Selamat datang di tahun-tahun waspada !


Global_Warming_Map

Bumi yang memanas

Belahan Bumi Utara Memanas !
Benarkah kita menghadapi tahun2 bencana ?

Pemanasan global atau global warming selalu menjadi topik menarik bagi pemerhati lingkungan. Pemanasan global yang terasa sejak beberapa dekade ini sangat mengkhawatirkan pecinta lingkungan. Perubahan suhu yang teramat cepat, bahkan dinilai terlalu cepat ini sering dipikirkan diakibatkan oleh ulah manusia. Bagaimana tidak gambar disebelah kiri ini menujukkan rata-rata perubahan suhu tahun 1995-2004 dibandingkan rata-rata suhu pada tahun 1940-1980.

Grafik temperatur dunia dibawah ini tentunya juga sangat-sangat mengagetkan !

Instrumental_Temperature_Record

Coba perhatikan kenaikan suhu yang melonjak drastis sejak tahun 1980-an.
Looh ini saya wektu itu juga sudah sekolah di Geologi, berarti ini gejalanya baru saja kemarin ?

Suhu rata-rata meningkat 4 derajat lebih ! Ini tentusaja bukan main-main kan ?

Pasti ada sesuatu yang menyebabkannya.

Apakah bener akibat ulah manusia ?

Biasanya ulah manusia langsung menjadi kambing hitam legam yaitu akibat peningkatan “emisi karbon“.

Ah, tapi jangan buru-buru menuduh dulu lah apa iya manusia yang “lemah” ini sangat berkuasa untuk merubah iklim dunia ciptaan Tuhan Yang Maha Dahsyat. Aku ingin coba tengok pelan-pelan ya, siapa tahu ada yang bisa pelajari.

Fluktuasi atau naik turunnya suhu ini sudah tercatat sejak lama, kita dapat melihat naik turunnya suhu ini dalam jangan ratusan tahun, maupun jutaan tahun yang lalu.

Benarkah suhunya berfluktuasi ?

Global_Cooling_Map

Perlu diketahui juga bahwa pernah terjadi periode pendinginan luarbiasa dalam dekade tahun 1965-1975. Kalau dilihat pada grafik pemanasan global diatas, periode sepuluh tahun ini merupakan periode pendek mendingin yang selanjutnya diikuti periode pemanasan ulang lagi.

Disebelah atas ini gambar global cooling yang terjadi pada periode 1965-1975. Pada tahun 1965 di Indonesia politiknya panas, tetapi suhu dunia waktu itu sakjane sedang dingin looh :) mboh ini Indonesia kena anomali kali ya … :) .

Coba lihat belahan bumi utara yang mendingin. Ini juga sedang adanya perang dingin juga antara Amrik dengan Rusia …

:( , “Wadduh pakdhe ngelantur”
:D , “upst !!”

Bagaimana fluktuasi rata-rata suhu bumi ini ?

Instrumental_Temperature_RecordSebenarnya pemanasan ini sudah berulang kali terjadi pada jaman sejarah sejak tahun NOL.

Namun yang cukup menarik (baca menghawatirkan ! ) adalahpemanasan yang terjadi sejak sepuluh tahun terakhir ini sudah melampaui pemanasan pada jaman Medieval (seribu tahun yang lalu). Ya, Pada Jaman Medieval telah terjadi pemanasan global juga.
Coba dipikir sejenak “Apakah benar pemanasan itu selalu dikaitkan dengan ‘Carbon emission’ akibat ulah manusia ?, sudahkan ada pembakaran besar-besaran oleh manusia pada kala itu ?”

Tentu saja kalau kita melihat gejala pemanasan ini pernah terjadi pula pada jaman lampau.

- “Tapi Pakdhe, itu kan periode panjang, sedangkan periode pendek puluhan tahun lalu saja kita memang mengalami pemanasan global, kan ?”
+ “Yep betul, itupun juga merupakan gejala yang global dan tidak lepas dari siklus ribuan-ratusan-ribuan tahun. Harus diingat yang sering dipermasalahkan saat ini adalah siapa sebenarnya yang menyebabkan itu semua. Apakah bener akibat ulah manusia (
anthropogenic) ?

2000_Year_Temperature_ComparisonStudi yang dikeluarkan oleh kelompok studi lingkungan Federal Climate Change Science Program disini telah mengeluarkan statement bahwa pada tanggal 2 May , 2006, dengan kesimpulan bahwa “clear evidence of human influences on the climate system (due to changes in greenhouse gases, aerosols, and stratospheric ozone”. Jadi (menurut mereka) diketahui ada faktor ulah manusia dalam perubahan iklim global ini.

Kalau memang ada kenaikan suhu, lah trus komposisi atmosfer apa saja yang juga ikut naik ? Salah satu yang dituduh adalah kenaikan konsentrasi Carbon Dioxide (C02)

carbon-emissions-800000-year-record-us-global-change-research-program

Grafik yang diatas itu memperlihatkan fluktuasi, naik-turunnya konsentrasi CO2 dilihat dari siklus jaman es hanya dalam hingga 400 tahun yang lalu. Terlihat sekitar setiap seratus tahun terjadi peningkatan konsentrasi CO2 dan diikuti penurunan dengan periode seratus tahunan. Lah, trus bagaimana kalau ribuan tahun yang lalu ?

Terlihat diatas bahwa sudah sepuluhkali suhu dunia naik, dan sudah berpuluhkali pula terjadi kenaikan CO2, sejak sejuta tahun lalu. Sehingga dipercaya bahwa kenaikan suhu selalu berkorelasi dengan kenaikan konsentrasi CO2, ingat berkorelasi, artinya setiap kenaikan suhu bersamaan dengan kenaikan CO2. Tapi apakah CO2 dan pemanasan merupakan gejala sebab akibat ? Bagaimana kalau aktifitas biologi (tumbuhan) berubah gara-gara suhunya naik) jadi justru kebalikannya ?

Kalau bahasa langitnya terlihat adanya hubungan korelasional, tetapi apakah ini hubungan kausal ?

Kalau dilihat gambar sejak 400 tahun diatas tentunya terlihat adanya perubahan drastis sejak revolusi industri. Ini versinya Wikipedia looh ya, yang perlu disadari adanya pendapat yang berbeda

:( “Lah, kalau versinya Pakdhe gemanaaa ?”

Kalau versi DG agak berbeda, seperti dibawah ini :

produksi-minyak-dunia-vs-kenaikan-suhu

Grafik yang aku buat sebenarnya hanya menampalkan satu grafik dengan yang lain dan melihat apakah ada korelasi antara kenaikan suhu, kenaikan CO2 dan produksi migas .. kan selama ini migas dianggap penyebab kenaikan CO2 juga. Harus diperhatikan bahwa ini hanya untuk migas, barangkali harus ditambahkan dengan pemanfaatan dari batubara juga. Cuman Pakdhe lagi mumet cari datanya belum ketemu. Kalau ada kasih ke Pakdhe ya nanti kita gabungkan dengan grafik diatas.

Pada gambar, grafik yang saya buat terlihat bahwa kenaikan CO2 di atmosfer ini menanjak terus walaupun dahulu terjadi pengurangan produksi migas dunia karena embargo (coba perhatikan pas gambar panah kuning diatas). Lah trus sapa donk yang menyebabkan CO2nya naik ?
(Sabar ya, Pakdhe cari jawabannya nanti)

Tetapi terlihat bahwa bukan hanya minyak bumi yang menyebabkan CO2 meningkat. Bagaimana dengan gas bumi ? gas bumi dianggap lebih bersih dan lebih ramah lingkungan karena emisi CO2nya rendah, jadi tidak dimaksukkan sebagai faktor dominan karena gas sudah ‘bebas tuduhan’ :)

Bebrapa penelitian lain memperlihatkan bahwa manusia (antrhopogenic) hanya menyumbangkan 5% dari produksi CO2 di dunia ini. Lainnya sapa donk ? Bisa tumbuh2an, ingat kalau malam hari tanaman justru menyerap oksogen dan mengeluarkan CO2. Masih ingat pelajaran SD dulu kan ?.Juga kalau melihat peningkatan drastis terakhir ini (lihat gambar global temperatur yang paling atas), terlihat peningkatan setelah tahun 1990. Nah apa yang terjadi pada saat itu … Pada tanggal 14-15 Juni 1991 Gunung Pinatubo di Filipina meletus TUS ! tentunya buanyak sekali CO2 yang dikeluarkan oleh kawah Pinatubo kan ? dan bersamaan dengan peningkatan kenaikan suhu global. Namun juga harus diingat terjadi peningkatan produksi migas, walaupun tidak setajam peningkatan CO2 dari gunung yang terjadi dalam waktu sangat pendek dan mendadak.

Seorang ahli biologi malah menyatakan begini : Oceans Heating, not Carbon Dioxide, is the Cause of Global Warming. Menurut dia justru lautlah yang menyebabkan pemanasan global. Bukan daratannya serta penghuni daratannya ?
Mengapa ? Coba kita tengok siklus CO2 di bumi, lihat dibawahini :

Carbon_cycle-cute_diagram

Siklus CO2 paling banyak berada di laut. Bahkan laut merupakan tempat penyimpan Carbon. Hanya sekitar 10% siklus karbon berada di udara dan daratan. Jadi itulah sebabnya kenapa ada pro-kontra dari penyebab pemanasan global.

- :( : “Looh Dhe, lantas siapa yang bersalah ?”

Yang salah ya yang tanya !. Bukan lagi hal penting mengetahui dan mencaro-cari siapa yang bersalah, tetapi ada hal yang lebih penting yaitu bahwa menyadari bumi sedang memanas dan sangat mungkin akan mempengaruhi iklim dan cuaca pada tahun-tahun mendatang.

Itulah sebabnya kita harus mulai waspada dengan perubahan alam, apapun dan siapapun yang menyebabkannya. Perkembangan perubahan (peningkatan) suhu yang terjadi pada dekade belakangan ini sudah melebihi dari yang pernah tercatat selama ini. Nah ini dia, ini baru yang sangat mengkhawatirkan.

Salam WASPADA

- :) “Pak dhe, kalau gitu aku boleh bakar-bakar sampah, kan ngga mempengaruhi global warming tah ?”
:D “Haiyak, lah nek asap sampai masuk rumahku tetep saja itu disebut polusi. Awas jok ngawur, polusi tetep wae polusi, tak kuethak kowe !”

About these ads

59 Tanggapan

  1. sedikit menanggapi tanpa menggurui (masih lebih muda)
    mengenai produksi CO2 sudah menurun tapi masih panas. Namanya aka efek rumah kaca, bagaimana rumah kaca suhunya bisa turun ? kacanya dibuka. Kalau cuma menurun tidak bisa langsung dampaknya.
    Untuk masih saja panas kita lihat saja historynya bisa dilihat di http://www.longrangeweather mengenai global temperature.

    semoga ini membantu membuka pengetahuan lebih luas lagi.

  2. humh! penyebab yg paling besar tuh, methane gas…,,

    gitu ja salah,! bnyk baca,,!

  3. TERIMA KASIH PAKDE….

    malah saya yang kehilangan hubungan dengan dunia manyul ini….

    baru sempat mengucapkan terimakasih sekarang….

  4. jd kesimpulannya global warming itu sedang terjadi dan sangat NYATA !

    tapi bukan karena ulah manusia seperti yang di katakan oleh si al gore yahudi khazar keparat tuh!

    bangsat banget tuh ya si al gore yahudi gadungan… ada maksud2 jahat nih dan konspirasi yang lebih besar nih yang saya rasakan! ada yang bilang ini berhubungan ama konspirasi NWO new world order…

  5. [...] ===================Selamat datang di tahun-tahun waspada ! Januari 11th, [...]

  6. pakde apakah GW berkemungkinan mengakibatkan banjir dunia?

  7. good blog! really appreciate :D

  8. Nugi,
    Lihat saja perubahan intensitas matahari atau data ttg badai matahari dan perubahan yg terekam pada VSat. Keduanya dikorelasikan. Barangkali ada korelasional antara badaimatahari dengan kualitas data visat, dan mungkin cuaca :)
    Solar storm/Solar flare emang mempengarusi kondisi elektromagnetic bimi : http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_flare

  9. nambahin pakde, siapa tahu bermanfaat buat kita semua.
    saya juga ngerasain perubahan yang sangat mendadak tentang iklim kita ini. satu bukti nyata, saya sebagai teknisi pemasangan perangkat komunikasi data VIA satelit ( Vsat = Very small aperture terminal), merasakan kesulitan untuk mendapatkan signal (SQF) dari satelit. apakah badai matahari bisa mempengaruhi frekwensi juga? soalnya makin lama, signal satelit makin susah di dapat yang bagusnya.mohon penjelasan pakde….matur nuwun.

  10. betul..pakde
    semua yang ngomong salah.
    ini semua kehendak Alloh…ga ada yang bisa ngalangin
    cuma, Alloh masih sayang ma kita
    jadi belum di akhiri jalan cerita kita di dunia ini.
    itu saja. bener ga pakde?

  11. Wah nyuwun sewu, maaf kelewatan Pak Parjo
    Air laut menguap kebanyakan karena suhu permukaannya. Dari sisi fisika tidak ada perubahan sifat air. Yang perlu diketahui air itu akan menguap dalam rentang suhu yang lebar. Kita bisa melihat es menguap, kita juga bisa melihat air suhu kamar menguap (ingat ketika menjemur baju di dalam kamar pun akan kering, juga air mendidih akan menguap. Penguapan terjadi dalam kondisi dingin hingga kondisi panas.
    Yang juga berpengaruh adalah kelembaban udara sekitar. Di daerah Gurun di Arab, air jauuh lebih mudah menguap karena udaranya kering. Sedangkan menjemur baju dihutan walaupun pengap terasa panas akan lebih lama keringnya.

    Penguapan air laut tidak menghasilkan CO2. Tetapi lingkungan laut memiliki peran penting dalam “penangkapan dan penyimpanan” CO2 di bumi. Istilahnya laut itu merupakan buffer dari CO2.

    Siklus karbon dapat ditengok disini :

    Smoga membantu, kalau masih kurang. tanya lagi saja. Suwun.

  12. Wah Pak Dhe…
    Pertanyaan saya tanggal 19 agustus 2008 kok belum terjawab..
    mohon bantuannya Pak Dhe…
    terimaksih…

  13. buat pakdhe rovicky

    “Hi Hedi,
    Jaman Es mungkin saja muncul, namun apakah mendadak seperti pada film ‘the day after tomorrow’ ? Aku rasa tidak. Aku belum pernah melihat data penurunan suhu yang sangat mendadak seperti di film itu. Dalam gambar diatas adanya perubahan memanas mendadak memang terlihat dari data, tetapi penurunan suhunya justru berangsur perlahan-lahan”

    pernah denger atau tau fosil mamoth yg terkubur di es? nah, di dalam mulutnya (atau tenggorokannya, saya lupa) masi ada tumbuhan yg belum lama dimakan. pertanda kalau dia mati beku secara tiba-tiba. wong ga mungkin mamoth diracun ama tetangganya kan?

    atau tau kan goa di eropa yg mengalami jaman es? dinding goanya berwarna belang-belang (seperti kalo tembok kena air banjir, terus kering, terus banjir lebih tinggi lagi, kering lagi, dst)

  14. pak dhe…
    disini banyak komentar yang bagus tentang global warming tapi sayang balasannya kok ga ditampilkan.
    usul gimana kalo jawaban/balasan untuk komentarnya ditampilkan juga, itung2 nambah ilmu buat yang lainnya?
    sebab kalo aku lihat komentarnya ada dari berbagai disiplin ilmu, meskipun ada juga dari ilmu ngawur/ilmu gatuk. sorri kalo ada yang tersinggung.
    terima kasih

  15. begini pakdhe…
    urun tanya…
    kalau misale, laut yang menguap…itu gara garanya apakah karena matahari yang semakin memanas? atau karena memang suhu yang dibutuhkan air untuk menguap sekarang sudah semakin berkurang? atau (saya pernah liat film yang isinya tentang man made global warming vs. sun made global warming) malah gara-gara letusan di matahari, semacam gelegak magma di gunung gunung itu, yang semakin meningkat frekuensinya?
    lah kalau seperti ini gimana, misale, karena semakin tipisnya lapisan atmosfir bumi -akibat proses hidup bumi dan seisinya- sehingga energi matahari yang diterima bumi menjadi lebih besar. hal itu mengakibatkan terjadinya peningkatan volume co 2 hasil penguapan air laut?
    tolong pak dhe… saya mohon petunjuknya…
    demi anak-anak dampingan saya….
    salam…
    parjo…

  16. Sekilas saya befikir secara out of the box. Kita ketahui bahwa bumi mengalami siklus dingin-panas yang terjadi dengan periode puluhan ribu tahun.

    Saya ajak anda menghayal, bagaimana sekarang yang terjadi adalah pendinginan global? atau andai2 jargonya Global Colding..hehehe…

    Andai2 reaksi kita sama seperti dengan Global Warming, namun mungkin penanganannya yang berbeda. Mungkin kita akan ramai2 menangkap CO2?atau ramai2 membuat suatu mesin yang dapat mengalirkan energi panas bumi?dsb….Wallahuallam

    Nah, maksudku mengandai2 itu…kembali ke hukum universal AKSI-REAKSI yang intinya kembali ke prisip KESEIMBANGAN, dimana kita manusia dengan alam akan berusaha untuk mensikronkan masing2 untuk mencapai titik tengah itu.

    Dan sebaiknya kita manusia jangan berfikir akan kepentingan parsial apapun, kepentingan kita dalam menghadapi kejadian itu adalah kepentingan survival umat manusia dan peradabannya…

  17. gua peduli banget dengan apa yg namanya global warming. coz we just have one earth and that earth we are life. so berjuang untuk bumi kita.

  18. global warming parah banged….
    serem..
    aku pduli banged..

  19. waduuh klo suruh bikin pidato anak kelas 3 SD tentang GW campaign…yang mana ya yg dijadikan referensi…mumet tenan…mau nulis malah jadi bingung…soale aku ya setuju ama pikirannya pakdhe…piye jal

  20. Pak Dhe,
    karena saya anak sekolah dan masih kelas 3 SMP,
    kalo ada temen yang nanya:
    “Global Warming kuwi opo to? Nggak jelas gitu”
    kudu diterangin gmn?

  21. Salam kenal Pakdhe….
    Kbetulan Bangeets masalah ini jujur saja menjadi cukup asik…sayapun pernah memilih ini menjadi topik makalah,,ya tapi ujung-ujungnya juga gak tuntas….
    Tapi setelah saya membaca ini,,ternyata teori pak dhe kok sama seperti teori saya…

  22. nah lanjut . lambat laun bumi kita rusak. kita kerjain aja aktivitas kita seperti biasa,tapi inget efisiensi apa yang kita lakukan itu penting. keep enjoy bro! jangan jadikan pemanasan global penghambat Indonesia menjadi negara yang besar!.Ingat

  23. walah pemanasan global itu sendiri terlalu dibesar2kan di indonesia.isu politik itu kok,walaupun ada benarnnya juga.tapi inti nya kan mereka melarang bangsa kita menggunakan batu bara dan pemanfaatan untuk bangsa kita sendiri tapi mereka gak pernah melarang untuk bangsa indonesia ekspor.nah sekarang penghasil global warming terbesar negar-negara mana ?? ya negara-negara G-8 salah satunya iah negaranya si George basinghton Lebush

  24. pak dhe.. sya masih umur 15 nih. dan masih paaaanjjjjaaaannngggg banget perjalanan saya. Saya alert banget sama yang namanya global warming. saya udah ngikutin saran saran yang ada di buku buku dan majalah. mattinlampu kalo gak perlu, matiin peralatan listrik mpe tuntas, nggak buang buang air, pake barang yang masih bisa dipake, dan masih banyak lagi. Aku udah jadiin global warming jadi bahan presentasi aku di kelas. temen temen aku memberi perhatian sekali atas presentasi aku. mereka juga menimbulkan banyak pertanyaan. inilah pertanyaan mereka. Pak dhe bisa bantu aku jawab khan? tolong ya pake dhe..

    Pertanyaan:
    1. Dev, katanya tahun 2050 kalo global warming masih terus terjadi, kepulauan kecil termasuk indonesia bakal tenggelem? Terus gmana nasib orang indonesia?
    2. Apa ini bisa berjung dengan kiamat? maksudnya gak ada air, gak ada oksigen, gak ada makanan?
    3. Apa bisa dihentikan?

    DAn masih banyak ptanyaan ptanyaan lainnya. Tolong dijawab ya pak dhe.. makasih..

  25. Ada yang menarik mengenai pembalakan hutan liar. Salah satu penyebabnya adalah… ya kita2 ini. Permintaan kita akan kertas dan meubel semakin meningkat (karena meningkatnya jumlah manusia menyebabkan meningkatnya kebutuhan mereka akan meubel, kertas, dan barang lain berdasar kayu). Mana mungkin pengusaha tebang pohon banyak2 klo ga ada yg mo beli, tekor dunk. Permintaan industri akan kayu meningkat karena meningkatnya permintaan pasar. Coba kalo kita kurangi kebutuhan kita akan kertas, mungkin akan menyumbang (walau sedikit) terjaganya hutan Indonesia. Gimana ya klo kita pakai e-book dan pdf aja ya…. hehehehe, tapi kayaknya ga semua bisa beli kompie atawaw laptop yach….

  26. [...] apa maksutnya global warning jadi saya gak perlu banyak bacot, buat yang belom ngerti silahkan baca disini aja. Sekitar beberapa hari kemaren sodara jauh saya dateng dari Bali, namanya Hasyim. Dia kemari [...]

  27. ehemmm……
    kenapa setelah kita mengetahui adanya pemanasan global,kita malah acuh saja.memang banyak digalakan tanam seribu pohon,tapi pembalakan liar ja tetep meraja lela. Yang kaya makin kaya,yang miskin tambah,.memang susah kalau manusia sudah kenal uang,suruh nangkep para bos pembalak liar malah nyari duwitnya aja,diiming-imingi duwit segepok langsung diem. Tadinya teriak-teriak suruh tangkap pembalak,malah sekarang lindungi pembalak yang ngasih duwit… Dasar manusia,…

  28. …trus kesimpulannya…penyebab global warming sebenarnya apa dunkz kalu bukan hanya manusia sbg faktor penyebabnya??…

  29. salam, pak.
    saya udah nonton pilemnya om al gore..
    di sana dijelaskan juga tentang fluktuasi suhu bumi..
    dingin – panas – dingin – panas.. dst..
    tapi kalo yang sekarang ini kok kekna terlalu panas ya??

  30. Ya ampyuuun… takut n ngeri denger gejala pemanasan global!!! Eh, tapi sekarang ni masih gejala ato sudah masuk tahap pemanasan globalnya sih??? tapi kalo dirasa-rasa memang manusia juga ikut andil sebagai pemicu pemanasan global ni, bayanghkan berapa kubik gas beracun termasuk emisi gas kendaraan, pabrik, dan pembakaran-pembakaran, belum lagi pemakaian AC, spray, kulkas, dll yang benar-benar merusak ozon… Sepertinya kata bu guru dulu, lapisan ozon di atmosfer kita juga berfungsi untuk menghalangi dan menyaring beberapa dampak negatif sinar ultraviolet yang disebabkan matahari… tapi bukan itu aja sih, masih banyak lagi ketidak seimbanagn alam akhir-akhir ini: gundulnya hutan tropis, eksplorasi besar-besaran sumber energi bumi, … My GOD, Save our earth!!!

  31. thx, ya udah kasih komentar tentang pemanasan global karena itu bisa membuat negara kita lebih maju. dengan kita menanam pohan disekitar indonesia.:)

  32. omong apa thox???
    ra cetha!!!

    mbok yo nek urip biasa ae thoxxH…!!!!

    Ra sah mikir sing aneh-aneh>>>

    mati tinggal mati…

    urip penting dilakoni xg apik2.
    wis Yoooo

  33. seru juga pembahasannya.. kalo masih bisa tanya, kan ozon kita katanya ada yg bolong gede banget tuh, nah itu juga salah satu yg bikin parah global warming kan? tapi kalo disangkutin sama efek green house, bukannya malah gas2 yg masuk ke bumi jadi lebih gampang keluar juga? jadi sama gitu, yg masuk sama yg keluar. trus seberapa ngaruhnya sih ozon yg bolong itu sama global warming? bisa kita kecilin ga? atau malah mungkin bisa ditutup lagi? gimana caranya?
    makasi lho pakdhe kalo dijawab, maap kalo rada sotoy, sperti banyak orang bilang, newcomer sih..
    hohoho….

  34. kita lihat aja nanti siapa yang benar, Al gore mengatakan 10 tahun lagi bila tidak ada usaha yang signifikan untuk mereduksi fossil fuel maka bumi akan ada pada state point of no return pada global warming. Sebentar lagi tuh..

  35. Pak, blog bapak sudah sering banget saya liat dan print sama anak-anak sekolahan untuk PR sekolah dengan google “Pemanasan global” :)

  36. mungkin saja dunia ini sudah begitu tua, sehingga kita hanya bisa menatap masa yang akan datang. tak ada lagi yang disesalkan….
    semoga Allah selalu membimbing kita untuk selalu berada di jalannya.

    oh ya kebanyakan dari kita apabila mendengar sesuatu mengenai hari akhir, kenapa lita selalu mengingkarinya? seolah kita ingin menjauhi hal2 seperti itu….

    mmmmmmmmmm

  37. wah asyik juga nih
    oh iya saya juga pernah ngeliat foto yang ditunjukin oleh Al Gore tentang perubahan iklim di daerah kilimanjora africa. disitu terlihat bahwa pada tahun1970 puncak gunung esnya masih banyak banyak sedangkan tahun 2000 sudah menipis.
    mungkin teory mas teddy bisa juga mengungkapkan terjadinya perubahan iklim, tapi menurut saya iklim selalu berubah, tapi saat ini telah terjadi pecepatan perubahan iklim yang lebih banyak diakibatkan oleh ulah manusia.
    kalo salah tolong diluruskan pak de’

  38. Newcomer ikut rembuk Pak Dhe.
    Menurut teori saya (baru teori, mungkin saja salah) yang menjadi tertuduh adalah radiasi yang dilepaskan oleh matahari yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan bintik-bintik hitam (black spots) maupun solar flare di permukaan matahari. Radiasi ini akan menyebabkan molekul-molekul gas di udara (CO2, NOx, SOx dll) menjadi radikal-radikal bebas. Radikal-radikal bebas ini akan berikatan dengan O3 (ozon) dan memperkecil kadar ozon di atmosfir yang berfungsi sebagai periasi radiasi. Dengan mengecilnya kadar ozon tentu saja radiasi dari matahari yang sampai ke permukaan bumi meningkat, dan menyebabkan peningkatan suhu. Hal ini mungkin bisa menjelaskan tentang kenaikan suhu pada jaman medieval maupun pada dekade tahun 60-70an. Aku sebenarnya ingin membuktikan teoriku ini, tetapi nggak ada biaya (maklum, pendidikan/riset di Indonesia masih kekurangan dana). Well, siapa tahu, mungkin di tahun-tahun berikutnya ada yang bisa membuktikan kebenaran/kesalahan teoriku ini.
    Wassalam,

    Teddy Ardiansyah
    Mr. Nuclear Engineering
    Jurusan Teknik Fisika
    Program Studi Teknik Nuklir, UGM

  39. Wah….boleh dong mulai utak-atik rumah model2x dari Luar Jawa…Rumah Panggung yang bisa mengapung stasioer..jadi gak pindah ke persil orang lain.

    BIsa gak ya manusia hidup mulu diatas air ?

    Dongeng evolusi bilang, selalu ada yang bisa bertahan diantara sekian yang tidak bisa bertahan… ?

  40. Mas Pram,
    Wis gak penting maneh menentukan siapa yang salah sapa yg bener. tetapi yang pasti pemanasan global “sedang” terjadi. Indonesia yang meliputi ribuan pulau bakalan kehilangan kalau es mencair dan muka air laut naik.
    Yang melbih penting kalau muka air laut naik kita harus ngapain ? Pindahin kemana penduduk pantai serta pulau2 kecil itu ?

  41. wah sudah ikut2an kena “isu pemanasan global” pak Dhe… tapi nek dipikir-pikir lagi memang semua ini karena kita sendiri. Ya, kita, para penghuni bumi yang secara tak peduli merusak alamnya sendiri. Yang pasti alam ini dalam kondisi “gawat darurat”. wah seumur saya belum pernah lihat salju… (ingat masa kecil lihat lemari es aja sudah membayangkan negeri sono) eee sekarang dimana-mana malah sudah mulai sedikit demi sedikit mencair dan bahkan menghilang.

  42. Pak Dhe, apa saya boleh tahu sumber informasi yang menyebutkan bahwa kegiatan manusia hanya menyumbangkan 5% dari kenaikan kadar CO2 di udara. Karena selama yang saya ketahui peningkatan kadar CO2 ini sangat dipengaruhi oleh aktifitas manusia dalam menggunakan bahan bakar fosil (pasca revolusi industri) dan juga adanya aktivitas vulkanis.

  43. hmm…pakde, pakde…
    global warming itu merata gak lokasinya di bumi, ato cuma di tempat-tempat tertentu ajah?
    trus, kalo ocean heating sbg faktor penyumbang terbesar untuk global warming, ocean yang mana pakde ?
    kalo ga salah, suhu laut bukannya makin dingin yah pada tingkat kedalaman yang makin ke dalam ( haduh bahasanya kacau banget ), ya pokonya makin dalem lautnya suhunya makin dingin gichu…gimana bisa ngasih sumbangan besar untuk global warming pakde ? aku bingung…
    maklum, newcomer..

  44. pakdhe numpang tanya, bener nggak sih kalo es di kutub mencair maka indonesia bakal kelelep? matur sembah nuwun nggih pakdhe

  45. Pak Dhe,

    Kalo pemanasan global seperti yang terjadi sampai hari ini, trend nya seandainya menerus, makhluk hidup apa yang pertama akan punah ya…?

    Kalo di planet lain, ada pemanasan global kayak di bumi ini gak pakDhe, kalo gak, andai suatu saat teknologi dah maju banget, sehingga “dolan-dolan” antar planet dah hal yang biasa, bisa nyobain tinggal di planet yang lebih adem ya pak Dhe, he he he..

    Salam
    Sigit Ari


    Ari,
    Akayaknya siklus panas dingin aku rasa ada juga di planet2 sana. Cuman belum ada yg mempelajarinya. Lah wong manusia tau global warming juga baru abad ini kok, dulu2 juga pada ngga peduli … teorinya aja barusan ada :D

  46. Hi Yose,
    Pemanasan yang kita bicarakan ini sifatnya “global” atau paling tidak regional. Tetapi sensor tubuh kita (indera) ini hanya mampu mendeteksi lingkungan sekitar saja.
    Itulah sebabnya saya tuliskan sebagai guyonannya dipaling bawah, walaupun pemanasan ini bersifat global, dan (mungkin) bukan akibat ulah manusia, tetapi kalau polusi membakar sampah tetep saja meanggangu kenyamanan lingkungan hidup.

  47. “…Poros bumi itu sebenernya juga bergerak atau berubah-ubah mengikuti pola tertentu. Ada siklus yang disebut dengan Milankovitch. Siklus ini salah satunya karena adanya eksentrisitas poros bumi.
    Jadi sakjane bumi ini berputar seperti gasing, dimana porosnya bergoyang-goyang.”
    tanya : koq kita ga ngerasain bumi ini berputar (misalnya kita pada pusing akibat bumi yang goyang-goyang
    mirip kondisi sedang gempa) ? apa jawabannya seperti yang saya terima di sekolah dulu (SD, SMP, SMA) ?
    Tentang pemanasan global, apakah tidak ada penanggulangannya ? seperti menanam pohon ? Singapura menurut saya
    lebih panas dari Jakarta. Tapi ketika melintas di daerah-2 tertentu, justru terasa “adem”, karena ada nya pohon-2 kayu dan beton (gedung bertingkat). gimana nich ?

  48. Hi Yusfi,
    Memang sepertinya tidak ada salahnya “mengkambing hitamkan dosa” ketika menghadapi bencana. Barangkali terutama bila kita sendiri yang mengalami. Tetapi dapatkan anda mengatakan bahwa orang Jogja berdosa sehingga ditimpakan bencana kepada mereka. Bayangin saja, mereka ini sudah kesulitan terkena bencana, lah kok malah dibilangin gara-gara berdosa lagi …. apa ndak malah tambah nelongso mereka itu ?

  49. Dari semua persepsi itu saya membenarkan daer semua fenomena yang kita alami dari mulai stunami dan gempa bumi yogya dll ” apa bila bumi di guncangkan dengan guncangannya yang dyahsat maka dia akan mengeluarkan bebean bebannya yang berat”akibat yang ditimbulkan dari gempa ke,aren kita lihat beberapa rekahan yang mengeluarkan gas dan lusi …di sidoharjo , gas di daerah gunung boyo wonosari serta di jawqa barat serta kalsel , apa yang harus kita lakukan :
    lebih meningkatkan komuinikasi kita dengan alam sebagai ayat kauliah dan lebih berserah diri serta introspeksi terhadap dirikita dalam keseharian kita ( banyaknya dosa dosa manusia ).
    dan sering kita menafsirkan arti dan firman Tuhan hanya dengan kepentingan terutama karena politik dan uang .dan pada hari itu manusia di bangkitkan ….” gunung gunung berjalan jalan seperti jalannya awan “, mungkin ini pendapat saya kalau toh ada salah tafsir tentang fenomena alam ini mohon pakdhe lurusin ya?
    thanks

  50. Poros bumi itu sebenernya juga bergerak atau berubah-ubah mengikuti pola tertentu. Ada siklus yang disebut dengan Milankovitch. Siklus ini salah satunya karena adanya eksentrisitas poros bumi.
    Jadi sakjane bumi ini berputar seperti gasing, dimana porosnya bergoyang-goyang.

    Coba lihat peta bumi maka akan terlihat bahwa bagian utara katulistiwa (northern hemisphere) memilki kepulauan lebih besar ketimbang bagian selatan. Jadi “berat”nyapun berbeda antara bagian utara dan bagian selatan.

    Goyangan poros ini dapat pula menyebabkan terjadinya siklus glasiasi. Jadi perlu diingat bahwa glasiasi itu proses yang berupa siklus dan dapat dihubungkan (dikorelasikan) dengan banyak siklus2 yang terjadi di bumi.

    Salah satu siklus yang dialami dan mudah diamati manusia adalah siklus siang dan malam :D

  51. gimana pakdhe kalo perubahannya akibat poros bumi yang sudah melenceng beberapa 0,0x derajad, apakah ada pengaruhnya serta menurunnya kekuatan magnet bumi?

  52. Hi Dan,
    Bukan berarti suhu kutub lebih panas, tetapi perubahan suhu dikutup yang lebih besar dari perubahan suhu di Katulistiwa. Secar absolutnya kutub tetep saja lebih dingin, hanya “perubahannya” saja yang lebih kentara terlihat disana.
    Kenapa perubahannya lebih besar di kutub ? menurut saya ini akibat dari pencairan es yg mempengaruhi suhu daerah ini. Air Es yang dingin ini mengalir ke katulistiwa, sehingga suhu dikatulistiwa malah sedikit terdinginkan. Namun secara global bumi ini makin panas.

  53. PakDhe, pemanasan global terjadi kenapa suhu di kutub utara lebih panas daripada ditempat lainnya? Katulistiwa misalnya, adakah yg menyebabkannya?

  54. Laporan Pak, Di Belanda tempat saya tinggal sekarang, katanya musim dingin ini, musim dingin terpanas, gak ada salju, suhu masih di atas 5 derajat. Beberapa hari kemarin malah matahari bersinar kilau-kemilau. Ini juga akibat global warming ya?

  55. Hi Hedi,
    Jaman Es mungkin saja muncul, namun apakah mendadak seperti pada film ‘the day after tomorrow’ ? Aku rasa tidak. Aku belum pernah melihat data penurunan suhu yang sangat mendadak seperti di film itu. Dalam gambar diatas adanya perubahan memanas mendadak memang terlihat dari data, tetapi penurunan suhunya justru berangsur perlahan-lahan.

    btw, menurut Kompas tgl 12 jan 07 ini, Jakarta sudah mulai kepanasan

    “BMG: Suhu Udara di Jakarta Menyimpang ”
    baca disini : http://www.kompas.com/ver1/Metropolitan/0701/12/092219.htm

  56. Pakdhe, mungkin tidak kalau pemanasan global itu justru memicu kemungkinan munculnya jaman es baru, seperti yang ada di film ?

  57. Wah jangan dibolak balik, dunk.
    Green house itulah yg disebut sebagai efek rumah kaca dan diperkirakan merupakan akibat dari tingginya kandungan CO2 di atmosfer. Efek rumah kaca atau greenhouse effect inilah yg ditakuti, karena suhu atmosfer yang meninggi terus. Panas dari matahari seolah disimpan seperti dalam ruangan kaca.

  58. oo jadi green house juga ga ngaruh banget yak?

  59. BELUM LAMA GUMPALAN ES DI KUTUB SELUAS 160 KM2 JUGA RUNTUH, APA MAU ADA PERUBAHAN IKLIM DI BUMI INI YA ….
    FENOMENA LUMPUR SIDOARJO DIIKUTI GAS/LUMPUR KECIL DI PATI, BUKIT WONOSARI, CIAMIS, SERANG BANEN, CIREBON, PULAU KALIMANTAN
    AKAN ADA APA ?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.208 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: