Patahan-patahan yg membelah Pulau Jawa !
20 Juni 2006 at 5:52 pm | In Bencana Alam, Dongeng Geologi, gempa | 201 Comments
Issue di sms serta imil juga termasuk tulisan di media-media kacangan di Indonesia banyak menyebarkan berita ini. Termasuk adanya sesar-sesar yg bakalan membelah Pulau Jawa. Banyak yang bertanya-tanya benarkah Pulau Jawa akan terbelah ?
Apakah benar itu ilmiah atau spekulasi ataukah provokasi ?
Kalau benar, kapan itu akan terjadi ?
Penelitinya wong Indonesia !
Nah sekarang kita lihat bagaimana sebenernya pengetahuan geologi kita tentang patahan-patahan di Pulau Jawa ini
Dibawah ini adalah uraian ringkas dan santai, bagaimana dan kapan patahan-patahan ini terbentuk. Kalau sebelumnya disini saya cantumkan penelitian dari University of London sehubungan dengan adanya penyebaran imil yg berbahaya itu.
Nah, sekarang saya cuplikkan dari sebuah penelitian ilmiah yg dilakukan oleh para Ahli Geologi Indonesia. Iya, mereka yg meneliti patahan-patahan di Jawa ini semua ahli-ahli kebumian Indonesia. Mereka-mereka ini peneliti kebumian juga walaupun bekerja di Pertamina dan ada yang sebagai pengajar di ITB. Artikel atau paper ini dipresentasikan di Indonesian Petroleum Association tahun 2003. Mereka adalah : Sribudiyani* Indra Prasetya * Nanang Muchsin* Benyamin Sapiie** Rudy Ryacudu* Sukendar Asikin** Triwidiyo Kunto* Agus H. Harsolumakso** Puji Astono* Ivan Yulianto** (* = Pertamina dan ** = ITB).
Pembentukan patahan-patahan di Jawa
Disebelah ini adalah peta jadul tahun 70juta sebelum masehi. Iya bener 70 juta tahun yang lalu ! Lah mana Pulau Jawa ? Pulau Jawa belum terbentuk, Pulau Jawa belum ada atau belum lahir.
Waddduh … susah ya … kok mereka (ahli geologi) tahu ?
Ya, karena ahli geologi ini sudah lama meneliti Pulau Jawa dan tidak pernah menemukan batuan yg berumur lebih tua dari 50juta tahun lalu, ya artinya Pulau Jawa pada waktu itu belum ada, kan ?
Tuh, lihat Pulau Sulawesi saja masih hanya lengan bawahnya yang terlihat di peta ini. Berati Pulau Sulawesi pada waktu itu masih berbentuk huruf “i” belum membentuk huruf “k” seperti sekarang ini.
Nah, memang beginilah wajah Indonesia 70 juta tahun yang lalu. Coba klik gambar diatas untuk memperbesar dan lihatlah garis-garis lurus itu. Garis itu adalah patahan-patahan atau sesar-sesar yg terbentuk pada kala itu. Tuh, lihat juga bagaimana Pulau Sumatra di cacah-cacah patahan yang berarah utara selatan. Jadi, menurut penelitian ini patahan di Pulau Sumatra terbentuk lebih tua dari Jawa.
Menurut para ahli bumi ini batuan dasar (atau dikenal dengan nama Basement) di Pulau Jawa terbentuk antara tahun 70-35 juta tahun sebelum masehi. Batuan ini tersusun oleh batuan malihan (matamorfik), serta batuan beku.
Nah, di peta jadul ini bisa dilihat bahwa Jawa Barat usia batuan dasarnya lebih tua dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ya. Mengapa ? Karena basement (batuan dasar) di Jawa Timur tebentuk pada tahap-tahap akhir setelah ditubruk lempeng Australia dan numpuk-numpuk membentuk basement di Jawa Timur.
Ada gempa sejak jutaan tahun lalu
Eh, kira-kira banyak gempa terjadi ngga selama pemebntukannya ? Ya , kalau melihat saat ini saja di dunia ada 5 kali Gempa skala 5 SR sehari, tentusaja selama puluhan-juta tahun itu ada milayaran kali gempa diatas skala 5 SR. Jadi gempa sudah bertalu-talu di daerah ini sejak lama kan ? Ya sama saja seperti hujan yang juga terjadi berjuta-juta kali.
Pada tahun 20 juta tahun sebelum masehi, zona tubrukan lempeng Australia dengan lempeng Asia terkunci dan menyebabkan menunjamnya lempeng Australia dibawah lempeng Asia. Penunjaman ini yg berlangsung hingga sekarang dan menyebabkan munculnya gunung-gunung api disebelah barat Pulau Sumatra dan juga sebelah selatan Pulau Jawa.
Pada waktu itu Jawa Tengah dan Jawa Timur berupa lautan …
“Looh kok tahu, Pakdhe ?”
Ya, tahu lah …. Kalau kita lihat di selatan Pulau Jawa banyak dijumpai gunung gamping disekitar Wonosari-Wonogiri, kan ? Nah anda tahu ndak bahwa gamping itu dulunya terumbu karang yg hidup dan adanya di laut. Kalau sekarang contohnya ya Pulau Seribu itu atau kalau yg besar ya Great Barier di sebelah timut Australia. Nah, dengan logika yang sederhana seperti itulah maka ahli kebumian ini tahu bahwa pegunungan selatan Jawa, termasuk Batugamping di Wonosari itu, dahulunya adalah lautan. Kalau anda ke Wonosari coba lihat dan amati gamping-gamping itu, mungkin anda dapat menemukan potongan koral atau mungkin juga binatang-binatang laut yg sudah menjadi fosil. Nah anda tahu juga bahwa fosil-fosil itu usianya sudah jutaan tahun … iya kan … simpen saja di rumah dan diberi tulisan aja “batuan ini berusia kira-kira 15 juta tahun yang lalu !“… Asyiik kan ?
Kepulauan Indonesia terbentuk selama puluhan juta tahun
Nah Lima juta tahun yang lalu konfigurasi serta bentuk pulau-pulau di Indonesia sudah mirip dengan yang ada saat ini. Pulau Jawa dan pulau Sumatra sudah “ditumbuhi” gunung-gunung api yg masih aktif hingga saat ini. Termasuk Gunung Merapi yang sangat aktif kemaren itu. Patahan-patahan di sumatra masih saja bergerak, juga saat itu patahan-patahan Jawa mulai terbentuk dan semakin jelas.
psst …. mas… mas … ada gempa ngga wektu itu ?
Ya tentu saja ada dan buanyak, wong setiap bergeser-geser itu gempa selalu terjadi, taaaapi tidak semua manusia bisa merasakan. Bahkan kalau anda mau tahu, di Jogja masih bergetar looh waupun sudah hampir sebulan lebih berlalu … dengan kekuatan gempa yang hanya 1-2 SR. Gempa-gempa “buntut” ini masih diteliti dan direkam oleh para ahli seismologi utk mengetahui perilakunya. Ya begitulah para peneliti ini, ndak bisa nangkep kepalanya, ya sudah yang buntut-pun masih bisa diteliti. Menarik looh belajar seismologi (ilmu tentang gempa), apalagi membantu masyarakat utk menghindari gempa nantinya.
Mmm … trus … patahan-patahan di Pulau Jawa itu yang sekarang gimana ?
Pingin tahu kan ? …
Dibawah ini kalau kamu klick kamu bisa lihat patahan-patahan di Jawa saat ini dengan lebih detil … wuiih ruame ya patahannya … ![]()
Naah disitu juga bisa terlihat patahan yg diributin kemaren tentang patahan di Jakarta kan ? Iya, memang ada kok. Juga patahan Opak, Patahan Grindulu, Patahan Cimandiri, dan juga patahan-patahan kecil lainnya. Yang digariskan warna merah itu patahan hingga ke batuan dasar, sedangkan yg warna hijau patahan yg terlihat dipermukaan saat ini.
Waaah bisa aktif seperti Jogja nggak ? Lah, ini perlu penelitian, perlu pengkajian, ndak ada … eh belum ada yang bisa meramalkan secara ilmiah. Tapi yg jelas jangan takut lah … ini kan mirip ada panu di punggung kan ? Kalau ngga tahu ya cuek. Tapi kalau dikasi tahu ya jangan panik !
Sebelumnya juga sudah saya tulis tentang bagaimana kegempaan di Jawa, klick saja disini.
Tapi trus apa ya mesti dilakukan ?
Nah paling tidak, kenalilah lingkunganmu.
Kenalilah bumi tempat berpijak ini.
Catat semua peristiwa kebumian supaya tidak terlewatkan generasi penerus nantinya.

Nah bagaimana dengan issue pulau Jawa terbelah ?
Nah kalau saja lempeng Australia ini terus menubruk Jawa dengan kecepatan rata-rata 7cm pertahun ini, memang bisa saja Pulau Jawa terbelah. Tetapi Jawa akan terbelah itu mungkin akan terjadi 4-5 Juta tahun yang akan datang !
Jadi kenapa takut dengan terbelahnya Jawa ? Wong peramal-peramal itu ya cuman ngawur kok ngomong besok gempa, sudah baca tulisan tentang ini disini, kan ?
Peta seismisitas disebelah ini menunjukkan betapa pulau Jawa dan Sumatra ini merupakan daerah gempa ya ? Tapi jangan takut, tidak semua gempa-gempa ini kamu rasakan. Gempa-gempa dengan kekuatan besar diatas 5SR kalau terjadinya jauuuh didalam bumi sana kita tidak merasakannya dipermukaan. Hanya alat-alat saja yang mencatatnya. Coba lihat Filipina, disana gempa suangat lebih sering karena adanya tubrukan lempeng Pasifik dengan lempeng Asia.
Warna merah gempa dangkal dengan kedalaman 0-69 Km, warna hijau gempa dalam dengan kedalaman pusat gempa antara 70-300 Km. Sedangkan bulat warna biru menunjukkan titik pusat gempa dengan kedalaman 300-700 Km. Ada yang lebih dalam lagi ndak ? Selama ini yg direkam gempa-gempa ini adalah getaran-getaran akibat pergerakan lempeng, dimana penunjaman lempeng ini diperkirakan tidak lebih dari 700 Km.
Nah skali lagi saya beritahu ya, kemungkinan atau peluang anda terkena gempa jauh lebih kecil daripada terkena atau mengalami kecelakaan di jalan raya. Jadi hati-hati menyeberang jalan !. Kalau naik Bis kota Metromini atau angkot harus pegangan dan hati2 dompetnya kecopetan .. upst !!
OK deh, tulisan ini salah satu wacana awal buat siapa saja supaya tahu apa yg terjadi dan apa penjelasan ilmiah tentang gempa yg sudah sering terjadi di Indonesia. Kalau di koran biasanya ngga ada gambarnya kan ? Nah gambar itu boleh di unduh (download) trus dipajang di kamar sebagai pertanda awal mengenal bumi tempat berpijak.
Apa yang kau lihat dari peta seismisitas diatas itu ?
KALIMANTAN !!!
Ya betul Pulau Kalimantan merupakan daerah yg sangat jarang mengalami gempa, namun kenapa kok Kalimantan tidak banyak populasi orangnya ? Bandingkan dengan populasi di Jawa dan Sumatra.
Semua ini saling terkait, salah satunya keterkaitan dengan ketersediaan energi dan sumberdaya alam. Sumatra, Jawa hingga Bali-Nusa tenggara ini tanahnya lebih subur. Energi juga lebih bayak tersedia di daerah Jawa dan Sumatra yang penuh gempa ini. Coba tengok dimana saja terdapatnya minyak dan gas bumi, juga geothermal.
Eh ….. Kalau berpikir untuk 200 tahun kedepan ….. Bagaimana kalau memindahkan ibukota ke Pontianak ?
salam
RDP
———
Referensi :
Sribudiyani, Indra Prasetya, Nanang Muchsin, Benyamin Sapiie, Rudy Ryacudu, Sukendar Asikin, Triwidiyo Kunto, Agus H. Harsolumakso, Puji Astono, Ivan Yulianto, 2003, THE COLLISION OF THE EAST JAVA MICROPLATE AND ITS IMPLICATION FOR
HYDROCARBON OCCURRENCES IN THE EAST JAVA BASIN, PROCEEDINGS, INDONESIAN PETROLEUM ASSOCIATION Twenty-Ninth Annual Convention & Exhibition, October 2003
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Iklan Gratis



Kang Rovick,
Di jari sampeyan tulisan ilmiah ini menjadi sangat menarik dan mudah dimengerti.
Terima kasih.
Komentar oleh Bambang — 21 Juni 2006 #
Mas Vicky,
Tulisannya bagus, menarik dan mudah dimengerti. Usulan saya, masukkan ke koran mas, kan penyebarannya bisa lebih luas, dan ini akan ikut meng-”educate” masyarakat kita. Terimakasih yaa.
Wassalam,
Harry Kusna
Komentar oleh Anonymous — 21 Juni 2006 #
Mas Harry,
Koran dan media tidak begitu suka dengan gambar. Padahal menerangkan geologi tanpa gambar kok sulit ya …
Padahal kalau huruf-huruf saja seperti ngedengerin dewa bergumam … “mmm rm rmmng mner gggrh kkk ll ,esgrht …”
rdp
Komentar oleh Rovicky Dwi Putrohari — 21 Juni 2006 #
Hola hola.. wah tulisane apik, gampang ngerti jadinya. Coba dulu dosen saya seperti panjenengan, wah asik sekali ya
)
Komentar oleh Mimi Hitam — 21 Juni 2006 #
Great Rovicky, terimakasih atas pencerahannya.
Komentar oleh Budhiana — 21 Juni 2006 #
Untung Anda bukan guru saya waktu SMA. Kalau iya, mungkin dulu saya akan masuk fakultas geologi :p
Saya termasuk orang yang percaya bahwa orang pintar adalah mereka yang selalu bicara dalam bahasa yang sederhana dan bisa dimengerti oleh anak-anak. Jelas terlihat, Anda adalah salah satu dari orang-orang itu!
*A poem is nothing but beautifully-told science
Komentar oleh HANNY — 21 Juni 2006 #
Wah, ternyata ini ada alternatif sumber ilmiah yg yahood banget.
Sejak kemaren sy coba cari source di google, gak ketemu2. Sekarang baru ketemu.
Salam kenal Pak, sy Link juga blog sampeyan ini. Supaya gak ilang lagi.
Thanks.
Komentar oleh Hadi — 21 Juni 2006 #
nah gini harus nya cara ngomong para pemerintah dan media, nggak berkesan menakut2i dan mudah dimengerti
Komentar oleh rere — 21 Juni 2006 #
mau nggak nulis di web kerjasama dgn telkom, mas? contact me ya…
Komentar oleh rere — 21 Juni 2006 #
Wow!
What a very interesting scientific writing! I love the way you are presenting it, particularly the language you are using.
Regards from Australia,
Imam
Komentar oleh imam aussie — 22 Juni 2006 #
Mas semoga tulisan ilmiah ini menjadi pencerahan yang sangat berharga dan berkelanjutan terus dalam membagi ilmunya…
thx a lot..
wwd
Komentar oleh Anonymous — 23 Juni 2006 #
wow tulisan yang menarik.
mungkin udah pernah diulas di tv mengenai patahan yang ada di jakarta. saat nya kita sebagai manusia mulai intropeksi diri, prediksi saya mengenai bencana2 di indonesia hampir benar.
pertama Aceh, dimana selalu ada pembunuhan, keadaan kacau, masyarakat saling bermusuhan. Kini setelah gempa dan tsunami, mereka hidup lebih damai.
lalu jakarta, kota penuh dengan intrik kotor, penuh dgn penjahat kakap (koruptor, dll, sering demo anarkis, saling menghujat). akibatnya setiap tahun penuh bencana dari banjir, sampai masalah sampah.
belakangan ini bajir di sinjai (sulsel) merengut lebih 100 jiwa, bila kita lihat diTV, sering terjadi demo anarkis di sulsel sana, masyarakat saling menghujat, perang antar golongan dll.
mungkin tuhan mengirim bencana agar kita sadar arti sebuah kebersamaan, kekeluargaan, saling mengerti dan saling mengalah bukan berarti kita kalah
semoga indonesia damai selalu
peace…..
Komentar oleh shaowen — 23 Juni 2006 #
Thanks for sharing this! What a great way to write such a scientific matter!
Bondan T. Sofyan, Depok
Komentar oleh Anonymous — 23 Juni 2006 #
thks for sharing this..udah bosen denger hoax…tp ngedengerin yang ilmiah juga kagak ngarti…lumyan d ada ini…jadi rada2 ngarti…
Komentar oleh Anonymous — 25 Juni 2006 #
mas vicky…
tulisan dan kata2nya emang menarik
aku jadi bisa ngerti…
tp kenapa ya waktu sekolah SLTP pelajaran Geografi nggak pernah dikasih tau?…
thank’s a lot for everything
salam
mamay
Komentar oleh Anonymous — 28 Juni 2006 #
Coret2an yg sangat bagus mas…Simple,mudah dicerna dan sangat detail,Terus berkarya ya maaas…
Komentar oleh deny chadd — 29 Juni 2006 #
bgs tulisannya krn bisa membuat orang awam mengerti n saya masih binggung mengenai glading tektonik khususnya pulau jawa bagaimana terjadinya dan mekanismenya. saya sangat membutuhkan bantuanya trims
moga memberikan wacana yang selalu bermutu…
Komentar oleh idar — 4 Juli 2006 #
Mas rovick,
Beruntung setelah nyasar sana sini, kok ketemu informasi jelas, berbobot, dan mencerahkan. bisa dishare sama-sama dengan yg ngalami trauma gempa. trims.
Komentar oleh sabarnurdin — 5 Juli 2006 #
pak! banyak yang nanya ke kita tentang isue itu.. dan makasih bgt artikelnyah! saya mengelola situs gempa buat posko gempa mahasiswa di gelanggang UGM, mohon ijin untuk mengupload artikel ini. semoga bermanfaat…
makasih>>kuntz
Komentar oleh kuntz — 9 Juli 2006 #
Silahkan Kuntz kalau mau di upload atau disitir.
Salam
rdp
Komentar oleh Rovicky — 10 Juli 2006 #
Dengan adanya tulisan dari bung rovky ini sangat meredakan rasa penasaran saya dan warga jogja.
HIDUP GEOLOGI
Komentar oleh putra — 11 Juli 2006 #
[...] Nah awan yg terlihat di Kuala Lumpur ini sering banget kelihatan. Bahkan dalam dua hari lalu beberapa kali terlihat, tapi ndak ada tuh gempa di Kuala lumpur. Bahkan kamu tahu kan daerah Kuala Lumpur itu kegempaannya sangat kecil. Masih inget tulisan tentang kegempaan sebelumnya disini ndak ? [...]
Ping balik oleh Dongeng Geologi » Blog Archive » Awas …. Awan gempa ! — 13 Juli 2006 #
Saat ini saya sedang meneliti hubungan antara Merapi dengan kegempaan yang ada. Kebetulan juga menjadi sukarelawan yang menganalisa untuk Merapi, kapan dan bagaimana erupsi bahkan letusan terjadi (note: tanggal 14 Juni 2006 terjadi letusan bersamaan dengan erupsi, tetapi tidak pernah dipublikasikan BMG/BPPTK).
Kemungkinan akan terjadi longsoran akibat sedimentasi material yang cukup besar namun saya sedang mengukur kemungkinan itu. saya butuh banyak peta geologi jawa dan pergerakannya termasuk gambar satelit terkini, adakah yang bisa bantu?
thanks
Komentar oleh Lesto Kusumo — 18 Juli 2006 #
Pak Rovicky Yth,
Bagaimana cerita patahan yang ada di daerah Ciputat Jakarta? Bagaimana arah penyebarannya?
Trmkash & wass,
Yayan Premadi
Komentar oleh Yayan Premadi — 18 Juli 2006 #
Oooo gitu toh.. ngerti jadinya..
Artikel yg bagus. Saya rasa lebih baik di publikasikan di media massa, jadi masyarakat bisa tambah ilmunya, dan jg tidak panik.
Terimakasih atas info nya!
Komentar oleh Toha — 18 Juli 2006 #
sepertinya saya lebih percaya anda ketimbang BMG. bayangkan saja, gempa & tsunami di pangandaran sepertinya dianggap tdk mengkhawatirkan. pernyataan senin malam kepala bmg bahwa tsunami yang dihasilkan oleh gempa tsb hanya 1-3m, tdk perlu khawatir katanya.
nyatanya korban sampai saat ini udah 360 orang tewas. saksi mata menyatakan gelombang yang menerjang mereka tingginya antara 5-10m. pemerintah memang tidak serius dalam hal tanggap darurat bencana.
padahal negara tetangga macam australia dan india yg mendengar kejadian ini(meski jaraknya jauh dari pusat gempa) langsung turun kelapangan melarang warganya mendekati bibir pantai. gimana nih indonesia
Komentar oleh Passau — 18 Juli 2006 #
Great… buat saya yang agak2 Tulalit urusan Geologi, sekarang jadi lebih tau soal isu patahan pulau Jawa.
Btw.. mengenai Tsunami di pangandaraan kemaren ini! ada sangkut paut’nya ga yah?
Komentar oleh yhantie — 18 Juli 2006 #
Nah…artikel kayak gini neh yang aye cari …
Informatif tapi kagak nakutin …
Lah…lah…gempa lagi nih … (jam 18:00 WIB)
Turun dulu ah dari gedung …lantai 8 aja berasa banget ..
Thanks 4ur info Mister ..
Komentar oleh araya — 19 Juli 2006 #
makacihhh…
apik tenan je… menghibur sekaligus akademis..
mau donk yang lainnya….
ane haus informasi nee…
i love u… i love u… i love u…
jadi ngefans….
muach…
Komentar oleh gembull — 20 Juli 2006 #
i feel so lucky to find this article, dari tadi pagi seharian klack-klick nyari article ttg gempa/tsunami di pulau jawa, ga nemu yg begini. ini mengupas hal teknis tapi ditulis dg bahasa yg non-teknis.
menarik banget dan mudah dipahami utk seseorang yg buta ttg geologi spt saya. iya nih nyesel kenapa ga dari dulu mempelajari geologi ya kalo tau begini menariknya.
sering2 diupdate yah mas, saya akn rajin2 main kesini
Komentar oleh Elsa — 20 Juli 2006 #
bagus, tapi lebih bagus lagi mengadakan penyuluhan diplosok-plosok desa supaya masyarakat punya bekal dalam menghadapi gempa. OK, tanks
Komentar oleh rian — 20 Juli 2006 #
Simply Great ! Kayak baca cerita rakyat yg bener2x terjadi gitu yah
Saya usul ibukota Jakartanya pindahin ke P. Batam saja biar deket Singapore (ktnya aman Tsunami ?? buat ide tulisan berikut nih mau tahu …heheh).
Danke schoen aus Singapur !
Komentar oleh dahsyat — 20 Juli 2006 #
Pembelajaran tentang geology yang sangat bagus buat masyarakat sesuai lah dengan namanya mas Rocky… ups Rovicky maksut saya soalnya waktu saya ngetik pas ada gempa kecil-kecilan he3x..
Boleh dong setiap ada artikel baru dikirim ke e-mail saya,thxs…
Komentar oleh Koman Tarigan — 20 Juli 2006 #
Blog yang sangat menarik dan mudah dimengerti oleh semua orang. Tidak semua ilmuwan, akademisi atau bahkan praktisi bisa menerangkan hal yang rumit tanpa harus menjadi rumit. Terima kasih, pak Rovicky!
Komentar oleh Randu — 20 Juli 2006 #
Ma kasih info-infonya
Gimana caranya saya dapat langganan info-info seputar geologi ini, biar bisa tambah pinter dan cerita ke yang lain
Ya siapa tahu bisa ikut bantu meminimalkan korban yang ga perlu.
Matur nuwun
Komentar oleh Amang — 20 Juli 2006 #
Waduh ini anak TK A dan B aja bisa memahami yg dijelasin ama Mas Rovicky apalagi yang udah seusia saya yg lagi doyan2nya informasi apapun yg sedang ramai dibicarakan,
Komentar oleh heru — 21 Juli 2006 #
sekali lagi dari semua koment, emang penjelasan tentang gempa sangat mudah dimengerti dan jelas, maturnuwun, dan usulan ibu kota pindah ke kalimantan boleh juga tuh
Komentar oleh greenix — 22 Juli 2006 #
makasih….makasih….makasih…..saya jadi dapet ilmu2 baru nih!! insya allah saya teruskan ke teman2 yang lain!!! hitung2 ilmu gratisan! yang kayak gini harus terus disampaikan ke orang lain karena berguna sekali. sekali lagi makasih ya mas udah mau berbagi dengan kami semua!!
Komentar oleh lukman — 22 Juli 2006 #
sebelum saya baca tulisan ini,saya resah banget(wong aku tinggal di jakarta),tapi setelah tau eh malah tambah ilmu dan tambah waspada makasih pak Roviky
Komentar oleh pras142 — 23 Juli 2006 #
Terima kasih Pak Roviky, Bayu jadi tambah ilmu
Komentar oleh Bayu — 23 Juli 2006 #
Hallo lam kenal mas Rovicky
Saya seorang ibu di bantul yang khawatir mo nanya : Apa kira2 bisa terjadi gempa di selatan Jogja di tubrukan lempeng Australi dan Asia ? Kalau ya apakah bisa merambat ke Sesar opak atau Progo (akan terjadi 2 kali gempa besar ?)? Seperti apa goyangannya kalau terjadi gempa besar spt di Aceh terjadi di sel jogja apakah di sel jogja juga ada palung laut yang dalam ? Apakah cuma ke kiri-kanan ? krn yg kemarin di jogja ke segala arah sehingga bangunan ambrol . Terimakasih sebelumnya.
Komentar oleh endang — 24 Juli 2006 #
Bu Endang, salam kenal juga, kebetulan saya juga wong Jogja. Saya dulu wektu kecil di Notoprajan, dekat Ngabean.
Yang terjadi memang begitu, karena adanya tubrukan gempa kerak-kerak ustrali dengan kerak asia, maka kerak ustrali menunjam kebawah. Tubrukan ini sudah berlangsung sejak puluhan juga tahun. Dan salah satunya menyebabkan gempa-gempa dan munculnya gunung api disepanjang Sumatra-Jawa.
Goyangannya seperti apa ? Kalau goyangannya sendiri akan dirasakan sama saja oleh manusia, karena pada saat terkena goyangan biasanya manusia kehilangan orientasi (pusing). Penjalaran gelombang tersebut menyebar dari titik lokasi pusat gempa (episenter) kesegala arah.
Saat ini sesar opak sendiri sedang melakukan “reorganisasi”, menata kembali. Jadi potensi gempa ya masih saja ada. Dan akan selalu begitu. Seperti layaknya gunung merapi, sejak jaman dulu kan sering mengeluarkan lava serta awan panasnya.
Yang penting bersiap-siap menghadapinya saja. Bisa saja sepuluh atau limapuluh tahun lagi, tapi bisa saja besok pagi. Saat ini hanya diketahui dimana saja gempa-gempa itu sering terjadi (walopun radiusnya masih sangat luar (bukan berupa titik lokasi). Tetapi seperti yang saya bilang kemungkinan terkena gempa itu sebenernya kecil sekali dibanding terserempet bis kota. Jadi hati-hati kalau jalan di Malioboro.
Wassalam
Komentar oleh Rovicky — 24 Juli 2006 #
terima kasih banyak untuk penjelasan Pak Roviky ….jangan percaya PERAMAL…!!
BRAVO P’ ROVIKY….
Komentar oleh santy — 24 Juli 2006 #
mas rovicky,,,mas kok pinter banget,,,terlambat nih aku tau blognya
mas rovicky emang sekarang ada dimana ? minta no HP nYa dong :”> ;;)
Komentar oleh indah — 24 Juli 2006 #
Matur nuwun.. Penjelasannya sangat mudah diserap dan memperkaya wawasan kita. Memang benar yang kita butuhkan adalah pengetahuan tepat guna, bukan sekedar prediksi2 yang hanya nakut2in saja tanpa pembekalan yang cukup terhadap pemahaman akan bencana itu sendiri..
Sebagai negara yang potensi gempanya sangat tinggi, sangat diperlukan sosialisi tentang gempa sejak dini ya.. seperti di Jepang misalnya, yang sejak kanak2 sudah `diakrabkan` dengan segala teteng bengek soal gempa.. Bgm RDP?
Komentar oleh eptia — 24 Juli 2006 #
Nimer hapeku kan ada di who am I itu disebelah kiri bawah !
Komentar oleh Rovicky — 24 Juli 2006 #
ck…ck…ck…
salut banget sama mas2 yang satu ini! saya jadi paham sepahamnya. walaupun sebagai ope warnet tp baru kali ini saya dapat info yang detail banget.gini mas saya mo nanya tentang gempa di JOgja 27 Mei silam. sebagai orang Jogja asli(keliatan donk dari namanya)saya merasa heran kok sepertinya arah rambatan gempa bervariasi. kebetulan (sengaja dink) saya tinggal di daerah Patangpuluhan yang kerusakannya tidak begitu parah nah kalo saya liat didaerah pojok beteng wetan sampai tungkak kerusakannya lumayan parah (bahkan jalanan beraspalnya pun terbelah2), ketimur sedikit agak mendingan ketimurnya lagi daerah Kotagede parah lagi (info buat yang belum tau jogja: jarak antara tungkak dan kota gede hanya 2 ato 3 KM saja). diamat2in arah rambatan gempa kok kayak akar pohon ya jadi daerah tertentu kena daerah sebelahnya enggak. bisa jelasin ga (bisa dong – rovicky gitu)tq banget mas. matur nuwun
Komentar oleh iKi Joko (enggak) Bodo — 25 Juli 2006 #
Mas Joko Pinter,
aku jugak wong yoja asli looh … omahku ndik Notoprajan. Mburine kantor PP Muhammadiyah sing lama itu.
Gempa memang tidak seperti banjir yang menyapu, tetapi gempa itu mengakibatkan lokasi kerusakan yang “spotty” boso jowone “themlok-themlok” menyebar. Mungkin betul akayak njenengan liat bahwa kerusakannya tidak merata bahkan seperti mengakar (tersebar). Patangpuluhan mestine lebih aman, karena pusat getarannya disekitar pathuk sepanjang sungai opak.
Coba baca yg ini http://rovicky.wordpress.com/2006/06/01/peta-kerusakan-gempa-jogja-27-mei-2006/ atau kalau linknya putus dulu aslinya kutulis disini sebelum templeteku ancurr
http://rovicky.blogspot.com/2006/06/peta-kerusakan-gempa-jogja-27-mei-2006.html
nah awal agustus ini aku mau nengok ibuku, moga-moga bisa lihat dengan kepala sendiri daerah kerusakan dan peneybarannya.
salam
Komentar oleh Rovicky — 25 Juli 2006 #
Mass… bisa kasih peta patahan Ciputat Gajah Mada ngga? di peta patahn mas ngga kliatan, soalnya gimanapun namanya patahan yang udah ngga aktif lagi pun bisa jadi aktif klo ada gempa lain kan??? Truss itu di peta patahan jawa ada tulisan ciputat sub basin…kebumen sub basin.. Pemalang sub basin…. mang nya sub basin tu apaan si mas?? Kita yg org awam kan nda tau.. tu garis merah maksudnya apa, garis ijo maksudnya apa… Soalnya saya pokoknya taunya ada berita Jakarta bakal kena gempa dahsyat aja, truss langsung spot jantung tiap hari… Kasih juga keterangan soal isu gempa di Jakarta ya mass… plzzz…
Gimana pun saya baca artikel mas, hati udah agak tenang, paling ga ada respon yg positif soal gempa, ngga melulu nakut2in…
TQ mas Rovick…………
Komentar oleh RicO — 25 Juli 2006 #
pak Rovicky,klo jd nengok ibu keYk coba deh lihat daerah kerusakan di sepanjang jalan Pathuk kearah prambanan(tepatnya sebelah baratnya candi boko) disebuah desa itu ada 6 rumah ambless mendhelep ketanah hingga yang nampak hanya atap rumah.ini aq saksikan 5 hari setelah gempa 27Mei2006.Lalu diPleret timur itu ada sepetak sawah yang tanahnya ambless tapi bekasnya seperti habis sedang di”Blender” Fenomena apa ya Pak? Nuwun.
Komentar oleh Karsam_yk — 25 Juli 2006 #
clear explaination. good job! wartawan mene ke tehe soal beginian… padahal corongnya kemana-mana dan dipercaya audiens. ehmm, ada ga ya yang berminat kasih pengetahuan sama wartawan???
Komentar oleh alexis — 25 Juli 2006 #
Kalau ada wartawan yang tertarik soal kebumian, silahkan bikin seminar kecil-kecilan. Saya akan ke Jakarta tanggal 8 ags ini, siang ada acara seminar ttg oil and gas, Sorenya kosong. Juga tanggal 13-17 agustus.
Saya akan menjelaskan soal gempa bumi dengan bahawa awam.
Kalau ada yg bersedia untuk menyediakan tempat dan infocus.
Just let me know.
If you wish ….
I will explain to all of you ! FREE !!!!
rdp
Komentar oleh Rovicky — 25 Juli 2006 #
bgmn mas kalo di kampus aja…
Komentar oleh bowo — 26 Juli 2006 #
Boleh saja. Kapan ?
Bisa ndak tempatnya ditempat yg banyak dikunjungi orang, misalnya di Malioboro Mall ??
looh iya looh, coba nanti yg mahasiswa sambil buat stand khusus dengan menyebarkan keilmuan geologinya juga.
RDP
Komentar oleh Rovicky — 26 Juli 2006 #
hehehe….. yang begini baru namanya pengetahuan, di jurusan aja gak begitu banyak di perbincangkan, coz gak ada SP ya… gak ketemu ma dosen2. kalo ada mas saya minta arikel zone-zone subduction nya sumatera selatan donk.
Komentar oleh dedi — 26 Juli 2006 #
hehehe….. yang begini baru namanya pengetahuan, di jurusan aja gak begitu banyak di perbincangkan, coz gak ada SP ya… gak ketemu ma dosen2. kalo ada mas saya minta arikel zone-zone subduction nya sumatera selatan donk. knapa y di kalimantan gak ada gunung api? katanya dahulu kala jamannya nenek moyang disana ada gunung kok sekarang gunung nya hilang?
Komentar oleh dedi — 26 Juli 2006 #
Tulisan yang menarik! Saya sangat suka dengan penyampaian bahasa yang mudah dimengerti. Mbacanya nggak ngebosenin. Hehe….
Dengan adanya tulisan ini mudah-mudahan masyarakat nggak mudah panik kalo ada gempa ya.
Mbok dimasukkan ke koran atau majalah biar bisa diketahui oleh masyarakat luas terutama yang nggak bisa meng-akses internet..
Tetap semangat memberikan pencerahan ya Mas
Komentar oleh Novi — 27 Juli 2006 #
Novi,
Koran itu biasanya enggan memasukkan gambar. Padahal ngga mungkin menjelaskan geologi tanpa gambar. Padahal satu gambar bisa mengganti beratus kata.
Komentar oleh Rovicky — 27 Juli 2006 #
Soekarno sudah mempunyai rencana untuk memindahkan Ibu kota ke Palangkaraya
Komentar oleh a satwika — 27 Juli 2006 #
Adakah yg tahu … Apa alasan Soekarno memindahkan ibukota waktu itu ?
Mungkin kita dapat menggali apa saja yg menjadi kendala.
rdp
Komentar oleh Rovicky — 27 Juli 2006 #
patahan itu gerakannya lama kan sekian mm pertahun terjadi tumbukan dan patahan baru hitungannya jutaan tahun (waktu geologic) jadi sing penting gotong royong masuk asuransi untuk mencegah kerugian yang lebih besar
Komentar oleh Sangkala — 27 Juli 2006 #
salam kenal mas tob bgt deh jd ngerti dan nambah ilmu nya
mas pertanyaan bung Rico belumm terjwb nih
kyknya ptg tuh di kaji
Komentar oleh hans — 28 Juli 2006 #
emang mas, klo dilihat dari struktur geologinya pulau jawa terutama bagian selatan terus akan terancam gempa. jangankan jawa, sumatera bagian pesisir timur pun juga terancam gempa.
Komentar oleh areis — 28 Juli 2006 #
bagus banget tulisannya?
btw td bahas apa ya?
Komentar oleh unknown — 30 Juli 2006 #
bahasa yg bagus tuk jelasin ke kita orang2 awam yg lumayan khawatir soal gempa even kadang2 cuma isu2 orang2 yg ga jelas…..
simple…n menarik tuk dibaca
mas…terangin donk soal ciputat n gajah mada
aq tinggal di ciputat…lumayan penasaran jg
pantes y klo bagian selatan jawa khususnya daerah jogja tandus n gersang,ternyata dulu tuh lautan…..apalagi daerah gunung kidul….penuh dengan gunung kapur…dan batu2 cadas…..
bravo….
Komentar oleh punky — 31 Juli 2006 #
TenQ mas rovicky penjelesannya memang luar biasa dan mudah dicerna..
udah gak spot jantung nih… apalagi denger jawa bakal kebelah jadi dua cmn ada jawa barat & jawa timur lah jawa tengahnya kmana..?
BTW tulisan mas rovicky masuk di radar jogja tgl 1 agustus loh..
Komentar oleh Bintang — 2 Agustus 2006 #
Wah hebaut euy mas Rovicky ini, setiap kali saya baca info2nya saya makin tertarik dengan ilmu geologi (sepertinya saya salah masuk jurusan neh mas, he…he…he….)
So, tks buat semua infonya dan yang paling utama mungkin perlu diingat bahwa sebenarnya kejadian2 alam ini adalah suatu pertanda bahwa alam hanya ingin menjaga keseimbangan ekosistemnya dan manusia juga harus berusaha untuk menjaga kelestarian alam yang ada.
Salam kenal dan terus buat tulisan menarik untuk kita ya.
Best Regards
Fuad
Komentar oleh Fuad — 2 Agustus 2006 #
Terima kasih atas informasinya yang mudah dimengerti.
Ok. banget deh!!he.he.
Komentar oleh endang — 2 Agustus 2006 #
[...] Haah!!! setiap hari ada gempa ???? Betul, setiap hari di dunia terjadi gempa. Itulah ringkasan yang bisa saya dapat dari salah satu posting pak Rovicky. Di posting itu dikatakan : Ya , kalau melihat saat ini saja di dunia ada 5kali Gempa skala 5 SR sehari tentusaja selama puluhan-juta tahun itu ada milayaran kali gempa diatas skala 5 SR. Jadi gempa sudah bertalu-talu di daerah ini sejak lama kan ? Ya sama saja seperti hujan yang juga terjadi berjuta-juta kali. [...]
Ping balik oleh my own blog » Blog Archive » Gempa terjadi setiap hari — 3 Agustus 2006 #
Klo mau juga mindahin Ibu Kota sesuai
rencana zaman ORLA yaitu ke Palangkaraya, coba deh jalan-jalan ke sana, akan nampak klo dulu pernah direncanakan Ibu Kota Kita akan dipindah kesana
Komentar oleh guatemala — 3 Agustus 2006 #
Hallo mas Rovicky
Apa sudah ada di Jogja ? Sudah liat daerah gempanya ? Gimana kesimpulannya mas Rovicky , mungkin ada tambahan2 dari ahli kita nih setelah lihat sendiri …ditunggu beritanya ya. Terimakasih sebelumnya.
Komentar oleh endang — 4 Agustus 2006 #
ooo……
giiiiituuuuuu……
(inilah jawaban orang awam!!hehehe..)
Komentar oleh RiA — 10 Agustus 2006 #
[...] Coba perhatikan peta-peta dibawah. Gambar ke dua menunjukkan adanya seismic gap diselatan Jogja. Daerah ini perlu diwaspadai terjadi gempa tentunya. Yang saya khawatirkan adalah lokasi gempa ini sepertinya sejajar dengan kemenerusan Sesar Grindulu yang melalui Kota Pacitan. (hmmm kotanya Pak RI-1 Semoga menjadi perhatian beliau) [...]
Ping balik oleh Gempa Jumat 22 Sept 06 pagi : bersumber di selatan Jogja « Dongeng Geologi — 22 September 2006 #
Salam kenal, main-main yah pak ke Blog saya…
Komentar oleh pancaradis — 22 September 2006 #
penjelasan anda sunnguh memahamkan saya dalam memahami masalah geologi di Indonesia ini. trimkasih
succes selalu
Komentar oleh izza — 18 Oktober 2006 #
assww. selamat idul fitri mohon maaf lahir dan bathin.
lebaran senin apa selasa Mas ?. Apabisa bahas masalah ilmu falaq untuk hitung tanggal idulk fitri ya… biar gak bingung nih.
wass.]\
bowie
Komentar oleh bowo — 31 Oktober 2006 #
gw mahasiswa baru di geologi UNDIP n kemaren sempat ikutberpatisipasi waktu da PIT HAGI di Jateng.Wuih seru lho.pokoke nyesel dech klo kagak ikutan.Nah berhubung ni ane gi da tugas bwt paper patahan n sesar bumi,ane nyoba cari2 di google.eh malah ketemu artikel ni.duh mas /bapak yang bikin keren abis.habis baca ni artikel ane kagum ma pilihan masuk geologi.abis segitu hebatnya geolog tu mengungkap sifat2bumi ni.salut deh bwt orang2 yg dah mw bwt ginian.moga bisa lebih banyak artikel ginian,biar klo pengen nambah ilmu bisa langsung ngeklik web.makasih ya dah ngebantu ane bwt tugas.salam.good blesing for geologi indonesia.
Komentar oleh risna imoet — 7 Desember 2006 #
Waduh ni orang cerdas banget maukah kau jadi menantuku? Biar aku punya cucu2 kaya kau.
Komentar oleh Djoko Winarno — 17 Desember 2006 #
Walllah
Pak Djoko telat dehhh …
Komentar oleh Rovicky — 17 Desember 2006 #
Ma’af tadi ada yang kurang.
Sampean punya alamat rumah di mana? ntar aku mampir,sungguh dech.
Komentar oleh Djoko Winarno — 17 Desember 2006 #
Alamak .. aku di kuala Lumpur looh pak
Sekarang masih di Kampung Warisan, jalan jelatek Kuala Lumpur
Komentar oleh Rovicky — 17 Desember 2006 #
Aduhmak…kadung janji mampir,Saya di Gresik tepatnya di Tanah Suci alias Pondok Permata Suci,dengan gaji pas-pasan.Kalau mampir ke Kuala lumpur impossible banget.Gimana kalau Mas Rovic yg mampir ke Gresik soale Mas Rovic kan duitnya banyak,ntar kenalan ama anak saya >anak saya cantuik lho kaya Siti Nurhalisa dan boleh dipolygami orang pinter dan lucu tapi nggak boleh dipolygami ama ustazd kaya A A Gym.Oke….yaa…
Komentar oleh Djoko Winarno — 18 Desember 2006 #
Bang, kl basementnya jawa tu bat metamorf kok pegunungan sewu(wonosari dkk) berlitologi bat gamping(bat sedimen)padahal peg sewu dulunyakan laut yang berarti terjadi pengangktan nggih? trus katane jogja itu terkena graben, berartikan jogja dulunya nyambung kalian wonosari to yg berarti jogja juga berbasement watu gamping. Mas tulung jelaske yo sejarahipun Oc bozzzzzz
Komentar oleh Rochmad — 24 Desember 2006 #
waaaaaaaah udah plong mas rasanya…! kirain terbelahnya pulau jawa udah dekat …10 atau 25 taun lagi…nggak taunya masih 5 juta tahunnnn…..umur gue skrg udah 25 th ,he he he …50 taun paling jg udah nyahoook …..apalagi tou yg kayak pak harto, bob hasan dan tetek bengeknya, yg udah pada bau tanah ! banyak 2 beramal deh..! sebelum kepala kalian di belah ama lempeng-nya malaikat izraaaiilll……….!
Komentar oleh hery_japan — 24 Desember 2006 #
asslm!
Pak rovicky yang terhormat saya mau tanya maaf merepotkan!!
pak biasanya kan struktur pegunungan yang berada di pulau jawa barada di jajaran tengah pulau jawa, yang mengganjal di piran saya mengapa terdapat Gunung Muria yang muncul pada bagian utara jawa, dan anehnya lagi mineral yang ditemukan dari golongannya feldspatoid, tolong bapak rovicky interpretasikan dari segi geologi struktur, mineralogi, dan dihubungkan dengan geodinamiknya, kalau bisa stratigrafi berdasarkan pembagian formasi mengapa hal tsb bisa terjadi!!!!
wasslm
Komentar oleh radit — 27 Desember 2006 #
whaaaaaaaauuuu….. mungkin sy org yg telat menumukan artikelnya Bpk.Tp sy mrs bangga bhwa akhrnya Indonesia punya org2 sprt Bpk. Knp ga tinggal di INdonesia aja Pak???????????? Mungkin klo dulu sy cepat nemuin artikelnya Bpk,jawaban tentang memilih jurusa untuk kuliah akan terjawab. Sy rasa,tdk akn telat utk bljr tntg GEOLOGI.Coz Bpk adalah sebuah jawaban n’ pelindung 4 org2 yg slalu bertanya dalam ketakutan mereka.
Thank’s n’ SUCCES 4 U.LAKUKAN DAN TETAP BERIKAN YANG TERBAIK 4 ORG2 INDONESIA
Komentar oleh devi — 4 Januari 2007 #
fiuh…..sempet kaget sm ramalan ma2 laurent yg blng jawa bakal tugel dadi loro di taon 2007. katanya sc yg terbelah jawa bag. timur. Ap bisa dijelasken scr geologis,pakdhe? koq rasa2ne ramalan yg terlalu mekso gt.
Komentar oleh arfian bobby chan — 15 Januari 2007 #
apakh patahan(sesar) cimandiri itu molai dari sskitar skbumi kearah timurlaut trus mlungkeri peg jabar lalu balik keslatan (dperbatasan jateng)? jadi kutika nannti roorise nylesep jabar selatan ambles, begitukah pak dhe?apakah basin intu goa(growongan dalam tanah)yang bsar? zuwun pak dhe penjelasannay
Komentar oleh udahariantoro — 22 Januari 2007 #
[...] batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya [...]
Ping balik oleh A-053.info :: Segitiga Masalembo - The Indonesian “Bermuda Triangle” :: January :: 2007 — 23 Januari 2007 #
Pak Rivicky,
Seandainya semua orang pintar di indonesia seperti bapak,
yang dengan sukarela membagi pengetahuannya untuk kita semua , maka bangsa ini akan dihargai oleh bangsa lain.
sebab yang terjadi sekarang adalah banyak orang pintar di negeri ini , dengan kepintarannya mereka membodohi yang tidak pintar alias menyesatkan.
saya masih sedih tentang hilangnya mandala air yang belum apa apa sudah dipublikasikan jumlah korban dan yang selamat, tetapi kenyataanya sampai sekarangpun belum diketemukan,
apa tanggapan dari bangsa lain tentang bangsa ini ??
bravo Pak Rovicky
Komentar oleh budi — 24 Januari 2007 #
RDP ngendiko:
Eh ….. Kalau berpikir untuk 200 tahun kedepan ….. Bagaimana kalau memindahkan ibukota ke Pontianak ?
Nambahi:
Soekarno pernah punya rencana untuk memindahkan Ibukota ke Palangkaraya
Komentar oleh baswati — 25 Januari 2007 #
Den Baswati
Sakjannya pemikiran Soekarno memindahkan itu dasarnya apa ? Politis, strategis, atau geografis ? Sayangnya ga ada dokumentasi jelas alasan pemindahan itu. Walaupun sejalan dengan pemikiranku soal kebencanaan, tetapi mestinya ada alasan logisnya.
pssst, …. bukan bisikan klenik kan ?
Komentar oleh Rovicky — 26 Januari 2007 #
Bagus sekali tulisannya. Alhamdullilah. Gambar2nya mantep!
Komentar oleh kelapadua — 7 Februari 2007 #
fulltilt poker
It fulltilt poker
Lacak balik oleh fulltilt poker — 1 Maret 2007 #
[...] sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Kalau masih belum jelas mengapa banyak gempa, ya baca yang disini dulu. Nah kalau sudah tenang terusin baca info baru yang [...]
Ping balik oleh Tempat-tempat yang perlu di’antisipasi’ gempa « Bharatayudha Post — 1 Maret 2007 #
Dulu jaman sekolah S2,saya pernah mengambil mata kuliah earthquake engineering(30 thn yg lalu..tapi penampilan msh ABG=Angkatan Bapak Gua.),dalam tugas report,saya memilih membuat analisa regressi gempa di indonesia.Program komputer tersedia disekolah(Stanford University,california,US,),tinggal datanya yg ga ada,..lalu saya riset di perpustakaan,..ternyata ketemu buku2 JAMAN BELANDA,…ASLI..RATUSAN THN YG LALU,yg menceritakan mengenai gempa di negara jajahannya.Saya lakukan konversi dan buat estimasi skala MMInya maupun perkiraan Richternya mskaan komputer,..hasilnya INDONESIA mempunyai FREKUENSI GEMPA SAMA AKTIFNYA,..dgn CALIFORNIA!!,dosen saya kaget,ga percaya,dicek!..akirnya saya dapat nilai A.(ga nyombongin).
Nah,…saat tsunami aceh 2004,..saya teringat, tugas report tsb.
Karena saya bukan geologist,…apakah bukan thn 2000an ini adalah Kembalinya siklus besar ratusan tahun atau lebih?….dan aktifnya kembali patahan2 yg DIPERKIRAKAN sdh tidak aktif??…….Dgn segala kerendahan hati mohon pencerahan,…mengingat hampir semua bangunan di JAKARTA didesain dgn dasar siklus gempa 50-100 thn…atau bahkan kurang…TERIMA KASIH SEBELUMNYA,….BRAVO DAN SUKSESS UNTUK WEB SITENYA!!
Komentar oleh rudi — 22 Maret 2007 #
kalo patahan p jawa sma aktifnya dgn patahan san andreas di california….apa jangan2 mama laurent ada benernya??…..menopo wis titi wanci??.
Komentar oleh rudi — 23 Maret 2007 #
(rudy says) ,..hasilnya INDONESIA mempunyai FREKUENSI GEMPA SAMA AKTIFNYA,..dgn CALIFORNIA!! ===>>
kalo dari data2 yg aku punya, malah Indonesia memiliki frekuensi gempa yg jauh lebih aktif daripada yg di california…
Komentar oleh gian — 9 April 2007 #
eh iyah pakde.. kalo patahan2 sumatera gimana ceritanya?
ko bisa ada yg panjang banget me’nyobek’ sumatera dari ujung utara ke selatan..???
btw: met kenal ya pakde… blog nya baguss banget.. berisi..! top
Komentar oleh gian — 9 April 2007 #
wah mas makasih banget ya, tentang ilmunya, ada permintaan nih boleh minta referensi analisa patahan dengan metode geomagnet ga, kalau punya boleh dikirim ke email saya, saya sangat berterimaksih banget kalo ada yang ngirim
kirim aja ke. aliyudinpisan@yahoo.com
Komentar oleh ali — 17 Mei 2007 #
Jika dilihat di peta Google Earth, ada celah raksasa di dasar laut disebelah selatan Jawa tengah. Celah ini memotong palung dan hampir segaris dengan perbatasan Jateng dan Jatim.
Komentar oleh Dedi Ganedi — 18 Mei 2007 #
pakde, izin nyerat dongengan dimuat di koran. isu tsunami akibat tubrukan lempang australia dan pulau jawa muncul lagi. suwun
Komentar oleh krisna — 21 Mei 2007 #
asw
menarik sekali blog pa Rovicky..lugas..ringan
sy tertarik dengan sesar cimandiri n sesar lembang..kebetulan tugas akhir sy terkait dgn sesar lembang pa..
ada 2 pertanyaan yang kiranya bapak berkenan menjawabnya..
1.dari perspektif geologist, bgmn analisa Pa Rovicky mengenai sesar lembang?? yang konon ada sejarah gempa pd sesar ini..toh terkait kerawanan thd kota bandung (sbgmn korelasi sesar opak dengan jogja..hehe)
2.adakah rekomendasi bapak,tentang referensi/sumber yg lgkp tentang sejarah sesar lembang…
mohon jawaban melalui emal : iq_0312@yahoo.com
terimakasih atas atensi n jawaban bapak..
salam
moh.iqbal
Komentar oleh moh iqbal — 22 Mei 2007 #
haloo menarik nih, gimana perkembangan situasi geologis indonesia saat ini? berkaitan dengan 1 th peringatan gempa jogja. banyak isue bhw akan terjadi gempa dasyat pada awal bulan / minggu pertama bulan juni 2007. Haaa.. lagi lagi isu ..
Komentar oleh vike — 31 Mei 2007 #
salam kenal pak Rovicky..
terimakasih atas tulisan-tulisan bapak…walaupun materinya njlimet tapi dengan bahasanya bapak jadi mudah dipahami….meski kuliah di geologi banyak hal yang belum saya ketahui walau kuliah sudah sampe buyuten pak… tulisan bapak sangat membantu saya pak..terimakasih banyak…
btw saya dulu pernah menghubungi bapak untuk acara AAPG UPN “Veteran” Yogyakarta…
Komentar oleh wahyu — 19 Juni 2007 #
ass mas.rovicky, mas saya salut dengan berita2 yang muat didalam web yang mas buat. Keterbacaan dan kemudahan dicerna menjadi kunci web ini banyak dikunjungi, SALUT mas
terimakash atas usahanya
jika saran : pemahaman geologi mungkin diramu dengan aplikasi untuk menjawab fenomena2 alam yang disebabkan proses geologi, terimakasih
Komentar oleh Ode Iman — 27 Juni 2007 #
Saya penduduk Cimahi Utara. Dari balkon rumah, saya bisa melihat jelas gn. tangkuban perahu di lembang.
Seandainya terjadi gempa pada sesar Cimandiri, berapa besar resiko yang bisa dialami oleh penduduk Cimahi ?
Apa tanda2 awal akan terjadinya gempa besar ?
Terimakasih atas penjelasannya
Komentar oleh AbuFaza — 27 Juni 2007 #
Menurut saya Indonesia mempunyai struktur yang kuat,karena kitakan di apik oleh jalur sesar dan patahan yang berkelajutan sehingga wajar saja kalo kita sering terjadi gempa di Indonesia
Komentar oleh michael — 31 Agustus 2007 #
pa’ rovicky
dulu waktu musim gempa aceh n nias, mentawai juga kena, tapi alhamdulillah padang selamat….Trus ada yang bilang kalo kota padang itu kota kesayangan Tuhan karena selalu selamat walau kanan kiri banyak bencana….. sebenarnya secara geologis kota padang/sumatera barat itu itu letaknya bagaimana? rawan gempa/tsunami nga’?
apa benar kepulauan mentawai itu bisa jadi tamengbuat padang dsktrnya?
Makasih ya atensinya..
bzw… blog na OK puna….
Komentar oleh Tasya — 18 September 2007 #
thank’s 4 ilmu alam-nya yah..
seru bgt.. aku kbtulan tinggal di jawa barat.. kl udah dgr patahan cimandiri rasanya tkut bgt..
mkanya aku pngn tau udh sbrp aktif n pngaruhnya sich buat bumu jawa barat..
Thx,
funtse
Komentar oleh funtse — 19 September 2007 #
Pak Rovicky, saya ijin copy tulisan ini untuk anak saya. Walaupun masih kelas 1 SD, dia suka dengan penjelasan ilmiah seperti ini (apalagi ada gambarnya, seperti visual dictionary). Matur nuwun.
Komentar oleh ummughayda — 21 September 2007 #
its a nice article i like it!!!!
Komentar oleh huda — 22 September 2007 #
[...] sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Kalau masih belum jelas mengapa banyak gempa, ya baca yang disini dulu. Nah kalau sudah tenang terusin baca info baru yang [...]
Ping balik oleh Tempat-tempat yg perlu di’antisipasi’ gempa « LETDA TNI ASRAM NUR ANAS — 29 September 2007 #
Mas, sumpah tulisannya bagus banget, tulisan-tulisan yang kayak gini harusnya banyak dipublikasikan oleh para petinggi-petinggi kita.
Sebab saat ini terjadi keresahan yang sangat di daerah-daerah akibat isu-isu tidak bertanggung jawab tentang bencana geologi, bahkan saya pernah menemui buletin jumat di masjid yang secara ngawur menganalisa kejadian-kejadian bencana di Indonesia.
Mas, kalo kita mereview bencana geologi 200 tahun ke belakang apa bukan sekarang ini sudah mulai ada pengulangan siklus tersebut?(maaf ini hanya pendapat pribadi saya)
Trims buat pencerahannya…
Komentar oleh Luthfie — 5 Oktober 2007 #
tulisannya bagus..mudah dimengerti dan lucu..sehingga gak bikin orang yg bca jdi bosen..
Komentar oleh Anha — 11 Oktober 2007 #
SALUT kagem panjenengan pak dhe, interest dan jd pengen sering2 mbukak dongeng panjenengan aja..
Komentar oleh nicky — 19 Desember 2007 #
[...] menyertai, terpampang apik, mulai dari “hipotesa kelahiran Lusi atau Lumpur Sidoarja”, “patahan-patahan yang membelah pulau jawa”, “mengenali tanda-tanda awal longsoran”, sampai “Segitiga Masalembo-’The [...]
Ping balik oleh Wawancara Bersama Rovicky Dwi Putrohari « Arsip Wawancara Amril Taufiq Gobel — 16 Januari 2008 #
sumpah keren abis……………mungkin anda adalah orang2 yg akan banyak membantu kita dalam menghadapi bencana alam khususnya gempa bumi,,akan lebih baik lagi kalo argumen yg anda tulis bisa anda smpaikan kepada pemerintah..dan kami masyrakat awam tentunya akan banyak terima kasih……..good luck,bos
Komentar oleh portgas.d.ace — 19 Januari 2008 #
artikel bagus banget memberi pencerahan pada kebingungan saya selama ini sebagai mahasiswa geologi….see you ..-Andy-
Komentar oleh Andy Wisnu P (GEO UPN 2004) — 5 Februari 2008 #
bagus buat reverensi
Komentar oleh puji — 11 Februari 2008 #
sep… sep … banget.
ternyata kebelahnya masih lama ya,… aku dah sebarin ke semuanya nih termasuk istri tercinta.
duh jadi malu sama istri, sampe ngeledekin.
yang pasti jadinya lebih tenang aja nih,
tapi isu tentang planet yang berbalik arah itu gimana, kan 2003 diketemukan planet baru yang namanya planetX, tapi itu juga katanya 2053.
duh banyak jg ancaman ya…..?
Komentar oleh aguskah — 23 Februari 2008 #
Pak Rovicky,
Saya jadi lebih tenang menghadapi gempa yang mungkin menerjang Jakarta…Walaupun itu sudah maunya alam, tapi kita tetap berdoa kepada Allah SWT supaya negeri kita terhindar dari bencana. Moga2 kalaupun sampai ada gempa besar, kita tetap kuat, dan hikmahnya orang2 yang suka curang sama rakyat pada bertobat…Salam.
Komentar oleh asianti — 25 Februari 2008 #
makasih yo mash..makasih banget dah bantu jadi sumber inspirasi…
saya lagi buat proposal untuk kuliah praktik geofisika nih..
Komentar oleh evoy — 1 Maret 2008 #
[...] memahami itu, ayolah kita klik disini [...]
Ping balik oleh Pulau Jawa dan Patahannya « MGMP Geografi Kota Bandung — 24 Maret 2008 #
wah klo saya, jika ada gempa lebih baik terbang aja dengan gitu ga bakalan kenapa-kenapa he….he….
Komentar oleh rupi — 28 Maret 2008 #
Pak Rovicky
saya sedang mencari data sesar seluruh indonesia untuk pembuatan peta hazard Indonesia.
data yang saya perlukan adalah lokasi sesar (peta), panjang sesar, kedalaman dan dip sesar, slip rate (mm/yr)sesar, Mmax yang mungkin terjadi di lokasi sesar tersebut dan yang juga penting adalah referensi(penelitinya jelas) didapatkannya data-data tersebut diatas, karena saya sudah banyak membaca journal maupun prosiding mengenai sesar-sesar yang ada di Indonesia sering kali datanya tidak lengkap dan antara peneliti/penulis sering kali menyajikan data yang berbeda.
atau mungking harus ada kesepakan antar ahli-ahli geologi (Indonesia utamanya) untuk menyepakati data sesar yang ada di Indonesia sehingga dari data tersebut bisa kita pakai sebagai input untuk analisa hazard Indonesia, mengingat peta hazard yang ada di SNI 2002 perlu segera direfisi.
memang data-data yang saya inginkan panjang ceritanya, tapi dengan saya berharap bapak bisa membantu walaupun bertahap dengan melalu e-mail.
untuk data sesar di sumatra, saya sudah punya lengkap dari pak Danny Hilman.
atas bantuannya saya ucapkan terima kasih…
dengan harapan,
Rifak
Komentar oleh Rifak — 1 April 2008 #
-> Rifak
Mencari data sesar selengkap catatn Pak Danny jelas susah sekali mencarinya. Pak Danny melakukan untuk Sumatra itu juga salah satunya mendukung penelitian Phd beliau. Artinya kalau memerlukan peta patahan di Jawa itu sudah melahirkan paling tidak satu orang Phd baru
Peta patahan di Jawa itu yang membuat Pak Ben Safii di ITB juga. Mungkin bisa menghubungi beliau di Geologi ITB. Salam
Komentar oleh Rovicky — 1 April 2008 #
pak Rovicky
nama lengkapnya Ben Safii siapa? saya coba cari di ITB blm ketemu…
thank bantuannya. salam
Komentar oleh Rifak — 2 April 2008 #
pk,bk,mbah,eyang,kakung,mas,mbak n adik2 semua,,, mungkin ga terjadi gempa bumi dahsyat dalam wktu dekat ini? berdoa z dech moga tuhan slalu memberkahi kita aminn
Komentar oleh puji utomo — 15 April 2008 #
makasih,tulisan nya aku seneng banget ngebacanya,mudah sekali memahaminya dari pada belajar geografi saat smp dulu
Komentar oleh sandi — 20 April 2008 #
pak dhe,semoga Allah sentiasa menolong, menuntun,menjaga dan mengayomi lahir batin andika agar slalu dpt menularkan pengetahuan yg berguna,baik dan benar..kalo saya punya duwit,saya mau beli waktu di prime time TVRI dan bikin TV pool,buat bikin program pencerahan yg nara sumbernya andika,pak dhe..tak njemput dan ngumpulin rejeki dulu ya,pak dhe..jangan cepet2 pergi yaa..
Komentar oleh gus oepiel — 22 April 2008 #
Pak Rovicky, tulisannya menarik banget…. Gimana kalo tulisannya dilanjutkan hingga patahan-patahan di Kawasan Timur Indonesia seperti patahan di daerah Nusa Tenggara, Sulawesi, Ambon dan Papua…
Komentar oleh Rossy — 26 April 2008 #
halo….
salam kenal..
gw tertarik dalam masalah ke bumian apa lagi saya kuliah di jurusan planologi dan saya juga butuh ilmu ini, mungkin dengan saya masuk k sini mungkin saya dapat ilmu yang lebih dari saudara yang memiliki ilmu yang lebih jauh atau lebih tinggi dari saya, mungkin saya minta keterangn yang lebih paham.
Komentar oleh guh — 29 April 2008 #
pak…
saya dukung tulisan bapak.
seharusnya masalah ini lebih di publikasikan, karna indonesia ini berperan penting dalan hal yang bapak ceritakan….
bapak harus membuat seminar-seminar yang bisa membangun masalah-masalah….
dan membangun sebuah solusi yang membantu orang banyak
Komentar oleh guh — 29 April 2008 #
menarik. cukup mudah dipahami. kebetulan gw suka bgt ma hal2 yang berbau geo. lw nak mana. kapan2 blh debating neh. ada tulisan lagi ga?
tapi yang barusan bisa dibilang komersial gitu. napa gak lw jual aja ke media. pastoi laku. thanks inform na. salut!
Komentar oleh risfy — 15 Mei 2008 #
08999884575. butuh orang yang paham geo nih. sekali lagi thanks
Komentar oleh risfy — 15 Mei 2008 #
Wahh… saya masih lom ngerti, kenapa lempeng yg menghujam ke lempeng lain, bisa menimbulkan gunung?? trus proses terjadinya gunung dan tebing2nya itu brp lama? saya dulu pernah baca munculnya gunung Paricutin di Amrik sono, dan seingat saya munculnya gunung tersebut tidak disertai gempa besar. mungkinkah itu?
Komentar oleh murtadha — 16 Mei 2008 #
makasih ya pak…
saya jdi lebih mengerti,,,
(^_^)
mohon doa’y untuk olimpiade kebumian ya…
Komentar oleh namie — 17 Mei 2008 #
boleh nanya g, pak?
gmana cra’y biar kita lebih memahami geografi?
memahami konsep’y?
matur suwun
Komentar oleh namie — 17 Mei 2008 #
tolong donk jelasin ke aku klo ada yg tw jelas ttg permukaan bumi di E-mail ku rosytadeni@yahoo.com wajib
Komentar oleh rosyta — 19 Mei 2008 #
bagus banget, bahasa mudah dimengerti… seandainya semua buku pelajaran bahasanya kayak gitu… wah…. yakin dan percaya…teori fisikapun mudah dimengerti….
Komentar oleh gagu — 20 Mei 2008 #
alkhamdulillah, ada sodaraku yg msh mau memberi ilmu tanpa pamrih,smg saudaraku bahagia dunia akhirat .amin
Komentar oleh haryanto (yogya cell depok margonda ) — 26 Mei 2008 #
Disini banyak article nich, coba cari ajah.
Penulis nya orang bule semua. Coba lacak bagaimana pendapat orang bule… http://www.freesubmitarticles.com
Komentar oleh authors — 27 Mei 2008 #
JANCOOK ASU
Komentar oleh SENO — 14 Juni 2008 #
MAKSUD SAYA KALAU BISA TERBELAHNYA DIPERCEPAT
Komentar oleh SENO — 14 Juni 2008 #
JEMBOOD
Komentar oleh SENO — 14 Juni 2008 #
Pak dhe yang terhormat…
Saya adalah salahsatu penggemar blog pakdhe…
Mantap semua…Pakdhe…punya ga gambar patahan2
yang membelah sumatera…Maksudnya segmen lokalnya….hehehe,,,
Pakdhe baek sekali deh….kirim ke email saya ya
pakdhe…
thx u…maturnuwun
Komentar oleh yahya — 24 Juli 2008 #
minyak dan gas bumi di kalimantan jelas lbh banyak di kalimantan
liat aj bontang yg merupakan salah satu penghasil gas bumi terbesar di dunia..:he2
Komentar oleh deva — 2 Agustus 2008 #
bener-bener blog yang bagus banyak pengetahuan yang bisa diperoleh. tapi pakdhe pa tahu tentang mitigasi bencana gunung meletus. akyu butuh banget nich!!
Komentar oleh TONY PURWANTO — 9 Agustus 2008 #
yoiiiii smua hanya perlu alasan JALARAN kata wong jowo sissanya tetap misteri……
Komentar oleh mayo — 17 Agustus 2008 #
weleh,… weleh, ini materi buagus banget dan sangat komunikatif, mudah dipahami oleh anak-anak dan mendidik gitu loh! saya rasa ini sangat bagus untuk diterbitkan dalam bentuk cerita dengan ilustrasi kartun.
Gimana kalo diusulkan ke Diknas atau dengan inisiatif BMG, Kementerian LH, atau mungkin Pertamina agar diterbitkan dalam buku cerita dan dibagikan gratis ke TK, SD dan SMP.
Saya sangat menghargai atas jerih payah teman-teman untuk ikut mendidik anak bangsa, ditunggu serial yang lain
Nugroho Ananto
Managing Partner SINERGI Consulting
Komentar oleh nugroho ananto — 27 Agustus 2008 #
[...] batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya [...]
Ping balik oleh Segitiga Masalembo - The Indonesian “Bermuda Triangle” « My Life — 3 September 2008 #
mas mau tnya…..
katanya kalimantan itu tak ada tanda-tanda penyebab gempa…
tapi kenapa waktu gempa di mamuju sulawesi selatan kotabaru (kalimantan selatan itu kena imbas nya….
dan apakah ada tanah yang di bawah permukaan laut mamuju itu berhubungan dengan laut kotabaru(kalimantan selatan)………
tolong di jawab yach…
karena saya perlu gambaran jawaban tersebut untuk pelajaran geofisika…….
Komentar oleh kia (geofisika) — 13 September 2008 #
Mas Kia,
Kalimantan yang betul-betul free dari active faults (patahan aktif) itu hanya daerah barat. Untuk daerahs ebelah timur, meski di sini juga ndak ada patahan aktif yang penting, namun ia berdekatan dengan Pulau Sulawesi, sang triple junction alias titik pertemuan antara tiga lempeng besar : lempeng Eurasia (dari barat dan selatan), Lempeng Filipina (dari utara) dan lempeng Pasifik (dari timur). Beberapa patahan dari Pulau Sulawesi ini ada yang menjulur melintasi selat Makassar dan berujung di Kalimantan. Sehingga jika ada goyangan gempa di Sulawesi, terlebih yang masih satu jalur dengan patahan tersebut, maka getarannya akan dihantarkan/merambat melewati patahan itu hingga terasakan juga di Kalimantan.
Untuk Kalimantan Selatan, ada patahan besar Pasternoster yang membentang dari Sulawesi hingga perbatasan kalimantan Selatan – Kalimantan Timur. Patahan besar ini di masa dulu berperan besar dalam pembukaan selat Makassar (yang menciptakan punggungan-punggungan tengah samudera namun tanpa sebab yang jelas tiba-tiba aktivitasnya melambat dengan sendirinya). Di bagian Pulau Sulawesi patahan ini masih aktif, yang menjadi hiposentrum gempa2 di Sulsel dan Sulbar. Di bagian Pulau Kalimantan, ia tidak aktif, namun masih sanggup menyalurkan guncangan gempa.
Komentar oleh Ma'rufin — 14 September 2008 #
[...] patahan-patahan di Jawa tentunya sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui “kematangan” -nya. Sehingga antisipasi [...]
Ping balik oleh Perbandingan Gempa Padang, Bengkulu, dan Jogja « welcome to big boss man blog — 16 September 2008 #
di dalam judul di jelaskan bahwa akan membahas tentang patahan san andreas tetapi setelah saya baca dari rangkuman di atas sama sekali tidak membahas tentang patahan san andreas…………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Komentar oleh amanda — 21 September 2008 #
kenapa daerah konflik (di dunia) selalu berada pada pertemuan alur patahan (circum)? gmn dgn ambon (maluku) sampe2 senat amerika datang?
Komentar oleh Loethvi — 8 Oktober 2008 #
kalau btw di mna saja letak patahan di indo nesia
Komentar oleh roy mahendra — 10 Oktober 2008 #
kasi berita tntng patahan dibali donk……………………….
lo bisa sekelian didaerah2 tertentu jg……………………………….
Komentar oleh havis — 22 Desember 2008 #
[...] batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya [...]
Ping balik oleh Segitiga Bermuda Indonesia « Info Dunia — 14 Januari 2009 #
[...] 65 juta tahun yang lalu. Tentusaja daerah yang sangat tua. Indonesia belum ada wektu itu. Ingat peta tua Indonesia disini. Kita tahu Indonesia belum ada karena batuan sedimen tertua di Indonesia berusia kurang dari 50 juta [...]
Ping balik oleh Melihat evolusi Jalur Gaza dari peta « Dongeng Geologi — 27 Januari 2009 #
[...] 65 juta tahun yang lalu. Tentusaja daerah yang sangat tua. Indonesia belum ada wektu itu. Ingat peta tua Indonesia disini. Kita tahu Indonesia belum ada karena batuan sedimen tertua di Indonesia berusia kurang dari 50 juta [...]
Ping balik oleh Melihat evolusi Jalur Gaza dari peta « Muslim in Suffer — 3 Februari 2009 #
[...] batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya [...]
Ping balik oleh Segitiga Masalembo - The Indonesian “Bermuda Triangle” | Alcapone Network — 6 Februari 2009 #
seru juga ceritanya nih…
saya berharap ahli2 gempa negeri ini dapat memberikan peringatan dini bagi rakyat mengenai gempa2 yg akan terjadi… kasihan sudah banyak korban gempa di negeri ini.
Komentar oleh cbi — 13 Februari 2009 #
[...] batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya [...]
Ping balik oleh Misteri segitiga Masalembo di Indonesia « Bersatu kita teguh bersama kita menang — 20 Februari 2009 #
[...] batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya [...]
Ping balik oleh Segitiga Masalembo - The Indonesia “Bermuda Triangle” — 26 Februari 2009 #
pak dhe….
salam kenal..
Q mo tanya nich tentang jawa tengah..
kenapa ya orientasi gunung api di jawa tengah agak melengkung ya..
di bagian barat lebih ke NE-SW ( G.Slamet ), nah di bagian timurnya ( Sindoro Sumbing ) lebih ke NW – SE… ada hubungannya gak dengan patahan.. maap ya, pak dhe klo pertanyaanya membingungkan.
oiya mo tanya lagi…
kalo di jawa tengah, kira – kira daerah apa ya yang bisa mewakili pola kelurusan seluruh jawa tengah ( maksudnya strukturnya complete ).. terutama yang masih dekat jogjakarta.. tx ya, pak dhe…
Komentar oleh venus — 4 Maret 2009 #
maksudnya patahan sampe ke batuan dasar apa ya?
bedanya sama yang terlihat dipermukaan gimana?
Komentar oleh otakgamma — 20 Maret 2009 #
saya baca artikel anda kayaknya enak dan mudah dipahami. saya ngajar dengan gaya penceritaan anda jadi lebih mudah dipahami anak meskipun sya ndak bawa peta patahan ke kelas. tank’s buat artrikelnya. banyak pertanyaan yang dijawab dengan bahasa ringan jadi ilmu saya banyak nambahnya darpipada lupanya.
Komentar oleh rita — 23 Maret 2009 #
hehe sepertinya masuk akal bagi saya yang belum cukup akal, yaa mkn krn anda menjelaskan dengan runtut dan santai,trimakasih
Komentar oleh heru — 30 Maret 2009 #
alllouw…..!!!
eh pak dhe pak dhe, aq mo comment bleh ak!
ih artikelnya menarik juga. pokok bahasan yang berat jadi lebih ringan, so aq bacanya juga lebih enjoy….
emmm… salut dech buat pak dhe…
good job!!!!
hehehehehe……
buat artikel yang lebih menantang dunx!!!
rahasia2 geologi yang belum terpublikasikan!
tak tunggu ya!!!!!!
Komentar oleh iiooQ — 14 April 2009 #
Kayanya perlu dipasang di Balai desa di daerah yang rawan gempa
Komentar oleh Wood wood — 13 Juni 2009 #
mantap kali artikel2 di blog bapak~~ LANJUTKAN!!!
Komentar oleh bandi — 9 Juli 2009 #
Two thumb ups. Membuat geologi lebih hidup.
Komentar oleh Syahrir — 10 Juli 2009 #
KALIMANTAN BAKAL TENGGELAM NANTINYA DAN AKAN MUNCUL PULAU BARU DI SELATAN PULAU JAWA. KALAU IBUKOTA DISANA NAH BISA BERABE NTAR…HEHEHEHEHEHE…
Komentar oleh Bondan — 27 Juli 2009 #
Salam kenal. Ini blog yang amat bagus buat nambah wawasan bagi orang ndeso seperti saya. Teruslah menulis Mas Rovicky. Bagi ilmumu yang canggih itu. Terima kasih.
Komentar oleh Bambang — 2 Agustus 2009 #
[...] batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya [...]
Ping balik oleh SEGITIGA BERMUDA ADA DI INDONESIA! « Lintas Dunia — 11 Agustus 2009 #
wah bagus sekali…ilmunya enak sekali di pahami..
Komentar oleh arif — 30 Agustus 2009 #
trimakasih sob..sungguh suatu ulasan yang bisa menambah pengetahuan kita tentang tercipta pulau2 kita ini ya…
Semoga apa yang dikautirkan oleh para geolog tsb tak terjadi ya..kalaupun terjadi mungkin sdh waktunya kiamat kali…
Komentar oleh dyos — 31 Agustus 2009 #
wah, tulisan2nya menarik pa. numpang baca2
Komentar oleh aba — 2 September 2009 #
penjelasan yg menarik pak, saya masukin di blog roll saya yah bir gampang nyari kalo ada update-an
Salam
Komentar oleh Bimo — 3 September 2009 #
rasanya lega setela membaca artikel pakde…thanks ya..moga2 terus memberi info yg tdk menakut-nakuti masyarakat..tp, lebih meng edukasi..ok
Komentar oleh miranda — 14 September 2009 #
Trims pak, menambah wawasan basic geology saya. Mantap
Komentar oleh UPNdude — 18 September 2009 #
Ide memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan sudah diceruskan oleh Presiden Soekarno kan? Btw, andaikan bumi masih hidup sampai jutaan tahun ke depan, berarti peta dunia masih mungkin berubah. Pertanyaannya, apakah Indonesia masih negara kepulauan dengan lebih dari 18 ribu pulau? Jangan-jangan pulau Sumatera menyatu kembali dengan Malaysia dan Singapurte ya hehehe. Sekedar berandai-andai saja
Komentar oleh Student — 23 September 2009 #
[...] patahan-patahan di Jawa tentunya sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui “kematangan” -nya. Sehingga antisipasi [...]
Ping balik oleh Perbandingan Gempa Padang, Bengkulu, dan Jogja « — 1 Oktober 2009 #
klo gt mari kt rame2 eksodus ke pontianak yuuuk…
Komentar oleh Jeane — 2 Oktober 2009 #
wahh ,, mari kita sama2 mnju PONTIANAK !!
my mum’z kuampungg!!
huaha
Komentar oleh Raa Chaa — 2 Oktober 2009 #
[...] patahan-patahan di Jawa tentunya sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui “kematangan” -nya. Sehingga [...]
Ping balik oleh Perbandingan Gempa Padang 1, Gempa Padang 2,Gempa Bengkulu, Gempa Tasikmalaya dan Gempa Jogja — 3 Oktober 2009 #
Terima kasih banyak Pa.. Tulisan ini sangat berguna bagi saya dan keluarga. Terutama untuk anak saya yang penasaran dengan adanya gempa.
Komentar oleh Yuli — 6 Oktober 2009 #
[...] Patahan-patahan yg sudah ada sejak sebelum ada manusia ! Kalau ada peta zonasi dosa di Indonesia atau di dunia ini seperti apa gambarannya ya ? [...]
Ping balik oleh Peta Zonasi Dosa, Perlukah ? « Dongeng Geologi — 7 Oktober 2009 #
mas,…apa ada pengaruhnya perubahan iklim global (pemanasan global) terhadap aktivitas tektonik bumi. gempa kemaren kan sesaat akan masuk musim pancaroba sementara dibeberapa negara yg kebetulan gak kelewatan garis lempeng dapet topan badai. apakah melelenhya es dikutub juga berpengaruh??
Komentar oleh saryanto — 8 Oktober 2009 #
saya berandai-andai bumi ini seperti gelas yang baru diangkat dari rebusan air mendidih, diangkat dan seketika disiram air dingin. biasanya gelas ini akan pecah atau retak. mungkinkah retakannya itu adalah pertemuan lempeng tadi??
Komentar oleh saryanto — 8 Oktober 2009 #
kenapa rekomendasinya mesti pindah ke pontianak mas?
Komentar oleh rohro — 9 Oktober 2009 #
wow..tulisan ilmiah yg keren..
mesti srg2 baca nih..
Komentar oleh hana oktaviana — 12 Oktober 2009 #
Kang Rovick,
Saluut… tulisannya enak dimengerti buat yang non geologist.. Lumayan dapat pencerahan tentang seismologi.. selama ini gaul sama background geology kebanyakan dapat ilmunya seputar desain dan operasional tambang.. yang ini beda…
Komentar oleh Eben — 20 Oktober 2009 #
Bos Rovick,
Bagus….. terima kasih informasinya.. pasti akan berguna buat temen-temen semua
Komentar oleh nik — 22 Oktober 2009 #
bagus, terimakasih infonya. sy sebarkan ke kawan yang lain
Komentar oleh iwan — 24 Oktober 2009 #
Terimakasih ya pak mudah dimengerti dengan bahasa seperti ini…
Komentar oleh syarifah asyura — 24 Oktober 2009 #
keren banget pak bahasanya, tulisannya saling terkait dan ga ngebosenin..
Komentar oleh FaLLa — 26 Oktober 2009 #
Presiden pertama RI sudah menyadari hal itu, bahkan sempat mencanangkan akan menjadikan Palangkaraya sebagai ibukota masa depan RI, lokasinya jarang terkena gempa, trus dari segi hankam palangkaraya juga relatif aman dari ancaman luar karena tepat berada ditengah tengah wilayah RI, tidak terlalu dekat dan terbuka.
Komentar oleh fery tasik — 29 Oktober 2009 #
waah enak juga penjelasannya…. paling tidak ada tambahan ilmu tentang bumi untuk aku. sangat bermanfaat mas, tulis lagi ya yg oke.. biar masyrakat kita lebih pinter and tahu sejarah tentang Indonesia.. salut buat you… wassalam
Komentar oleh yoyok — 3 November 2009 #