NgomPol-in Capres : Pengaruh Media “On top of mind”

top-of-mind-graphic[1]Saat ini kita hanya disodori capres yang itu-itu saja. Mana yang lain ? Kemana calon pemimpin yang bagus dan baik ?

:( “Lah emangnya ada pilihan lain Pakdhe ?”

On top of mind

Ini adalah jargonnya marketing dalam menjual produk. Dalam dunia media saat ini dimana media menjadi “tontonan” tiap hari, akhirnya apa yang sering muncul menjadi “tuntunan” dalam memilih. Ini berlaku dalam segala aspek dan tidak hanya produk sabun cuci dan mie instant saja. Demikian juga dalam branding “calon pemimpin”. Semakin sering dimunculkan dalam media, maka “generasi penerus dan orang baik” yang ada dibenak masyarakat Indonesia ini ya si itu-itu saja. Branding dan marketing Jokowi cukup bahkan sangat sukses membuat banyak orang “terpaksa terkesima” karena tidak dimunculkannya “orang baik” yang lain. Bukan berarti tidak ada alternatif lain dari Jokowi, tetapi “tidak ada” yang di branding secara sepadan selama ini. Baca lebih lanjut

Bulan Merah, bagaimana terjadinya ?

Pada gerhana bulan yang terjadi Selasa Malam 15 April 2014 terlihat bulan berwarna merah, dikenal dengan BLOOD MOON atau Bulan Merah. Fenomena yang relatif langka terlihat namun sebenarnya mudah dijelaskan secara lmiah.

:( “Pakdhe kalau bisa kelihatan merah apakah juga bisa kelihatan biru ?”
:D “Untuk tahun ini kan tahun dimana merah jadi juwara … upst !”
:-) “Hallah Pakdhe kampanye !” 

Tentunya kita tahu adanya gejala pembiasan warna. Ya, terjadi pada prisma ataupun pada kejadian pelangi. Gejala ini disebabkan karena panjang gelombang dan frekuensi warna itu berbeda-beda. Sehingga warna merah sedikit terbiaskan dibandingkan warna biru (ungu). Dengan adanya partikel-partikel lain yang ada didalam atmosfer selain udara, maka daya bias partikel semakin besar. Partikel-partikel penguat pembiasan ini dapat saja beruba partikel abu gunung api.

Gambar dibawah ini menjelaskan mengapa bulan tersinari warna kemerahan.

Pemiasan sinar matahari yang membelokkan warna merah dan warna biru. Menyebabkan warna merah menyinari bulan.

Pemiasan sinar matahari yang membelokkan warna merah dan warna biru. Menyebabkan warna merah menyinari bulan.

Ilmuwan NASA menjelaskan, “Warna yang tampil di Bulan bergantung pada besarnya jumlah debu serta awan di atmosfer. Jika ada partikel tambahan di atmosfer, misalnya dari letusan gunung berapi, maka Bulan akan berwarna merah gelap.”

:( “Jadi bukan karena merah sedang bersinar ya, Pakde ?”
:D “Yang pasti bukan pertanda akan datangnya kejadian alam yang misterius”

Sayangnya yang di Indonesia barat tidak dapat menyaksikan gerhana ini. Jadi lihat saja animasinya dibawah ini:

Animation_april_15_2014_lunar_eclipse_appearance[1]

Animasi Gerhana Bulan

Seberapa Jauh Indonesia Memiliki Bekal untuk Mengejar Negara-Negara Maju

KKDSISangat membanggakan bahwa UGM mampu memetakan posisi Indonesia didunia, seolah memetakan dirinya sendirinya dengan baik.

“KONSENTRASIKAN PADA KELEBIHANMU !”

Ketika berbicara bekal, sudah semestinya UGM mengajak berpikir positip, berkonsentrasi pada kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki pesaing (nagara lain), sebagai bagian dari Competitiveness Advantages supaya mampu mengejar ketertinggalan. Bukan ditunjukkan FAKTA apadanya saja yang justru menurunkan peran dan makna dari kelebihan yang dimiliki. Peringkat diatas 20 besar !

Kalau diminta presentasi maka semestinya mengatakan terlebih dahulu, bahwa diantara 50 negara di dunia Indonesia memiliki kelebihan pada :

  • Peringkat ke 7 dalam Bisnis dan Kewirausahaan
  • Peringkat ke 20 Peringkat Kemandirian
  • Peringkat ke 19 PDB dan Pertumbuhan Ekonomi
  • Peringkat ke 13 dalam Beban Pajak
  • Peringkat ke 14 pada Ketidak bergantungan terhadap barang impor

Kritik untuk penyusun buku.

UGM membuat buku rangkuman ini dengan baik. Buku tentang ranking 50 negara yang dipilih ini sudah pasti akan terus berubah, dinamis, dan harus diperbaharui secara berkala. Isinya menarik dan memang tidak salah kesimpulannya tetapi TIDAK SESUAI DENGAN JUDUL BUKU !

Kalau memang ingin melihat fakta ini sebagai BEKAL, sesuai judul laporannya “Seberapa Jauh Indonesia Memiliki Bekal untuk Mengejar Negara-Negara Maju”  maka semestinya dalam rangkumannya memberikan SISI-SISI positip sebagai BEKAL. Menurut hemat saya buku ini harusnya dalam excecutive summary maupun kesimpulannya tidak hanya menunjukkan fakta rata-rata no 44 diantara 50 negara.

:( “Pripun to Pakdhe ?”

:-) ” Lah yo iki thole, Mosok UGM kok milih fakta negatif dalam kesimpulan dan ringkasannya. Ga sesuai judul bukune”

Mudah-mudahan dengan Competitiveness Advantages inilah Indonesia akan mampu mengejar negara-negara maju.
Stay on positive side for getting better.
Laporan yang disititir ada disini :
Note : Selalu menarik melihat cara pandang dari luar untuk melihat kompetiveness. Ini seperti menguji kemampuan memanjat seekor gajah. Padahal tujuannya adalah mengambil buah. Tentusaja bukan hanya cara memanjatnya yg dibandingkan sebagai tolok ukurnya. Demikianlah dengan standart tolok ukur dari luar. Saya sangat bangga UGM mampu membuat tolok ukur sendiri. Karena dengan cara seperti ini semestinya akan lebih mengerti kemampuan sendiri berdasarkan “kriteria” yang kita buat. Cina melakukan hal itu. Mereka tidak serta merta menggunakan cara barat dalam melihat competitiveness advantages-nya.
Memang akan sedikit menantang ketika kita akan “mengundang” investor asing yang dibenaknya sudah terpatri menggunakan cara pandang “barat” dalam melihat satu negara dengan negara lain.

Menunggu manuver politik

Sesuai aturan pengajuan minimal 20% kursi dan 25% pemilih. Bagaimanapun juga maksimum hanya ada 3 pasangan Capres-cawapres. Sehingga utk ronde pertama hanya 3 terbesarlah yang dapat mengajukan Capres, konsekuensinya yang kurang dari 10% hanya maju cawapres.

Menunggu Manuver

Menunggu manuver politik

Politis bukan matematis

Hitungan matematik maka yang memungkinkan maju Capres Jokowi, ARB dan Prabowo. Modal PD dan PKB menjadi paling strategis utk menyalonkan cawapres tentunya. Nah dengan siapa PD dan PKB cari pasangan ? Ini tergantung 3 partai utama, siapa yang berani melamar PD/PKB duluan.

Manufer politik hijau akan menjadi diperhitungkan bila dan hanya bila BERSATU, atau malah sekedar ingin menyelamatkan bokongnya sendiri untuk ikutan membonceng yang kemungkinan paling menang dari ketiga pemenang utama.

Namun dunia politik adalah dunia manusia yang bukan matematik, disitulah serunya. Dan lebih seru lagi karena kita membicarakan dari luar lingkaran sebelum semuanya selesai dihitung

(Sumber data detikdotcom saat diambil dan akan terus berubah)

 

Sketsa Geologi.

SketsaWajahRDP

Sketsa tampang Geologist :-)

Sekarang begini, apakah mereka mampu atau tidak membuat sketsa penampang geologi di lapangan ? Bisakah mereka membuatnya tanpa menggunakan perangkat lunak di komputer ?” [Koesoemadinata, 2013 - dalam buku Spirit Geologi]

:-( “Ini pelajaran menggambar Pakde ?”

Sebuah penggalan kalimat diatas bermakna sangat dalam khususnya bagi ahli geologi, atau yang mengaku masih sebagai seorang ahli geologi.

 

Baca lebih lanjut

NgomPol-in Capres : Strategi Pemilu

Pemilu-2014Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Nah kalau untuk pemilu saat ini ada dua tujuan yang dicapai, menang dalam pemilihan legislative dan juga menang dalam pemilu presiden. Dua hal ini tidak dapat dipisahkan dan sudah semestinya dibuat satu strategi sesuai dengan karakteristik dan kemampuan serta kelemahan yang dimiliki.

:-( “Hallah Pakdhe kok ikutan NGOMongin POLitik to ?”
:-D “Alhamdulillah tidak ada bencana besar jadi kita belajar politik, mumpung masih musimnya, Thole”

Baca lebih lanjut

Apa penyebab bencana dari kejadian gempabumi ?

20140311-150457.jpg

Apa penyebab bencana dari kejadian gempabumi ? . Just presented in GEOSEA XIII, Yangon, Myanmar.
Saya sebenernya tidak 100% setuju, karena penyebab kerugiannya adalah bangunan buruk, sedagkan bangunan dengan batu bata adalah bahan dan teknologi bawaan kolonial. Mereka membawa tehnologi yg salah dan tidak menghargai local wisdom yg menggunakan bahan bambu dan kayu. Kolonialism mengambil dan merapas tehnologi lokal, membawa mineral dan bahan tambang termasuk rempah dan memberi Kembali batu bata yg ringkih bila kena goyangan gempa.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.163 pengikut lainnya.