Penampakan “Mud Volcano” dalam rekaman penampang seismikambarnya u


seismic2.jpg Mud volkano atau gunung lumpur bukanlah “memedi” (othok-owok) yang sembunyai dibalik pohon gede. Gunung lumpur ini dapat dideteksi dalam penampang rekaman seismik. Seorang geophysicist (ahli geofisika) membuat thesis tentang hal ini dan aku dongeng saja sebagian saja ya. Nah penampakan dalam seismik ini bisa dideteksi oleh ahli geofisika.

:( Tapi ini bukan penampakan di “dunia lain” loh :)

Tulisan ini disarikan dari sebuah tesis (lihat referensi dibawah). Lokasi penelitiannya di Azerbaijan. Kita jalan-jalan ke Azerbaijan dulu, lokasi tepatnya di Caspian Sea.

:( ” Aku juga belum pernah kesana, Pakdhe ;)

Lokasi Gunung Lumpur di dunia

Mud Volcano atau gunung lumpur di Azerbaijan ini memang sangat banyak bahkan menjadi kompleks gunung lumpur yang sangat terkenal di dunia. Disebelah ini lokasi-2 gunung lumpur di dunia. Buanyak kan, dimana-mana ya ada. hanya saja kali ini kit apunya yang masih hidup … eh bahkan mud volkano yang baru lahir ! Tapi lahirnya dipercepat, emangnya bayi operasi sesar kalee
Ada empat macam gunung lumpur (mudvolcano) di Azerbaijan yg dikelompokkan oleh State Oil Company of Azerbaijan Republic:

  1. Explosive – powerful flow of mud and gas that spontaneously ignites.
  2. Effusive - ejection of large amount of mud breccia with non-ignited gas emission.
  3. Effusive - flow of low viscosity of mud without intense gas emissions.
  4. Extrusive - slow extrusion of viscous mud with very insufficient amount of gas (Fowler, 2000).

Dari ke empat diatas tipe pertama dan kedua ini sangat berbahaya. Tipe yang lain agak kurang berbahaya bahkan mungkin bisa diprediksi. Tapi ya kudu dipelajari dulu, dokter aja perlu sekolah, ndak bisa ujug2 ngerti penyakit orang kan ?

:D “Pasti kamu buru2 nanya … “Pak Dhe, Porong masuk tipe yang mana ?” … Ya, ntar dulu pelan-pelan … kalau mau meneliti jangan buru2 berspekulasi. Kita saja belum tahu dengan tepat bagaimana dan dari mana serta seperti apa kondisi bawah permukaan gunung lumpur di Porong. Makanya jangan malah ikutan bikin rame … Pak Dhe lagi bersemedi nih … ;)

seismic2.jpg

seis-recording.gif

Kita belajar dulu bareng-bareng seperti apa penampakannya dalam sebuah rekaman penampang seismik ya. Penampang seismik itu dibuat dengan cara membuat ledakan disuatu tempat, kemudian gelombang getarannya direkam dan diproses sehingga menghasilkan penampang (irisan) bawah permukaan. Perekaman ini bisa dilakukan di darat maupun dilaut. Dengan cara ini maka ahli geologi/geofisika mengetahui konfigurasi struktur bawah permukaan.
Rekaman penampang seismic sebuah gunung lumpur juga dapat diketahui. Salah satunya dapat terlihat seperti yang disebelah ini.

Gunung lumpur ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekelilingnya sehingga menyebabkan adanya pengaruh pada penampakan-penampakan lapisan dibawahnya.
seismic3.jpgPerlu diketahui juga bagaimana perpotongan gunung lumpur dengan lintasan rekaman seismik. Bentuk-bentuk yg terlihat dalam rekaman ini seringkali berbeda dengan aslinya. Biasanya ada bentuk yg mirip seperti kepundan gunung api dibagian tengah dari gunung lumpur ini.

:D “Klik gambarnya supaya jelas, ya”

seismic4.jpgseismic5.jpgGambar yg diatas penampang yg belum diinterpretasi, dibawahnya interpretasinya. Nah kamu bisa lihat bagaimana interpretasi itu dibuat. Silahkan klik utk melihat yg skala besarnya. Hampir setiap gunung lumpur ini berasosiasi dengan patahan. Itulah sebabnya saya menggambarkan patahan “Watukosek” yang mungkin berperan dalam lahirnya gunung lumpur di Porong Sidoarjo ini.

Gunung lumpur ini memang seringsekali tidak hanya sekali terjadi “letusannya” … wah ini ngga meletus seperti gunung api looh, tapi aktifitasnya bisa saja terjadi berulang-ulang atau seperti siklus. Nah siklus-siklus terbentuknya dibaca ditulisan sebelumnya disini ya

seismic6.jpg Dalam rekaman seismik, periode-periode “letusan” atau aktifitasnya dapat dilihat seperti yang terlihat dalam rekaman seismic disebelah ini.

Di Porong, perulangan proses ini tidak hanya terjadi di satu lokasi saja, tetapi sangat mungkin dahulu terjadi di lokasi Sumur Porong-1 (sekitar 7 km sebelah timur dari lokasi BPJ-1) . Jadi proses kelahiran gunung lumpur ini bukan yg pertama, dahulu dan ditempat berdekatan dengannya juga pernah terjadi hal yang sama. Hanya saja ada dugaan kelahiran kali ini dipacu oleh pengeboran. Ini tentunya perlu uji forensik, dah ini urusan orang lain saja.

seismic7.jpg Nah mungkin anda tertarik, seberapa besar ukuran gunung-gunung lumpur ini. Disebelah ini menunjukkan ukuran tinggi relatif dari gunung-gunung lumpur di Azernaijan. Tinggi maksimumnya sekitar 600 meter dan rata-rata sekitar 250 meter. Kamu pasti pingin nyela … “Kalau di Porong barapa ?” … sik ta kok mesti nanyanya buru-buru looh … Takut rumahnya kena ya ?

seismic8.jpgLebih detil lagi ukuran gunung-gunung lumpur ini bisa dilihat pada grafik ini. Kira-kira 90% berukuran krang dari 10 Km persegi. Atau sekitar radius 3-5 Km. Jadi kalau ada yg bilang surabaya tenggelam langsung aja dibilang “ah ndobos lu !” Trus tunjukin saja gambar ini. Atau disuruh belajar bareng-bareng didongengin disini. Tapi jangan ketiduran looh ya … walopun sedang puasa ;)

Nah sekarang kita tengok yang ada di Porong ya.

Penampang seismik ini dulu pernah saya tunjukin disini kan. Nah sekarang kita lihat lagi bahwa penampakan di lokasi sumur Porong-1 dahulu juga ada yg menunjukkan amblesan. Gambar atas ini yg belum diinterpretasi, belum ada garis-garis coretannya, sedang yang bawah model geologi hasil interpretasinya. Inget ya Porong-1 ini lokasinya 7 Km disebelah timur BPJ-1.

Seismic belum diinterpretasi

Interpretasi Amblesan di lokasi sumur Porong-1

Yang terlihat di lokasi Porong-1 ini adalah hasil collapse atau subsidence-nya (subsidence itu sama saja artinya dengan amblesan). Tidak terlihat jelas gununglumpurnya. Penampakan amblesan ini sama dengan penampakan diatas juga kan ? Hanya tahap2nya yang sedikit berbeda.

“Pakdhe, penampakan gunung lumpur yang di Sidoarjonya sendiri mana ? “
“Walllah .. Yang di Sidoarjo itu sedang lahir, jadi ya ndak ada atau belum ada pada rekaman seismik disitu. Justru disana masih berupa jenang dodol yang ada dibawah tanah, masih muntup-muntup mau keluar., Nanti deh sejuta tahun lagi kita tengok sama-sama dengan seismik gimana ? ;)”

Nah ini ada satulagi penampakan gunung lumpur di laut yang ada di Malaysia. Ini dalam skala buesar ya. Jadi adanya colapse ini akibat pembebanan dan lereng dasar laut. Sedangkan mudvolkanonya sekitar 2 Km, ah rasanya sekitar 2 Km itulah ukuran dari gunung lumpur. Sangat kecil dibandingkan gunung api, tetapi dampaknya itu looh nggegirisi sampai menggoyang-nggoyang percaturan kemana-mana.

sabah-mud-volcano.jpg

References :
SEISMIC INTERPRETATION AND CLASSIFICATION OF MUD VOLCANOES OF THE SOUTH CASPIAN BASIN, OFFSHORE AZERBAIJAN A Thesis by MEHDI YUSIFOV, Texas A&M University August 2004

About these ads

69 Tanggapan

  1. wah saya tidak tahu nih

  2. klo di luar punya mud volcanoes,,..di indonesia khususnya jawa punya lumpur lapindo..,,.???itu bahkan sa nyaingin mud volcanoes…???thx buat pt lapindo yang udah buat calon kandidat wonder7????piss..tidak ada mksd apa-apa,,dalam saya berkomtar,,cuma ko mslah lapaindo lom kelar2????

  3. gambarnya kekecilan

    –> Ya di klik, nanti akan ke gambar yg lebih besar.

  4. itu semua kuasa Allah SWT.Allah maha besar.

  5. lagi-2 tngn ALLAH sdh tampak!

  6. [...] sisir itu memperlihatkan kemungkinan patahan atau garis-garis amblesan seperti yg digambarkan pada penampang seismik di tulisan Rovicky [...]

  7. Menarik, saya baru tahun tentang mod volcano. Makasih ada tambahan referensi tuk tugas my wife.

  8. Ya ke Lapindo atau BPLS

  9. bisa minta bantuan untuk mendapatkan data rekaman seismik nya dimana pak?mohon bantuan untuk menyelesaikan tugas tesis.trima kasih

  10. brarti kita harus slalu ati ati nih, sapa tau 1 jam lagi bakalan ada gempa..

  11. bang, aku mo nanya nih masalah lumpur lapindo :
    1. Gimana sih pergerakan gas yang keluar dari lumpur tsb ?
    2. Klo misalna mo dilakukan pemodelan, metode yang cocok apa yang bang?
    trims, y bang…

  12. uraiannya uda bagus, buat jelasin orang2 awam
    ya penjabaran teorinya lebih di pertajam sehingga gak ngambang gitu…,masalahnya ini masalah yang bener2 kontraversi so ksalahan penafsiran bisa2 timbul yang gak-gak…

  13. adinda bakrie nikah denger2 ngundang il divo ampe 2 milyar loh untuk pesta nikahnya… kenapa nggak disumbangin ato di berikan ke korban lapindo aja yah… kasian mereka.

  14. Oke bgt niy website. Geologi pake dongeng2an.
    Mantap lah, maju terus!

  15. Hello, Pak Vicky..

    Endra
    Geophysicist di Jkt

  16. saya setuju dengan solusi lumpur lapindo pakai pemboran sumur relief tentnya dengan seismic dulu mohon dijelaskan untuk tugas terima kasih

  17. apakah mud volcano merupakan suatu bentuk energi?

  18. Saya sedih Porong tenggelam. Keluarga besar mertua asli Porong, walau rumah telah dijual pada tahun 2006, tepatnya seminggu sebelum lumpur menyembur pertama kali. Kami masih tetap merasa orang Porong. Mas Doyok pelawak kampungnya(MINDI) sudah mulai keleban lumpur. Sebetulnya di pulau Jawa ini bukan Porong saja yang akan tenggelam, perlu diketahui oleh semua orang bahwa Provinsi DKI Jakarta sebagian besar wilayahnya akan menjadi laut. Menurut ramalan, pinggiran pantainya disekitaran Blok A Kebayoran Baru arah Jl. RS Fatmawati. Jadi silakan dibayangkan saja! Dari Blok M akan ke Kota harus numpak speedboat.

  19. Salam Pak Rovicky,

    Wah….Baru lihat ne penampang seismik yang ada diporong.Kereeeeenn!!!

    Saya mau tanya ne Pak. Setelah mengetahui sedikit mengenai Lumpur Porong. Saya ingin tau tatanan tektonik Daerah Jawa Timur, dan sejarah geologi ,khusus nya Sidoarjo truzzz bagaimana cara mengatasi ganas nya lumpur itu selain berdoa (hehehe)…

    Mohon jawaban yang rinci ya Pak ^_^;

    Salam Geo,
    Madan

  20. thanx pak vicky, tulisannya membantu saya memahami fenomena lumpur di porong ini.
    kebetulan lagi dapat tugas dari kantor dalam hal penanganan infrastruktur yang akan direlokasi di porong.

    Menurut data lapangan, terjadi subsidence 20 cm di snubbing (tanggul pusat) semburan, apakah data ini valid? dan terjadi patahan yang melintang arah barat ke timur melalui pusat semburan ke arah renokenongo (saya pernah reno dan melihat sendiri terjadi retakan tanah berupa amblesan memanjang dari arah pusat semburan), gimana menurut pak vicky?

    Makasih atas jawabannya
    Kazer
    Dep. PU

  21. Nanda
    Yang jelas ada disini :

    http://hotmudflow.wordpress.com/

    Harus bisa mencari kutu satusatu … gunakan cara pinter menggunakan kolom “search”

  22. plissss mau data volume lumpur lapindo setiap bulannya buat tugas timeline

  23. Saya dapat tugas kuliah membuat timeline tentang luas genangan banjir lumpur lapindo. Tapi data-datanya yang berbentuk linechart ttg luas genangan itu masih belum dapat.

  24. kayaknya susah juga!!!!!
    trus gimana dengan penanggulangannya????
    bsa jdi orang-orang bkal buat rumah di langit klo kejadian ini terus berlanjut.
    gimana dong????
    masyarakat mulai cemas nih!!!!!

  25. mas abu.r mari kita bertaubat supaya ga datang musibah yang lain, musibah itu datangnya dari dalam perut bumi yang dicukili oleh umat manusia, makanya jangan ngejablay terus ingatlah selalu pada kematian.sehingga kita selalu sadar dan kembali kejalan yang benar, yaitu jalan yang diridhoi oleh allah, sekarang lumpur lapindo nanti lumpur seperma kali,,,,,,,,hi,,,hi,,hi,

  26. [...] sisir itu memperlihatkan kemungkinan patahan atau garis-garis amblesan seperti yg digambarkan pada penampang seismik di tulisan Rovicky [...]

  27. [...] sisir itu memperlihatkan kemungkinan patahan atau garis-garis amblesan seperti yg digambarkan pada penampang seismik di tulisan Rovicky [...]

  28. Ak iki sali wong kuwu dadi mendinane delok bledug
    nanging saiki ak nang jakarta.
    menurut ak nak iso diwenehi legenda asal usul bledug
    nangin iki wis cukup makili

  29. Salam kenal kembali Pak Budi
    Menurut berita media dan juga laporan Media Center memang salah satu target sumur BPJ-1 adalah Batugamping Kujung.
    Wah karbonatnya sendiri tidak bergerak lah. Gampingnya sudah mati jadi tidak tumbuh (“up”) sejak tertindih shale diatasnya. Bentuk gamping yang kita lihat adalah bentuk gamping pada saat terakhir sebelum tertutup lapisan shale diatasnya.

    Mud (lempung) keluar dari lubang kawah ini sepertinya “terbawa” oleh aliran air panas dari bawahnya.

    Wah kalau gimana cara drilling yg tepat saya kurang tahu pasti karena banyak faktor engineering yg diluar kapasitas saya sbg geologist. Cara pengeboran bisa bermacam2 tentunya.

  30. Mas Rovicky,
    Salam kenal..

    Apakah target dari Lapindo sendiri ada di reservoir karbonat dari lapisan uncorformity oligocen?

    Dan apakah lumpur tertekan keluar juga keatas karena ada gerakan “up” dari lapisan karbonat itu sendiri?

    Apakah interpretasi mud keluar dari celah2 runtuhan disamping body runtuhan dan tertekan ke atas oleh lapisan karbonat dibawah lapisan shale?

    Apakah seharusnya Lapindo membuat drilling program dari arah samping runtuhan? karena kalau lihat dari penampang seismik sumur Porong 1 tepat melawan ‘gaya ke atas dari lapisan karbonat yang tampak bergerak Up”? dan artinya memicu terjadinya rekahan yang telah ada dari runtuhan untuk semakin besar?

    Mohon penjelasan mas Rovicky..

  31. Saya panggil Mas aja ya biar lebih akrab, saya adek kelasnya Mas Vicky di reservoir UI. Saya pernah diminta oleh guru anak saya di SD untuk ngasih pelajaran semacam kapita selekta, bagaimana terjadinya minyak bumi, bagaimana cara ngambilnya, kayak apa sih bawah bumi itu. Pernah saya ditanya sama anak kelas 1 SMP, gimana terjadinya gempa bumi. Setelah saya jelaskan dia hanya mangut2 saja, tau ngerti tau gak tp gak nanya lagi. Semacam itulah Mas.

  32. Dear Rina,
    Pingin kartun ttg apa Rina ? Mungkin ada rekan yang bisa membantu membuatkan gambar2nya

  33. Pak Rovicky,
    Terima kasih banyak atas tulisan2nya yg membuat sy makin ngerti n seneng geologi, terutama bahasanya yg mudah dipahami.
    Saya pengen membuat kartun geologi utk dijelaskan ke anak SD, tapi susah mencari bahasa yg mereka mengerti, mohon bantuannya Pak…
    Thx before

    Salam,
    Rina

  34. Pak Mustain,
    Apakah di seminar juga sudah dibahas :
    1. schenario untuk menanggulangi dampak buruk terhadap Nyawa & Lingkungan sekitar?
    2. Radius berapa KM. dari semburan yang dinyatakan aman oleh Pakar-2.
    3. Sosialisasi terhadap warga sekitar?

    Sehingga apa yg. bapak lakukan bisa memberikan nilai positif terhadap rakyat secara konkrit. tidak hanya untuk konsumsi Ilme pengetahuan & pakar saja.
    Bahaya sudah di depan mata, Jangan malah membuat takut & panik warga, tanpa ada solusi yang membumi/merakyat.

    semoga,
    salam/ Dwi.

  35. Alhamdulillah, Seminar ISNU dengan tema FENOMENA LUMPUR PANAS SIDOARJO : MUSIBAH DAN HIKMAH, GRAHA-ITS, 20 Nopember 2006 telah berjalan dengan lancar.

    Paper sedang di dokumendasi dalam proseding ISNU.

    Saya telah menulis dan presentasikan paper dengan judul:

    FENOMENA GUNUNG LUMPUR DAN
    ESTIMASI VOLUME CADANGAN LUMPUR SIDOARJO

    Abstrak

    Gunung Lumpur adalah fenomena geologi yang mungkin terjadi. Gunung berapi mengeluarkan material (lava/magma) yang berasal dari proses penunjaman (subduction) lempeng tektonik. Sedangkan Gunung Lumpur mengeluarkan material (lumpur) dari struktur geologi lain. Gunung Lumpur akan terjadi ketika ada 3 persyaratan dipenuhi. 1) Batuan sumber yang porositasnya berisi lumpur, 2) energi potensial berupa tekanan yang cukup, dan 3) Jalan keluar seperti rekahan. Secara ilmiah, fenomena lumpur panas Sidoarjo semakin kuat mengarah pada bentuk fenomena Gunung Lumpur. Sebuah musibah karena terjadi di perkampungan dan secara fisik masih menjadikan sumber kesengsaraan. Satu hal yang paling mendasar untuk membuat alternative solusi adalah mengetahui volume cadangan Lumpur dan kekuatan energi potensialnya. Perhitungan kasar terhadap volume lumpur telah dibuat. Dengan porositas rata-rata 15 %, dan apabila masing-masing ekstrapolasi panjang penampang seismic baik ke arah utara selatan maupun barat timur diasumsikan sama dengan 2.5 x panjang penampang seismic Kusumastuti dkk 2002, maka valume cadangan lumpur sebesar 0.325 trilyun meter kubik. Nilai ini apabila dikeluarkan dalam 100 ribu m3/hari maka akan habis dalam waktu 8.908 tahun. Akurasi perhitungan ini bergantung pada tingkat akurasi ekstrapolasi panjang penampang seismic.
    Kata Kunci : Gunung Lumpur, Penampang seismic, Sidoarjo.

    Dalam kesempatan ini saya ucapkan trimakasih pada Pak Rovicky atas sebagaian materi-nya yang saya gunakan sebagai referensi.

    Semoga mendatangkan manfaat, amin.

    Mahmud Mustain

    Dosen Teknik Kelautan ITS

  36. Alhamdulillah, Seminar ISNU dengan tema FENOMENA LUMPUR PANAS SIDOARJO : MUSIBAH DAN HIKMAH, GRAHA-ITS, 20 Nopember 2006 telah berjalan dengan lancar.

    Paper sedang di dokumendasi dalam proseding ISNU.

    Saya telah menulis dan presentasikan paper dengan judul:

    FENOMENA GUNUNG LUMPUR DAN
    ESTIMASI VOLUME CADANGAN LUMPUR SIDOARJO

    Abstrak

    Gunung Lumpur adalah fenomena geologi yang mungkin terjadi. Gunung berapi mengeluarkan material (lava/magma) yang berasal dari proses penunjaman (subduction) lempeng tektonik. Sedangkan Gunung Lumpur mengeluarkan material (lumpur) dari struktur geologi lain. Gunung Lumpur akan terjadi ketika ada 3 persyaratan dipenuhi. 1) Batuan sumber yang porositasnya berisi lumpur, 2) energi potensial berupa tekanan yang cukup, dan 3) Jalan keluar seperti rekahan. Secara ilmiah, fenomena lumpur panas Sidoarjo semakin kuat mengarah pada bentuk fenomena Gunung Lumpur. Sebuah musibah karena terjadi di perkampungan dan secara fisik masih menjadikan sumber kesengsaraan. Satu hal yang paling mendasar untuk membuat alternative solusi adalah mengetahui volume cadangan Lumpur dan kekuatan energi potensialnya. Perhitungan kasar terhadap volume lumpur telah dibuat. Dengan porositas rata-rata 15 %, dan apabila masing-masing ekstrapolasi panjang penampang seismic baik ke arah utara selatan maupun barat timur diasumsikan sama dengan 2.5 x panjang penampang seismic Kusumastuti 2006, maka valume cadangan lumpur sebesar 0.325 trilyun meter kubik. Nilai ini apabila dikeluarkan dalam 100 ribu m3/hari maka akan habis dalam waktu 8.908 tahun. Akurasi perhitungan ini bergantung pada tingkat akurasi ekstrapolasi panjang penampang seismic.
    Kata Kunci : Gunung Lumpur, Penampang seismic, Sidoarjo.

    Dalam kesempatan ini saya ucapkan trimakasih pada Pak Rovicky atas sebagaian materi-nya yang saya gunakan sebagai referensi.

    Semoga mendatangkan manfaat, amin.

    M.Mustain

    Teknik Kelautan ITS

  37. Alhamdulillah, Seminar ISNU dengan tema FENOMENA LUMPUR PANAS SIDOARJO : MUSIBAH DAN HIKMAH, GRAHA-ITS, 20 Nopember 2006 telah berjalan dengan lancar.

    Paper sedang di dokumendasi dalam proseding ISNU.

    Saya telah menulis dan presentasikan paper dengan judul:

    FENOMENA GUNUNG LUMPUR DAN
    ESTIMASI VOLUME CADANGAN LUMPUR SIDOARJO

    Abstrak

    Gunung Lumpur adalah fenomena geologi yang mungkin terjadi. Gunung berapi mengeluarkan material (lava/magma) yang berasal dari proses penunjaman (subduction) lempeng tektonik. Sedangkan Gunung Lumpur mengeluarkan material (lumpur) dari struktur geologi lain. Gunung Lumpur akan terjadi ketika ada 3 persyaratan dipenuhi. 1) Batuan sumber yang porositasnya berisi lumpur, 2) energi potensial berupa tekanan yang cukup, dan 3) Jalan keluar seperti rekahan. Secara ilmiah, fenomena lumpur panas Sidoarjo semakin kuat mengarah pada bentuk fenomena Gunung Lumpur. Sebuah musibah karena terjadi di perkampungan dan secara fisik masih menjadikan sumber kesengsaraan. Satu hal yang paling mendasar untuk membuat alternative solusi adalah mengetahui volume cadangan Lumpur dan kekuatan energi potensialnya. Perhitungan kasar terhadap volume lumpur telah dibuat. Dengan porositas rata-rata 15 %, dan apabila masing-masing ekstrapolasi panjang penampang seismic baik ke arah utara selatan maupun barat timur diasumsikan sama dengan 2.5 x panjang penampang seismic Kusumastuti 2006, maka valume cadangan lumpur sebesar 0.325 trilyun meter kubik. Nilai ini apabila dikeluarkan dalam 100 ribu m3/hari maka akan habis dalam waktu 8.908 tahun. Akurasi perhitungan ini bergantung pada tingkat akurasi ekstrapolasi panjang penampang seismic.
    Kata Kunci : Gunung Lumpur, Penampang seismic, Sidoarjo.

    Dalam kesempatan ini saya ucapkan trimakasih pada Pak Rovicky atas sebagaian materi yang saya gunakan sebagai refenesi.

    Semoga mendatangkan manfaat, amin.

    M.Mustain

    Teknik Kelautan ITS

  38. Mas Rovicky, MMV (punten kalau boleh saya memberi gelar baru: Master of Mud Volcano)

    Saya terkesan banget akan situs ini, up to date, jujur, hangat-ringan, mudah dicerna maknanya, dan merupakan wahana bersama saling memperkaya ilmu pengetahuan, dan secara jujur kita akui, informasi ini paling ditunggu-tunggu masyarakat awam.

    Kalau berkenan mohon Mas memberikan sedikit komentar tentang beberapa hal penting yang menurut saya sangat perlu diwaspadai dan diantisipasi pada saat ini yaitu, :

    a. Bencana primer: banjir lumpur pada saat curah hujan di Porong >45 mm/jam (jan-feb 2007) akan menggelontor tanpa kendali.
    b. Bencana sekunder: Hilangnya “ground water” pada akifer di kawasan Porong yang mungkin terpicu ikut menyembur bersama semburan lumpur; degradasi soil di bawah luapan lumpur akibat kontaminasi air asin; tidak meratanya amblesan dengan radius sekitar 2,5 km; costal flooding di muara Porong pada saat debit maksimum akan mengaduk sedimen pantai sehingga berpeluang terjadinya “algae bloom atau red tide”; dsb.
    c. Bencana tersier: bencana ikutan seperti pecah dan meledaknya pipa gas bawah tanah (baru satu dari empat pipa gas yang bocor dan meledak); amblasnya jalan raya, rel KA, jalan tol; rubuhnya menara listrik tegangan tinggi; dsb.

    Ironisnya, bencana tersier telah mendahului dan benar-benar terjadi bahkan telah membawa 12 korban jiwa manusia, namun belum nampak upaya yang signifikan dan sungguh-sungguh untuk memitigasi bencana primer dan sekunder yang jauh lebih dahsyat.

    Dengan mengetahui kemungkinan-kemungkinan bencana ini maka diharapkan kita dapat lebih waspada dan bijak menghadapi datangnya bencana ini, sehingga diharapkan resiko yang akan ditimbulkannya dapat ditekan sekecil mungkin.

    Matur nuwon……

  39. Asslamaulaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Pak Rovicky Yth,

    Saya mendapat amanah untuk memberikan materi tentang subsurface mudvulcano di Sidoarjo pada acara SEMINAR IKATAN SARAJANA NAHDLATUL ULAMA’ (ISNU) dengan Thema FENOMENA LUMPUR PANAS SIDOARJO : MUSIBAH DAN HIKMAH, Senin 20 Nopember 2006 di GRAHA ITS SURABAYA. InsyaAllah saya akan memberi judul paper saya KONSEPSI GUNUNG LUMPUR DAN ESTIMASI VOLUME CADANGAN LUMPUR SIDOARJO. Mungkin sebagian bahannya saya akan gunakan tulisan sampeyan di www ini apabila diizinkan.

    Kebetulan pada kepanitian seminar ini saya sebagai ketua SC. “MAKSUD DAN TUJUAN SEMINAR (dalam brosur)
    Kegiatan ini dimaksudkan sebagai forum yang mempertemukan peneliti, staf pengajar, penentu kebijakan dan praktisi lapangan di kalangan masyarakat chususnya warga Jawa Timur untuk saling memberikan informasi dan bertukar pikiran tentang penelitian, pengembangan pemikiran dan tindak lanjut pada kerangka mensikapi fenomena lumpur panas.
    Tujuan yang ingin dicapai adalah:
    •Terjadinya komunikasi antar peneliti, staf pengajar, penentu kebijakan dan praktisi di kalangan warga masyarakat.
    •Terjadinya informasi multi arah pada masyarakat awam tentang fenomena lumpur panas.
    •Menggali potensi ilmiah dalam kelembagaan NU.”

    Saya senang sekali apabila dalam forum ini ada masukan baik tentang seminar itu maupun terhadap rencana paper yang akan saya presentasikan.

    Trimaksih atas perhatiannya.

    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Mahmud Mustain
    Dosen Teknik Kelautan ITS

  40. Dear Nobli,
    ndak ngerti soal seismic ya ndak apa-apa. tetapi secara mudah aku cuman mau menunjukkan bahwa yang namanya mudvolkano itu bukan barang aneh. Itu bisa saja diteliti dan diselikidi. Cuman di Indonesia ini masih belom banyak yang menelitinya.
    Secara ilmiah (science) sudah banyak ilmu ttg ini. Teorinya sudah ada, metode mengambil datanya juga sudah pasti ada, jadi di Indonesia tinggal “krenteg” (niat) untuk mempelajari dan mengetahui apa enggak. Getuuu …
    Eeeh siapa tahu ada yg tertarik untuk mempelajarinya …
    suwun

  41. waf sakjane aku ga ngerti sing cak rovicky terangke. i dont have any educational background of geology. but it is better for me finding and reading that anlysis. at least, i found the expert’s opinion. sidoarjo hot mud has been one of my curiousity, since i have an intend to this science. thanks yo cak…

  42. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Trimakasih atas kiriman artikel KUSUMASTUTI 2002. mohon maaf baru sambung.

    Setelah saya baca, kasus lumpur Sidoarjo ini perlu estimasi volume cadangan lumpur dan potensial energinya dengan tingkat akurasi yang lebih besar. Untuk itu diperlukan proses pembuatan TIME STRUCTURE MAP untuk lapisan yang diatas reservoar. Hal ini tentu diperlukan inegrated data dari berbagai sumber oil company (saya kira Kusuastuti punya akses itu). Kebetuan saya pernah menggunakan Promax 7.2 untuk produce itu waktu di LEicester University 1997. Untuk itu mohon njenengan bila bisa akses ke Kusuastuti bisa menyampaikan hal ini.

    Saya mencoba membuat perhitungan kasar dengan porositas rata2 15 %, masing2 ekstrapolasi panjang seismic section baik ke arak utara selatan maupun barat timur 2,5 x panjang seismic section KUSUASTUTi 2006, ketemu 406 milyar meter kubik. Dan apabila dikeluarkan dalam 100 rb meter kubik perhari maka akan habis dalam waktu 11 ribu tahun. Hal ini apabila Struktur lapisan ‘lumpur’ tersebut TIDAK terkait dengan air tanah di dekat permukaan dan energi potensialnya cukup. Apabila terkait, maka ketika musim hujan lapisan ini akan terisi terus yang pada ahirnya tidak akan bisa habis, ibarat tandon yang bocor bawah maka air yang berkurang tentu yang di atas dan ketika terjadi suplai diatasnya maka bocoran itu tidak akan berhenti.

    mohon maaf,
    semoga bisa lanjut diskusi kita

    mahmud mustain
    Teknik Kelautran ITS

  43. Wah Pak.. gak banyak orang pinter di Indonesia mau berbagi gratis ilmunya kayak gini…. Hebatnya Bapak itu pinter sekaligus pinter ngejelasin, gak kayak sebagian besar dosen saya dulu..hahaha…
    Gini Pak, saya heran apa, data seismik daerah sekitar Porong kan sudah ada, malah sudah kelihatan ada tendensi mudvolcano segala, apakah hal ini tidak pernah dijadikan pertimbangan oleh para geologist di belakang layar BJP 1 ini? atau data ini tidak bisa diakses oleh sembarang orang? Maksud saya, jangan2 ada di tempat lain yang punya ‘bakat’ yang sama, namun tidak disadari oleh mereka yang berkepentingan, dan kejadian Porong ini terulang lagi di tempat lain? wah ngeri juga… Bapak tau gak Pak, dimana lagi ada probable mud volcano di Indonesia???

  44. Saya pernah iseng buat garis dalam peta mulai dari G.Arjuna terus ke BJP-1, kok yaa Arjuna-Welirang-Watukosek-BJP1 ngepas satu garis, jadi kemungkinan semua gunung/bukit ini terletak pada satu jalur rekahan. Kalau benar demikian kemungkinan air yang muncrat di BJP1 ada hubungan dengan sistim gunung api. Ini yg jadi penyebab airnya panas sekali.. Kalau benar ada kaitannya, bisa saja air ini masih satu kesatuan geothermal. Kalau benar demikian, maka makin lama airnya akan makin panas, sebab air yang berasal dari arah selatan mestinya lebih panas, dan bergerak mendekat selama semburan berlangsung.. Ini akan lebih gawat..

  45. Enak juga lumpurnya kalau dibuang ke alut , jadi jembatan Suramadu nggk jadi dibangun, cukup lumpur lapindo yang menghubungkan jawa dan madura, dan dana Jembatan buat kesehajteraan rakyat sidoarjo yang kena bencana, giman setuju rek……

  46. tambahan: kalo ndak salah kedalaman pengeboran mencapai 42 Meter dan loaksi itu daerah tanah gambut

  47. waduhhhhh, lagi2 lumpur. tadi siang di RCTI ada berita di Kalimantan, seseorang mengeboor lahan kosong mau buat pengairan mendadak menyembur lumpur kayak di Sidoarjo (panas atau dingin ndak tau) kejkadian itu berlangusng selama 4 jam dan berhenti. Kaejadian itu sempat terekam kamera HP warga masyarakat. bekas semburan menjadi berantakan tidak karuan dan menimbulkan lubang kira2 sedalam 1 meteran dan diameter 3/2 meteran. kui opo yo pak dhe

  48. Begini Lik Bodro. Perkenankanlah saya mencoba njelaske, walau tanpa gambar, dibayangke wae. Nanti kalau salah atau kurang cetho biar Pakdhe Vick yang njelaske dengan gambar dan animasinya yang wangun. Critane lagi belajar ndongeng.

    Fenomena ini yang disebut air tanah dalam, atau dalam bahasa sehari hari sering disebut artesis. Atau disebut juga air tanah tertekan. Dimana air tanah yang terdapat pada akuifer yang tertekan.

    Akuifer adalah batuan/formasi batuan yang mengandung cukup banyak batuan lulus air(permeabel)yang mampu menyimpan dan meneruskan air dalam jumlah berarti ke dalam sumur atau mata air, contohnya pasir lepas, kerikil. Akuifer tertekan adalah akuifer dimana lapisan di atas dan di bawahnya adalah lapisan kedap air. Dimana sumbar air itu bukan berasal dari daerah itu, tapi kemungkinan berada di daerah pegunungan yang relatif jauh dan tinggi. Sehingga selain terdapat perbedaan tinggi yang signifikan ditambah tekanan dari batuan di atasnya, maka air akan dapat keluar dengan sendirinya.

    Jangan dibayangkan bahwasanya air tanah di dalam sumur berbentuk seperti danau di permukaan tanah, dimana lapisan yang mengandung air adalah melampar luas mendatar, sehingga di kedalaman yang sama akan didapat air yang sama pula.
    Lapisan di dalam tanah tidak melampar luas, dibayangkan saja seperti sungai yang mengalir. Akuifer di dalam tanah juga berlaku seperti sungai, sehingga ada kalau dipotong melintang akan didapatkan lapisan air yang istilah geologinya melensa, setempat setempat, sperti pipa pipa air.

    Tentang air tang memancar wajar saja, apabila kita punya bak penampungan air di atas rumah kita, terus pipa di samping rumah dilubangi, dengan sendirinya air akan muncrat, bila tekanan besar bisa muncratnya tinggi. Dibayangkan saja Bak penampung sebagai daerah resapan atau sumber air, pipa sebagai akuifer dan lubang di pipa diibaratkan sebagai sumur. Begitu, ganti…

    Matur nuwun, mohon Pakdhe Vick mengoreksi.

  49. pakdhe kemarin sore (29 September 2006) saya liat di tv7 ada kejadian di desa nguter sukoharjo yang mana sumur-sumur di daerah tersebut sudah pada kering. Salah satu warga yang sumurnya kering (kedalaman 11 meter) mencoba untuk menggali lebih dalam lagi. Eh baru digali beberapa lingisan (paculan) air menyembur berlimpah-limpah sampai bibir sumur, bahkan meluber. Nah ini dalam ilmunya pakdhe disebut apa? Bisa tidak pakdhe menjelaskan pada kami. Sementara sumur tetangga tetap aja pada kering (sedikit airnya pada kedalaman 11 meter)…Nuwun…

  50. alhamdulillah..matur nuwun pakdhe…akhirnya keinginantahuanku tentang mud volcano terobati oleh dongengan pakdhe…

  51. Terima kasih, menambah wawasan. Mungkin mereka menangani kasus ini perlu membaca informasi-informawsi seperti ini lebih lanjut untuk secara jernih dapat menawarkan pilihan penyelesaian masalah penduduknya agar mereka tidak semaunya sendiri, tanpa mempertimbangkan kesusahan orang lain yang timbul akibat ulah mereka yang kurang faham.

    tauhid@telkom.net
    tauhid.wordpress.com

  52. Saya tertarik dengan referensi Kusumastuti 2002, kalau bisa saya dikirim Copy file. Saya satu bulan yang lalu ikut rapat di Rektorat ITS, sempat saya sampaikan bahwa fenomema Porong adalah mud vulcano. Saya berdasarkan kira2 10 hari stlh awal kejadian saya dapat seismic section kusumaastuti 2003 (sayang tidak saya dokumentasi), sehingga saya sampaikan pesimis saya ttg susahnya dihentikan.
    Saya pingin ikut mengestimasi kapan berhenti dengan cara menghitung cadangan lumpur dari seismic section selengkap mungkin. Data-data seperti itu sudah waktunya di ekspose supaya rakyat tahu apa yang terjadi sebenarnya. Please, bagi pihak-pihak yang memiliki data tersebut. Jangan terlalu berpikir komersial, ini tiba saatnya jiwa sosial anda diketok. Barangkali saya bisa urun menghitung, karena saya pernah sedikit punya pengalaman dengan seismik.

    Demikian trimakasih, semoga manfaat. amin.

  53. Kang Vicky,…ini yang saya cari selama ini, salut antum sudah menemukan thesis tsb. Terima kasih. Kapan-kapan mampir lagi ke KL trus ditraktir ya..di Kandar Cafe..hehe.

    Nah menanggapi si LUSI perkembangan terakhir, semalam sudah bermunculan sumber/titik-titik erupsi baru walau masih kecil diluar jauh dari sumber erupsi besar. Jika ditengok sekuen sedimennya, kasus sidoarjo ini kok agak berlainan dengan thesis tsb diatas. Semburan lumpur di Azerbaijan tsb murni dari overpressure dan berhubungan dengan rekahan atau patahan. Sedang LUSI menurut saya ada kaitan erat dengan sumur pemboran, memang ada overpressure juga, tapi drive mechanism nya agak berbeda. Di sidoarjo, steam ( uap panas ) sangat berpengaruh dalam drive mechanism. Dipermukaan, suhu lumpur bisa sampai 220 F, lalu berapa di kedalaman 9000 kaki ? Tentu ini ada kaitan dengan “gejala magmatik” mirip sumur geothermal, panas bumi, selain Sidoarjo tidak jauh dan dikitari gunung-gunung berapi, sperti komplek Kamojang dan Wayang Windu. Peluncuran lumpur keatas dipacu pula oleh sumur yang “tidak ada casing” tsb. Secara geomekanik, agak mustahil terjadi rekahan/patahan baru dari 9000 kaki keatas permukaan. Jadi penjalaran lumpur benar melalui lobang sumur itu sendiri dan hingga dekat permukaan , entah di kedalaman 50 meter atau kurang kemudian menembus lapisan aluvial / kwarter yang memang sudah banyak rekahan ( yang bukan tektonik ). Nah, semalam muculnya beberapa titik erupsi baru di desa-desa sekitar Banjarpanji-1 menunjukkan bahwa bukan patahan , tapi memang rembesan baru dari bawah lapisan kwarter yang tipis. Overburden bumi yang 9000 kaki tidak mungkin terjadi patahan tiba-tiba, selain gempa yang amat dahsyat yang pasti ikut memorakporandakan Surabaya dan Sidoarjo itu sendiri…nyatanya kota atau desa Siring rumah-rumahnya utuh tidak rubuh kecuali tenggelam oleh lumpur.
    Ingat, dibawah lapisan “clay yang lunak itu” ada formasi Kujung yang carbonat, yang kemungkinan besar adanya caving besar yang menyimpan samudra air asin ( 18% salinity itu ) dan ada pemanasan magmatik…( saya pernah masuk gua bawah tanah d Gunung Kidul, eh debit airnya derasnya bukan main..coba tanyakan ke mas Hari Primadi)
    Wallahu’alam,…hanya interpretasi saya.

  54. Ngeri juga ya Mas,….bagaimana kalo kejadiannya pas di monas jkt,…..bisa gak ya….Mas, heboh kali ye…..

  55. Mas Doddy,
    Coba baca link dibawah ini trus di klik satu-satu.
    aku njelasin satu persatu disitu :

    http://hotmudflow.wordpress.com/yang-sering-dibaca/

  56. Makasih mas uraiannya. Kalo dibaca-baca thesisnya Mehdi ini, sepertinya mud volcano di porong ini masuk yang tipe “buried/terpendam”. Di thesisnya disebutkan bahwa tipe terpendam biasanya menunjukkan kurangnya kenampakan dari mud volcano akibat tertutup oleh batuan di atasnya sehingga tidak ada hubungan dengan permukaan. Dan juga biasanya punya bentuk yang “wedge/membaji” dan tertumpuk yang mengindikasikan adanya aliran purba di masa lampau.
    Cuma sayang seismiknya terpotong di time 2000ms jadi kita tidak benar2 tahu bahwa patahan itu sampai ke atas atau berhenti sebelum permukaan. Kalo memang dugaan kelahiran kali ini dipacu oleh pengeboran kira-kira gimana prosesnya ya? bukannya ngebor ini berarti mengambil sebagian massa dari bumi dan kalo memang dipacu oleh pengeboran bukannya muncratnya lumpur ini di “wellbore/lubang bor”? tapi ini katanya kok malah keluar dari tempat lain? apa mungkin tempat keluarnya lumpur ini adalah zona patahan yang sebelumnya “sealing/mampet” tetapi karena penambahan lumpur yang berat dari lubang bor (yang digunakan untuk mengontrol sumur biar ndak nyembur) sehingga membuat zona patahan yang sebelumnya mampet jadi bocor?

  57. Apa nantinya Porong akan menjadi seperti Bledug Kuwu??(Nganti saiki Bledug Kuwu kan isih aktif terus, lumpure ora garing2).

  58. Wah menarik sekali tulisannya…

    Sekalian donk dibahas mud vulcano yang ada di daerah Gunung Anyar… (rungkut surabaya) apa ada potensi “njebluk” seperti di porong?

  59. Assalam ww
    Salam kenal mas Vick. Sudah lama saya ngikuti blog ini serta diskusinya. Bagus, menarik, T O P. Kadang untuk menjelaskan tetangga atau orang orang di rumah tak jelaske wutuhan dari tulisannya mas Rovicky. Maklum, walau lulusan geologi tapi untuk “ndongeng” dan “ngawe uwong dong” cen susah carane…
    Juga tanpa seijinnya kuberi tahu konco konco untuk mbuka’ blog ini.
    Tengkiyu. Eh sesuk bodo mudik nJowo nggak?

  60. Pakdhe tadi melem di TV7 ada berita rel kereta api di porong sampai meleyot kayak cacing ngolet, dan harus dipotong 50 Cm atau 5 Cm (kalo salah tolong koreksi yahebat banget kan rel atose kayak gitu bisa bengkong. katanya akibat proyek peninggian rel kereta api, juga suhu siang hari yang begitu mencolok sehingga rel itu memuai (muainya tdk wajar), keno opo yo sebenere?

  61. Wallah Oom ortega,
    Lah Pak Witan ini skg sudan berpangkat Mpu. Dahulu dihari-hari pertama kerja di gd Landmark, beliau ini satu-satunya senior saya yg membiarkan saya duduk seruangan dengannya. Dengan culunnya saya mengganggu dengan menyita satu meja kursi untuk kongsian. ;)

  62. Tumben Pak Witan rekan Pak De di Landmark ikut nongol disini…kalo gue sich ngikutin terus…mumpung bisa sekolah dan belajar gratisan…..Abis Mpu nyang satu ini luar biasa…beda dari yang saya kenal dulu..

  63. Saya jadi ingat di awal 80′an waktu kerja di SES PSC ada prospect kalau tak salah namanya Saleha (semua nama prospek diambil dari nama karyawati,atau bojo/putri ne karyawan)kenampakannya di penampang seismik seperti suatu buildup terumbu, ternyata setelah dibor isinya shale (serpih lempungan) kabeh. Lho…setelah diteliti kembali memang seharusnya bisa diidentifikasi lebih awal, pancen wae lha karakter internal dalam struktur yang mirip kura2 itu ternyata homogen, nyaris opaque. Sedangkan kalau terumbu kan dicirikan oleh chaotic events, acak2an sesuai dgn sifatnya yg tak homogen. Jadi ini mungkin juga shale diapir kecil2an. Untungnya enggak muncrat keluar, mungkin karena memang tak ada overpressure disitu.
    Inget kan di dinding kamar kerjaku ada tulisan yg diambil dari AAPG Explorer, wis lali bahasa latin ne tapi terjemahan Inggrisnya: “All Prospect Looks Good Until It Drilled”

  64. Mas,
    kalau ceritanya Bledug Kuwu di Grobogan gimana?? Pernah dibahas belum ya? thanks

  65. bener-bener pak rovicky gak ada matinya :), post yang bermutu, singkat padat dan jelas, jangan bosen2 post pak

  66. thanks banyak pak dhe… menarik informasinya….
    sorry.. tanpa pemberitahuan.. aku banyak kasih alamat blog ini ke temen2 ku…

  67. wah, klo rumah saya deket ama mud volcano yg ada di daerah Bledug Kuwu, Kradenan, Grobogan Jawa Tengah :D

  68. Mas Vick,

    Ini website yang baik penataannya, penuh informasi, dan berguna.
    Mungkin judul diatas dapat dipertimbankan untuk direvisi dengan yang bersifat positif:

    “Sumber Energi dan Pengetahuan untuk Kemakmuran”

    BTW: kalau perlu tambah2 gambar/aminasi, ada tersedia di public website nya SLB http://www.slb.com

    Mudah-mudah an berkenan.

    Regards,
    Atria

  69. Nah, kalo kayak gitu ceritanya Cak, berarti lumpur Lapindo gak akan mampet dalam 1 atau 2 tahun ini… butuh waktu yg sangat lama, sampai isi perut bumi Porong benar-benar habis atau tekanannya yg habis duluan. Kalo dibuang ke laut, lama2 khan akan membentuk daratan. Di saat nanti wilayah Porong mengalami penurunan permukaan tanah yg cukup berarti (tenggelam?) karena perutnya kempes, masih ada gantinya tak iye. Yaa daratan tadi itu. Jadi, tunggu apa lagi Pemerintah kita ini? Selak telat….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.300 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: