Empat Patahan dalam Gempa Yogya


seismik-history-jawa-tengah.jpgSebagai selingan soal lumpur yg sudah mulai ditangani pemerintah dengan baik (“emang sebelumnya ga baik ?” … Hust !).
Berikut obrolan santai lagi tentang Jogja dengan patahan dan gempanya. Pak Marufin masih juga penasaran dengan patahan-patahan di Jogja yg mungkin saja tidak hanya satu bidang. Beliau mencoba gathuk2 antara patahan dengan longsoran. Keduanya merupakan gejala alam yg selalu mengintai Jogja dan sekitarnya selain Gunung Merapi tentunya.

Panjenengan bener pak. Setelah di cermat-cermati lagi peta-nya Bu Dwikorita dkk, sekaligus membaca lagi artikelnya Fukuoka dkk itu (Fukuoka et.al, 2006, interpretation of the 27 May 2006 Yogyakarta Earthquake and the Subsurface Structure Deduced from the Aftershock Activity Observations), kita memang arus curiga tidak hanya satu sesar, melainkan edikitnya EMPAT sesar yang terlibat dalam ‘aktivitas’ gempa Yogya. Saya sertakan juga grafisnya.

three-faults-at-ygy.jpg

Yang pertama harus disebut tentu tidak lain dan tidak bukan adalah sesar Opak. Namun sekitar sepuluh km di sebelah baratnya ternyata membujur sesar kedua, sesar lain (yang tersembunyi, terpendam di bawah sedimen setebal > 1 km) dengan arah sama dan harus dicurigai sesar ini turut bergerak signifikan, mengingat daratan persis di atasnya justru menjadi lokasi2 kerusakan yang cukup parah. Mungkin sesar ini juga yang ertanggung jawab kenapa pergeseran di Yogya dan Bantul cukup besar (masing2 7 dan 10 cm), padahal edua lokasi ini jauh dari sesar Opak.

Yang ketiga, dari Prambanan ke tenggara, melintasi Gantiwarno. Gak tahu apa namanya, tapi sesar ini jadi batas utara Pegunungan Sewu (alias Southern Mountains). Kita juga harus curiga sesar ini telah ikut bergerak, karena banyak longsoran dan rekahan yang dijumpai di sini meski posisinya cukup jauh dari lokasi episentrum gempa utama. Mungkin getaran akibat gerakan sesar ini pula yang sempat memporak-porandakan Wonogiri hingga Ponorogo.

 

Yang keempat, dari Parangtritis ke barat daya. Kemarin saya menyebutnya sesar Kulonprogo – Parangtritis. Ada beberapa episentrum aftershock di sini. Juga jangan dilupakan adanya titik longsoran di kompleks Goa Seplawan, tepatnya di Watu Kelir, perbatasan Kulonprogo – Purworejo (titik ini tidak masuk dalam skupnya peta Bu Rita). Kalo ditarik garis lurus menuju Parangtritis, ternyata lintasannya berimpit dengan sesar Kulonprogo – Parangtritis tadi.

seismik-history-jawa-tengah.jpgSimpulan (prematur)nya, ada 4 sesar yang berperan dalam gempa Yogya. Terus terang kalo bicara prediksi ke depan, mungkin kita harus mengkhawatirkan segmen di utara Yogya (tepatnya dari Prambanan ke utara, dimana dihipotesakan ada sesar menuju Merapi – Merbabu – Telomoyo – Ungaran menurut van Bemmelen) serta segmen di sebelah barat Kulonprogo (dimana dataran rendah aluvial membentang hingga ke Cilacap, berujung pada sesar Citanduy – Kroya yang konon juga masih aktif dan punya potensi membangkitkan gempa tektonik dengan Mw = 6,1 menurut artikel di Kompas beberapa waktu lalu). Pergeseran sebesar 60 cm dalam sesar Opak, seperti yang dihitung pak Irwan Meilano, bukanlah angka yang kecil.

Salam

Marufin

Note/Catatan saya :

Salah satu kesulitan menginterpretasi patahan mana yg bergerak pada gempa jogja kemarin adalah tidak adanya “surface expression” dari “subsurface rupture”. Ketebalan endapan Merapi selain sebagai penyerap gaya (meningkatkan daya rusak/gound acceleration), membuat ekspresi gempa tidak terlihat dengan baik dipermukaan. Juga belum jelas diketahuinya geologi bawah permukaan , terutama dibawah endpan merapi, termasuk adanya kondisi permukaan yg labil (surface critical condition) akibat morfologi ini menjadikan interpretasi bawah permukaan di Jogja menjadi sulit.

Sayangnya tidak ada data seismic section yg sering dipakai di perminyakan utk daerah Jogja ini. Lah oil company ya ngga mau membuang duit kalau tanda-tanda minyak belum dijumpai di daratan Jogja ini :(

About these ads

21 Tanggapan

  1. ” Sayangnya tidak ada data seismic section yg sering dipakai di perminyakan utk daerah Jogja ini. Lah oil company ya ngga mau membuang duit kalau tanda-tanda minyak belum dijumpai di daratan Jogja ini :(”

    Pakdhe,
    Adakah paper atau studi2 yang menyinggung potensi hidrokarbon di derah yogyakarta ini? atau hipotesa/konsep petroleum systemnya?
    Matur nuwun.

  2. [...] This post was mentioned on Twitter by JOG-TUG, Rima Oma. Rima Oma said: terkait dengan gempa yogya http://bit.ly/aXTe5D via @maasjek [...]

  3. slm kenal pakdhe…..
    saya mau minta tolong pakdhe,
    tlg dongein tentang daerah yang terparah terkena gempa bantul,kaitanya dengan kondisi tanah di daerah gempa tsb
    makasih banget

  4. sesar pasak dari pada tiang..
    ibu pergi ke sesar

  5. kita namain aja sesar ‘klelep’. kan selama ini tersembunyi dalem endapan sedimen.

  6. Menarik apa yang diungkap di halaman ini, yaitu tentang 4 patahan yang ada yang “bertanggungjawab” atas gempa kemarin. Tentang sesar Opak memang sudah diketahui, termasuk sesar Batur Agung(?) yang dari Prambanan ke arah tenggara dan sesar pesisir pantai Samas atau Sanden. Tetapi yang paling menarik adalah sesar yang tersembunyi (karena tersembunyi belum diberi nama) yang dalam peta melintasi Kab.Bantul mulai dari muara Progo sampai Kota Yogyakarta bagian tenggara. Untunglah ada penelitian yang mengungkapkan hal tentang sesar itu dan jangan disimpan dalam lemari arsip, biar tau gitcu.., Kalau dilihat memang betul sebab meski jauh dari kali Opak (10an km) tapi parah kerusakannya, bila ditarik garis lurus dari Pajangan (barat/barat laut kota Bantul) lalu, Kasongan (utara kota bantul) ke arah timur laut lagi seperti: Winongo,Sawit,Sewon,Kweni/Jarakan,Dongkelan, Krapyak(semuanya Bantul utara) terus ke Prawirotaman,Brontokusuman,Tamansiswa,Umbulharjo dan berhenti di Kotagede (semuanya di kota yogya bagian tenggara)semakin ke utara semakin parah,bahkan waktu gempa terjadi jalan Bantul (di daerah Kweni)sempat terbelah lalu nutup lagi.Mungkin itulah yang menyebabkan kerusakan di suatu tempat berbeda (meski satu kampung sebagian rubuh tapi sebelahnya tidak). Maaf ya mas, komentnya panjang amat…..
    Ada yang usul nama patahan tersebut?

  7. Alfian,
    Alam sebenernya ngga pernah ‘belok’ mendadak seperti bajay di Jakarta. Selalu ada tanda-tanda yg diberikan oleh alam sebelum melakukan kegiatannya. Tetapi memang tidak mudah mengetahui tanda-tanda alam ini.
    Jawa memang terangkat coba baca sini:

    http://rovicky.wordpress.com/2006/09/23/pantai-selatan-jawa-didongkrak/

  8. aduh,bos! vocano tua yang ada di pegunungan utara wonogiri bisa muncul lagi ga yc? dengan patahan no3 yng bergerak bisa ja kan muncul retakan baru t4 keluarnya magma.

  9. terus terang rumah saya d pst kota wonogiri,t4 jalur patahan no3 yg anda sbtkn.t4 saya, terutama daerah selogiri selalu kena goncangan yg lmyn keras klo da gempa yang berpusat d laut selatan.apkah pegunungan selatan bagian utara akan terangkat secara tiba2 sbg akibat pergeseran patahan opak?saya takut klo itu mengakibatkan gmpa yang bisa saja berpusat di pegunungan selatan bagian utara yang merupakan patahan naik.
    dari hasil pencermatan saya sbg geolog otodidak,jika patahan opak bergeser maka pegunungan selatan bag utara akan terangkat ke utara.Hal inilah yang mengkibatkan pegunungan selatan bag utara curan di lereng utara dan lbh landai di selatan.

  10. Pak Dhe….lihat Peta seismik-history di selatan jawa jadi ngeri yang di patanhan citanduy-kroya skala MMI lumayan gede juga dari gempa terakhir 1923 sampai sekarang udah 83 tahun jangan-jangan bentar lagi “ulang tahun”….kira2 bisa diprediksi gak yah?

  11. Mas Joko,
    Sulitnya menggunakan surface expression yg ada di Jogja ini karena adanya pengaruh endapan Gunung Merapi. Endapan merapi ini tidak hanya dikontrol oleh struktur bawah permukaan, tetapi juga dikontrol oleh proses sedimentasinya sendiri.
    Kalau anda tengok KaliAdem maka pengendapannya lahar ini seolah-olah “meloncat”. Ada tempat yg rendah disebelah timurnya malah tidak terisi. Padahal proses sedimentasi arus sungai mengikuti dan mengerosi zona lemah (biasanya rekahan atau patahan).
    Jadi “surface expression” (morfologi) di daerah Gunung Api dan lerengnya “tidak selalu” menunjukkan struktur bawah permukaannya.
    Untuk mengetahui dimana “ndelik”-nya sesar-sesar ini perlu pengukuran (seimic, gravity, magnetik bawah permukaan) serta data lithologi bawah permukaan (pengeboran dll). Kalau daerahnya banyak minyaknya ya perusahaan minyak mungkin mau membantu, lah kalau enggak ya sapa yg mau mbayari ya.

  12. Mas Didik,
    Kalau gempa sampai semarang dalam arti getarannya, itu sangat mungkin sekali. Wong gempa jogja saja dirasakan hingga di Bali. Tetapi apakah kerusakannya sampai disana wah aku kurang tahu.
    gempa Jogja kemarin radius kerusakannya cukup luas sekitar 30 km (tergantung lokasinya loh ya).

  13. Pakde, kira2 sesar yang ndelik itu melewati daerah mana ya? ato jangan2 mengikuti sungai Code (ndak tahu sungai atau sesarnya yang ikut2) karena di kanan kiri aliran sungai Code itu cukup parah. Seperti yang pernah saya tanyakan disini dulu. atawa yang di Sungai Gajah Wong (karena sebelah timurnya yaitu Kota Gede juga lumayan parah)
    Karena efek Gempa yang seperti polka dot (pating trotol) dibeberapa tempat itu yang menderita kerusakan parah ada sesar ata lapisan sesar dibawahnya?
    Menanti Sebuah Jawaban

  14. Soal Seamount atau yang Pak Prasetyadi sebut sebagai “rugged seafloor”, bisa saja merupakan atau manfestasi dari silent zone. Namun dia (seamount) ini menurutku bukan sebagai trigger. nahwa itu manifestasi dari adanya gejala daerah yg silent zone bisa saja. memang bisa saja rugged surface ini akan terus terbawa oleh plate ketika menunjam masih sehingga relatif “kasar” dibandingkan yg di Subduction Sumatra yg “halus” dan licin. Yang terlihat jelas salah satunya ya geometri penunjaman dimana di Selatan Jawa relatip frontal (tegak lurus) sedangkan di sumatra agak miring atau oblique.

    Silent zone dalam hal ini sesuai dengan definisi njenengan bahwa daerah yang “jarang gempa” tetapi kalau ada hempa magnitudonya besar.
    “Seismic Gap” aku sendiri menganggap sebagai suatu daerah yg “biasanya” merupakan pusat gempa tetapi saat ini tidak dijumpai gempa. disitu yg perlu diantaispasi kemungkinan terjadinya gempa dalam waktu “dekat”. Sangat mungkin disitu terjadi “penumpukan tenaga yg sewaktu2 dapat dilepaskan dalam bentuk gempa besar.

    Mbok kalau boleh saya dikirimin paper/tulisannya yg dipresentasikan lewat imil rovicky -at gmail.com, suwun.

    RDP

  15. Dear Mas Rovicky,
    Apakah anda pernah mengeksplor kemungkinan adanya peranan interaksi seamount dengan palung Jawa di selatan Jawa Tengah ke timur sebagai “significant triggering factor” bagi terjadinya gempa2 besar dan dangkal di Tanah Jawa? Saya menduga berdasarkan distribusi spasial dan temporal seismisitas di sepanjang Sunda arc, di selatan Jawa terdapat fenomena “seismic gap”, atau “silent zone”, yakni suatu daerah di suatu jalur seismik dimana gempanya jarang muncul namun sekali terjadi magnitute-nya besar. Di selatan Jawa kalau kita lihat di google image, lantai samuderanya “rugged” karena ditumbuhi oleh seamount2. Yang terbesar adalah seamount ROO RISE, berdimensi 60-75 km lebar dan puncaknya 2 km dari lantai samudera. Ujung depan (ujung utara) ROO RISE ini sudah berinteraksi dengan palung di sekitar lintang 110 E, ditunjukkan oleh menyempitnya dan mendangkalnya palung di daerah tsb. Interaksi seamount2 dengan palung Jawa ini memperbesar gaya gesek lempeng yang menunjam sehingga segmen Palung Jawa didaerah tsb merupakan zona akumulasi “high-strain”, suatu zona yang menyimpan energi potensial yang besar namun membutuhkan waktu yang lama (silent)bagi gempanya untuk “berulangtahun”. Paper tentang topik ini saya sudah presentasikan dalam konferensi VIG (Volcano Internat. Gathering) & Merapi Workshop, 7-9 Sept 2006 ybl, di Yogya.
    Terimakasih atas perhatian anda.

    Best regards,
    C.Prasetyadi
    Jur. TG UPN V Jogja

  16. Pakde, apakah kota Semarang juga berpotensi terjadi gempa dengan melihat peta tersebut? apakah gempa tahun 1852 juga terasa sampe smarang? Trima kasih

  17. makasih pak de (tanggapan gempa lampung), ini akan gw beritakan ke istri gw…maklum kami tinggal terpisah…well ini amat bermanfaat, setidaknya tuk membuat mereka tenang (walau udah 4 bulan lewat ya pak de)

  18. Kalau mau lihat patahan-pataham di Jawa coba buka file yang lama disini.

    http://rovicky.wordpress.com/2006/06/20/patahan-patahan-yg-membelah-pulau-jawa/

    Aku belum sempat memasukkan patahan2 ini kedalam ArcGis ku …. mungkin anda bisa coba kira-kira ada dimana patahan ini bisa pakai Google earth.
    Eh, sapa tahu ada yang lewat dibawah tempat tidurmu .. :)

  19. Pak Dhe…mo tanya dikit nih selain sesar citanduy – kroya ada lagi gak sesar yang ada di sekitar Cilacap? Mungkin gak Pulau Nusakambangan terbentuk karena sesar/patahan? Kalo punya datanya dongengin dong! Trims sebelumnya.

  20. Ini yang Juni kemarin kan ?
    Menurut seorang kawan tidak seperti di Jogja, di Kemiling sana adanya endapan kuarter sudah cukup KOMPAK sehingga TIDAK memperkuat getaran :

    – Gempabumi yang terjadi di wilayah Kemiling, setelah kejadian gempabumi tektonik tanggal 12 Mei 2006 sampai saat ini bersumber di darat, berada di sekitar lereng timurlaut G. Betung, dengan kedalaman pusat gempa 3 – 6 km.
    – Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas struktur sesar minor/mikro yang berada di wilayah Kemiling.
    – Dampak dari kejadian gempabumi ini hanya bersifat lokal. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan, hanya dampak psikologis yang terjadi di masyarakat.
    * Wilayah bencana tersusun oleh batuan endapan gunungapi kuarter yang bersifat kompak, sehingga apabila terkena goncangan gempa tidak akan memperkuat efek getarannya.

  21. pakde… apa yang sebenernya terjadi tuk gempa di lampung… apa itu patahan atau longsoran??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.475 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: