kedua, saksi mata di lingkaran pertama.
Lalu, di mana letak seorang “pengamat” dalam lingkaran konsentris sumber berita? Saya juga tidak tahu. Menurut saya, ya tidak relevan mencari-cari sumber yang terletak jauh sumber berita.
Kemudian, bagaimana dengan posisi seorang “pakar”, alias seorang yang expert? Menurutku itu juga ada kelasnya, tergantung seberapa dekat posisinya dalam lingkaran. Dan kalau ada beberapa pilihan, maka pendapat pakar yang letaknya semakin luar akan semakin tidak signifikan.
Wah, lantas bagaimana dengan Pa Dhe Vicky? Tentu saja tergantung informasi yang ditampilkan berasal dari sumber yang mana. Jika sudah dari tangan orang kesekian, tentu semakin panjang jalurnya semakin muncul distorsi informasinya. Tapi paling tidak, sumber berita yang digunakan (sepertinya ^_^) terpercaya dan bisa dilacak.
Hebatnya lagi, meramu berita menjadi cerita yang tidak bikin jemu…
Kembali ke lap.. eh bukan, ke masalah pengamat.
Lantas, ada istilah pengamat IT. Apa itu IT? Ada lagi apa itu IS? IT = information technology, IS = information system. Jika istilah “informasi” diganti dengan “data”, mungkin dapat memberikan makna yg lebih mudah dipahami, teknologi data dan sistem data.
( http://en.wikipedia.org/wiki/Information_technology; http://en.wikipedia.org/wiki/Information_systems)
Sistem informasi (sistem data) berhubungan dengan mencatat, menyimpan, mengolah, hingga penyebaran informasi/ data, dan teknologi informasi (teknologi data) adalah teknologi implementasinya, baik berupa aplikasi software maupun hardware.
Kemudian, istilah IT ini diperluas karena teknologi yg digunakan tidak lepas dari teknologi komunikasi, lahirlah ICT, information & communication technology.
Maka, jika IT/ ICT dan IS berkaitan dengan manajemen, prosesing, dan diseminasi informasi, lantas, di manakah “letak” seorang “pengamat IT” ?
Kalau dibilang kepakaran RS berawal dari HP, itu adalah gadget. Seperti meminta pendapat mengenai mesin mobil dari ahli mesin dibandingkan meminta pendapat dari penggemar otimotif. Mungkin tidak salah, tetapi porsinya berbeda.
Yang jelas sih IS ada hubungannya, jika dihubungkan dg kasus kecelakaan Adam Air. Karena waktu melacaknya kan tidak pakai ilmu “menerawang” melainkan main di data/ informasi. Tapi, siapa yg hendak bilang IS di Indonesia sudah baik? Jadi seperti membuat suatu keputusan dengan informasi yang sepotong-sepotong dan tidak tuntas.
Jadi bagaimana? Posisi pengamat toh bukan sumber data yang signifikan. Kemudian, jika dianggap sebagai ahli, akan muncul pertanyaan, expertise-nya di sebelah mana? Kemudian, jika memang ahli dan bisa olah-olah data, kan data yg ada juga sepotong-sepotong, dan potensial menelorkan kesimpulan yg prematur.
Tapi, saya menulis seperti ini, signifikansi saya di mana ya?
Komentar oleh OdyDasa — 10 April 2007 #
Mas… Saya mau tanya. Apa yang dimaksud dengan dangkalan sahul ?? tolong dijawab ya.
Komentar oleh soni — 9 Mei 2007 #
Paparan atau Dangkalan = Laut dengan kedalaman
Komentar oleh ??? — 9 Mei 2007 #
Paparan atau Dangkalan = Laut dengan kedalaman kurang dari 200m yang dasarnya masih merupakan bagian pulau utama yang diantarai laut itu.
Dangkalan Sahul = Dasar Laut Arafura, menghubungkan P. Papua dan Australia.
Dangkalan Sunda = Dasar Laut Jawa juga Selat Karimata menghubungkan P. Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Semoga tidak salah. Konfirmasinya ke Pak Dhe saja ya :).
Komentar oleh ??? — 9 Mei 2007 #
u/ # soni Says:
Mei 9th, 2007 at 12:58 pm
Mas… Saya mau tanya. Apa yang dimaksud dengan dangkalan sahul ?? tolong dijawab ya.
http://rovicky.wordpress.com/2006/09/14/indonesia-barat-timur-dalam-eksplorasi-migas-dan-mineral/
Komentar oleh goes — 15 Mei 2007 #
Dangkalan Sahul atau Paparan Sahul dalam bahasa geologi juga disebut Sahul Shelf.
Paparan ini merupakan “kepanjangan” dari benua Australia yang memanjang hingga Pulau Irian (Papua). Paparan Sahul ini melampar dan meliputi Kepulauan Aru, khususnya Laut Aru. Sebelum zaman es, Kepulauan Aru dan Nusa tenggara Timur merupakan satu kesatuan. Saat ini paparan ini tertutup air dangkal seperti paparan sunda (laut jawa)
Komentar oleh Rovicky — 15 Mei 2007 #
mungkin sebaiknya kalau diberi tahu lebih jelas letak terjadinya kecelakaan,kalau tidak salah senopati tenggelam karena terbakar khan, sebenarnya saya ingin tahu proses terjadinya dangkalan.
terima kasih, ilmiah sekali!!!
Komentar oleh adi — 5 Juni 2007 #
saya beranggapan bahwa penempatan semacam rambu untuk keselamatan lalu lintas,adalah ide yg sempurna,tp ymgkn relisasi dari rncana ini perlu waktu yg lama
Komentar oleh gey — 9 Juni 2007 #
Urun rembug nih. Klo dah tahu fenomena yang kayak gini dapat mengancam keselamatan transportasi, knapa ga sgera diurusin ma pihak yang terkait ya?
Mendingan mikirin keselamatan transportasi daripada mikirin ganti petinggi Dishub di Depok.
Komentar oleh Wisnu — 20 Juni 2007 #
gua suka ni yang kaya gini misteri coy he he he he he he he
Komentar oleh bernard — 2 Juli 2007 #
di kamar aku juga ada cd.seti tiga emas .ini lagi ganas lebih ganas dari segi tiga bermuda
Komentar oleh asnan — 2 Juli 2007 #
emang kalo kita berfikir secara rasional
kadang yang terjadi di laut masalembo itu ada yg masuk di akl, dan ada juga yg di luar nalar, kita ga boleh mengungkiri, bahwa hidup manusia berdampingan dengan kehidupan alam lain, karena bagian dari rukun iman, ada yg berbunyi, percaya akan hal go’ib..
trims.
Komentar oleh kiko — 17 Juli 2007 #
itu sbnrny trgntg kt jg…klo takut jgn lwt situ.klo bernyali
please…do..it
Komentar oleh lomak — 29 Juli 2007 #
yahhhhh kalo gitu asyik juga apalagi tentang lumpur lampindo juga ada mistik ya yah ?mas tolong selidik dongk mas gimana mengentikan lumpur lampindo ka kasihan lihat warga kita mas, udah lumpur ngak punya tempat tnggal lagi . makasih mas penjelasan segtiga nya asyik bngetn tambah pengetahuan gua heeeeeeeeeee
Komentar oleh cookey — 4 Agustus 2007 #
ohhh yah mas bisa ngak mas jelesin mengapa bisa terjadi lumpur lampindo dan apa penyebabnya mas? heeeeeeeeeee
pengen tahuuuuuu aja bleh kan mass ;))
Komentar oleh cookey — 4 Agustus 2007 #
Emank segala sesuatu yang berbau segitiga terutama yg berada didalamnya pasti membahayakan. menurut saya sg3 bermuda dan sg3 masalembo belom ada apa2nya dibandingkan dgn Segitiga Manusia. kalian bisa membayangkan sendiri apabila terjadi pertemuan antara aliran sg3 pria dgn sg3 wanita. heee….
Komentar oleh ilecxy — 5 Agustus 2007 #
Penjelasannya ilmiah banget…..!!!!!!! N sedikit ngerti tentang pergerakan arus khususnya diselat makassar!!! Yah lumayanlah dapat ilmu baru, makasih ya pak!!
Komentar oleh Masrul — 12 Agustus 2007 #
lam kenal bt semua, salut buat mas Rovicky, kita butuh orang-orang seperti anda, bravoooo….
Komentar oleh Deviant_ — 14 Agustus 2007 #
Waduh gimana ya??
Kadang sulit ngebayangin sesutatu tanpa langsung ngerasain..
kalo ada waktu perlu x ye ikut2an meneliti…
And gw tertarik ama yang David sebagai sobatnya para jin…
Komentar oleh Dee's — 16 Agustus 2007 #
keren jg tp kok gak da mistick2nya???? hrsnya kan da biar sereeeeeeeem…..kok q baru tw ya soal ni????
Komentar oleh iyeth — 17 Agustus 2007 #
menarik sangat menarik
seperti sedang mengajari anak sekolah
saya juga mengambil datanya sebagai bahan studi pustaka.
Komentar oleh TenN — 20 Agustus 2007 #
wow indonesia ada segitiga bermudanya nyaingin amerika ya
saya harus waspada juga ke daerah indonesia timur pada bulan bulan tersebut terimakasih infonya. Tks
Komentar oleh Cani — 21 Agustus 2007 #
wah kelihatannya Anda menguasai hal ini! kalau boleh saya dikirimi apa kek yang lebih detail tentang kepulauan Indonesia ini biar tambah pinter! Makasih sebelumnya! Aku tunggu lho balesannya!!!
Komentar oleh gie — 21 Agustus 2007 #
Sudah ngerasain pergi kesana ??? coba sekalikali berlayar bawa handycam. hati2 arus bawah laut nya
Komentar oleh Angel — 25 Agustus 2007 #
penjelasan yang sangat dewasa tidak berbaau mistik sama sekalil, menurut aku yang seperti itu sangat lah wajar itu terjadi karna alamiah, tidak harus ada gaib, dunia lain ya ad didunia tersendiri tidak akan ikut mencampuri dunia kita sekarnng ini, ………….. teng’s banget penjelasannya “aku suka”***(:
Komentar oleh Ricky — 31 Agustus 2007 #
kita sey,,,percaya nggak percaya,,,tapi kita berharap i2 gak bener ada,,,mudah-mudahan ini cuma kayak dongeng sebelum tidur yg menyeramkan dan akan membawa kita dalam mimpi buruk,,,,,>_<
Komentar oleh mareta,ivon,dila — 31 Agustus 2007 #
Wah hebat banget penjelasannya dan sangat masuk di akal. I Proud itwh ARLINDO
Komentar oleh neena — 4 September 2007 #
wah hebat banget the explanation. I proud with ARLINDO
Komentar oleh neena — 4 September 2007 #
sip deh.punya segitiga bermuda kedua. Di negara INDONESIA kita menjadi terkenal DONG!pukoooooooooe mak nyusssssssssssssss!
Komentar oleh RHINO — 4 September 2007 #
kesana aja sekalian!
Komentar oleh RHINO — 4 September 2007 #
wah…..seru bgt ya…jadi nambah ilmu pengetahuan…trus jadi bisa ngasih tau ke temen2..
TE OPE BE GE TE…..kalo bisa bahas yg lain lagi ya….? sukses
Komentar oleh Ilham — 7 September 2007 #
Lho..Segitiga Masalembo,Masalembo kok Disegitiga-in gitu lho..
Lucu khan..Khan kok lucu..
Komentar oleh GATOLOCO — 18 September 2007 #
nanem rambu di laut? tiangnya setinggi apa pakdhe? klo ditanem bisa numbuh juga gak hehehehe…. (kaburrrr)
Komentar oleh Gandhi Vyatranto — 18 September 2007 #
masakseh ada segiti
Komentar oleh chuzeer — 20 September 2007 #
hiii jadi pengen ke masalembo
Komentar oleh wahyu — 20 September 2007 #
Saya setuju dengan pendapat anda, cuma harus dilihat apakah ada kejadian yang tidak bisa diselidiki sama sekali, seperti kehilangan pesawat yg tidak tahu apa sebabnya dan tidak ada bekasnya. kalau memang kesamaan ini ada, maka segitiga masalembo mungkin bisa disamakan dengan segitiga bermuda. sebetulnya kalau seorang muslim melewati segitiga bermuda, maka tidak akan terjadi apa-apa.. thanks..
Komentar oleh Adi Z — 21 September 2007 #
pada dasarnya saya salut dengan penjelasan secara ilmiah oleh P’De, but anywaybusway secara nalar nan logis dan dinamis…ceilee…tau ga umur bumi brp?tau ga unsur apa aja yg ada di dalam, permukaan dan atas bumi?apalagi ditambah dengan indikator waktu…pasti byk hal yg akan terjadi baik secara alur/garis cerita ataupun kesimpulan.jangankan bumi tempat kita hidup, hal paling sederhana, jika kita lihat diri kita sendiri. saat kita mulai bayi sampai tuwir dan jelek…bukan saja faktor alamiah,tetapi juga ada indikator dimensi lain (religi) dan waktu. pada intinya saya slalu terbuka akan sgala kemungkinan teori dan berbagai analisa mengenai segi3 masalembo, salah satunya “percobaan philadelpia”.ada berpendapat bahwa percobaan itu tidak valid, klo gw mo nanya ma loe,”emangnya otak lw mampu u nganalisa itu smua”…sori gw ngomong keras, coz gw percaya bgt Allah tuh maha sglanya, termasuk “ilmu”, kita sebagai manusia diberi kesempatan untuk berusaha mencarinya melalui tanda-tanda yg diberikanNya….makanya gw g sependapat dgn komentar temennya Tukul yg Katrok bgt n Kolot…buka wawasan donk….sdh pernah didatangi hantu?…yang jelas smua indikator adalah “penting” dalam analisa “sesuatu” agar lebih kaya, sehingga kita bisa jd orang yg maju, berkembang….jgn katrok spt yg sdh2…
yang gw percaya ttg segi3 masalembo adalah kebesaran Allah dalam membimbing umatnya dalam menjalani hidupnya. smoga kita slalu dalam ridhoNya…amin
met puasa…
Komentar oleh ZXbrain — 25 September 2007 #
oh ya P’De…trima kasih buat tulisannya…memberikan saya inspirasi. bisa g diambil dari sudut pandang lain?
keep on fire P’De
salam
Komentar oleh ZXbrain — 25 September 2007 #
Penjelasan yang bagus mas. Terima kasih, saya jadi lebih (paling tidak sedikit) mengerti.
Sebaiknya blog ini dipakai untuk membahas masalah dari segi ilmiah saja. Jangan dicampur dengan masalah mistis atau religi, nanti jadi ngawur. Biar saja blogger lain yang membahas masalah tersebut.
Bukan berarti kita melupakan TYME sebagai pencipta, tapi sebaliknya karena TYME memberi kita akal dan pikiran untuk menguak rahasia ciptaan-Nya. Nah, yang jadi masalah, ada manusia yang kemudian merasa lebih mengerti dari Sang Pencipta.
Jadi lebih baik dalam setiap percobaan untuk menguak rahasia2 yang ada di dunia ini, kita memohon pada-Nya agar diberi petunjuk biar tidak ngawur.
Anyway, keep up the good work. Semoga blog ini dapat membantu masyarakat Indonesia lebih maju dalam berpikir…
Komentar oleh fire — 26 September 2007 #
Hai……makasih penjelasannya Pak Dukun bumi.
aku asli orang Masalembo loh… bukan mau menakut-nakuti untuk pelayar yg melintasi Pulau Masalembo, emang benar apa adanya bahwa perairan masalembo memang agak berbahaya, banyak kapal-kapal barang yang terdampar disana karena nabrak karang,tersapu angin dan ombak yang sewaktu-waktu siap menggulung para pelayar. Di perairan Masalembu tidak ada rambu-rambu sama sekali, hanya dekat pelabuhan saja ada satu rambu-rambu yaitu lampu mirah kecil selain itu tidak ada sama sekali. Saya rasa kurangnya perhatian pemerintah untuk menangani perairan Masalembu padahal perairan Masalembu menjadi pelintasan kapal-kapal penumpang atau kapal-kapal barang yang menuju sulawesi (Ujung Pandang). Oleh sebab itu kiranya dimaklumi jika ada kapal yang karam di perairan masalembo, bagi kami khususnya nelayan Masalembo melihat mayat dan kapal karan itu sudah biasa.
Kalo ada yang ingin tehu tentang ke elokan pulau Masalembu, aku (M.Idris) siap mengantar siapa saja yg berminat untuk menyaksikan pasir pantai yang putih serta membakar ikan di pinggir pantai. pokoknya pulau Masalembu sangat menyenangkan. Orangnya ramah-ramah seperti aku. hehehehe.
Kalao ada komentar kirim e-mail aja yach ke aku (senopatiasmara@yahoo.com)
Komentar oleh M.Idris — 2 Oktober 2007 #
waah teryata ada banyak penjelasan yang logis jg yaa..tak kirain cuman ada mistiknya doank..hehehe
Komentar oleh jazzy — 9 Oktober 2007 #
Aq tau… Roy Suryo S2nya lulusan server Belanda
Komentar oleh Roy_What?? — 17 Oktober 2007 #
@M. Idris
Mas Idris, setahu saya orang yang ramah tidak pernah mengatakan dirinya ramah. Contohnya aku.
Komentar oleh Semprul Puthul — 17 Oktober 2007 #
wa…. gaya nih indonesia punya masalembo triangle, bisa nyaingin amerika nieh.
Komentar oleh edane — 19 Oktober 2007 #
di perairan sumatera ada ndak segitiga misterius???? lgi
Komentar oleh asa — 27 Oktober 2007 #
cukup ilmiah menurutku…..
syetan memang menyukai diantara 2 perbedaan misalkan saja arus yng berlawanan, atau panas dan dingin biasanya syetan ada d tengah2nya.
Komentar oleh annisa — 29 Oktober 2007 #
mungkin sebentar lagi kalow para produser pilem biyoskop lokal keabisan ide horor, bisa tuh bikin pilem mistery, “Segitiga Masalembo”, pasti manthaBH!
Komentar oleh hermawanov — 6 Nopember 2007 #
Hmm… Kalau ngga salah, Seri Buku cerita Tintin juga ada nih tentang daerah ini (lupa, bacanya pas SD).
Btw, tentang elektromaghnetik plus medan energi, kan yg kekal energinya bukan masa/wujud kalau ngga salah. Jadi si Om Jin or Manusia mah kayaknya sami aja cuma medianya beda (istilah ‘tanah’ dan ‘api’). ‘Sang Pencipta’ kira2 kaya apa ya ‘besaran’ energinya… ^_^
Btw, Jadi inget dinamo (lho)… (iye yg muter2in di magnet eh jadi listrik.. gitu lho, simple tapi kalau kita bisa buat skala besarnya… nyam2 nyam.. kaya bumi sama bulan, bumi - matahari… <- ngelantur gini).
[Ikutan nimbrung mode]
Komentar oleh Kiabi — 8 Nopember 2007 #
subhanallah
Komentar oleh maulana — 8 Nopember 2007 #
wah keren bgt ternyata bukan diluar negri aja yang punya segitiga indonesiapun juga punya asal usul aja sih andai pulau masalembu tuh dikembangkan pembangunannya pasti mempunyai potensi besar untuk memajukan perekonomian kabupaten sumenep keren kereeeeeeeeeeeen bgt harusnya pemerintah lebih memperhatikan pembangunan pulau-pulau kecil di indonesia yang menyimpan sejuta kekeyaan alam salah satunya adalah MASALEMBU
Komentar oleh VERO — 8 Nopember 2007 #
masuk akal,thank you
Komentar oleh rivai — 10 Nopember 2007 #
buat mas giwangkara, soal bukit di madinah yang puya daya tlk magnet, di kediri juga ada mas. coba deh di cek, siapa tau ada kediri triangle juga nantinya…..
Komentar oleh bluekutuk — 10 Nopember 2007 #
Saya orang Masalembo. Segitiga seperti itu bisa saja terjadi pada pulau yang berhimpitan dengan beberapa pulan lainnya, sehingga arus, angin, dan cuaca sekitarnya akan dipengaruhi oleh matahari dan bulan.
Komentar oleh Izzatinas — 13 Nopember 2007 #
wew,aq ora ngerti e mas???
opo to kuwi????
segitigane iso nggo noto ball bilyard kae ora?
nek kae aq mudeng…
wakakakakakakakakaka
xixixixixixixixixixi
Komentar oleh adrian — 15 Nopember 2007 #
iiiihhh….
gilaaaa…..
ni cerita bener-bener bikin w pnasaran….
w bener-bener tertarik ma ni cerita….
rsa’n w pngen datengin tuh samudra atlantik byar bisa ngeliat ma yg nama’n “segitiga bermuda”
Komentar oleh putri — 17 Nopember 2007 #
saya orang perikanan
tapi g mudheng… he..he..
mungkin perlu di baca ulang kali, ya.
Komentar oleh cemara — 20 Nopember 2007 #
pak dhe kalo bener debit air yang melewati makasar 15 jt meter kubik per detik , coba bayangin kalo bisa dimanfaatkan energi ya ? kan kita ndak pusing pusing cari sumber energi yang lain.
Komentar oleh mbethoselalu — 30 Nopember 2007 #
masnya,,
he2 ak dodik anktn06 sma 1
mo tny ttg di atas ^
itu yg daerah knta byk ikan2nya itu bukan??
trus kt tmnq klo pnerbangan lwt sana pasti ujan??
bener
??
makasih…
Komentar oleh mas joy — 2 Desember 2007 #
oooooo kok iso ngono?po ono seng mburekso?????
Komentar oleh danang prihantz — 6 Desember 2007 #
pak dhe aq mah masih pnasaran dengan adanya segita muda indonesia, mangnya tu paan,tlng jelasin yua??????????
Komentar oleh arif wastono — 6 Desember 2007 #
cuk2…cerita opo iki?????
lebih baik cerita sex aja lebih seru daripada segitiga malembo taek……
ojo mekso2 ta tiru2 wae kalo beda ya wes……GATEL…..
CUX……
Komentar oleh ili — 11 Desember 2007 #
mengerikan
Komentar oleh imron — 13 Desember 2007 #
kirain segitiga bermuda tuh tempat ade_y dajjal..hehehe
Komentar oleh aattiihh — 14 Desember 2007 #
Makasih bos penjelasannya ilmiah banget.tolong ulas juga semua yang masih misterius biar ane jadi mudheng.
Komentar oleh SASTRO — 16 Desember 2007 #
baru baca beberapa dari tulisannya..
keren bgt penjelasannya..
kurang detail sih, tapi cukup kok buat nambah2 ilmu..
keep up the good work.
Komentar oleh risfania — 17 Desember 2007 #
boleh jg,ckup berkarakter,bs2…
Komentar oleh tetuko — 18 Desember 2007 #
hwa…
ternyata ada juga segitiga bermuda di indonesia..
bukan cuma segitiga pengaman…
hwakakakakaka….
Komentar oleh tjha_cantik — 27 Desember 2007 #
segitiga bermuda????
ugh,,,
saya tu sangat tertarik dengan sesuatu
yang berbau segitiga,,
apalagi sedalem2nya,,
ugh,,,,bikin tegang dehh masnya*
tpi,,buat segitiga ini emoh aku mas,,
sing enak2 awe,,yo* hehehe
segitiga tempe po tahu,,ak gelem*
Komentar oleh doppy_jelek — 27 Desember 2007 #
masN coba ksana d,, tar kl ud plg,, crita2 ke qt..
Komentar oleh doppy_jelek — 27 Desember 2007 #
masuk akal sih
Komentar oleh Abonk — 3 Januari 2008 #
Good good good
Komentar oleh Rija — 3 Januari 2008 #
bagus bagi ilmu-x
Komentar oleh syamsuardialpath — 5 Januari 2008 #
wahhhh,,, ini berita ada baik nya n ada buruk nya jga
w jlasin deh satu2,,
kbar baik nya w jdi tau apa itu segitiga bermuda,,hehe,,, cieeee lgu nya,,
kbar bruk nya,, emmmmmmmm apa yah,, ngahhhh w tau g mna klo d bomm aj,,
Komentar oleh asep — 10 Januari 2008 #
saya sempat kaget adanya segitiga bermuda yang ada negara kita,tapi yang pastinya ajal jg celaka hanya allah swt yang nentukan,jadi menurut saya kita mesti berdoa sebelum melakukan perjalanan, nah untuk yg satu ini kita mesti harus control ‘mesin laik jalan’ dan semua perlengkapan termasuk kelengkapan safetynya kudu ada.
Komentar oleh ain imam — 17 Januari 2008 #
kalo emang udah musibah mo cemane agi
Komentar oleh cupli — 17 Januari 2008 #
gile bener..!!!!!!!!
sangar banget…!!!!!!!
sangat ilmiah n reasonable bok..!!!!!
huahauaaa..!!!!
JLU ALWAYS…!!! =D
Komentar oleh Rudolf — 18 Januari 2008 #
OOOOOOOOOOOOOOKKKKEEEEEEEEEEEEE BUANGETTTTTT
Komentar oleh DIAN — 20 Januari 2008 #
ooooooooooooookkkkkkkkkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeeeeeeeee banget
Komentar oleh DIAN — 20 Januari 2008 #
siiiiiiiiiipp, seneng deh nemuin ini…ilmiah banget..!!!thanks yach.
Komentar oleh henirietta — 20 Januari 2008 #
ooooooooo……….
jd gt ya? aQ skrng udh ngerti.
Komentar oleh rara — 20 Januari 2008 #
chip,
Komentar oleh hellz, — 26 Januari 2008 #
keren…..,,btewe ada nelayan nda sih nyari ikan di sg3 masalembo ini…..????…*khawatir,takut, n gelisah klo terjadi apa2 ma tuh nelayan*
Komentar oleh irro — 26 Januari 2008 #
aaaaah…….!!!!!!
lebih seru lagi kalau di beri mistik + ilmiah diaduk pasti serrruuuuu….!!
Komentar oleh arief — 29 Januari 2008 #
ternyata indonesia ma amerika tu da persamaan.sma2 pnya segitiga bermuda,ku pikir cuma di atlantik ja.harusnya kita sebagai bangsa indonesia bersyukur dong! negara kita tu semua da. dari manusia pohon ampek segitiga bermuda, semua da. keren kan. tapi kenapa ya pejabatnya pada korupsi? kenapa nggak ngorupsiin segitiga bermuda taw ngirim ilmuan hebat tuk neliti secara detai seluk beluk segitiga bermuda.ya gak biar nak2 sekarang gak cuma lihat film yang gak mutu gitu.
Komentar oleh chiby — 3 Februari 2008 #
LG DONGK’S PENJELASANNYA BIAR TAU SEMUA
Komentar oleh CITRA — 6 Februari 2008 #
SSSSSSSSSSSEEEEEEEEEEELLLLLLLLLLLLAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMAAAAAAAAAAAAAAAA
TTTTTTTTTTTTTTTTTT IMLEK
Komentar oleh WIKA — 6 Februari 2008 #
Wah ceritanya ga syerem niyh….Coba low da foto-fotonya tow gambar Z gpp. Aq tuwh pengen tau lebih banyakkkk… Tampilin yang lebih seru donkzzz
Komentar oleh RELN — 8 Februari 2008 #
yeah!info yg bagus…
Komentar oleh aku — 10 Februari 2008 #
ada yg punya gambar siklus angin tetap, lapisan atmosfer, siklus angin darat, laut, gunung dan lembah yabg hidup …??
kalo ada yg animasi … krn adikku lg dapat tugas dari sekolah
trims ya bagi yang bisa bantu
Komentar oleh yupieter adiparwayoga — 10 Februari 2008 #
wah….. keren ya, aku jadi ingin ke sana, tapi itu nggak mungkeeeeeeen. sebenarnya saya dan teman2 saya pengen kunjungan dan lihat langsung kesana. tapeee naik apa ntar kapalnya kesedot juga lagi !!!!!!!!!!!
andai aku bisa jalan di air haaaaaaaaa haaaaaa!!!!!!!!! eh.. loe kudu jelasin yang bener dong tentang segitiga bermuda atau masalembouuuu yang lengkuuuuap. aku juga pengen lihat mukanya Dajjal yang katanya akan keluar dari segitiga bermuda (menurut bacaan islam). SMP 1 Banyuwangi is the best!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Komentar oleh heru triandro — 11 Februari 2008 #
segitiga bermuda gambar nya kaya memek y anehhh
:(|)
Komentar oleh andry — 13 Februari 2008 #
kecelakaan itu bukannya karena pesawatnya dah tua?senopati itu bukannya bisa diminimalisir kornbannya kalo jumlah pelampung dan sekoci mencukupi?
Komentar oleh samcan — 15 Februari 2008 #
wah bahaya donk, nanti jika kita melewati segi tiga bermuda itu kita akn celaka donk….1 ih…! takut. kenapa ya, bisa ada misteri seperti itu ?
Komentar oleh tia — 15 Februari 2008 #
kapal kami karam di masalembo 26 desember 2007 di perairan masalembo, menurut abk yang selamat, ada badai ombak sekitar 5 - 7 meter
Komentar oleh tofik — 18 Februari 2008 #
mungkin”aja, pesawat”nya udah kadarluarsa!pas juga orang”yang udah numpuk dosanya!!POSITIF TINKKING AJA YACH!!!!
Komentar oleh densia wahyu — 20 Februari 2008 #
xbrapa pasti…
Komentar oleh shufflerz1702 — 21 Februari 2008 #
umm..lmyn nmbah pengetahuan..
but,,mnurut saiia,,kurang seru ajah gtuw kalau gak ada crita” mistisnya!?
hehehe..
salam,,
Novi_MATARAM
Komentar oleh No_vee — 24 Februari 2008 #
ie ke………
Komentar oleh santi mapika sari............................ — 28 Februari 2008 #
mangkanya,kalo mw pergi2 naik kapal laut mbok ya pake HELM, pergi2 naik pesawat mbok ya pake jas hujan, ‘en kalo pergi2 naik bis mbok ya pake sarung.,biar aman gitu Pak Dhee.,
he…he…he…
canda.,
tp saya juga baru tw lho, kalo indonesia punya aset wisata, ya itu tadi “segitga masalembo” gimana Pak SBY, tu aset mw dijadikan pemasukan devisa atw ga?
ya bwt wisata sekaligus bwt nambah pengetahuan ‘en wawasan kita2 gt.,
kita kan haus akan pengetahuan+informasi…
thanks bgd untuk sharing ilmunya…
Komentar oleh Dui_Lestari — 28 Februari 2008 #
Salut kepada pak de……
Saya pengagum ilmu pengetahuan, seikit demi sedikit